High School D×D DX.1 Life.2

Life.2 Pemungkas! Onii-chan Mask

“Ahh, ini sih gawat….”

Aku—Hyoudou Issei sedang menghela napas di tengah-tengah ruangan yang super luas.

Saat ini aku sedang berada di rumah Buchou—kediaman keluarga Gremory yang ada di Dunia Bawah bersama teman-teman yang lain. Yah, walau disebut kediaman, bentuknya sih lebih mirip kastel yang sangat besar.

Tadi malam, ibu dari Buchou menghubungi kami dan berkata, “Besok ada hal yang ingin minta tolong dibantu sedikit.” Dan ketika kami datang hari ini, ibu Buchou langsung menyambut kami dengan kalimat pertama—.

“Aku ingin kalian merapikan atau membuang barang-barang yang dibeli Rias secara asal-asalan.”

Begitulah katanya.

Sepertinya Buchou sering mengangkut dan mengirimi barang-barang unik yang dibelinya di Jepang ke rumah orangtuanya, sehingga kamar Buchou di kediaman ini sampai dikuasai oleh berbagai barang yang dipindahkan ke sana.

Mulai dari baju zirah samurai, pakaian haori milik Shinsengumi, sampai miniatur Tokyo Tower ditaruh begitu saja secara sembarangan. Kamar yang luas itu dipenuhi oleh barang-barang khas dan produk terkenal dari Jepang. Ah, bahkan ada ukiran kayu berbentuk beruang juga! Jumlahnya pun cukup banyak!

Ternyata kamar Buchou di rumah orangtuanya meluap dengan barang-barang Jepang sampai seperti ini, ya.

“…Karena situasinya seperti ini, makanya aku tidak ingin memperlihatkannya kepada kalian semua….”

Buchou mengatakan hal itu dengan wajah merona merah tampak malu-malu.

…Dulu saat kami pertama kali datang ke Dunia Bawah, alasan Buchou kukuh tidak mau memperlihatkan kamarnya ternyata karena hal ini, ya.

Kepada Buchou yang sedang malu itu, ibu Buchou yang mengenakan gaun dengan bagian dada terbuka lebar ikut angkat bicara.

“Ini karena kau membelinya tanpa rencana. Astaga, cara menggunakan uangmu pun sampai mirip dengan ayahmu…. Kita harus mempertimbangkan kembali uang sakumu mulai sekarang.”

…Ooh, tampaknya beliau sedang sangat marah. Ibu dari Buchou ini benar-benar mirip dengan Buchou, dan satu-satunya perbedaan hanyalah rambutnya yang berwarna cokelat asfar.

Beliau benar-benar terlihat sangat muda. Kalau berdiri bersisian dengan Buchou, dibilang sebagai pasangan kakak-beradik pun pasti orang-orang percaya. Betul-betul perempuan yang sangat cantik.

Yah, karena iblis bisa mengubah penampilan luar mereka sesuka hati, kami tidak pernah tahu usia sebenarnya sih. Tapi yang pasti beliau sangat cantik.

Nah, seperti itulah situasi kami yang sedang bergerak untuk mengangkut barang-barang di kamar Buchou ke gudang bawah tanah atau membuangnya.

“Buchou, patung beruang kayu ini ada beberapa buah, apakah mau dibuang beberapa?”

Saat Kiba bertanya, Buchou mendadak panik. Itu adalah patung beruang dari ukiran kayu yang sering dijadikan suvenir dari wilayah utara.

“T-tunggu dulu, Yuuto! Masing-masing dari mereka punya nama dan sangat berharga—”

“Ya, Yuuto-san, buang saja. Lagi pula, satu saja sudah cukup.”

Ibu Buchou memotong perkataan Buchou dan menyatakannya dengan sangat tegas.

“T-tapi, Okaa-sama! Di Jepang ada pepatah kalau setiap benda itu memiliki jiwa!”

“Rias, terpengaruh oleh budaya asing Jepang itu bukan hal yang buruk, tapi hal itu ya hal itu, ini ya ini. —Semuanya cuma pajangan beruang yang sama. Mari kita buang saja. Yuuto-san, aku sebagai ibunya yang memerintahkan. Pergilah dan buang itu.”

“Tidakkkkkk! Bob! Daikichimaru! Leooooooon!”

Atas instruksi tanpa ampun dari ibu Buchou, Kiba meminta maaf, “Aku mohon maaf,” sambil membawa patung beruang kayu tersebut keluar dari kamar. Melihat hal itu, Buchou melontarkan teriakan yang sangat pilu. Lagian, nama beruang-beruang itu rasanya kental sekali dengan nuansa internasional!

Kalau di kediaman keluarga Hyoudou, Buchou adalah sosok onee-sama dan ojou-sama yang berorientasi anggun, tapi di rumah orangtuanya dia menunjukkan reaksi yang tak pernah kami ketahui sebelumnya, jadi terasa sangat segar. Interaksi yang baru saja terjadi pun membuat semua orang selain aku tertawa kecil.

Lagi pula, di depan mataku, payudara berlimpah milik ibu Buchou membal-membal bergoyang hingga tatapanku tanpa sadar terus tertuju ke sana. Dengan pakaian yang bagian dadanya terbuka lebar seperti itu, rasanya wajar saja kalau oppai-nya jadi kelihatan seperti itu.

“Sekalian mumpung ada di sini, benda-benda yang didapatkan oleh Rias-ojousama dan para anggota budak dari kontrak di dunia manusia juga masih berada di tempat penyimpanan harta karun bawah tanah, jadi tolong bantu rapikan yang di sana juga, ya.”

Hingga Grayfia-san yang mengenakan pakaian maid datang membawa barang-barang di kedua tangannya dan ikut mengatakannya pada kami.

[Baikkk!]

Kami semua merespons dengan penuh semangat.

Begitu ya, barang-barang hasil kontrak di dunia manusia dikirim ke tempat penyimpanan harta karun bawah tanah di rumah ini. Sambil mengetahui kenyataan yang tak terduga ini, kami pun terus sibuk merapikan barang-barang.

—D×D—

“Silakan, ini tehnya.”

“Haaa, rasanya jadi tenang.”

Kami sedang beristirahat sejenak di sudut tempat penyimpanan harta karun sambil meminum teh yang diseduh oleh Asia.

Astaga, tempat penyimpanan harta karun ini benar-benar sangat luas! Walau disebut tempat penyimpanan harta karun, tempat ini tidak cuma terdiri dari satu ruangan saja, melainkan terbagi menjadi beberapa area. Seluruh area di lantai paling bawah tanah dijadikan sebagai tempat penyimpanan harta karun. Katanya, kalau dihitung dari luasnya saja bisa setara dengan beberapa kali lipat ukuran Tokyo Dome.

Tempat ini adalah lokasi penyimpanan harta benda yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Keluarga bangsawan terkenal lainnya juga pasti memiliki tempat yang seperti ini, ya.

Ditambah lagi, barang-barang berharga di sini diberi peringkat dan dikelompokkan berdasarkan kategorinya masing-masing. Karena tempatnya terlalu luas, tugas memilah barang-barang yang didapatkan oleh para budak dari hasil kontrak sambil mengangkut beban jadi terasa seperti latihan lari maraton yang sangat melelahkan…. Yang lain juga tampak sedikit memasuki mode lelah.

Aset dan kekayaan milik orang yang super kaya raya itu benar-benar mengerikan…. Kalau begini, meskipun bisnis mereka mengalami kendala, mereka tetap bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama cuma dengan mengandalkan harta di tempat penyimpanan ini, 'kan?

Aku juga kalau kelak sudah mandiri pasti ingin membuat tempat penyimpanan harta karun seperti ini, jadi aku harus belajar tentang struktur dan cara pembuatannya mulai dari sekarang.

Tapi ya, pertama-tama aku harus naik pangkat dan membangun kastel dulu, kalau tidak ya tak ada gunanya. Masih perjalanan yang sangat panjang….

Saat aku sedang memikirkan hal itu sambil meminum teh, ada seseorang yang memberi isyarat melambaikan tangan dari balik bayangan—.

(Ise-kun, kemarilah sebentar.)

Pria berambut crimson itu adalah Sirzechs-sama. …A-aku? Meskipun aku mencoba melihat ke sekeliling, tidak ada orang lain selain aku yang menyadarinya. Begitu aku menunjuk diri sendiri, Sirzechs-sama pun mengangguk.

Aku segera berlari menghampiri Sirzechs-sama. Lagi pula, ternyata hari ini dia sedang pulang ke rumah orangtuanya, ya.

“Ada apa, Sirzechs-sama?”

“Umu. Mumpung Ise-kun sedang berkunjung ke rumah keluarga Gremory ini. Lagi pula, jika dilihat dari segi waktu, kurasa momennya sudah pas. Ada sesuatu yang ingin kuperlihatkan padamu. Ikutlah bersamaku.”

Setelah diberi tahu seperti itu, aku pun mengikutinya dari belakang sambil memiringkan kepala penuh rasa penasaran.

 

Keluar dari lantai bawah tanah, aku berjalan melewati area pemukiman selama sekitar sepuluh menit. Memang kediaman ini luasnya kebangetan! Padahal aku sudah berkali-kali datang ke sini, tapi aku kesasar lagi! Ini di mana coba!?

“Sebelah sini.”

Sirzechs-sama menghentikan langkahnya di depan pintu ganda berdesain megah.

Pintu besar itu pun terbuka. Dan di balik pintu yang dipandunya itu—.

Yang pertama kali menyergap pandanganku adalah sebuah layar raksasa!

Uwah, kursi-kursinya berjejer rapi mirip seperti di dalam bioskop! Bahkan ada lantai duanya! Ada panggungnya, dan lampu pencahayaannya juga sudah terpasang!

Apakah ini teater pribadi milik keluarga Gremory?

Meninggalkanku yang sedang terpukau ini, Sirzechs-sama duduk di area kursi bagian tengah lantai satu.

“Kemarilah.”

“B-baik.”

Sesuai yang dipersilakan, aku duduk di kursi persis di sebelah kiri Sirzechs-sama.

“A-anu, tempat ini adalah…?”

Atas pertanyaanku, Sirzechs-sama memberikan jawaban.

“Tempat ini adalah fasilitas untuk menghibur para tamu undangan yang berkunjung. Utamanya digunakan saat kami dari keluarga Gremory hendak menyampaikan suatu pengumuman… tapi ini adalah fasilitas yang paling-paling hanya digunakan sekali dalam beberapa tahun.”

S-sekali dalam beberapa tahun…. Memang banyak banget tempat yang kelewat mewah begini yang sia-sia.

Di saat aku sedang kebingungan dengan sensasi gaya hidup orang kaya ini, Sirzechs-sama yang ada di sampingku mulai membuka benda yang tampak seperti album di sebelah kanannya. Begitu aku mengintipnya, dalam satu halaman tersimpan berlembar-lembar pelat dengan berbagai macam pola. Di sana tertulis sesuatu menggunakan aksara iblis. …Mandi Pertama Rias…?

…Apa-apaan ini? Karena penasaran, aku pun bertanya.

“Ini adalah…?”

Sirzechs-sama mengambil satu lembar pelat tipis tersebut.

“Anggap saja ini adalah media perekam gambar khusus khas Dunia Bawah. Ini adalah benda yang diturunkan sejak zaman dahulu kala. Meskipun di Dunia Bawah saat ini kamera video dari dunia manusia sudah mulai beredar, keluarga Iblis Kelas Tinggi dari 72 Pilar lebih sering menggunakan media khusus khas Dunia Bawah ini. Bisa dibilang ini adalah bentuk tradisi. Peralatan untuk merekamnya pun belakangan ini bentuknya sudah makin mirip dengan kamera video dari dunia manusia.”

Hee, ternyata ada barang seperti itu, ya. Sirzechs-sama memunculkan lingkaran sihir di tangannya dan sepertinya memindahkan piringan yang diambilnya tadi ke suatu tempat.

Seketika itu juga teater menjadi gelap, dan sesuatu mulai diproyeksikan ke layar. Apakah seluruh teater ini digerakkan dengan kekuatan iblis?

“Aku berpikir untuk memperlihatkan hal yang bagus padamu. Album ini adalah salah satu rekaman yang merekam pertumbuhan Rias. —Dan yang akan ditayangkan mulai dari sekarang adalah rekaman video Rias di masa kecilnya.”

—Glek. M-masa kecil Buchou…?

“I… Itu sangat menarik sekali!”

Betul-betul bikin penasaran! Bisa melihat Buchou waktu masih kecil! Begitu, alasan Sirzechs-sama mengajakku ke sini adalah untuk memperlihatkan album video Buchou kepadaku!

Tapi, kenapa cuma aku saja? Apa tidak boleh kalau bersama budak yang lainnya juga? Meskipun memikirkan keraguan seperti itu, videonya tetap dimulai. Sirzechs-sama juga menunjukkan senyuman yang sangat lebar.

“Fufufu, iya 'kan? Kalau begitu, mari kita tonton.”

Ah, orang ini! Ekspresi wajahnya benar-benar seperti orang yang sudah tidak tahan lagi ingin memamerkan album pertumbuhan Buchou ke orang lain! Kalau sampai Buchou tahu belakangan, bukankah bakal jadi masalah besar?

“Onii-sama berengsek! Ise idiot!”

Rasanya dia bakal marah besar…. N-ngeri, tapi aku ingin menonton! Aku tidak bisa mengalahkan rasa ingin tahuku, dan akhirnya memilih untuk ikut menonton.

“Video yang akan diputar sekarang adalah rekaman saat Rias mengantarku pergi bertugas.”

Hoho, terasa seperti sepenggal adegan keluarga yang menghangatkan hati, ya.

Ah, mendadak aku teringat sesuatu. Soal cerita itu rasanya aku pernah mendengarnya dari Buchou. Saat Sirzechs-sama yang sangat sibuk sesekali pulang ke rumah orangtuanya, Buchou sering mengantarkannya pergi.

Kalau tidak salah ingat, cerita yang kudengar waktu itu….

 

○ Kenangan Rias Gremory: Edisi Kakak-Beradik

“Kalau begitu aku akan kembali ke wilayah Maou ya, Rias.”

“Baik. Selamat jalan, Onii-sama.”

“Umu. Nanti kalau aku pulang lagi, mari kita bicara tentang Sefirot dan malaikat.”

“Baik, aku akan menantikannya.”

 

Yup, harusnya terasa seperti ini. Percakapan kelas atas yang sangat tegas hingga membuatku merasa kagum padanya.

Di saat aku sedang teringat hal itu, seseorang muncul di dalam video. Itu adalah Sirzechs-sama yang penampilannya tidak jauh berbeda dengan yang sekarang.

Di depan gerbang kediaman, tampak Sirzechs-sama yang didampingi oleh banyak pelayan serta ibu dari Buchou. Ibu Buchou pun tak ada bedanya dengan yang sekarang, sangat cantik!

“Kalau begitu Haha-ue, aku akan kembali ke wilayah Maou.”

“Ya, demi Dunia Bawah, laksanakanlah tugasmu dengan baik.”

Sepertinya itu adalah salam sebelum berangkat. …Hmm, Buchou yang paling penting malah tidak kelihatan di mana-mana…? Saat aku mencari-cari, suara menggemaskan terdengar di telingaku.

“Onii-tamaaa!”

Buchou versi bocil yang memeluk boneka beruang berlari menghampiri Sirzechs-sama!

I-ini imut banget! Dulu memang Buchou pernah berubah jadi bocil sih, tapi keimutannya tidak berkurang sedikit pun!

Atau lebih tepatnya, Onii-tama!? Dia tadi bilang Onii-tama!?

Sirzechs-sama yang ada di dalam video tersenyum lalu menggendong Buchou bocil.

“Ada apa, Ria-tan?”

Sirzechs-sama bertanya dengan lembut, tetapi Buchou bocil malah meremas wajah imutnya yang sudah berlinang air mata.

“…Padahal Onii-tama sudah berjanji mau membacakan buku untuk Ria-tan… tapi tetap mau pergi, ya?”

“Maaf ya, Ria-tan. Mendadak ada pekerjaan mendesak. Mulai sekarang aku harus segera kembali ke wilayah Maou.”

Kepada Sirzechs-sama yang tampak sedikit kebingungan, Buchou bocil langsung memeluknya erat-erat.

“Kalau begitu, Ria-tan juga mau ikut!”

“Duh, gawat nih.”

Sirzechs-sama tertawa dengan ekspresi bingung, tetapi ibu Buchou berusaha menarik dan memisahkan Buchou bocil.

“Rias, jangan menyusahkan kakakmu. Sirzechs adalah orang yang memikul tugas penting bagi Dunia Bawah.”

Sambil menggelengkan kepala menolak, Buchou bocil tetap menempel erat pada Sirzechs-sama.

“Gak mau! Onii-tama itu 'kan Onii-tama-nya Ria-tan!”

“Hahaha, Ria-tan manja sekali, ya.”

Pemandangan seperti itulah yang terhampar di depan mataku.

B-Buchou! Isinya agak berbeda dengan cerita yang pernah kausampaikan dulu!? Mana ada Onii-tama! Mana ada baca buku! Alih-alih percakapan kelas atas, ini malah anak yang cinta banget sama kakaknya lagi mengamuk hebat di depan mata!

Ibu Buchou yang ada di dalam video rekaman hanya bisa menghela napas.

“Sirzechs, hidungmu mimisan. …Astaga, kau ini dari dulu selalu saja memanjakan Rias….”

Maaf ya, Ibunya Buchou. Aku yang sedang menonton video ini pun rasanya mau mimisan karena bocil ini imut banget!

“Ria-tan di masa-masa ini juga imut banget.”

—Deg! Maou-sama yang ada di sebelahku ini menyeringai sambil mimisan, bahkan sampai meneteskan air mata!?

“Rias sewaktu masih kecil selalu mengekor di belakangku. Onii-tama, Onii-tama, kapan pun dan di mana pun dia selalu bermanja-manja padaku. Kami juga tidur bareng, dan mandi bareng…. Ahh, Ria-tan sewaktu kecil…. Sudah tidak bisa kembali ke masa-masa ini lagi…. Sosok yang hanya ada di dalam video…. Tapi, Ria-tan yang sekarang pun sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat anggun dan itu juga hal yang luar biasa, sih….”

—Siscon! Ada siscon tulen di sini! Mana bicara sendiri terus mencerahkan diri sendiri lagi!

Dia ini seorang Maou, lho! Semuanya, orang ini adalah Maou Lucifer yang legendaris itu!

“Haha-ue, bagaimana kalau Ria-tan kubawa saja—”

Sirzechs-sama yang ada di video mengatakannya sambil menggendong Buchou bocil yang memeluknya erat tak mau lepas, tetapi ibu Buchou menggelengkan kepalanya.

“Tidak boleh. Apa-apaan yang kaukatakan itu…. Tolong kau juga katakan sesuatu dengannya. Kalau putra yang sudah jadi Maou begini sifatnya, bagaimana cara mempertanggungjawabkannya di hadapan semua orang di Dunia Bawah….”

Pandangan mata dari ibu Buchou mengarah ke kamera.

…Jangan-jangan, yang merekam pemandangan ini adalah…. Di telingaku terdengar suara keren berwibawa yang pernah kudengar sebelumnya.

“…Ria-tan. Wajahmu saat bersikap manja pun tetap luar biasa!”

…Itu adalah ayahnya Buchou yang sedang tampak sangat bersemangat.

Kalian bapak-anak sedang apa, sih!?

“Ahh, waktu itu Chichi-ue menangis sesenggukan melihat sosok Rias sambil mimisan parah.”

Sirzechs-sama memberikan penjelasan tambahan. Begitu rupanya! Kelakuan manja Buchou itu ternyata adalah pengaruh dari ayahnya dan Sirzechs-sama, ya! Ah, kalau dilihat baik-baik, para pelayan yang ada di video juga tersenyum getir seolah bilang “Ya ampun”.

Ibu Buchou yang ada di dalam video kembali menghela napas panjang.

“…Kenapa sih kaum pria di keluarga kita ini begini semua….”

Aku juga berpikiran begitu, Ibunya Buchou. Tapi, Buchou bocil ini memang terlalu menggemaskan. Ya jelas saja kalau dimanja habis-habisan. Aku jadi sangat memahami perasaan para pria di keluarga Gremory.

Di saat aku sedang tersenyum getir seperti itu, Sirzechs-sama mengambil pelat rekaman baru dari album dan memindahkannya dengan lingkaran sihir.

Tampilan gambar di layar pun berganti.

“Berikutnya adalah yang direkam saat sedang bermain bersama Sona.”

Bersama Sona-kaichou? Yang diproyeksikan di layar adalah Buchou kecil dan Sona-kaichou kecil! Mereka berdua sedang bersama-sama—.

“Enggak mau! Beruang Stella ini 'kan yang dikasih Onii-tama buat Ria-tan!”

“Ria-chan pelit! Padahal dipinjamkan sebentar saja 'kan enggak apa-apa!”

Mereka berdua sedang berebutan boneka beruang—.

Dan tragedi pun terjadi di depan mataku.

Sreeek!

Suara robekan. Telinga dari boneka beruang itu terlepas.

Tampaknya perebutan yang sangat sengit itu telah memakan korban.

Buchou bocil dan Kaichou bocil menatap situasi tersebut dengan terperangah.

“Ah…. Telinga Stella terlepas….”

Setelah jeda sesaat, Buchou bocil mulai menangis histeris!

“Hiks…. Telinga Stella yang dikasih Onii-tama terlepassssss!”

Melihat hal itu, Kaichou bocil pun mulai meminta maaf sambil menangis.

“Hwaaa! Maafkan aku, Ria-chaaaaaan!”

““Hwaaaaaaaaaaa!””

Keduanya menangis bersamaan dan digendong oleh keluarga mereka masing-masing. Itu adalah Sirzechs-sama dan Serafall Leviathan-sama.

“Hahaha, tidak boleh menangis, Ria-tan. Nanti akan kuminta pelayan untuk memasangkan kembali telinganya.”

“Ara ara, So-tan juga tidak boleh menangis, ya? Karena sudah minta maaf dengan benar, kalian harus akur kembali☆”

Keduanya tampak sedang membujuk sambil menggendong adik mereka masing-masing.

Sirzechs-sama dan Leviathan-sama saling tersenyum.

“Ternyata kita sama-sama memanjakan adik kita, ya.”

“Iya, padahal menurutku kedisiplinan yang kuberikan sudah cukup, sih.”

“Kalau bicara soal itu, Ria-tan-ku juga sangat ketat dalam hal kedisiplinan, lho?”

“Tidak-tidak, milikku yang lebih—”

…Di dalam video, perdebatan diam-diam mulai terjadi di antara kedua Maou-sama tersebut. Begitu merebahkan Buchou bocil dan Kaichou bocil yang kelelahan menangis ke tempat tidur, adu mulut pun berlanjut.

“…Serafall, sepertinya kita harus memutuskannya secara jelas sekali-kali.”

“Yup, benar sekali, Sirzechs-chan. Aku juga berpikir kalau kita harus menyelesaikannya.”

Sambil memancarkan wibawa dan dorongan energi yang aneh, keduanya pun berteriak.

“Ria-tan-ku jauh lebih imut!”

“Enggak! So-tan-ku yang jauh lebih imut, tahu!”

“Coba kaulihat ke sini! Masih ada rekaman video berharga saat Ria-tan pertama kali menyanyikan lagu!”

“Aku juga membawa video ‘So-tan pertama kali ganti baju sendiri’ dari rumah kok, akan kuperlihatkan padamu sekalian!”

Sambil memperlihatkan album video rekaman masing-masing, keduanya terus saling melotot dengan mode siscon tulen!

…Sirzechs-sama dan Leviathan-sama ternyata pernah melakukan hal seperti ini juga, ya…. Bagaimana mengatakannya? Citra yang selama ini kumiliki tentang Maou-sama benar-benar berubah total lagi.

—Parah, para Maou-sama ini.

Dan kemudian, ibu Buchou kembali muncul di video.

Dengan dahi yang berkerut dan area matanya yang kedutan.

“Kalian ini! Lagi apa sih…?”

Atas kemunculan ibu Buchou, tubuh Sirzechs-sama dan Leviathan-sama mendadak menjadi kaku.

“H-Haha-ue…. begini… kami cuma sedang membicarakan tentang Rias dan Sona….”

“O-Oba-sama! Kami sama sekali tidak sedang bertengkar, kok….”

Terhadap keduanya yang terbata-bata, ibu Buchou menggetarkan kepalan tangannya sambil memancarkan aura menakutkan.

“…Dua orang Maou bertengkar cuma gara-gara memamerkan keimutan adik mereka, dengan begitu apa kalian pikir bisa memikul beban Dunia Bawah bersama-sama!? Sirzechs! Kemari kau! Khusus hari ini Ibu tidak akan mengampunimu! Serafall juga kemari! Ibumu dan aku adalah teman sejak zaman sekolah dulu! Kau sudah kuanggap seperti anak sendiri! Kau dan Sirzechs harus sama-sama merenungi kesalahan kalian!”

“B-baik….”

“Baik, Oba-sama….”

Sudah cukup umur, tapi malah diseret oleh ibunya Buchou— Padahal keduanya adalah Maou-sama yang memikul masa depan Dunia Bawah.

“Hahaha, waktu itu aku dan Serafall sama sekali tak bisa berkutik di hadapan Haha-ue!” ucap Sirzechs-sama sambil tertawa terbahak-bahak.

…Bukankah sampai sekarang pun Anda tetap tak bisa berkutik? Ditambah lagi, rasanya Anda juga tak bisa berkutik di hadapan istri Anda, Grayfia-san….

Sesi pamer keimutan adik Maou-sama pun masih terus berlanjut.

—D×D—

“Hari ini, terima kasih banyak karena telah berkenan berkumpul di sini.”

Dengan raut wajah tegang di panggung, Buchou bocil menyampaikan salam pembuka yang terasa agak kaku.

Video rekaman berganti menampilkan acara pertunjukan piano Buchou bocil yang bertempat di teater ini.

“Pertunjukan piano pertama Ria-tan… Kami mengundang orang-orang dari setiap keluarga bangsawan untuk memamerkan kebolehannya main piano di sini….”

Penjelasan siscon dari Sirzechs-sama masih terus berlanjut, dan aku sendiri menonton video rekaman Buchou sambil menyunggingkan senyum yang agak canggung.

…Aku bingung harus memberikan respons seperti apa! Bukan apa-apa, melihat rekaman pertumbuhan Buchou itu menyenangkan dan merupakan suatu kehormatan bagiku! Tapi masalahnya, sang Maou siscon yang ada di sebelahku ini sebentar-sebentar tertawa, sebentar-sebentar meneteskan air mata, dan bercerita dengan sangat berapi-api serta kaya akan ekspresi, jadinya aku tidak bisa benar-benar menikmati penayangannya!

Ini adalah situasi yang sering terjadi: “Meskipun sebenarnya penasaran dan tertarik, tapi karena dijelaskan secara berlebihan, malah jadi agak bikin muak.”

Saat itu, Sirzechs-sama mengeluarkan sebuah jam saku berornamen rumit dari balik pakaiannya untuk memeriksa waktu.

“Mu. Sudah selarut ini, ya. Kalau lebih lama lagi di sini, yang lain bisa curiga.”

Sirzechs-sama menghentikan videonya, lalu menyimpan pelat yang telah kembali ke dalam album. Saat aku melirik ke arah album itu—mataku tertuju pada sebuah pelat yang diberi judul “Rahasia” dalam aksara iblis.

Menyadari arah pandanganku, Sirzechs-sama pun angkat bicara.

“Ini? Ini sih…. Hmmm. Benar juga ya….”

Tiba-tiba, Sirzechs-sama menghentikan penjelasannya, lalu menopang dagunya seolah sedang memikirkan sesuatu.

A-ada apa…?

“Yup. Mari kita lakukan itu,” ucapnya seakan menjawab pertanyaannya sendiri, lalu memindahkan pelat tersebut, dan video pun kembali diproyeksikan ke layar.

Yang diproyeksikan di layar adalah—wajah tidur Buchou sewaktu kecil.

Dia sedang tidur di atas kasur bersama boneka beruangnya.

“…Wajah tidur? Buchou sedang tidur?”

“Umu. Piringan yang satu ini….”

Gambarnya berganti—dan wajah tidurnya kembali diproyeksikan. Kali ini adalah adegan saat dia tertidur di atas sofa.

Setelah itu, video wajah tidur Buchou terus diputar secara bergantian.

…Ini.

“Apakah ini koleksi kompilasi video wajah tidurnya Buchou?”

Atas pertanyaanku, Sirzechs-sama mengangguk. Ah, ternyata benar dugaanku.

“Ini adalah kumpulan video wajah tidur Rias yang kuabadikan seiring dengan pertumbuhannya. Ini adalah salah satu harta karun berharga yang bersaing di posisi pertama atau kedua dari seluruh video rekaman yang ada. Sebenarnya untuk masa-masa kecilnya berhasil tertangkap kamera…. Tapi tentu saja, aku tak bisa mengambil foto wajah tidur Rias yang sudah beranjak dewasa. Sungguh disayangkan rekamannya harus terputus di tengah jalan.”

Sirzechs-sama membeberkannya sambil menghela napas panjang tapi…. Ya iyalah, kalau Buchou masih kecil sih tidak masalah, tapi kalau melakukan hal seperti itu pada Buchou yang sudah jadi anak SMA, itu sudah masuk kategori cabul!

“Maka dari itu!”

Sirzechs-sama memalingkan wajahnya padaku, lalu menggenggam tanganku erat-erat.

“Orang yang bisa meneruskan estafet ini hanyalah Ise-kun seorang. Apakah kau tidak ingin mencoba menghidupkan kembali harta karun berupa rekaman yang sempat terputus ini?”

Dia malah mengatakan hal-hal yang tak masuk akal seperti itu!

“M-maksudnya bagaimana?”

“Mulai sekarang, yang bertugas mengambil foto wajah tidur Rias adalah kau!”

…….Eeeee-to….

Di saat aku bingung harus merespons bagaimana, Sirzechs-sama mengacungkan kepalan tangannya dan berkata dengan penuh tenaga.

“Kalau sudah diputuskan begitu, urusan jadi lebih cepat! Bagus! Malam ini adalah penentuannya!”

“Eh? Eh?”

Pada saat itu aku sama sekali tidak paham maksudnya, tetapi pada malam harinya, aku malah menginjakkan sebelah kaki ke dalam jalan kemesuman yang luar biasa.

 

Tengah malam.

Pekerjaan merapikan kamar Buchou di kediaman Gremory telah selesai, dan kami pun kembali ke rumah keluarga Hyoudou.

Di saat semua orang sudah lelap tertidur, aku dan Sirzechs-sama berada di kamar kosong yang ada di lantai paling atas rumah.

“Malam yang cerah untuk mengambil foto wajah tidur. Bukankah kau juga berpikir begitu, Prajurit Hyoudou?”

Yang mengatakan hal itu adalah Sirzechs-sama yang sedang mengenakan kostum cosplay mirip pria manusia kelelawar dari sebuah film yang melindungi kota tertentu. Ini bukan sekadar mencurigakan lagi, tapi sudah berubah jadi penjahat kelamin…. Oh ya, kalau aku sendiri cuma memakai baju tidur.

“…Benar sekali, Sirzechs-sama.”

Sirzechs-sama mengibaskan jarinya ke kiri dan ke kanan. Cik, cik, cik.

“Salah. Aku bukanlah Sirzechs. Aku adalah pemimpin dari ‘Pasukan Pemotret Wajah Tidur Ria-tan’, Onii-chan Mask!”

Sirzechs-sa… Onii-chan Mask bergaya sok keren dengan pose yang agak aneh!

Tolonglah! Kembalilah ke kota! Tidak, kembalilah ke Dunia Bawah! Tempat ini damai, tahu! Keberadaan Anda malah merusak kedamaian itu sendiri!

Orang ini dari dulu cuma punya citra main-main pakai baju cosplay saja! Apakah Anda benar-benar menjalankan tugas sebagai Maou!?

“Dengar ya, Prajurit Hyoudou. Tujuan kita cuma satu. Yaitu mengabadikan wajah tidur Rias Gremory yang polos tanpa pertahanan menggunakan kamera ini. Yang mengambil gambarnya adalah kau. Haruslah kau, tidak boleh orang lain,” ucap Onii-chan Mask sambil menyerahkan sebuah handycam kepadaku.

“…Lagi pula, aku 'kan biasanya tidur bareng dia, bukankah lebih baik diambil saat momen itu saja?”

Aku mengutarakannya dengan tatapan setengah terpejam. Bukankah cara itu yang paling cepat….

Namun, Onii-chan Mask menggelengkan kepalanya.

“Itu tidak boleh. Secara alur cerita, hal itu sangat tidak estetik. Dengar ya, Prajurit Hyoudou. Yang namanya memotret wajah tidur itu, esensinya ada pada momen di mana kita mengusung perasaan sedikit bersalah, lalu merangkak masuk dengan langkah kaki yang teramat pelan menembus kamar, lalu memotret idola, aktris, atau wanita tercinta yang sedang bernapas halus dengan imutnya tanpa disadari olehnya sama sekali!”

…Meskipun Anda berpidato dengan penuh semangat begitu…. Bukankah itu tetap tindakan mesum? Mau dilihat dari sudut mana pun, itu adalah tindakan penjahat kelamin! Lagi pula, alur cerita apa coba! Ya ampun! Maou yang satu ini!

“Apakah Anda juga pernah melakukan hal itu kepada Grayfia-san?”

“Pernah.”

“Bagaimana hasilnya?”

“Aku hampir mati. Itu pertama kalinya dalam hidup, aku merasakan yang namanya ambang kematian.”

Memang tidak boleh! Itu sudah melompati garis kematian! Benar saja, mau seberapa pun dekatnya hubungan keluarga, kalau sampai melakukan tindakan mesum begitu, pihak wanita pasti bakal merasa jijik atau mengamuk! Lagi pula, lawan Anda itu adalah iblis wanita terkuat yang setara dengan Leviathan-sama, kalau main-main bisa betulan mati, tahu!

“Tapi tenang saja. Yang akan pergi adalah kau. Kemungkinan besar aku akan selamat. Serahkan urusan Dunia Bawah padaku.”

“Uuh, kenapa juga aku sampai bisa kenal dengan orang seperti ini, ya….”

Aku tak kuasa menahan air mata! Aku berada di bawah tekanan dari orang nomor satu di dunia Iblis, lho!

Setiap kali aku makin akrab dengan Sirzechs-sama, aku pasti selalu menyaksikan sisi terlarang dari orang ini! Alasan kenapa keempat Maou dikatakan sangat parah saat kehidupan pribadi makin terasa nyata seiring berjalannya hari!

“Aku ingin Ise-kun meneruskan tradisi ini! Orang yang mengambil foto wajah tidur Rias mulai sekarang cuma kau seorang! Cuma kau yang bisa kuandalkan! Anggap saja ini sebagai ritual serah terima tugas! Baik! Aku akan memberikan instruksi dari kamar ini. Kalau begitu, saatnya meluncur!”

Begitulah aku dilepas pergi olehnya! Uuh, situasi macam apa ini… sampai harus melayani hobi dari seorang Maou-sama…. Mana diminta untuk meneruskan tradisi segala lagi….

Aku memasang transceiver di telingaku, lalu keluar dari ruangan di lantai paling atas.

Tujuannya adalah kamarku yang berada di lantai dua. Di sana ada Buchou dan Asia yang sedang tidur. Sebenarnya aku tadi sudah berbaring di kasur bersama mereka berdua, tetapi setelah memastikan Buchou dan Asia tertidur lelap, aku merayap keluar menuju lantai paling atas ini.

Keluar dari kamar sendiri memang berjalan lancar, tapi apakah aku bisa masuk kembali ke kamar untuk pemotretan tanpa ketahuan?

…Aku sebisa mungkin menyembunyikan hawa keberadaan, lalu melangkahkan kaki dengan perlahan dan berhati-hati. Aku ini lagi apa sih? Ini 'kan rumahku sendiri? Kenapa aku malah bertindak seperti pencuri begini?

Tidak, jangan dipikirkan lagi. Malah bikin sedih saja.

Saat aku menuruni tangga dan tiba di lantai empat, sebuah suara terdengar dari transceiver.

‘Saat ini sudah sampai di mana? Ganti.’

“E-etto, lantai empat. Ganti.”

‘Dimengerti. Lanjutkan pergerakan, ganti.’

Percakapan seperti itu pun saling terjalin. Sudah seperti operasi mata-mata saja. Sirzechs-sama kelihatannya sangat serius, tapi dari suaranya kelihatan kalau dia sangat menikmati hal ini.

…Sudahlah, sekarang aku tidak mau banyak bicara lagi. Saat aku hendak melangkah turun lebih jauh lagi.

“…Ise-kun?”

Tiba-tiba ada suara yang memanggilku. Suara langkah kaki dari tangga. —Itu adalah Akeno-san yang sedang mengenakan yukata! Dengan rambut terurai, itu adalah Akeno-san versi mode istirahat! Dia baru saja naik dari lantai bawah.

“…A, Akeno-san…!”

Gawat! Sama sekali tidak menyangka bakal berpapasan dengan Akeno-san di sini! Karena panik, ekspresi wajahku sampai menjadi kaku!

“…Ada apa? Kenapa berada di tempat seperti ini pada tengah malam begini…?”

Akeno-san menatapku dengan heran. Ah, di tangannya ada botol minuman teh. Rupanya dia haus di tengah malam, lalu pergi ke kulkas di lantai satu untuk mengambil air. Tapi, sial banget timing-nya!

Aku memeras otakku yang dangkal ini untuk memikirkan cara mengelabuinya… tapi yang keluar dari mulutku malah—.

“A-aku ingin bertemu dengan Akeno-san….”

Kata-kata itu terucap begitu saja dari mulutku sambil menyunggingkan senyuman canggung!

Kata-kata yang sangat ceroboh! Mengatakan “ingin bertemu” kepada seorang gadis yang tinggal serumah di tengah malam begini! Ini sudah kelewatan batas seperti menyusup ke kamar malam hari! Sebenarnya aku memang ingin menyelinap masuk, tapi kalau kulakukan nanti aku bakal dibunuh sama Buchou!

Di saat aku merasa panik dan kebingungan memikirkan apa yang harus dilakukan setelah ini… Akeno-san malah membasahi sudut matanya dan merona merah di bagian pipi.

…Umm, reaksi seperti apa itu sebenarnya….

“Aku senang sekali… Ise-kun datang ke tempatku….”

Pluk. Akeno-san langsung memeluk tubuhku! Dari kain yukata yang tipis ini, tekstur tubuh Akeno-san yang lembut dan kenyal terasa dengan sangat jelas, aaaaah!

S-sensasi oppai yang tersampaikan ini… apakah dia tidak memakai bra!?

Oppai yang empuk menekan tubuhku melalui kain tipis! Mati! Aku bisa mati!

Darah hidungku langsung menyembur. Situasi seperti ini sangat tidak bagus untuk misi yang sedang dijalankan sekarang! Bukankah lebih baik aku berkata jujur saja agar bisa meminta bantuannya?

“A-anu Akeno-san…. S-sebenarnya….”

Meskipun aku mencoba menyampaikan kebenarannya, Akeno-san malah berucap, “Aku senang sekali, Ise…” dan tampak sangat gembira….

Ditambah lagi pandangannya tertuju pada kamera yang kupegang! Ini sudah tak bisa dijadikan alasan lagi!?

Menemuinya sambil membawa kamera adalah situasi yang sangat tidak masuk akal!

“…Kamera? Jangan-jangan, Ise-kun ingin merekam hal… itu bersamaku menggunakan kamera…?”

Dia salah paham total! Meminta direkam kamera di tengah malam begini adalah tindakan mesum yang keterlaluan! Kalau begini terus, aku bakal dibenci oleh Akeno-san!

Namun, Akeno-san sama sekali tidak menunjukkan gestur menolak, tubuhnya cuma menggeliat dengan malu-malu.

“…M-maniak sekali ya, Ise ini…. M-maksudmu ingin merekam pengalaman pertama itu…? Tapi… kalau Ise yang menginginkannya, aku sih….”

Akeno-san bergumam sendirian dengan wajah yang memerah padam. Bagaimana ini! Akeno-san sedang mengharapkan sesuatu denganku! B-bagaimana cara meresponsnya? Jujur saja, ketimbang bermain-main dengan sang Maou-sama, aku sebenarnya lebih ingin menikmati permainan malam bersama Akeno-san di sini!

Di saat aku sedang kebingungan merespons, suara dari Onii-chan Mask terdengar melalui transceiver.

‘Apakah ada masalah di sana? Jika terjadi sesuatu, coba arahkan kamera ke arah lawan, lalu tekan tombol berwarna biru. Ganti.’

Entah tahu atau tidak dengan situasi yang kuhadapi di sini, Onii-chan Mask memberitahukan hal yang sepertinya menjadi jalan keluar dari situasi ini. A-arahkan kamera ke arah lawan… lalu tombol biru? Ah, tombol yang ini, ya.

Saat aku menekannya dengan bunyi klik—sebuah lingkaran sihir kecil keluar dari lensa kamera disertai suara getaran udara yang agak nyaring!

Akeno-san menerima tembakan itu tepat dari depan!

“…Ara…?”

Matanya mulai sayu, dia kehilangan kesadaran, dan perlahan ambruk di tempat. Aku berhasil memeluk dan menahan Akeno-san dengan pas sebelum tubuhnya jatuh membentur lantai.

‘Kamera itu dilengkapi dengan beberapa fitur untuk mengatasi rintangan. Kalau kau menekan tombol biru, sihir hipnotis tidur akan ditembakkan ke arah target. Ganti.’

Begitulah penjelasan tambahan yang kuterima dari seberang komunikasi.

…K-kameranya menembakkan lingkaran sihir penidur dari lensa! Fitur macam apa yang dimiliki kamera ini!

“…Aku ketahuan oleh orang rumah, dan karena panik bingung harus merespons bagaimana, aku membuatnya tertidur menggunakan fitur kamera. Ganti.”

‘Dimengerti. Lanjutkan terus misimu, ganti. Ah, tapi sebelum itu, kembalikan orang itu ke kamarnya dan baringkan di tempat tidur. Ganti.’

“Laksanakan. Haa….”

Sambil menghela napas, aku terpaksa menggendong Akeno-san yang tertidur pulas ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidur.

Setelah menidurkan Akeno-san, aku bergegas meninggalkan kamar. —Tiba-tiba, ada hawa keberadaan seseorang!

 

“…Nyaa… Senpai…?”

Kali ini Koneko-chan muncul dengan mata setengah terpejam karena mengantuk! Dia tampak setengah sadar dengan telinga dan ekor kucing yang menyembul keluar! Ah, benar juga, kamar Koneko-chan 'kan ada di lantai yang sama dengan Akeno-san.

Lagi pula, penampilannya malam ini cuma memakai sehelai kemeja putih kebesaran sebagai baju tidur! Uuun, aku ini bukan lolicon, tapi aku merasakan daya tarik misterius dari penampilan itu!

Kalau Koneko-chan yang biasanya, dia pasti akan curiga dan menatapku sinis sambil menginterogasi sedang apa aku ada di lantai empat bawa-bawa kamera di tengah malam begini! Namun—.

“…Unyaa…. Senpai… mau ke toilet, nyaa….”

T-toilet…? Sambil mengucek mata, Koneko-chan bergumam manja padaku. Ditambah lagi, dia sampai memelukku segala!

“…Iya, iya.” Aku pun menggendong Koneko-chan.

—Deg! S-sensasi sentuhan ini…! Aku sama sekali tidak merasakan adanya kain pakaian dalam dari balik kemejanya! Yang tersampaikan ke tanganku adalah kelembutan tubuh wanita yang sangat nyata meski posturnya mungil!

Pantat imut milik Koneko-chan itu terus menegaskan sensasi kenyal yang luar biasa merangsang! Tanpa celana dalam! Dia no-pan! Koneko-chan! No-pan itu sangat tidak boleh! Pakailah celana dalammu! Daging pantatmu! Daging pantatnyaaa! Lagi pula, atasnya juga tanpa bra, 'kan!?

Dari celah kemejanya yang tersingkap, sesuatu yang kecil dan penuh dosa terlihat secara langsung oleh mataku!

Kalau sedang mengantuk, Koneko-chan ternyata jadi sangat tidak waspada begini! Padahal biasanya dia pasti bakal meninju diriku yang mesum ini tanpa ampun! Tapi, sekarang dia cuma menyandarkan tubuhnya dan menggesek-gesekkan badannya kepadaku sambil terus meracau “Unyaa…”! Apakah ini jurus maut tersembunyi dari nekomata!

Sial! Kouhai-ku ini benar-benar imut banget! Sambil mati-matian mempertahankan sisa akal sehatku, aku pun mengantarnya ke toilet.

Setelah itu, aku juga membaringkan Koneko-chan ke tempat tidurnya, dan akhirnya aku berhasil lolos dari lantai empat. Karena di lantai tiga ada kamar orangtuaku, aku menuruni tangga dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

Lalu, akhirnya aku tiba di depan kamarku sendiri.

…Padahal ini rumahku sendiri, dan ini kamarku sendiri, tapi kenapa aku harus bersusah payah berjuang sampai ke sini bagai penyusup? Pikirku frustrasi. Di saat itu, suara dari sang Maou siscon yang menjadi akar penderitaanku kembali terdengar.

‘Tolong laporkan situasimu saat ini, ganti.’

“Telah tiba di lokasi tujuan, mulai sekarang aku akan menerobos masuk. Ganti.”

‘Semoga berhasil. Ganti.’

Haa…. Baiklah, mari kita ambil foto wajah tidur Buchou, dan cepat-cepat selesaikan pengalaman konyol ini.

Aku memutar dan menarik kenop pintu perlahan agar tidak menimbulkan suara decit. Pintu terbuka, dan aku melangkahkan kaki ke dalam kamarku sendiri.

Selangkah, dua langkah… aku menekan hawa keberadaanku sepenuhnya sambil merayap mendekati tempat tidurku sendiri.

Di sana, Buchou dan Asia sedang tertidur lelap, mengembuskan napas yang halus nan tenang.

…Buchou telah menyingkirkan lebih dari separuh selimut yang menutupi tubuhnya, memperlihatkan penampilannya dalam balutan daster yang luar biasa sensual.

Baju tidur dari kain tipis berwarna merah menyala. Erotis banget! Kaki mulusnya terekspos dengan berani, tali bahunya juga merosot terlepas, membuat oppai-nya terekspos lebih dari separuhnya ke udara terbuka!

Oppai! Pantat! Paha! Situasi dengan kombo tiga hal surgawi ini rasanya saking indahnya bisa sampai kubuatkan lagu!

Lagi-lagi aku disadarkan oleh kenyataan. Ternyata selama ini aku tidur bersama Onee-sama yang berpenampilan seerotis ini setiap malam. Akhir-akhir ini, tidur bersama mereka sudah menjadi hal yang terlalu lumrah bagiku, sehingga begitu masuk ke kasur, aku pasti akan langsung tertidur pulas dengan sendirinya.

Tidur bertiga bersama Buchou dan Asia sudah menjadi rutinitas normal dalam keseharianku.

Kalau dipikir-pikir lagi, saat sedang tidur dengan pakaian terbuka seperti ini, Buchou sering memelukku, dan saat terbangun, aku sudah mendapati diriku tidur berbantalkan oppai-nya.

—Tepat di posisi yang sejengkal dari tanganku, ada lekuk tubuh wanita terindah.

…Glek. Aku menelan ludah lekat-lekat. Lalu aku langsung memegangi kepalaku di tempat itu juga!

Di tengah situasi yang menggiurkan seperti ini, kenapa sampai sekarang aku masih belum melakukan apa-apa padanya!? Tidak punya nyali juga ada batasnya, tahu! Uwooooooh! Memalukan! Memalukan sekali nasibku iniiii!

‘Ada apa, Prajurit Hyoudou? Ganti.’

Suara panggilan dari sang Maou siscon membuyarkan lamunanku. Ah, benar juga. Saat ini aku sedang berada di tengah-tengah rentetan permainan gila Onii-chan Mask.

“Tidak ada masalah. Aku baru saja berkonflik batin dengan masa mudaku. Target telah terlihat jelas di depan mata. Mulai sekarang, aku akan melaksanakan operasi utama. Ganti.”

‘Dimengerti. Begitu wajah tidurnya berhasil dipotret, segeralah kembali ke pos. Ganti.’

Umu. Benar sekali. Mari kita selesaikan memotret wajah tidurnya, lalu kembali ke atas. Walau rasanya aneh bilang “kembali ke atas” dari kamarku sendiri.

Tapi jujur saja, wajah tidurnya imut banget. Seperti dugaanku, Buchou memang cantik dan super yimut!

Entah kenapa aku jadi sedikit memahami ambisi Sirzechs-sama yang berkoar-koar “ingin memotret wajah tidurnya”. Intinya dia sangat ingin merekam momen polos ini. Wajah tidur imut yang patut untuk diabadikan dan dikenang.

Dia memintaku untuk mewarisi estafet misi mulia ini, ya. …Boleh juga. Untuk sepersekian detik, aku sempat membenarkan tindakannya di dalam kepalaku.

Nah, nah. Momen penentuan. Saat aku mengeluarkan kamera dan bersiap membidik wajah polos Buchou, tiba-tiba kelopak mata Buchou perlahan terbuka!

“…Ara, Ise? …Ada apa?”

Sambil mengucek matanya yang masih sayu, dia perlahan mulai bangkit mengangkat tubuhnya dari kasur!

Gawat! Dia bangun! Saking paniknya aku sampai kehabisan kata-kata, dan cuma bisa sekuat tenaga menyembunyikan kameraku ke balik punggungku!

“E, E-etto, anu, wajah tidur Buchou imut banget, makanya…” Aku mencari-cari alasan asal dengan mata yang melirik gelisah. Buchou pun tersenyum tipis sambil menguap.

“Ara, tumben sekali, memangnya ada apa ini?”

Dengan luwes dia merangkak keluar dari batas kasur, lalu langsung menghambur memelukku! Munyuuu, oppai paling legendaris di dunia langsung menekan dadaku! Lembut bangetttttt!

Uwooooooh! Oppai Buchou memang tiada tandingannya di semesta! Ditambah lagi, dampak dari dia berdiri tadi membuat tali bahunya melorot sepenuhnya, dan dari daster yang membelah itu, oppai-nya, oppai-nya terekspos jelas! Kondisi puncak merah mudanya yang mencuat itu benar-benar pemandangan yang spektakuler!

Sambil melingkarkan lengannya di leherku, dia membisikkan godaan sambil mendekatkan wajahnya!

“…Malam ini, mau coba cara tidur yang berbeda dari biasanya?”

“C-cara tidur yang berbeda dari biasanya…?”

Saat aku bertanya balik sambil meneteskan darah mimisan yang bercucuran, dia membalasnya dengan senyuman menggoda “Ufufu”!

“Iya, kita tempelkan tubuh kita sedikit lebih erat dari biasanya.”

“L-lebih erat, ya?”

“Ya, mau coba tidur berdua tanpa sehelai benang pun? Cuma tidur sambil menempelkan tubuh tanpa busana, kok. Tapi, karena dulu kita juga pernah melakukan hal seperti itu di masa lalu, mungkin rasanya sudah tidak sebaru itu lagi, ya?”

“…T-tidak! Itu luar biasa idenya!”

Berpelukan tanpa busana!? I-itu artinya, murni tanpa adegan ecchi, 'kan!? Bolehkah!? Dalam situasi serba rentan seperti ini, permulaannya mungkin memang cuma berpelukan tanpa busana saja! Tapi, bisa saja hanya dengan sedikit pemicu, percikannya langsung menjalar ke hal yang luar biasa gila, 'kan!?

Logikanya saja, kalau pria dan wanita muda yang dimabuk asmara berpelukan telanjang bulat, cuma ada satu arah mutlak ke mana ujung-ujungnya hal ini bermuara, 'kan!?

Tapi, sialnya saat ini aku sedang di tengah-tengah misi rahasia pemotretan wajah tidur bersama Onii-chan Mask—Sirzechs-sama!

T-tidak! Mumpung situasinya mendukung begini, aku lebih baik melupakan misi konyol itu dan memilih tidur dengannya! Maou-sama! Sejujurnya, aku ingin membuang misi memotret ini ke laut dan segera merebahkan diri! Bantal oppai Buchou adalah harta paling berharga!

Tepat ketika aku memutuskan untuk pasrah dan menjatuhkan tubuhku padanya—.

‘Prajurit Hyoudou. Apa terjadi sesuatu? Prajurit Hyoudou, apa kau masih belum berhasil memotretnya? Ganti.’

Suara panggilan keras dari Onii-chan Mask menggema di telingaku melalui transceiver.

“…Barusan, sepertinya aku mendengar suara Onii-sama.”

Buchou langsung bereaksi pada suara yang sedikit bocor dari celah transceiver! Karena ini tengah malam yang sunyi, pendengarannya yang tajam tidak mungkin melewatkannya!

Buchou setengah memejamkan matanya, memindai dan menatap tubuhku dengan intens seolah sedang menguliti kebohonganku. Lalu, matanya terkunci pada benda di telingaku serta kamera yang gagal kusembunyikan di balik punggung!

Dengan gerakan kilat, dia menyita kameraku, merebut paksa transceiver dari telingaku, lalu menempelkannya ke telinganya sendiri.

“…Suara ini, Onii-sama? Apa maksudnya semua ini sebenarnya?”

Buchou langsung memberiku tatapan tajam dan mematikan….

“Hwaaaah… Eh, ada ribut-ribut apa ini?” Asia mendadak ikut terbangun dari tidurnya!

Sirzechs-sama, operasi kita gagal total. Tamatlah riwayat kita.

—D×D—

“Bagaimana ini bisa terjadi?”

Dengan mata yang berkedut dan raut wajah yang tampak sangat murka, Buchou memojokkan dan menginterogasi kami. Di sebelahnya ada Asia yang menyaksikan situasi ini dengan cemas dan deg-degan. Maaf ya sudah bikin kau terbangun, Asia.

Di ruangan lantai paling atas yang tadi, aku dan Onii-chan Mask disuruh duduk seiza.

“Ini semua ada alasannya.”

Onii-chan Mask berusaha memberikan penjelasan. Buchou pun menghela napas panjang seolah meratapi keadaan.

“Sebelum itu, Onii-sama. Tolong lepaskan benda yang menyerupai topeng itu.”

Onii-chan Mask langsung memasang pose yang sangat spektakuler dan berseru lantang.

“Fuhahaha! Aku bukanlah kakakmu, Rias Gremory! Aku adalah Pemimpin dari ‘Pasukan Pemotret Wajah Tidur Ria-tan’, Onii-chan Mask!”

“Aku akan memanggil Grayfia… Onee-sama, tahu?” ucap Buchou dengan ekspresi tanpa emosi. Onii-chan Mask—Sirzechs-sama langsung melepaskan penutup kepalanya dan mendadak meminta maaf.

“Maafkan aku, Rias, ini aku.”

Lemah! Lemah banget, Onii-chan Mask! Apakah Anda setakut itu pada istri sendiri!?

Dan kemudian, Sirzechs-sama mulai menceritakan secara mendalam mengenai kronologi bagaimana situasi ini sampai bisa terjadi.

Soal keinginannya mengabadikan rekaman adik perempuannya yang menggemaskan, keinginannya memotret wajah tidur adiknya yang telah beranjak dewasa bersamaku, serta niatnya yang ingin mempercayakan impiannya itu padaku secara sepihak, semuanya dipaparkan olehnya.

Wajah Buchou yang tadinya marah kini berubah menjadi memerah padam, hingga akhirnya seluruh tubuhnya gemetaran hebat.

“…Rias, kau kenapa?”

Sirzechs-sama menatap adiknya dengan heran karena menunjukkan respons yang aneh. Buchou pun langsung meledak marah kepada kami berdua!

“Onii-sama berengsek! Ise idiot! Kalau saja Ise mengatakannya padaku, aku akan…. Kenapa harus sampai melakukan hal seperti ini bersama Onii-sama cuma demi…. Kalau dengan Onii-sama sih tidak mau, tapi kalau denganmu aku akan….”

Buchou mengarahkan pandangannya padaku sambil agak melotot. Di matanya tampak sedikit genangan air mata—.

Sret! Buchou berbalik dan bergegas meninggalkan ruangan dengan langkah cepat.

“A-ah, Rias-oneesama!”

Asia pun bergegas berlari mengejar di belakangnya.

“A-anu, apakah denganku benar-benar tidak boleh?”

Sang Maou-sama tampak sangat syok mendengar perkataan adiknya yang bilang ‘Kalau dengan Onii-sama sih tidak mau’.

“Ya, tentu saja tidak boleh.”

—Deg! Suara orang ketiga! Begitu menengok ke arah datangnya suara, tampak sosok maid berambut perak yang memancarkan aura hawa keberadaan yang sangat pekat dan mengerikan! Itu adalah Grayfia-san! S-sejak kapan dia ada di sana!?

“Sirzechs-sama, saya sudah mendengar semuanya. Nah, mari kita pulang.”

Grayfia-san mencengkeram kerah baju Sirzechs-sama lalu menyeretnya. Di bawah kakinya, lingkaran sihir teleportasi langsung terbentang seketika.

“A-aku yang salah. Maafkan aku, Grayfia.”

“Penjelasannya akan saya dengarkan baik-baik dan secara mendalam di kediaman kita. Mengerti?” ucap Grayfia-san dengan aura intimidasi yang sangat kuat. Sirzechs-sama pun sampai pucat pasi!

Yup, tolong renungi kesalahan Anda, Sirzechs-sama. Baiklah, kalau begitu mari kita serahkan Sirzechs-sama kepada Grayfia-san. Dan mengenai Buchou—.

“Issei-san, pasti ada sesuatu yang harus Anda sampaikan kepada Ojou-sama, 'kan?”

Grayfia-san mengatakannya padaku secara langsung.

“Baik! Aku akan minta maaf kepada Buchou!”

Benar sekali, aku harus minta maaf! Walaupun aku cuma ditumbalkan untuk melayani kelakuan konyol Sirzechs-sama, memang benar kalau aku tadi berencana memotret area pribadi miliknya tanpa izin secara lancang.

Aku ini memang budak yang sangat buruk! Aku pasti sudah menyakiti hatinya!

Mendengar kata-kataku, Grayfia-san menyunggingkan senyum tipis.

“Ya, begitu lebih baik. Nah, Sirzechs-sama. Mari kita kembali ke Dunia Bawah.”

“A-ah. Sisanya kuserahkan padamu ya, Ise-kun…. Nah, kira-kira apa yang bakal terjadi padaku setelah ini, ya….”

Setelah melepas kepergian mereka berdua yang berteleportasi, aku bergegas berlari menuju kamarku sendiri!

Pintu kamarku yang masih terbuka lebar. Begitu aku mengintip ke dalam—selimut di atas kasur tampak menggundul terangkat. Pasti Buchou sedang menyusup dan bersembunyi di dalam selimut.

…Aku benar-benar tidak punya perasaan. Ditambah lagi aku sempat agak menikmatinya. Sungguh berengsek! Dasar mesum! Aku malah menyalakan jiwa ecchi yang cuma bisa menyakiti hati Buchou!

“…Aku mohon maaf.”

Sambil meminta maaf, aku melangkah mendekati tempat tidur.

“Mau seberapa pun aku ditumbalkan untuk melayani hobi Sirzechs-sama, aku benar-benar terlalu tidak punya perasaan. …Sampai-sampai berniat memotret wajah tidur Buchou. Tapi, tolong dengarkan aku.”

Aku mengutarakan perasaanku yang sejujurnya.

“Wajah tidur Buchou itu sangat imut! Beneran imut banget…. Sampai-sampai aku bisa sedikit memahami perasaannya…. Rasanya aku ingin ikut tidur bersama Buchou saat itu juga.”

Aku terus melanjutkan kata-kataku. Rasanya aku tak boleh berhenti di sini. Perasaan ini harus didengarkan olehnya. Mau dimarahi pun tidak apa-apa. Tapi paling tidak, aku ingin menyampaikan perasaanku yang paling jujur ini!

“Aku menganggap Buchou sebagai keluarga. Setiap kali ada di samping Buchou, rasanya sangat menenangkan, dan aku sangat ingin terus berbagi kasur bersamamu mulai dari sekarang. Itu bukannya dalam artian murni seksual… tidak-tidak, mungkin ada artian seksualnya juga, sih… Ah, bicara apa sih aku…? Enggak kok, sentuhan dan kelembutan tubuh Buchou itu memang yang terbaik….”

Gawat! Pola pikirku malah melenceng ke arah yang aneh! Ahhh, persetan! Bertele-tele banget! Katakan saja semuanya sekalian! Milikilah keberanian, wahai diriku!

“Aku ingin terus tidur di satu kasur bersama Buchou mulai dari sekarang! Tolong perlihatkan wajah tidur imut itu cuma kepadaku saja! —Tidurlah bersamaku!”

Aku meluapkan seluruh perasaanku sampai tuntas! Hah… hah… Kalau dengan begini masih tidak mempan… Tidak, besok pun aku tidak akan menyerah untuk minta maaf! Perasaanku pasti akan tersampaikan! Aku ini terhadap Buchou—.

Sesuatu di dalam selimut bergerak. Dan kemudian, sebuah wajah menyembul keluar dari balik selimut secara perlahan—.

E-e-eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!?

Bola mataku rasanya mau melompat keluar saking kagetnya melihat apa yang muncul dari balik selimut!

“…S-sungguh… aku tidak menyangka kalau Ise-senpai… m-m-mempunyai perasaan seperti itu padaku…”

Itu adalah pemuda yang menyamar jadi gadis berambut pirang—kouhai-ku, Gasperrrrrrrrrrr!

Kenapa anak ini ada di sini!? Tanpa memedulikan kekagetanku, Gasper berkata dengan wajah yang memerah padam.

“…A-aku sih senang, tapi yang seperti itu 'kan pertama kalinya bagiku… Ditambah lagi kita 'kan sama-sama cowok…”

Hentikan! Gasper memang penampilannya imut, tapi kau itu cowok, tahu!? Aku tidak punya ketertarikan pada cowok!

“Lagian, kenapa kau bisa ada di sini!”

“…H-hari ini aku diizinkan menginap di sini… So-soalnya asal ada kotak kardus saja biasanya aku sudah tidak apa-apa… makanya aku menumpang di kamar yang kosong….”

Aku tak tahu sama sekali! Sejak kapan jadi ada acara begitu!?

S-soal itu, ya! Koneko-chan dan cowok ini 'kan berteman! Jadi tidak aneh kalau mereka main sampai larut malam lalu berlanjut jadi acara menginap! Tapi masalahnya, kenapa bisa ada di sini!?

“A-aku sangat sulit untuk tidur… j-jadi aku berpikir mungkin saja Ise-senpai masih bangun, makanya aku pergi ke sini… lalu begitu melihat ada tempat tidur yang sangat besar dan anehnya tidak ada orang… aku jadi ingin mencoba sensasi tidurnya….”

Jadi sewaktu aksi kami ketahuan oleh Buchou dan berada di lantai paling atas, anak ini masuk ke kamar ini di saat itu! Parah banget! P-padahal aku yakin banget kalau Buchou yang kembali ke kamar ini!

Dengan raut wajah yang mantap, Gasper mengatakannya dengan penuh tenaga!

“K-kalau kau tidak keberatan denganku, aku tidak apa-apa kok tidur bersama Ise-senpai…? T-tapi, jangan lakukan hal-hal yang aneh ya? A-aku ini 'kan cowok….”

“Mana mungkin aku lakukan, Bego!”

Uwaaaaaaaaaah! Berengsek bangetttt! Aku malah diartikan secara aneh-aneh!

Prang!

Suara sesuatu yang jatuh berhamburan. Begitu menengok, di sana berdiri sosok Buchou dan Asia! Benda yang jatuh sepertinya adalah nampan yang berisi camilan kue.

“…Ise, b-bisa jelaskan apa maksud dari semua ini…?”

Dengan mata yang berkedut, Buchou memancarkan aura ancaman yang sangat berbahaya!

“B-Buchou! Asia juga! K-Kalian habis dari mana saja!?”

“Dari dapur. Rias-oneesama bilang ‘Kalau lagi situasi seperti ini enaknya makan camilan sampai kalap!’…”

Begitulah Asia memberikan penjelasannya! Apa-apaan itu! Dari dapur!? Ternyata Buchou yang sudah tidak tahan lagi berniat meluapkan emosinya dengan cara makan sampai kalap! Makanya dia tidak langsung kembali ke kamar!

Seluruh tubuh Buchou gemetaran hebat—lalu tatapan matanya berubah menjadi sangat tajam!

“Masalah dengan Onii-sama! Masalah dengan Gasper! Kau harus menemaniku menyelesaikan semuanya sampai fajar tiba, Iseeeeee!”

“B-BAIKKKKKK! MAAFKAN AKUUUUUUU!”

Dan begitulah, aku terus meminta maaf kepada Buchou sambil meluruskan salah paham yang terjadi hingga langit berubah menjadi terang.

Astaga, aku sudah kapok menuruti hobi Sirzechs-sama, tapi meskipun berpikir begitu, ke depannya aku pasti bakal ditumbalkan lagi.

Grayfia-saaaan, tolong akuuuuuuuuuuu!

Post a Comment

0 Comments