High School D×D DX.1 Life.4
Life.4 Catatan Petualangan Menyenangkan Chichiryuutei
Suatu hari setelah jam sekolah.
“Oppai Dragon… tiruan?”
Saat menerima laporan tersebut dari Buchou di ruang klub, aku—seluruh anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib menunjukkan ekspresi penuh kebingungan. Bagaimana tidak, secara tiba-tiba kami mendapat laporan tentang “Oppai Dragon tiruan”….
Berkat acara tokusatsu populer berjudul ‘Chichiryuutei Oppai Dragon’ yang menampilkan karakter-karakter berdasarkan sosok kami, kami menjadi sangat terkenal di Dunia Bawah. Bahkan merchendise-nya dipasarkan secara luas, dan kabar yang beredar menyebutkan bahwa keluarga Gremory selaku pemegang hak ciptanya berhasil meraup keuntungan yang sangat besar.
Sambil menghela napas, Buchou melanjutkan penjelasannya.
“Begitulah. Menurut laporan dari Grayfia, di wilayah pinggiran Dunia Bawah—lebih tepatnya di daerah kekuasaan Gremory, ada sekelompok orang yang mengatasnamakan ‘Oppai Dragon’ berkeliaran sambil membasmi penjahat. Menyebut mereka sebagai ‘sekelompok orang’ berarti bukan cuma peniru Ise saja, melainkan sosok peniru diriku, Koneko, hingga Yuuto juga ada di sana.”
Orang-orang yang mengatasnamakan kami sedang membasmi penjahat… ya. Kalau mereka berkeliaran untuk mengalahkan orang jahat, bukankah itu berarti mereka tidak melakukan hal yang buruk…?
“Kurasa menjadi peniru itu agak bagaimana ya, tapi kalau mereka membasmi penjahat tanpa berbuat keonaran, bukankah itu tidak terlalu jadi masalah?”
Aku mencoba menyuarakan pendapatku, tetapi Buchou menggelengkan kepalanya.
“Tak bisa dibiarkan begitu saja. Menangkap para pelaku kriminal mungkin memang hal yang baik, tetapi entah mereka menang atau kalah melawan penjahat, rumor yang beredar pasti akan dibesar-besarkan. Kalau sampai beredar rumor seperti ‘Oppai Dragon kalah dari penjahat kelas teri’, Ise sendiri juga bakal repot, 'kan? Kalau sampai memicu dendam yang tidak perlu, sama sekali tak ada untungnya bagi pihak kita.”
Memang benar juga sih. Walaupun aku sendiri tidak kalah, tetapi jika peniruku kalah dari penjahat dan merusak reputasiku, tentu aku yang rugi. Lagi pula, membuat para penjahat itu makin melonjak juga sangat menyebalkan. Kalau sampai ada perusuh yang melantangkan perkataan seperti “Aku sudah berhasil mengalahkan Oppai Dragon, lho!”, sungguh akan sangat mengganggu.
Buchou menepuk jidatnya sambil berkata, “Karena ini masih berupa informasi rahasia yang belum tercium oleh media massa Dunia Bawah, mari kita selesaikan masalah ini sebelum diketahui oleh pihak lain. Kalau sampai terendus pihak luar, urusannya bisa jadi sangat merepotkan, lagi pula hak ciptanya sejak awal dipegang oleh keluarga Gremory kita. Penumpasan peniru dan pengawasan ketat harus makin ditingkatkan. Apalagi kejadian seperti ini terjadi di wilayah kekuasaan Gremory, aku sebagai kepala keluarga berikutnya tentu tidak bisa berdiam diri melihatnya.”
Tentu saja. Wilayah kekuasaan Gremory kelak akan berada di bawah wewenang Buchou. Jika dia tidak mengelola calon wilayah kekuasaannya sedikit demi sedikit pada saat-saat seperti ini, kepemimpinannya sebagai Iblis Kelas Tinggi mungkin akan dipertanyakan.
“…Aku sangat tertarik dengan para peniru itu.”
“Ara ara, Koneko-chan rupanya penuh dengan rasa permusuhan terhadap penirunya sendiri, ya.”
Koneko-chan dan Akeno-san tampak sedang saling berbincang.
…Koneko-chan yang berada di atas pangkuanku ini memancarkan aura membunuh yang sangat pekat…. Karakter yang didasarkan pada Koneko-chan di acara televisi adalah penolong Oppai Dragon yang imut bernama “Hellcat”. Karena mereka cuma peniru, dia pasti sudah menduga kalau mereka itu bukan orang baik-baik….
“Peniruku, ya. Di televisi, aku 'kan berperan sebagai karakter jahat bernama ‘Darkness Knight Fang’…. Bagaimana situasi sebenarnya di sana, ya.”
Kiba tampak memiringkan kepalanya bingung. Benar juga, karakter yang didasarkan pada Kiba di acara ‘Oppai Dragon’ adalah eksekutif dari pihak musuh.
Omong-omong, peniruku sendiri seperti apa bentuknya, ya? Set kostum transformasi Oppai Dragon juga dijual di Dunia Bawah, jadi bisa saja peniruku itu cuma paman-paman yang iseng memakai set kostum tersebut….
Sembari membayangkan khayalan konyol seperti itu, aku pun menunggu datangnya hari di mana kami akan bertatap muka dengan para peniru tersebut.
—D×D—
Jadi, hari yang ditentukan itu pun tiba.
Setelah kami tiba di Dunia Bawah, kami bergerak menuju ke lokasi tujuan secara berurutan mulai dari menggunakan lingkaran sihir teleportasi → dilanjutkan dengan naik gryphon yang terbang di udara. Kami pun tiba di sebuah kota pedesaan yang terletak di kawasan pinggiran wilayah kekuasaan Gremory.
Untuk bisa sampai ke sini, kami telah melintasi sungai-sungai besar serta pegunungan yang kaya akan alam dengan menggunakan gryphon. Kota pedesaan yang kami capai ini merupakan tempat yang tenang dengan latar belakang pegunungan dengan pemandangan indah, ladang gandum, dan kincir angin.
Keberadaan orang-orang di sini sangat sedikit. Jalannya pun bercampur antara area yang sudah diaspal dengan area yang masih berupa tanah.
Jika dilihat dari kejauhan, toko-toko berpenampilan kusam juga terlihat agak jarang. Sepertinya tidak ada supermaket maupun minimarket. Benar-benar pedesaan, ya.
“Kota ini konon gandum dan kerajinan tangannya merupakan hasil produksi lokal yang khas.”
Akeno-san memberikan penjelasan seperti itu kepada kami.
Ya, kota ini memang memiliki ciri khas yang persis seperti itu. Tempat ini sungguh sangat tenang, sampai-sampai ada kereta kuda yang melintas secara perlahan di samping kami.
“Aku sangat merindukan tempat seperti ini.”
Asia memancarkan binar di matanya sembari menautkan kedua tangannya. Ah, Asia sepertinya memang lebih menyukai tempat yang tenang seperti ini daripada kawasan perkotaan yang megah.
Hmm, masa hidup iblis itu 'kan panjang, mungkin boleh juga kalau di masa depan aku tinggal bersama Asia selama sepuluh tahunan di kota pedesaan dengan atmosfer seperti ini. Tapi kalau tinggal sampai seratus tahun rasanya agak berat. Karena aku ini anak zaman modern, hidup tanpa minimarket dan supermarket sepertinya bakal sedikit menyiksa.
“Rasanya sangat menarik, berada di kota pedesaan Dunia Bawah!”
Sosok yang sedang sibuk memotret dengan suara jepret-jepret karena merasa penasaran adalah Irina. Karena menganggapnya menarik, dia ikut bersama kami lagi kali ini. …Gadis ini selalu saja bersama kami, hingga hampir rasanya sudah seperti budak Gremory saja…. Padahal dia adalah malaikat bawahan langsung dari Malaikat Agung Michael-san….
“Kota pedesaan jenis seperti ini biasanya sangat mudah diincar oleh iblis liar atau monster yang memiliki kekuatan.”
Kiba menyampaikan hal tersebut. Iblis liar, ya. Keberadaan berbahaya yang kabur dari majikannya lalu menggunakan kekuatan iblis sesuka hatinya. Tempat dengan populasi sedikit serta sulit dijangkau oleh pengawasan prajurit penjaga wilayah seperti ini mungkin merupakan tempat yang sangat pas bagi para penjahat untuk bersembunyi.
Buchou mengangguk lalu melanjutkan.
“Memang begitu. Iblis liar yang kejam sangat mudah bersembunyi di daerah pelosok pegunungan. Di sana mereka akan menghimpun kekuatan secara perlahan, lalu ada saja oknum yang menjadikan warga desa sebagai mangsanya. Jika kita menemukannya, kita harus segera membereskannya dengan cepat. Kita tidak boleh membiarkan rakyat wilayah kita yang berharga menjadi korban di tanah kekuasaan Gremory.”
Menjadikan kota pedesaan sebagai mangsa…. Mengerikan sekali, ya….
—Tiba-tiba, beberapa warga desa berlari dari arah depan.
“Katanya Oppai Dragon-sama membasmi monster lagi, lho!”
“Chichiryuutei-sama memang luar biasa!”
Mereka melintasi samping kami dengan langkah cepat sembari melakukan percakapan seperti itu.
Secara tiba-tiba langsung topik itu yang muncul!? Lagian, jika disimpulkan dari percakapan para warga desa, apakah rombongan peniru yang menjadi tujuan kami itu sudah muncul di arah sana?
Salah satu warga desa yang melintas mendadak melihat ke arah Buchou,
“A, a-re…? A-ree?”
Dia memiringkan kepalanya dengan heran, tetapi kemudian langsung menyimpulkan sendiri, “Ah, penggemar yang mengecat rambutnya, ya?” lalu pergi begitu saja. Dia mengira Buchou adalah orang lain? Ya, meski aku sudah bisa menebaknya, sih….
“Sepertinya kita bisa langsung bertemu dengan mereka.”
Buchou mengalihkan pandangannya ke arah berlarinya para warga desa tadi.
Hahaha, baru saja sampai kami sepertinya bisa langsung bertatap muka dengan para peniru itu….
Orang-orang berkumpul di area yang terbuka. Di bagian tengahnya, beberapa pria dan wanita berdiri di samping sesosok makhluk berukuran raksasa lalu berseru dengan lantang.
“Monster jahat yang mengincar kota ini sudah kami kalahkan! Tenanglah kalian semua! Ohohohoho!”
Suara yang terdengar tidak asing. Dan juga, warna yang pernah kulihat—rambut crimson!?
Buchou yang mengenakan gaun berada di sana!
Aku—tidak, kami para budak menoleh menatap Buchou! ……Ya, Buchou ada di sini!
Tapi, di depan mata kami juga ada Buchou—ada orang yang sangat mirip dengan Buchou! Benar-benar serupa! Yang membedakannya hanyalah pakaiannya saja! Yang di sini mengenakan seragam Akademi Kuoh! Yang di sana mengenakan gaun yang dipakai oleh ‘Switch Princess’ di televisi! Buchou sendiri sampai mengedipkan matanya kebingungan dan melamun dengan mulut menganga!
Di samping monster yang tampaknya telah dibasmi—seekor burung misterius, sosok peniru yang merupakan Switch Princess itu berteriak, “Monster ini adalah bawahan naga kegelapan yang mengincar desa ini, Crom Cruach! Sebelum membawa malapetaka ke desa ini, kami telah membasminya!”
Para warga desa yang mendengar hal tersebut langsung bersorak gembira.
“S-seperti yang diharapkan dari Switch Princess-sama. Terima kasih banyak, terima kasih banyak…!”
“Berkat rombongan Chichiryuutei-sama kota ini jadi damai!”
“Seperti yang diharapkan dari Rias-himesama! Beruntung sekali menjadi rakyat wilayah ini!”
Bahkan ada warga desa yang sampai meneteskan air mata kebahagiaan! Kalau sampai serupa itu dengan Buchou, wajar saja kalau peniru itu dikira sebagai Buchou yang asli—putri dari sang penguasa wilayah! Bagaimana bisa jadi begini!
“Kali ini pun, Chichiryuutei Oppai Dragon kita menghancurkannya dengan sekali pukul! Oppai Dragon memang hebat!”
Switch Princess peniru itu memperkenalkan sosok yang mengenakan plate armor pelindung seluruh tubuh! Ooh, plate armor pelindung seluruh tubuh berwarna merah! Tapi tunggu, bentuknya sangat mirip dengan milikku—.
……Hmm? Aku merasa tidak asing dengan bentuk zirah armor tersebut. Walaupun sedikit berbeda dengan milikku, tapi rasanya sangat mirip….
“““““Oppai Dragon! Oppai Dragon!”””””
Para warga desa menyuarakan nama tersebut seolah-olah sedang mengagungkan Oppai Dragon peniru.
[Hiks, hiks!]
Pada saat yang bersamaan, Ddraig mulai menangis. Ada apa, ada apa? Belakangan ini dia memang sangat sensitif terhadap kata ‘Oppai Dragon’…. Apakah dia syok karena peniru tersebut mendapat sorakan…? Entahlah, aku sendiri kurang paham detailnya….
Sebelum merasakan ketidaknyamanan atas pujian yang diterima oleh peniru tersebut, aku terlebih dahulu mencoba mencocokkan ingatan samar yang berkelebat di benakku dengan armor yang ada di depan mata….
“…Ne, ne, ne.”
Di sampingku, Koneko-chan menunjuk ke arah depan dengan jari yang gemetar sembari menunjukkan raut wajah yang tegang. Koneko-chan yang biasanya jarang menunjukkan emosinya bisa sampai sebingung ini, sebenarnya apa yang terjadi—.
Begitu aku mengarahkan pandanganku ke ujung jari Koneko-chan yang bergetar, di sana ada—sosok bertubuh dinamit yang mengenakan kostum imut milik Hellcat, karakter yang didasarkan pada Koneko-chan di acara televisi Oppai Dragon… Kuroka ada di sanaaaaaaaa!?
“Haii~♪ Semuanya, aku akan sangat senang jika mendapat uang hadiahnya, nyan☆”
Kuroka berputar dengan imut lalu memiringkan kepalanya seperti itu. Sembari menggoyangkan oppai miliknya yang berukuran besar, dia mengemis kepada para warga desa pria.
“““““Uoooohhhhh! Hellcat-samaaaaaa!”””””
Para warga desa pria melemparkan uang ke arah Kuroka dengan mata yang berubah menjadi bentuk hati! Lagi pula, Kuroka! Dia 'kan anggota kelompok yang dipimpin oleh rivalku, Vali, sekaligus kakak perempuan Koneko-chan! Si nekomata bertubuh erotis itu!
Pada saat itu juga, aku langsung paham! Tak ada kemungkinan lain selain itu! Lagi pula, benar 'kan, penampilannya cocok sekali dengan bayanganku!
Armor merah itu! Bentuknya adalah Divine Dividing Scale-mail milik Hakuryuukou! Itu adalah wujud Hakuryuukou versi merah!
Kalau dilihat baik-baik, di tempat yang agak sedikit terpisah ada pria berkacamata yang mengenakan setelan jas—Arthur sang pengguna Pedang Raja Suci Collbrande juga ada di sana!
“…Begitu rupanya, tim Vali.”
Kiba yang berada di sampingku juga ikut berbisik seperti itu!
Benar sekali! Itu tim Vali! Si berengsek Vali itu mengecat armor miliknya sendiri menjadi merah lalu berpura-pura menjadi peniruku!?
Ada Vali, Kuroka, dan juga Arthur!
L-lalu, sosok yang sangat mirip dengan Buchou itu adalah….
Saat aku sedang membayangkan tebakan tersebut di dalam kepala, Buchou melangkah maju ke depan dengan cepat!
“Ohohohoho! Karena satu pekerjaan sudah selesai, mari kita masuk ke rumah makan langganan untuk mengadakan pesta kemenangan hari ini—”
Plak! Buchou melayangkan satu pukulan tepat ke kepala Switch Princess peniru yang sedang tertawa dengan lantang.
Dia memegang kerah bajunya lalu mencoba menyeretnya ke suatu tempat!
“Ikut aku sebentar!”
“K-k-k-k-kau Switch! K-k-k-kenapa ada di sini!?”
Suara peniru tersebut terdengar sangat panik! Tapi tunggu, suara yang barusan itu bukankah suaranya Bikou!
“Sudah kuduga ternyata kau, ya…! Monyet sialan ini!”
Buchou yang sedang marah! Seluruh tubuhnya memancarkan aura berbahaya yang sangat pekat!
Dia ternyata Bikou!? Sosok di sampingnya yang mengenakan armor merah menggelengkan kepalanya lalu membisikkan satu kalimat.
“Fufufu, sepertinya cuma sampai di sini saja, ya.”
Suara itu memang benar-benar milik Vali.
“Keduanya adalah Switch Princess…?”
“Bukan, apakah itu cosplay penggemar…?”
Karena ada dua sosok Switch Princess—kepala keluarga Gremory berikutnya yang muncul di depan mata mereka, para warga desa tampaknya menjadi bingung.
Untuk saat ini, sepertinya lebih baik jika kami membawa Vali dan yang lainnya untuk pindah ke tempat yang sepi dari keberadaan orang-orang.
—D×D—
Di sudut kota pedesaan. Di bantaran sungai yang tak ada keberadaan orang-orang, kami budak-budak Gremory dan rombongan Oppai Dragon peniru alias—tim Vali berkumpul bersama di satu tempat.
Berada di tempat yang ramai untuk berbincang-bincang antara kami dengan kelompok teroris rasanya akan sangat tidak menguntungkan dalam berbagai hal. Tapi yah, karena warga desa ini sepertinya sangat awam dengan informasi dunia luar, rasanya kami tidak perlu terlalu khawatir sampai sejauh itu.
“Hehehe, ternyata ketahuan juga, ya,”
Doron! Dengan mengembuskan asap, sosok Switch Princess kembali berubah ke wujud asli Bikou. Dia adalah keturunan Sun Wukong sekaligus seorang youkai. …Jadi dia menggunakan sejenis youjutsu untuk menyamar menjadi peniru? Karena dia seorang youkai, dia pasti sangat lihai menyamar menjadi orang lain.
“Fufufu, karena wujud aslinya yang langsung tampil, apa boleh buat.”
Vali juga mengubah zirah armor merahnya kembali menjadi putih, lalu melepaskan armornya. Seorang pemuda tampan berambut perak dengan nuansa warna gelap yang kuat serta memiliki sepasang mata berwarna biru cerah. Itu memang Vali yang asli! Apakah dia menggunakan kekuatan sihir untuk membuat armornya menjadi merah?
Buchou yang menatapnya tajam dengan mata setengah terpejam mengajukan satu pertanyaan.
“Bisa jelaskan apa maksud dari semua ini?”
Umu, pertanyaan yang sangat singkat dan mudah dipahami! Bikou meracau sembari menggaruk pipinya.
“Yah, hahaha, sebenarnya begini cerita jelasnya—”
Bikou pun mulai bercerita.
Vali mendapat informasi bahwa naga legendaris, Crescent Circle Dragon (Naga Kegelapan Bulan Sabit), Crom Cruach, mungkin saja sedang bersembunyi di sekitar wilayah ini, sehingga dia mengunjungi tempat ini karena ingin melihatnya langsung sekali saja.
Lalu, kota ini ternyata sedang berada di tengah-tengah serangan monster misterius, dan secara kebetulan mereka berhasil membasminya.
Karena mereka adalah kelompok teroris dan kawasan ini merupakan wilayah kekuasaan Gremory, entah bagaimana ceritanya mereka melakukan penyamaran ke dalam wujud Oppai Dragon untuk membasmi monster-monster tersebut.
Setelah itu, para warga desa yang berhasil diselamatkan langsung bersorak-sorai mengagumi mereka, hingga tanpa terasa mereka telah menjadi pahlawan yang khusus ada di kota ini. Sebagai rombongan Oppai Dragon peniru.
Sebagai informasi tambahan, anggota lainnya yaitu Le Fay, saat ini sedang melakukan ekspedisi dengan membawa serta serigala monster Fenrir dan golem Gogmagog.
“Crom Cruach. Itu adalah naga jahat legendaris yang dirumorkan sudah mati, bukan?”
Rossweisse-san membisikkan hal tersebut sembari memegang dagunya.
Naga yang sudah mati? Tapi, kalau Vali dan yang lainnya sampai mencarinya, berarti…?
Arthur berbicara sembari membenarkan letak kacamatanya dengan sedikit dorongan jari.
“Masih ada legenda yang tersisa bahwa dia masih hidup. Naga yang menguasai peperangan dan kematian. Menurut teori umum, dia telah dimusnahkan akibat campur tangan agama Kristen, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa dia berhasil meloloskan diri ke suatu tempat dan tertidur lelap.”
Omong-omong, sebagian besar naga legendaris itu kalau tidak pensiun, ya sudah dimusnahkan. Ddraig milik kelompok kami dan Albion milik kelompok Vali juga telah dikalahkan lalu disegel ke dalam Sacred Gear.
Naga yang memiliki kekuatan dan masih bertahan hidup saat ini jumlahnya bisa dihitung dengan jari, 'kan?
“Yah, entah bagaimana, memang benar kalau naga yang mengendalikan banyak monster dan mengincar kota ini sedang bersembunyi di gunung terdekat. Tapi itu jelas bukan Crom Cruach,”
Bikou menyampaikan hal tersebut.
“Lalu, kenapa kalian masih tinggal di sini? Bukankah urusan kalian sudah selesai?”
Xenovia menanyakan hal yang sangat masuk akal. Tentu saja demikian. Bagi mereka yang merupakan teroris dan selalu mencari sosok yang kuat, kota ini seharusnya sudah menjadi tempat yang tidak memiliki nilai apa pun lagi. Sungguh aneh jika mereka terus-terusan bertahan di sini.
“Yah, karena kami sempat ditampung sedikit di sini. Anggap saja ini sebagai rasa terima kasih,” ucap Vali.
Bikou melanjutkan penjelasannya.
“Maksudnya itu begini, waktu kami membasmi monster, orang-orang di sini mengira kami sebagai yang asli, jadi mereka menyuguhi kami banyak makanan lezat. Kalau bisa, mereka meminta kami tetap di sini sampai berhasil mengalahkan naga bos yang mengincar desa ini. Yah, bukan berarti ini bentuk balas budi atas tumpangan dan makanan yang diberikan, sih.”
“Lagi pula, menirukan Oppai Dragon itu sangat menyenangkan, nyan♪”
Kuroka mengucapkan hal tersebut dengan raut wajah yang benar-benar tampak gembira dari dasar hatinya.
“Benar benar, waktu aku mencoba menirukan Switch Princess, ternyata rasanya jauh lebih menyenangkan dari yang kubayangkan! Aku sampai memberikan banyak layanan ekstra, lho!”
Bikou juga kelihatan sangat gembira. Uuugh, seperti biasa, selain pergerakan mereka yang tidak tertebak, alasan tindakan orang-orang ini juga sama sekali tidak masuk akal! Apakah mereka ini orang baik, ataukah orang jahat?
Yah, yang jelas mereka adalah sekumpulan orang yang merepotkan dan bukan berada di pihak kita.
[…Wahai Merah. Aku pada akhirnya… harus menirukan hal semacam “Oppai Dragon” ini… Ugh, kenapa bisa jadi seperti ini…!]
[…Maafkan aku, wahai Putih. Aku sendiri juga tak tahu harus bagaimana…. Belakangan ini, begitu aku menyadarinya, aku sering kali terdesak ke dalam situasi yang sangat luar biasa… Ugh….]
…Dua Naga Langit menangis lagi. Sang Hakuryuukou yang mengecat armornya menjadi merah demi menirukanku. Vali mungkin hanya sekadar mengikuti permainan Bikou dan yang lainnya, tapi… perasaan di dalam hati Albion benar-benar tak terbayangkan.
Buchou menghela napas.
“…Sebagai anggota keluarga Gremory, aku berterima kasih karena kalian telah menyelamatkan rakyat wilayah kami. Kami yang bersalah karena tidak menyadari bahwa kota ini sedang diserang oleh monster.”
Bikou menepuk-nepuk kepala Buchou dengan ringan.
“Sudah, sudah! Sehebat-hebatnya keluarga Gremory, mana mungkin bisa mengawasi sampai ke kota pedesaan begini, 'kan? Tapi ya, kota ini sepertinya cuma bisa menangkap dua saluran televisi, dan kabarnya acara tokusatsu Oppai Dragon juga tidak ditayangkan di sini, lho? Informasi soal Oppai Dragon saja cuma mereka ketahui dari berita siaran pertama Dunia Bawah atau dari radio. Kesenjangan informasi seperti ini bukankah tidak boleh dibiarkan? Yah, berkat hal itu penyamaran kami tidak terbongkar, sih.”
“…Memang benar, seharusnya menara pemancar didirikan di sini.”
Area di sekitar mata Buchou sedikit berkedut.
Dia sepertinya agak emosi karena kepalanya ditepuk-tepuk oleh Bikou…! Namun, tanpa menunjukkan rasa bersalah sedikit pun, Bikou malah makin menjadi-jadi dan kembali menepuk kepala Buchou ringan.
“Selain itu, bukankah sebaiknya di sini didirikan minimarket atau supermarket? Kalau cuma mengandalkan toko dengan pasokan yang buruk atau pedagang keliling, kesenjangan dalam berbelanja juga bakal makin melebar, lho?”
“…I-itu pendapat yang sangat masuk akal.”
“Bagaimana kalau di sini dibangun toko ramen juga? Kalau tidak keberatan, aku bisa jadi manajernya, lho? Belakangan ini aku sedang menggeluti pembuatan ramen. Sayurnya, daging babi, ditambah serba ekstra!”
“…B-bukankah hal itu sama sekali tidak ada hubungannya? Lagi pula, dari tadi tolong berhenti menepuk-nepuk kepalaku!”
Buchou menepis tangan Bikou! Tingkat emosinya pelan-pelan mulai meningkat naik!
“Hihihi, mengerikan sekali. Dengan tingkat kemarahan seperti itu, bukankah kau tidak pantas menjadi Switch Princess?”
“Jangan ikut campur! Lagi pula orang yang membuatku marah sampai seperti ini cuma kau seorang! Maksudku ya! Tolong berhenti memanggilku Switch Princess! Dipanggil seperti itu olehmu adalah hal yang paling tak bisa kuterima! Lagi pula kau ini masuk secara ilegal dan tinggal secara ilegal!”
…Seperti biasa, bukannya hubungan kucing dan anjing, melainkan hubungan putri dan monyet…. Buchou yang penuh dengan keanggunan pun gaya bicaranya jadi kasar jika berhadapan dengan orang ini.
Begitu Bikou membentuk segel dengan tangannya, suara Doron! kembali memicu timbulnya asap! Ketika asap meredap, di sana berdiri wujud Buchou peniru yang mengenakan gaun Switch Princess! Dia berubah wujud lagi!
“Bukankah aku yang lebih pantas menjadi Switch Princess?”
Dia mengucapkan hal itu dengan suara yang benar-benar persis seperti Buchou! Bahkan gestur tangan dan cara berjalannya sangat mirip dengan Buchou! Dia ternyata sehebat ini dalam menirukan orang lain!
Sedangkan Buchou yang asli—urat-urat di pelipisnya menegang dengan ekspresi raut wajah yang sangat murka! Koneko-chan yang menyadari sesuatu langsung menyerahkan pisang camilannya kepada Buchou.
“…Belakangan ini, begitu aku pergi agak jauh sedikit, orang-orang yang mencariku malah makin bertambah dan membuatku repot… kau pikir kau bisa menirukan diriku…? Fufufufufufufufu, apakah kau berniat memperlihatkan aksi kelakuan monyet yang sebenarnya? Nah, kuberikan pisang ini padamu, jadi kembalilah ke gunungmu.”
“Bisa saja bicaramu, Switch. Kalau begitu, begini saja. Bagaimana kalau kita bertanding? Mari kita biarkan para warga desa di sini yang menentukan siapa yang lebih cocok menjadi rombongan Oppai Dragon!”
“Perkataan yang menarik. Baiklah, tantangan itu kuterima. Akan kuperlihatkan Oppai Dragon yang asli! Ise, semuanya, kita mulai!”
Percikan api permusuhan berkobar di antara Bikou dan Buchou. …Yang benar saja. Sesuatu mendadak ditetapkan secara sepihak!
Dan begitulah, entah mengapa persaingan untuk menentukan siapa yang lebih pantas menjadi Oppai Dragon antara budak-budak Gremory melawan tim Vali pun akhirnya bertanding….
“Nyahahaha, bukankah ini kelihatan menyenangkan. Ya 'kan, Shirone?”
“……”
Kuroka tertawa gembira, tetapi Koneko-chan hanya mengerucutkan bibirnya dengan raut wajah tidak senang.
Di sampingku yang sedang meratapi situasi ini, Vali membujuk partnernya, “Jangan menangis Albion. Ini cuma hiburan semata. Apa? Kau ingin pulang ke kampung halamanmu? Tenanglah dulu. Lagi pula aku sendiri tak tahu di mana rumah kampung halaman Hakuryuukou.”
“Kalian ini benar-benar memiliki banyak waktu luang, ya,” ucapku pada Vali sambil menghela napas.
“Aku merasa sesekali anggota tim juga butuh penyegaran. Bagi diriku sendiri, aku hanya penasaran seperti apa wujud naga yang mengincar tempat ini…. Mengenai kota ini, roti dan kue kering di sini rasanya enak. Bisa memakannya saja sudah memberikan sedikit nilai tambah.”
Demi moral tim, ya. Lagi pula, dia makan kue kering juga? Sama sekali tidak sesuai dengan bayanganku.
[…Padahal sudah bertemu dengan Hakuryuukou, tetapi bukannya menunjukkan gestur bertarung, malah jadi begini…. Fuh, benar-benar penuh kejutan….]
Partnerku juga mengembuskan napas panjang.
Sebuah panggung arena khusus dibuat secara mendadak di kawasan terbuka tadi. Pada kain spanduknya tertulis tulisan iblis berbunyi “Pertandingan Penentuan Oppai Dragon!”.
Para warga desa berkumpul di lapangan terbuka, lalu mengarahkan pandangan yang penuh harapan ke arah panggung arena.
‘Baiklah, hadirin sekalian! Turnamen Pertama “Manakah Oppai Dragon yang Asli?” secara resmi akan dilaksanakaaaaan!’
“““““Ooooooooooooh!”””””
Warga desa yang bertindak sebagai pembawa acara gemetar saat memegang mikrofon. Tepuk tangan dan sorak-sorai yang meriah bertaburan di udara.
…Switch Princess peniru alias Bikou telah menjelaskan detail acaranya kepada para warga desa. Lalu tanpa ragu, para warga desa langsung menyetujuinya dan bekerja sama membangun panggung arena khusus ini.
Mungkin karena ini kota pedesaan yang minim hiburan, para warga desa di sini sangat bersemangat dan mencurahkan seluruh tenaga mereka untuk hal-hal yang kelihatan menyenangkan, ya….
‘Juri kita kali ini adalah Kepala Desa! Lalu ada Rossweisse-san, Asia Argento-san, dan Xenovia-san! Selain itu, sebagai tamu dari Surga, Shidou Irina-san juga ikut menyempatkan diri untuk hadir!’
“Semuanya, mohon bimbingannya. aku kepala desa di sini.”
Kepala Desa merespons perkenalan dari pembawa acara. Dia adalah pria paruh baya berewok yang berpenampilan gagah.
“Halo, aku Rossweisse sang Valkyrie. Karena bertindak sebagai juri, aku akan bersikap adil.”
“A-aku Asia! Menurutku kota ini adalah tempat yang sangat indah! Sekali saja aku ingin mencoba tinggal di sini~!”
“Aku Xenovia. Mohon bimbingannya.”
“Aku Shidou Irina~ aku seorang malaikat~ Para iblis sekalian! Mari kita nikmati hari ini bersama-sama!”
Para anggota klub berjejer di kursi juri. …Kalian kelihatan senang sekali, ya.
Coba posisikan diri kalian di tempatku yang harus ikut serta dalam turnamen ini. Sama sekali tidak masuk akal! Berdiri di samping panggung sambil melihat ke arah kursi penonton, aku berteriak seperti itu di dalam hati.
Sebagai informasi tambahan, aku sedang bersiap-siap dalam wujud armor.
“…Aku tidak boleh kalah dari monyet itu…!”
Di sampingku, Buchou memancarkan kobaran semangat yang aneh sembari bergumam sendirian. M-matanya tajam sekali! Mengerikan, Buchou!
Turnamen ini merupakan pertandingan beregu lima lawan lima. Di pihak kami yang berpartisipasi tentu saja aku dan Buchou, lalu Kiba yang berperan sebagai Darkness Knight Fang, Koneko-chan sebagai Hellcat, serta Gasper yang di beberapa kalangan disembah sebagai Danball Vampire God. Dia pernah membintangi film sebagai pemeran utama. Di pihak lawan hanya ada Vali, Bikou, Kuroka, dan Arthur. …Siapa peserta kelima mereka? Walau teka-teki itu masih tersisa,
‘Nah, kalau begitu turnamen resmi dimulai!’
Pembawa acara akhirnya mendeklarasikan dimulainya acara! Sosok yang menjadi round girl dengan kostum bunny girl adalah Akeno-san! Kaus kaki jaring-jaringnya benar-benar yang terbaik!
Dan dengan begitu, turnamen pun dimulai!
Ronde 1
Pertandingan Darkness Knight Fang
Kiba dan Arthur berganti pakaian menggunakan kostum penjahat. Di dada mereka masing-masing terpasang lencana berangka 1 dan 2. Karena ini adalah turnamen untuk menentukan mana yang asli dan mana yang palsu, mereka bilang dengan begini saja sudah cukup. Tujuannya adalah untuk membiarkan mereka menentukan mana yang asli hanya melalui nomor, tanpa sengaja menyebutkan nama asli mereka.
“““““Kyyyaaah! Dua-duanya tampan sekali!”””””
Gadis-gadis desa juga mengirimkan sorak-sorai histeris kepada dua pria tampan yang berdiri di atas panggung. …Sialan, dasar para cowok tampan. Ke mana pun mereka pergi, selalu mendapat peran yang menyenangkan begini, ya!
‘Panel telah dibagikan khusus untuk para wanita di arena! Pada bagian depan dan belakangnya tertera angka 1 dan 2 yang menandakan nomor kedua peserta! Mulai sekarang, kedua peserta akan memperagakan dialog yang keren dan pose yang keren, lalu pada akhirnya kita akan menentukan mana yang asli dan mana yang palsu melalui pemungutan suara menggunakan panel dari para juri serta para wanita di kursi penonton!’
Dialog yang keren, ya! Tunjukkan pesonamu, Kiba!
Kiba yang diserahi mikrofon, menarik napas dalam-dalam untuk menata diri, lalu berkata sembari mengibaskan jubahnya.
‘Wahai Chichiryuutei, bagus sekali kau bisa sampai ke hadapanku. Malam ini, di tempat ini, mari kita buka perjamuan terakhir antara kau dan aku. —Nah, mari kita buka tirai menuju babak akhir.’
Ooh, bukankah itu dialog Darkness Knight Fang di acara Oppai Dragon!
“““““Iyyaaaaaah! Kereeeennn bangeeeetttt!”””””
Jeritan histeris dari para wanita berkumandang ke seluruh penjuru! Bahkan sampai ada wanita yang pingsan gara-gara hal itu! Sejauh itu, kah!? Padahal itu cuma sekadar dialog dari acara televisi!
Berikutnya, mikrofon diserahkan kepada Arthur. Pandangan Arthur tertuju ke arahku. Nng? Aku?
‘Oppai Dragon… Sekali saja, aku ingin bertukar pukulan denganmu. Seberapa jauh sosok yang dijuluki Naga Langit sanggup menahan gelombang pedang raja suciku. Jikalau bisa, aku ingin mengukirnya sampai ke dalam mentalitasmu yang kuat itu—bahkan hingga ke dalam hatimu.’
…Tatapannya yang dingin membuat seluruh tubuhku merinding seketika. Dia benar-benar mengarahkan niat permusuhan kepadaku…! Dia mengucapkannya dengan menyelipkan perasaan yang sebenarnya!
“““““Uhoooooh! Ukir juga di dalam hatikuuuu!”””””
Jajaran wanita di kursi penonton menunjukkan mata berbentuk hati dan berada dalam kondisi sangat bersemangat.
Pertandingan cowok tampan pun terus berjalan dengan menyelesaikan berbagai poin yang berkaitan dengan hal-hal keren seperti itu, hingga membuat para wanita sangat heboh.
“Aku tidak tertarik dengan cowok tampan, tidak sama sekali.”
Komentar Kepala Desa sangat jujur! Kepala Desa yang baik! Aku akan mendukungmu!
“Kalau secara gambaran umum, aku lebih memilih Kiba, sih….”
“Tapi untuk gambaran seorang kesatria yang dijuluki Darkness, Arthur-san juga tidak buruk, ya.”
Xenovia dan Rossweisse-san juga melakukan penilaian secara serius tanpa membela pihak internal!
Hasil akhirnya adalah… seri! Antara Kiba yang tampan dan menyegarkan dengan Arthur yang memiliki atmosfer berbahaya, perolehan suara dari jajaran wanita di kursi penonton maupun dari para juri terpecah sama rata.
Ronde 2
Pertandingan Hellcat
Pertandingan berikutnya adalah pertandingan Hellcat.
Di atas panggung ada Koneko-chan dan Kuroka! Mereka berdua sama-sama mengenakan kostum imut milik Hellcat, tetapi… bentuk tubuh mereka sangat bertolak belakang!
Koneko-chan dengan bentuk tubuh loli, melawan Kuroka yang berisi dan kenyal! Dia menggoyang-goyangkan ekor serta pinggulnya, lalu memantul-mantulkan payudaranya yang kenyal!
“““““Ooooooooooh! Hellcat-sama!”””””
Jajaran pria di kursi penonton benar-benar terpikat oleh tubuh seksi milik Kuroka! Aku juga ikut menikmati pemandangan itu dengan mataku sendiri!
‘Nah, pertandingan Hellcat! Kali ini panel disiapkan khusus untuk jajaran pria! Apakah Hellcat-chan yang loli, ataukah Hellcat-sama yang seksi dan menggoda! Waktu unjuk pesona dimulai!’
Yang pertama kali diserahi mikrofon adalah Kuroka.
Dengan tangannya, dia menelusuri tubuhnya sendiri dengan penuh kehangatan sensual. Mulai dari paha, pinggul, pinggang, payudara, dan terakhir tangannya menyentuh area mulut.
Dengan lidahnya, dia menjilat bibirnya secara sensual.
‘Maukah kau mencoba melakukan hal-hal ala Hellcat bersama Onee-san, nyan♪’
—gh! Mendengar dialog sensional yang menguncang otak pria dengan dahsyat itu, darah menyembur keluar dari hidungku dan jajaran pria di kursi penonton!
“““““Ya! Dengan senang hati!”””””
Aku juga ikut menjawab seperti itu bersama dengan para penonton! Sialan! Si Kuroka itu, seperti biasa erotis sekali! Apa dia benar-benar onee-san dari Koneko-chan!? Apakah di masa depan Koneko-chan juga akan menjadi seperti ini!? Onii-san merasa terlalu rumit sampai tidak tahu harus senang atau bingung! Tapi, kalaupun jadi seperti ini, itu juga bisa jadi yang terbaik!
Menerima unjuk pesona tingkat tinggi dari Kuroka, Koneko-chan—bahu bergetar dan memancarkan ekspresi wajah yang sedih. Telinga kucingnya pun terkulai lelah. Tampaknya sosok Hellcat pemikat jiwa itu memberikan kejutan yang terlalu besar baginya.
Dia membisikkan satu patah kata ke mikrofon yang diserahkan padanya.
‘…Padahal aku adalah Hellcat yang asli…. Tapi karena tinggi badan dan payudaraku kecil, aku tidak bisa memamerkan pesona, nyan…hiks.’
—gh! Pada saat itu juga, rasa tersengat listrik menjalar di dalam diriku! Aku merasa luluh oleh sosok Koneko-chan yang sangat menggemaskan!
“““““I-imuuuttt sekali…! Loli juga yang terbaiiiiikk!”””””
Jajaran pria di kursi penonton tampaknya juga merasakan sengatan listrik yang sama denganku, mereka menari-nari kegirangan sembari menyemburkan darah dari hidung!
“Pertandingan antara onee-san yang erotis melawan gadis loli! Beruntung sekali aku terlahir di Dunia Bawah!”
Kepala Desa yang berteriak ke arah langit seperti itu juga sedang berada dalam puncak semangatnya! Erotis juga ya, Kepala Desa ini! Aku suka gaya Anda!
Hasil akhirnya adalah kemenangan pembalikan keadaan bagi Koneko-chan! Pada awalnya Kuroka memang memiliki keunggulan yang memukau, tetapi pada akhirnya “keimutan adalah keadilan!” menjadi pemenangnya.
“Boleh juga kau, Shirone♪”
Tanpa menunjukkan raut wajah menyesal sedikit pun, Kuroka pergi berlalu sembari mengulas senyuman.
“……”
Koneko-chan kelihatan memendam perasaan yang rumit, tetapi dia tampak merasakan kepercayaan diri atas kemenangannya.
Ronde 3
Pertandingan Danball Vampire God
Pertandingan sudah memasuki babak pertengahan. Berikutnya adalah pertandingan Danball Vampire God alias Gasper.
Di atas panggung, Gasper berdiri dengan penampilannya yang seperti biasa.
“Hiiiii! Berada di atas panggung membuatku gemetaran sekali!”
Gasper yang gemetaran berhadapan dengan—sebuah kotak kardus yang diletakkan di atas panggung!
……Eh? Kotak kardus? Aku memperhatikannya baik-baik. Tapi, tetap saja itu hanya kelihatan seperti kotak kardus biasa. …Apakah ada orang di dalamnya? Tidak, bahkan hawa keberadaannya pun tidak ada sama sekali.
Aku merasa heran. Di saat itulah pembawa acara mengumumkan.
‘Manakah yang merupakan Danball Vampire God yang asli! Silakan berikan suara Anda pada pihak yang lebih pantas!’
A-a-a-apa-apaannn ini!? Pertandingan sudah dimulai!? Lagi pula sebelum itu, lawan dari Gasper adalah—beneran kotak kardus!?
Bikou yang menyamar menjadi Switch Princess berkata di sampingku.
“Ah, benar sekali. Yang kami siapkan adalah kotak kardus biasa!”
Dasar bodoh! Masa lawan bertandingnya adalah kotak kardus! Pertandingan antara mantan vampir berlintas-busana penakut melawan kotak kardus biasa tanpa trik apa pun! Pengaturan yang tega sekali!
“Karena ada kata kardus, bukankah kotak yang di sebelah sana memang lebih kelihatan seperti itu?”
“Kalau dipikir-pikir, memang bisa jadi begitu! Yang sebelah sana cuma kelihatan seperti iblis biasa! Memang sih imut, tapi kalau dinamai kardus, seharusnya bentuknya harus lebih mirip kardus, dong!”
Para penonton mulai membicarakan hal semacam itu! Yang benar saja!? Beneran!? Yang di sebelah sana itu cuma kotak kardus biasa, lho!? Apakah kesenjangan informasi memberikan dampak sampai ke hal semacam ini!?
‘Bagaimana menurut pandangan para juri mengenai hal ini!’
Pembawa acara bertanya kepada para juri. Xenovia membisikkan pendapatnya.
“…Emm, kalau cuma dilihat dari satu poin berupa kardus, kotak di sebelah sana memang mungkin lebih pantas disebut Danball Vampire God.”
Kau juga ikut-ikutan!? Lawannya itu cuma kardus, lho!
“Aku juga entah bagaimana merasa kotak kardus di sebelah sana justru lebih terlihat seperti yang asli ketimbang Gasper-kun!”
Irina juga! Dasar bodoh kalian semua!
“Benar juga, ya. aku juga kalau dipikir-pikir lebih sering melihat Gasper-kun berada di dalam kotak kardus. Kalau begitu, bukankah Gasper-kun itu adalah kotak kardus itu sendiri…?”
Rossweisse-san juga mulai bingung! Ini aneh! Menganggap budak yang berharga sebagai kotak kardus itu jelas-jelas aneh!
…T-tidak, e-eh…? Apakah ini ilusi optik? Aku juga merasa kotak kardus itu sedikit demi sedikit makin kelihatan seperti Gasper…? Perkataan Rossweisse-san memang ada benarnya. Aku sendiri kalau dipikir-pikir lebih sering melihat Gasper berada di dalam kotak kardus… Kalau dipikir seperti itu, memang kotak kardus itu adalah… Gasper, ya…?
Seluruh orang di arena mengalihkan pandangan mereka bukan kepada Gasper, melainkan kepada kotak kardus tersebut.
‘…Eh!? Eh!? J-jangan begitu! A-aku ada di sini, lho…? Kenapa semuanya malah melihat ke arah kotak kardus…?’
Meskipun sosok yang… mirip Gasper itu menyuarakan pendapatnya melalui mikrofon, tak ada seorang pun yang merespons…. Mereka hanya mengangguk dalam-dalam sembari menatap kotak kardus—tidak, menatap Gasper Vladi.
Hasil akhirnya adalah—.
‘Kotak kardus di sebelah sini diputuskan sebagai “Danball Vampire God” yang sebenarnya!’
Mendengar suara pembawa acara, semuanya memberikan tepuk tangan tanda setuju!
‘T-t-tega sekali kalian semuaaaa!’
Mantan Gasper Vladi meneteskan air mata lalu mengurung dirinya di dalam kotak kardus miliknya sendiri.
Ah, ternyata, ini barulah Gasper yang merupakan sosok Danball Vampire God itu!
Pada hari itu, alasan keberadaan Gasper telah direbut oleh sebuah kotak kardus biasa—.
Ronde 4
Pertandingan Switch Princess
Pertandingan babak akhir! Akhirnya tiba pada pertandingan Switch Princess!
Berdiri di atas panggung, dua orang gadis cantik berambut crimson yang mengenakan gaun! Sosok yang di sarung tangan kirinya terukir lambang Gremory adalah Buchou yang asli.
‘Nah, pertandingan Switch Princess! Manakah Rias-hime kita yang asli!’
Di saat pembawa acara memanaskan suasana, Bikou maju ke depan dengan mikrofon di satu tangannya!
‘Akan kuperlihatkan pada kalian! Kekuatan keajaiban Switch Princess!’
Segera setelah mengatakan itu, dia membusungkan payudaranya ke depan lalu memetik jarinya! Kemudian— Swhwoooosh! Payudaranya mulai bersinar terang!
Ooh, ini adalah fenomena fase kedua milik Buchou! Ya, payudara Buchou memang bisa bersinar merah!
Entah dari mana dia mendapatkan informasi tersebut, tetapi Bikou tampaknya berhasil mereproduksinya menggunakan senjutsu atau youjutsu! Para penonton pun bergumam kagum, [Oooooh!].
“Pihak sini juga tidak boleh kalah! Ise!”
Buchou memanggilku. A-ada apa ya…? Aku bergegas menghampiri Buchou dengan langkah cepat.
“Pegang payudaraku!”
“Eh!? Boleh!?”
Secara tiba-tiba Buchou memintaku untuk memegangnya! Tentu saja, kalau boleh memegangnya, aku sangat ingin meremas-remasnya!
Buchou berkata dengan tekad yang bulat.
“Untuk bisa menang dari monyet itu, kita harus memperlihatkan keajaiban yang sebenarnya! Kalau kau, pasti bisa mewujudkannya!”
Aku sangat diharapkan! Enggak apa-apa nih, kalau begitu!? Ini di depan umum, lho!? Tapi tunggu, hal semacam itu baru dipermasalahkan sekarang!?
Belakangan ini, Buchou menerima hasratku terhadap payudara secara terlalu jujur dan lugas, hingga dari pihakku sendiri sering merasa bingung! Namun, kalau disuruh meremas, tugasku adalah meremasnya! Mari kita lakukan!
Sembari menggerakkan jari-jemari kedua tanganku dengan lincah, serangan langsung menuju payudara melimpah milik Buchou pun dimulai!
Munyung! Kenikmatan sentuhan kelas atas yang diselimuti oleh elastisitas dan kelembutan merambat masuk ke kedua tanganku!
“Iyyaaaan….”
Buchou mengeluarkan suara yang sensual. Pada saat itu juga—.
SWHWOOOOOOOOOOOOSH!
Aura merah menyembur keluar dari berbagai bagian armorku! Aaaah, kekuatanku juga meluap-luap! Luar biasa! Payudara Buchou adalah oppai terbaik yang bisa membuat kekuatanku menyembur keluar!
Oppai milik Buchou juga bersinar merah jauh lebih terang ketimbang milik Bikou! Itu adalah kilauan yang sangat dahsyat hingga menerangi seluruh area venue!
[…Ugh, ternyata hal ini lagi, ya…!]
Suara Ddraig terdengar sedikit mengandung kepasrahan. Maaf ya, partner! Ya, tidak enak juga bilang begini, tapi biasakanlah dirimu dengan situasi semacam ini!
“Cahaya yang sangat indah. Ah, payudaranya bersinar…! Payudaranya mengamuk! Payudaranya bergembira! Ini benar-benar keajaiban yang diciptakan oleh Chichiryuutei dan Switch Princess…!”
Kepala Desa menangis tersedu-sedu! Sepertinya ada sesuatu di dalam diri Kepala Desa yang membangkitkan rasa haru!
—Pada saat itulah.
[U-Ugaaaaaaaahhhhhhhh!]
Suara teriakan tiba-tiba terdengar dari arah kursi penonton.
Salah satu penonton yang terkena pancaran cahaya merah dari armorku dan payudara Buchou mendadak mulai menderita, lalu penampilannya mulai berubah! Tubuhnya membengkak menjadi sangat besar, sayap tumbuh di punggungnya, serta lengan dan kakinya berubah menjadi sangat tebal! Bahkan ekor pun ikut tumbuh!
[GOAAAAAAAHHHHHHHH!]
Raungan bergema di seluruh arena. Yang muncul di kursi penonton adalah seekor naga hitam berukuran raksasa. Ooh, kelihatan sangat berwibawa dan tampak kuat! Tapi tunggu, kilauan yang dipancarkan dari payudara Buchou ternyata memiliki efek untuk membongkar wujud asli naga, ya!
“““““Uwaaaaah! Ada nagaaaaa!”””””
Melihat hal itu, para penonton langsung melarikan diri secara serentak! Yang tersisa di sana hanyalah kami, rombongan Vali, Kepala Desa, dan sang pembawa acara. Naga hitam itu menatap kami dengan tajam.
[Kurang ajaaarrr, dasar para iblis! Berani-beraninya membongkar wujud asliku…! Apakah payudara gadis itu memiliki kekuatan pengusir kejahatan yang sanggup mengempaskan sihir!?]
Naga yang wujud aslinya terbongkar oleh cahaya payudara itu berkata dengan penuh rasa benci. Payudara Buchou memang meluap dengan kekuatan yang tidak diketahui! Melihat pemandangan itu, Albion berteriak.
[Ddraig! Kekuatan apa itu!? Apakah kekuatan milikmu sampai bisa memberikan pengaruh kepada orang-orang di sekitarmu!?]
[Partnerku menggunakan kekuatan Sekiryuutei ke arah yang tidak masuk akal. I-itu mungkin efek samping darinya!]
[Apa katamu!? …J-jangan mendekat! Jangan mendekat padaku! Teknik payudaranya bisa menular!]
[Apa!? Hiks, hiks! Bahkan musuh bebuyutan seumur hidupku pun ikut melecehkankuuuu!]
Ddraig menangis tersedu-sedu! Maafkan aku! Buchou juga menunjukkan raut wajah yang memerah padam karena bingung.
Vali berdiri di sampingku.
“Sepertinya kita tidak perlu repot-repot mencarinya lagi. kau adalah dalang utama yang mengacaukan kota ini, 'kan? …Tapi, ternyata cuma seekor naga jahat, ya.”
Vali berucap dengan nada tidak tertarik.
Aah, dia adalah pemimpin dari para monster yang menyerang kota. Memang benar, kualitas auranya jauh berada di bawah Raja Naga.
Naga hitam itu menyempitkan matanya sembari berkata,
[…Ah, benar sekali. Berani-beraninya kalian menghalangiku. Aku berencana menjadikan desa ini di bawah kekuasaanku dan menjadikannya batu loncatan bagi ambisiku. Aku tidak akan membiarkan kelompok tidak berguna seperti kalian menghalangiku!]
Mendengar perkataan naga itu, aku dan Vali saling berpandangan.
…Dia tidak tahu soal Naga Langit? Mengingat dia berada di depan Dua Naga Langit, ucapan seperti itu rasanya sangat tidak mungkin keluar dari mulutnya.
[Dia naga yang masih muda. Kemungkinan dia berasal dari kaum naga jahat di suatu tempat, tetapi karena mengarungi dunia dengan setengah-setengah, dia sepertinya belum pernah bertemu dengan sosok yang benar-benar kuat.]
Ddraig membisikkan hal itu dengan nada heran. Apakah dia ini dulunya semacam penguasa kawasan di desanya sendiri—atau semacamnya?
[Wajah yang menyebalkan! Baiklah, bersama dengan para monster bawahanku, akan kuperlihatkan kepada kalian naga yang sebenarnya!]
Dari balik bayangan naga hitam itu, banyak monster yang bermunculan… tetapi tingkat tekanan yang terpancar tidak terasa seperti sebuah ancaman yang berarti. Bikou berteriak, “Merepotkan sekali! Hei, Switch Princess! Mari kita putuskan pemenangnya berdasarkan siapa yang bisa mengalahkan mereka lebih cepat!”
Dia memprovokasi Buchou seperti itu. Buchou juga dengan cepat kembali ke pakaian seragam dari gaunnya, lalu mengulas senyuman percaya diri.
“Bukankah itu menarik! Baiklah! Mari, budak-budakku! Mari kita empaskan para pengacau yang berbuat jahat di tanah kekuasaan Gremory!”
Ooh, dia sangat bersemangat!
“Apakah kau akan mengalahkan naga itu dengan Oppai Flash juga!?”
“Diam kau, monyet bodoh! Mau sekalian kuempaskan sampai lenyap!?”
Tunggu, mereka masih saja bertengkar!
“Ufufu, aku juga merasa bosan, jadi ini sangat pas. Seberapa jauh kalian sanggup menahan petirku, ya.”
“Ini kelihatan lebih menyenangkan ketimbang jadi juri.”
Akeno-san dan Xenovia juga kelihatan gembira!
“Kalian jangan terlalu serius. Kota ini bisa hancur. Karena mereka sudah menemani hiburan kita, mari kita lenyapkan mereka dengan tingkat kerusakan yang paling minimal.”
Mendengar perintah Vali, para anggota timnya juga menunjukkan raut wajah yang menakutkan! Uwah, tim Vali menyeramkan sekali!
Yah, aku juga bakal maju! Meskipun bagi diriku yang dulu naga ini mungkin akan menjadi musuh yang kuat, tetapi bagi diriku yang sekarang, aku sanggup menghadapinya dengan sangat mudah.
Dengan demikian, kami dan kelompok Vali pun menerjang maju menghadapi naga jahat tersebut.
—D×D—
Beberapa hari kemudian—.
“Zoom zoom iyan!”
“““““Zoom zoom iyan!”””””
Kami sedang memperhatikan pertunjukan Chichiryuutei Oppai Dragon yang diselenggarakan secara resmi di kota pedesaan tersebut dari bagian belakang kursi penonton. Para aktor yang menirukan wujud kami melangsungkan pertunjukan di atas panggung. Anak-anak di kota tersebut juga kelihatan sangat gembira.
Setelah kejadian itu, kami dengan mudahnya membasmi sang naga jahat. Agar kota tersebut tidak kembali diincar di kemudian hari, prajurit garnisun Gremory pun diputuskan untuk ditempatkan di sana. Menara pemancar juga akan dibangun, dan jumlah saluran yang bisa ditonton di televisi juga akan ditambah agar daerah ini tidak lagi menjadi daerah yang tertinggal informasi.
Lalu, rombongan Oppai Dragon peniru alias tim Vali melenyapkan diri secara diam-diam seperti biasanya. …Orang-orang itu memang benar-benar kurang pekerjaan, ya. Tapi, memang benar kalau mereka telah melindungi kota pedesaan di antara pegunungan ini walau hanya untuk sementara waktu.
Dan, di dalam genggaman tanganku… ada sesuatu yang ditinggalkan oleh Kuroka sebagai permintaan maaf karena telah lancang beraksi secara sembarangan sebagai peniru…! Sepertinya itu adalah barang yang ditinggalkan untukku di kota ini, dan baru saja diserahkan oleh salah satu warga desa kepadaku.
Di dalamnya berisi belasan lembar foto yang mengabadikan wujud Kuroka dengan pakaian yang sangat minim…! I-ini benar-benar luar biasa! Sangat erotis! Foto-foto yang mengabadikan bagian-bagian seperti itu dan seperti ini! Nanti malam sepertinya bakal jadi malam yang luar biasa! Uhehehehe, tidak tahan rasanya! Saat aku sedang melihat foto-foto itu dengan hidung yang memanjang melayang-layang—ada seseorang yang menarik-narik bajuku dengan pelan. Itu adalah Koneko-chan! Dia merebut foto-foto di tanganku lalu memperhatikannya dengan saksama.
“K-Koneko-chan! I-ini ada alasan yang sangat mendalam…!”
Sebelum aku sempat melontarkan alasan, pukulan tinju tajam dari Koneko-chan mendarat tepat di perutku!
Bukk! Pukulan telak yang berat itu membuatku mengerang kesakitan!
“Guh! …K-Koneko-chan….”
“…Menjijikkan.”
Dengan suara srek-srek, Koneko-chan merobek dan membuang foto-foto tersebut, lalu bersiap untuk pergi berlalu. Namun, dia mendadak menghentikan langkahnya dan membisikkan satu patah kata.
“…Aku juga suatu saat nanti, pasti akan jadi besar…..”
Hanya membisikkan hal itu, dia pun pergi berlalu dengan langkah cepat.
…Jadi besar? Besar apa maksudnya? L-lalu ketimbang hal itu, foto-foto erotis yang sangat berharga tadi… aku pun meneteskan air mata penyesalan yang mendalam. Foto-foto erotisku, sayang sekali dibuang-buang begitu sajaaaaa!

Post a Comment