High School D×D DX.1 Life.6

Life.6 Ayo Pergi ke Onsen!

Pada suatu hari sepulang sekolah, Azazel-sensei yang baru saja menyelesaikan rapat guru mendadak berkata kepada kami begitu ia membuka pintu.

“Baiklah, kalian semua, kita akan pergi ke Izu. Ini adalah perjalanan rekreasi untuk merayakan selesainya kerusuhan monster iblis sebelumnya.”

Karena dia memang orang yang suka bicara sembarangan, walau bukan hal baru lagi, tapi mendadak sekali mengajak perjalanan rekreasi…. Lagi pula, perjalanan rekreasi karena kerusuhan monster iblis?

Ya, memang sih, kami semua sudah cukup lelah secara fisik dan mental akibat kejadian itu… aku sendiri bahkan sempat kehilangan tubuhku sekali.

Rias meletakkan dokumen yang sedang ia baca lalu berkata, “Boleh juga, perjalanan rekreasi. Bagaimana dengan jadwalnya?”

“Eh? Rias, kau tidak apa-apa dengan usulan mendadak dari Sensei?” tanyaku pada Rias, yang langsung menjawabku.

Biasanya dia akan menjawab dengan berkata, “Jangan tiba-tiba mengatakan sesuatu seperti itu. Kami juga punya rencana sendiri.”

Sebenarnya, dia membuat pekerjaan kami sebagai iblis sebagai prioritas pertama.

“Ya, bukan berarti kita bisa benar-benar bersantai, tapi aku sendiri memang berencana membuat program agar semua orang bisa memulihkan tenaga. Karena insiden-insiden besar terjadi secara bertubi-tubi, aku berpikir akumulasi kelelahan semua orang pasti sudah menumpuk. Kurasa ini usulan yang bagus sekalian untuk penyegaran.” Begitulah kata Rias.

Hmm… ada benarnya juga. Kalau menghitung insiden-insiden sejak memasuki semester kedua saja: terorisme Golongan Maou Lama, serangan Dewa Jahat Loki, diserang oleh Golongan Pahlawan saat berada di lokasi karyawisata dan setelah ujian promosi, lalu setelah itu kerusuhan monster iblis raksasa yang melibatkan seluruh Dunia Bawah—benar-benar parade insiden yang sulit dipercaya. Bisa bertahan hidup sampai sekarang seperti ini rasanya sudah setara dengan keajaiban.

Namun, seperti yang dikatakan Rias, memang benar bahwa semua orang mengalami luka fisik maupun mental di beberapa bagian.

Sensei mengangguk-angguk lalu berkata sambil menatap kami semua.

“Nah, benar sekali. Kalian sudah terlibat ke dalam kekacauan yang tidak masuk akal, sih. Anak-anak muda seperti kalian kalau sudah melewati tempat pembantaian dan garis kematian sebanyak itu, tidak heran kalau ada bagian tubuh atau jiwa yang terluka. —Karena itulah ada perjalanan hiburan ini! Rias, bagaimana kalau jadwalnya akhir pekan besok? Hal seperti ini sebaiknya segera dilaksanakan! Tenang saja, urusan pemesanan akan segera selesai. Sisanya tinggal menunggu persetujuan kalian saja.”

Semua orang hanya memperhatikan interaksi mendadak antara Rias dan Sensei lewat pandangan mata saja. Kemudian, Rias mengangguk mantap sekali.

“Ya, aku mengerti. Kalau begitu, Sabtu dan Minggu besok mari kita pergi ke Izu.”

Dengan demikian, keputusan untuk melaksanakan perjalanan rekreasi dua hari satu malam ke Izu bagi kami, Klub Penelitian Ilmu Gaib, telah ditetapkan.

 

Oleh karena alasan tersebut, terjadilah hari Sabtu berikutnya.

Sejak pagi cuaca sangat cerah. Hari yang sangat bagus untuk perjalanan.

Kami telah menyiapkan perlengkapan perjalanan sejak malam sebelumnya (sebenarnya semua orang terlihat gembira dan bersenang-senang saat mengemas barang. Tentu saja, aku juga), dan pada pukul sepuluh pagi kami sudah berkumpul di depan gerbang kediaman Hyoudou.

“Aku sudah sejak lama ingin mencoba pergi ke Izu.”

Ravel berbicara dengan mata yang berbinar-binar. Mungkinkah karena belakangan ini dia sedang mempelajari tentang Jepang, sepertinya dia menaruh minat yang sangat kuat pada tempat-tempat wisata terkenal di seluruh negeri.

“…Aku menantikan ikan di Izu karena rasanya enak.”

Koneko-chan sepertinya lebih fokus pada makanan khas daerah wisata.

Kiba dan Gasper telah tiba, sehingga tinggal menunggu Sensei dan Rossweisse-san yang tersisa.

Terlepas dari Sensei yang memang tidak tinggal di kediaman Hyoudou, tapi Rossweisse-san yang tinggal satu atap sampai tidak ada di lokasi pada waktu berkumpul…. Mungkinkah dia pergi ke toko serba 100 yen untuk membeli barang-barang perjalanan? Tidak, Rossweisse-san yang sangat sensitif terhadap waktu rasanya tidak mungkin tidak menampakkan diri karena alasan seperti itu.

Saat aku sedang memiringkan kepala keheranan, dari belakang terdengar percakapan Trio Gereja, Xenovia dan yang lainnya.

“…Aku meyakini kita akan pergi menggunakan lingkaran sihir, tapi ternyata pakai mobil, ya.”

Begitulah yang dikatakan Xenovia.

…Eh? Yang benar saja. Hari ini kami pergi dengan mobil?

“Apakah kita akan pergi sampai ke Izu memakai mobil?”

Saat aku menyela percakapan trio tersebut, Irina menganggukkan kepala.

“Yup, itulah yang kudengar. Katanya Azazel-sensei juga akan datang naik mobil.”

Sensei naik mobil?

“Ya, hari ini kita pergi dengan mobil. Tiba-tiba diputuskan begitu. Itu juga usulannya Azazel.”

Aku juga mendapat penjelasan seperti itu dari Rias. Itu pasti cuma ide spontan dari Sensei, 'kan? Yah, sesekali perjalanan mobil sampai ke Izu tidak buruk juga, bukan?

Di saat aku berpikir demikian, suara raungan mobil yang melaju dari kejauhan semakin mendekat.

Sebuah mobil berwarna biru membelok di tikungan dengan kecepatan tinggi, lalu melakukan drift yang tajam dan berhenti mendadak secara drastis di depan gerbang kediaman Hyoudou!

Yang menepi di hadapan kami dengan kecepatan yang luar biasa dahsyat itu adalah sebuah mobil sport serba biru.

Pintunya terbuka, dan sosok yang muncul dari dalam adalah Azazel-sensei dengan setelan jaket dan celana berkilau! Dengan kacamata hitam yang terpasang, penampilannya seakan-akan ingin berkata, “Dari host distrik Kabuki mana ini?”.

“Fufufu, hari ini kita akan berkendara di garis pantai Izu dengan mobil kesayanganku.”

Sambil bersandar pada mobil dengan pose bergaya sok keren, Sensei mengatakan hal seperti itu.

…Mobil sport mencolok yang sangat mencerminkan sifat Sensei sekali, ya.

“…Ooh, kelihatannya cepat. Mungkinkah aku bisa mengumpulkan uang dari pekerjaan iblis lalu membeli mobil seperti ini.”

Saat Xenovia sedang memandangi mobil sport tersebut dengan penuh rasa tertarik, Asia memiringkan kepalanya.

“Tapi, meskipun bilang pergi dengan mobil, dengan jumlah orang sebanyak ini, kalau hanya satu mobil milik Sensei saja….”

Apa yang dikatakan Asia sangat masuk akal. Mobil sport itu memang agak tidak biasa karena berkapasitas lima penumpang, tapi pada dasarnya jumlah kami ada lebih dari sepuluh orang, sehingga pasti akan didominasi oleh orang-orang yang tidak bisa naik.

Mencoba menghitung anggota hari ini saja—Aku, Rias, Asia, Akeno-san, Koneko-chan, Kiba, Xenovia, Gasper, Irina, Rossweisse-san, Ravel, Sensei, ditambah lagi Ophis. Karena tidak mungkin meninggalkan Ophis di rumah, dia jadi ikut dibawa. Perjalanan ini diikuti total 13 peserta. Jelas sangat tidak memungkinkan jika hanya dengan satu mobil sport.

Jangan-jangan, dia bakal membuat tuntutan tidak masuk akal seperti menyuruh siapa pun yang kalah suit untuk terbang di udara sampai ke lokasi!?

Aku sudah bersiap-siap membentengi diri dengan pemikiran seperti itu…. Namun, satu mobil lagi tiba di depan kediaman Hyoudou.

Itu adalah sebuah mobil wagon merah. Yang turun dari mobil tersebut adalah—Rossweisse-san!

“Aku meminta Rias-san untuk menyiapkan mobil wagon. Yang ini kapasitasnya delapan orang, lho.”

Ternyata saat dikira tidak ada, dia sedang pergi mengambil mobil wagon!

“Rossweisse-san, aku tidak pernah tahu kau punya SIM.”

Saat aku mengatakan hal itu, Rossweisse-san membalas dengan sangat wajar, “Tentu saja. Bagaimanapun juga aku ini mantan pengawal raja para dewa Norse.”

Kalau dipikir-pikir memang benar. Wanita ini rupanya adalah seorang wanita berbakat yang telah mendapatkan berbagai macam kualifikasi bahkan sebelum menjadi pengawal Odin-jiisan. …Kalau mengingat hal itu, rasa hobi dan jalan hidup Rossweisse-san justru terasa semakin menyedihkan.

Yah, mari kita sisihkan hal itu dulu. aku menyampaikan perasaan yang membuncah sambil mengangkat tangan.

“Aku! Aku ingin naik mobilnya Rossweisse-san!”

Meskipun aku belum memastikan gaya mengemudi Rossweisse-san dengan teliti, tapi saat dia menepi di depan rumah barusan, suaranya jauh lebih tenang jika dibandingkan dengan Sensei! Bagaimana pun dipikirkan, naik ke mobil Rossweisse-san jelas jauh lebih aman—!!

“Oi oi, kau ini, apa ada rasa cemas terhadap teknik mengemudiku?”

Sensei tampak tidak puas.

“Tentu saja ada! Bukankah Anda terlihat sama sekali tidak akan mengemudi secara aman! Ini pasti bakal jadi perjalanan menuju kematian!”

Aku mengucapkannya dengan jujur! Jelaslah! Karena dari biasanya saja dia itu si pembuat onar, rasa percaya padanya itu setara dengan tidak ada! Tidak, pasti tidak ada!

“Aku tidak keberatan di mobilnya Azazel-sensei, kok. Mengemudi yang penuh sensasi mendebarkan juga tidak buruk.”

Xenovia sudah dalam posisi hendak masuk setelah membuka pintu mobil Sensei!

“Seperti yang diharapkan dari Xenovia. Kau paham juga, ya.”

Sensei mengelus kepala Xenovia!

“Anda tidak membantah soal mengemudi yang penuh sensasi mendebarkan!? Uwaaaahhh! Seperti dugaanku, Anda memang tidak berniat mengemudi dengan aman, 'kan!?”

Karena Xenovia itu tidak kenal takut, mungkin tidak masalah berada di mobil Sensei, tapi aku pasti sangat tidak mau!

“Kecepatan keamanan manusia itu tidak berlaku bagi malaikat jatuh!”

Niat ngebutnya kelihatan banget, 'kan!?

Sudah cukup, tolong siapa pun kalahkan malaikat jatuh yang merupakan last boss jahat dan terlarang ini!

Orang-orang di sekitar juga tidak ada yang bersukarela mendaftarkan diri ingin naik mobil Sensei, dan secara alami mereka berkumpul di sekeliling mobil Rossweisse-san! Namun, jatah penumpang mobil wagon itu hanya tersisa tujuh orang di luar pengemudi! Itu artinya ada kalkulasi di mana akan muncul empat orang korban yang harus naik mobil sport!

Aku tidak mau! Aku tidak berniat naik ke dalam peti mati berjalan! Ta-tapi, kalau Rias, Asia, Akeno-san, Koneko-chan, dan Ravel sampai mendapat bagian sial… aku terpaksa harus mengorbankan diri! Karena Xenovia, Irina, dan Ophis kelihatannya sanggup bertahan, jadi dieliminasi! Dua pria sisanya aku tidak peduli!

Kalau memikirkan hal itu, bukankah probabilitas aku untuk bisa naik mobil wagon itu sangat rendah…!?

Saat aku sedang merenung dan memikirkan ini-itu di dalam kepala, Rias menghela napas lalu mengutarakan pendapatnya.

“Kalau begitu, mari kita putuskan secara adil dengan suit.”

Saat takdir pun makin mendekat—.

—D×D—

…Pada akhirnya, aku kalah suit dan berakhir harus naik mobilnya Azazel-sensei….

Orang-orang yang naik di mobil Sensei adalah aku, Gasper, Xenovia, dan Ophis—bisa dibilang sebuah komposisi anggota yang tidak berlebihan jika disebut warna-warni.

“Maaf ya, Ise-kun.”

Kiba meminta maaf kepadaku sambil masuk ke dalam mobil wagon.

Di sana, dimulai dari Rossweisse-san yang mengemudi, ada Rias, Asia, Akeno-san, Koneko-chan, Irina, dan Ravel—terlalu banyak pesona wanita! Dan Kiba bisa masuk ke sana…!

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku tidak bisa menahan rasa iri pada si cowok tampan ini…! Terlebih lagi, alasan aku terlempar ke sini bukan karena menggantikan posisi siapa pun, melainkan murni karena aku kalah suit! Cuma tidak beruntung saja! Bahkan sebelum berangkat perjalanan saja kesialannya sudah terlalu parah!

Aku mengepalkan tangan dengan rasa gemas dan kesal. Seakan menyambutku yang seperti itu, pintu kursi penumpang mobil sport terbuka dengan sendirinya. Dari balik kursi penumpang, Sensei memperlihatkan senyuman licik.

“Fufufu, selamat datang di mobil kesayanganku. Ise, kau di kursi penumpang depan, ya.”

Kondisi ini benar-benar tak bisa dipikirkan selain pintu neraka yang terbuka dengan sendirinya… aku bisa merasakan aura jahat mengalir keluar dari dalam mobil…!

Dengan gemetar kami pun naik. Di tengah jantung yang berdebar kencang, mobil wagon yang dikendarai Rossweisse-san melaju lebih dulu. Dari jendela kursi belakang, Koneko-chan, Ravel, dan Akeno-san melambaikan tangan. Ahh, aku ingin naik di sebelah sana…!

Xenovia yang duduk di kursi belakang sebelah sini tampak tenang-tenang saja. Ophis juga menunjukkan ekspresi datar seperti biasanya. Sedangkan Gasper yang diapit oleh mereka berdua—.

“…Hiks. …Auu… auu….”

Wajahnya sudah pucat pasi dan dia berusaha memegang sabuk pengaman erat-erat. Seluruh tubuhnya gemetaran hebat. Bahkan sebelum mobil berjalan pun, wajahnya sudah berantakan oleh air mata dan ingus.

Takut, 'kan!? Aku juga berpikir begitu! Walau kalah suit, saat Koneko-chan dengan niat baik menawarkan, “…Gya-kun, boleh kok kalau aku saja yang naik ke sana?”, tapi kau bertindak seperti seorang pria dengan menjawab “Tidak apa-apa”, aku memberikan apresiasi tinggi untuk itu! Di saat-saat kritis kau memang laki-laki sejati!

“Yoosh, kita nyalakan sistem navigasi mobil. Navigasi khusus buatan malaikat jatuh.”

Sensei yang tidak tahu-menahu tentang aku dan Gasper yang seperti ini berniat mengaktifkan navigasi mobil untuk mulai berjalan.

Itu terjadi di saat Sensei menekan sebuah tombol. Dengan suara mesin yang menderu, kap mesin terbuka dan objek melingkar mirip antena siaran satelit muncul ke permukaan.

Suara mesin terdengar bergema di dalam mobil.

“Memulai persiapan pengaktifan Satellite Downfall Cannon System. Pasukan sekutu yang berada dalam radius satu kilometer harap segera mengungsi—”

…Eh? A-ada apa ini!? Kami yang berada di dalam mobil terkejut oleh peringatan yang mendadak itu! Sensei tertawa terbahak-bahak sambil mengoperasikan tombol untuk menghentikan suara tersebut.

“Uuppss, ternyata yang ini tombol yang salah. Maaf, maaf.”

“Sepertinya tadi terdengar kata-kata yang sangat berbahaya seperti cannon dan mengungsi, lho!? Lagian, dari kap mesin tadi ada yang keluar, 'kan!?”

Aku langsung memotong dengan sengit! Apa-apaan yang dipasang Sensei di mobil ini!? Kalau dipikir-pikir ini 'kan mobil milik orang ini, jadi takkan aneh kalau ada apa-apanya!

Wajahku sampai jadi pucat, tapi Sensei kembali melanjutkan pengoperasian monitor dengan tenang.

“Jangan dipikirkan. Senjata satelit tidak akan dipakai di sini. Bukankah hal seperti ini sering ada di film Hollywood? Hmmm, apa tombol yang ini, ya. Karena terlalu banyak diutak-atik, fungsinya jadi terlalu banyak seperti bisa terbang di udara, bisa berjalan di atas air, sampai bisa menyelam ke Celah Dimensi, sampai-sampai pembuatnya yaitu aku sendiri tidak terlalu ingat apa dipasang di sebelah mana. Apakah yang ini, ya?”

Saat dia mengoperasikan tombol berikutnya—.

“Harap tentukan target. Segera meluncurkan Dragon Destroy Missile.”

Kap mesin kembali terbuka dan rudal berukuran kecil bermunculan! Apa-apaan ini semuaaa!?

“Ah, ini kalau tidak salah rudal dragon slayer yang kubuat dengan mengasumsikan saat Ise mengamuk dengan Juggernaut Drive. Maaf, maaf.”

Sensei meminta maaf secara terbuka dengan wajah tersenyum seolah berkata “Aduh, gawat juga ya”!

Senjata satelit lalu rudal!? Apa saja yang dimuat di dalam mobil sport ini!?

Lagian, Anda berniat mengalahkan aku kalau sampai mengamuk dengan mobil sport ini!? Aku sedang naik di mobil yang luar biasa berbahaya ini!

“Aku justru ingin melihat hal itu.”

Jangan bercanda, Xenoviaaaaa! Berangkatnya malah bakal jadi peluncuran rudal!

“Kalau begitu, hari ini kita jalan biasa saja! Power booster, switch on!”

Di saat Sensei menekan tombol misterius di samping setir—.

Gooouuuuuuuu! Bersamaan dengan suara semburan roket yang sangat bising, mobil sport biru itu mulai melaju kencang bagai ledakan!

Aku memegang sabuk pengaman, dan sambil merasakan gaya gravitasi yang menghantam tubuh, aku berteriak sekuat tenaga!

“Turunkan akuuuu!”

Setelahnya aku diperlihatkan, ternyata mobil ini dilengkapi dengan mesin roket berukuran kecil namun berkinerja tinggi. Jangankan soal batas kecepatan resmi, ini sudah bukan tingkatannya lagi….

 

Sekitar dua setengah jam setelah meninggalkan kediaman Hyoudou.

Aku dan Gasper terkapar tak berdaya bagai orang mati di dalam mobil. Yang masih normal hanyalah Xenovia dan Sensei yang mengemudi dengan sangat bersemangat.

Meskipun di beberapa tempat yang bahaya jika memacu kecepatan dia mau mengemudi secara normal… sisanya adalah kondisi melaju bagai ledakan.

“Lihat, kalian semua. Lautnya sudah kelihatan.”

Sensei menjadi bersemangat tinggi saat melihat garis pantai Izu yang terlihat dari jendela mobil.

“…Iya, Sensei.”

Aku hanya mampu menjawab tak berdaya sekuat tenaga. Di tengah jalan saat masuk ke rest area, kami dikhawatirkan oleh semua anggota di mobil wagon. Dilihat dari luar pun sepertinya gaya mengemudinya memang sangat parah.

“…Mengalahkan… Great Red dan dijadikan karaage….”

Orang yang bergumam dalam mimpinya seperti itu adalah Ophis. …Mimpi seperti apa yang sedang dia lihat? Lagian, hebat sekali bisa tidur dengan gaya mengemudi seperti tadi…. Seperti yang diharapkan dari Dewa Naga-sama.

“……Kyuu~”

Gasper benar-benar sudah berputar-putar matanya. Aku bersimpati padamu, Gya-suke.

“Ada apa sih, semangatmu rendah sekali, Ise. Ayo buat suasananya lebih tinggi lagi!”

“Benar, Ise. Laut itu bagus. Uumm, bau aroma laut.”

Sensei dan Xenovia menikmati perjalanan sambil membuka jendela. …Tidak, bagiku asal bisa sampai ke tempat tujuan tanpa terjadi apa-apa saja itu sudah cukup. Aku hanya bisa berdoa agar bisa tiba dengan selamat.

Mobil terus menerobos jalan raya untuk mendaki gunung.

Mendaki gunung, makin jauh masuk ke dalam pegunungan, jalannya pun makin menyempit.

Sekitar satu jam setelah masuk ke pegunungan Izu, di balik kabut tebal muncullah penginapan onsen yang menjadi tempat tujuan kami. Di sekelilingnya hanya ada gunung dan pepohonan. Penginapannya memiliki atmosfer gaya Jepang murni dari kayu yang antik dan bagus. Namun, sama sekali tidak berkesan tua dan rusak, melainkan bergaya kuno yang entah kenapa terasa bernostalgia dan hangat ramah dipandang.

“Penginapan yang bagus. Hari ini… malam ini sepertinya bakal jadi hal yang indah.”

Rias melihat ke arah penginapan dengan pipi yang sedikit memerah. Ditambah lagi dia menggenggam tanganku. …I-ini bagaimana aku harus meresponsnya? Perjalanan hari ini bagi Rias juga ada hal yang indah…?

“…Onsen. Perjalanan… Kasur yang digelar hanya satu set memiliki dua bantal….”

Bahkan Akeno-san sampai ikut menggenggam tanganku yang satunya lagi yang sedang menganggur. Ekspresi wajahnya sama seperti Rias dengan mata yang berkaca-kaca. Para onee-sama yang tampak dipenuhi harapan. Rasanya ada atmosfer di mana aku harus memenuhi harapan tersebut, tapi mungkin karena aku dipaksa menemani gaya mengemudi Sensei yang kasar, aku tidak punya kelonggaran untuk itu dan rasanya ingin beristirahat di kamar secepat mungkin walau cuma beda satu detik. …Nanti aku berpikir ingin muntah di toilet. Mual sekali….

Semua orang menurunkan barang dari mobil lalu berpindah ke penginapan. aku dan Gyaa-suke melewati pintu masuk penginapan dalam keadaan sempoyongan. …Aku iri pada Xenovia dan Ophis yang tangguh dan berjalan biasa seolah tidak terjadi apa-apa.

Jujur saja, kalau Rias tidak menarik tanganku, langkah kakiku pun pasti sudah tidak stabil.

“Selamat datang kembali. Ihihihi.”

Bersamaan dengan suara tawa yang mengerikan, yang menyambut kami adalah—seorang nenek-nenek berkeriput yang mengenakan kimono. Sekilas, dia memiliki raut wajah yang sangat menakutkan sampai-sampai tidak terlihat selain seperti youkai.

“Oh, Okami! Hari ini bakal merepotkan! Soalnya, kami menyewa seluruh tempat ini!”

Sensei menyapa nenek-nenek tersebut. Ah, kalau begitu, nenek-nenek berpenampilan gaya youkai ini adalah Okami-san di penginapan ini. Lagi pula, menyewa seluruh tempat ini yang benar saja!?

“Ihihi, selamat datang di kedalaman pegunungan Izu. Di sini adalah daerah terpencil yang difavoritkan oleh para iblis dan malaikat jatuh. Karena aku adalah Okami di sini. Aku ini gadis gunung yang sedang tren saat ini. Hihihi.”

Gadis gunung (yama girl), katanya! Enggak, enggak, malah kelihatan sebagai nenek sihir gunung (yamanba)!

Tapi, apa di sini memang khusus untuk iblis dan malaikat jatuh? Berarti ini onsen di daerah terpencil, ya.

“Sebenarnya saat perjalanan ke sini tadi, kita melintasi beberapa penghalang yang tidak bisa dilewati oleh manusia biasa.”

Sensei memberikan penjelasan seperti itu. Ah, kalau begitu, kabut tebal di tengah perjalanan tadi itu penghalang, ya?

“Hari ini kami mohon bantuannya—”

Sampai di situ, ekspresi Rias yang menyapa Okami si gadis gunung membeku dalam keadaan tetap tersenyum.

Karena penasaran, saat aku mengarahkan pandangan ke arah mata Rias menatap—dari bagian dalam tampak seorang onee-san berambut perak sedang mendekat!

“Selamat siang, semuanya. Aku sudah menunggu lebih dulu di sini.”

“Grayfia-san!?”

Aku mengeluarkan suara yang sangat konyol! Tentu saja! Karena aku sama sekali tak pernah berpikir kalau Grayfia-san ada di sini! Lagi pula, dia tidak memakai pakaian maid-nya! Benar-benar pakaian bebas! Kalau begitu, Greyfia-san hari ini adalah—.

“Aku mengambil hari libur. Karena perjalanan yang hanya diisi murid-murid saja itu berbahaya dalam berbagai hal, jadi hari ini aku datang bertindak sebagai pendamping.”

Dengan datar Grayfia-san mengatakan hal tersebut.

Grayfia-san berjalan tepat ke hadapan Rias yang membeku lalu menyampaikan sepatah kata.

“Rias, kau tidak berpikiran untuk lepas kendali dalam perjalanan ini, 'kan?” kata Grayfia-san kepada Rias dengan mata setengah terpejam. Rias langsung bereaksi dan tubuhnya menjadi tegang seolah-olah terkejut karena ketahuan. … Apakah dugaannya tepat sasaran? Akeno-san juga tampak menjatuhkan bahunya seakan sudah menyerah.

Grayfia-san berkata tepat di hadapan Rias.

“Seratus tahun terlalu dini bagi siswa SMA untuk mewujudkan keinginan mereka dengan kedok perjalanan ke onsen. Aku selalu mengatakan ini, bukan? Pertama, kau harus berusaha mencapai tujuanmu melalui kehidupan sehari-hari bersama pria. Tak ada kata terlambat untuk merasa antusias bepergian dengan seorang pria setelah hal itu terwujud.”

Azazel-sensei menepuk bahu Grayfia-san.

“Sudah, sudah. Hari ini tidak apa-apa 'kan kalau kita bebaskan saja tanpa formalitas. Kau juga berendamlah di onsen untuk menghilangkan kelelahan sehari-hari.”

Grayfia-san memegang tangan Sensei lalu mencoba menariknya ke bagian dalam!

“Ini kesempatan bagus. Ada begitu banyak hal yang harus kubicarakan denganmu. Hari ini, mari kita bicarakan refleksi diri hingga saat ini dan masa depan berdasarkan refleksi tersebut.”

“O-oi! Yang benar saja! Hari ini aku berencana masuk onsen, meneguk sake, pergi ke sauna batu, main tenis meja, lalu memakai kursi pijat, lho!?”

“Karena memberi pengaruh buruk pada Sirzechs, jadi mumpung sempat aku akan mencabut semua hal-hal buruk dalam dirimu sekarang.”

“Yang dicabut itu aku!? Oi, tolong aku, kalian semuaaaaa!”

Sensei meminta pertolongan kepada kami. Kami melambaikan tangan dengan senyuman penuh di wajah sambil mengantarnya pergi. Ahh, tak ada hal yang lebih luar biasa daripada Sensei yang ditertibkan oleh Grayfia-san!

“Dasar kalian semua! Orang-orang tak punya perasaaaaan!”

Dengan demikian, malaikat jatuh yang jahat itu dibawa oleh Queen berambut perak ke bagian dalam penginapan.

Anda harus merenungkan perbuatan Anda secara serius!

 

Kami pun menuju ke kamar yang telah dibagikan.

Aku berpindah ke kamar besar yang hanya diisi oleh laki-laki. Anggotanya adalah aku, Kiba, Gya-suke, dan Sensei—empat orang. Anak-anak perempuan lainnya juga menyewa total tiga kamar dengan isi tiga orang per kamar.

Kamarnya adalah jenis kamar gaya Jepang-Barat, jumlah ruangannya banyak dan cukup luas. Tempat tidurnya ada dua. Dua orang di tempat tidur dan sisanya di kamar gaya Jepang memakai futon, ya.

Wah! Di kamar ada fasilitas onsennya, dan ada juga kursi pijat! Televisinya juga besar dan terpasang di setiap kamar!

“Di kamar mandi yang ada di kamar juga ada televisinya.”

Kiba memastikan ke kamar mandi lalu mengatakan hal itu.

“Normalnya orang akan terkejut dengan struktur kamar yang serba ada ini, tapi walau begitu rasanya tidak bisa terlalu terkejut itu sesuatu yang sulit dilukiskan, ya.”

Aku mengutarakannya dengan nada sindiran. Karena aku tahu tempat yang lebih mewah daripada kamar ini. Kamar di kastel Gremory ukurannya beberapa kali lipat lebih luas dari ini, dan furnitur pelengkapnya juga barang mewah yang megah dan memesona. Tidak sih, dibandingkan dengan kastel itu juga tidak ada gunanya, ya.

“A-aku cukup dengan onsen yang ada di kamar ini sajaaa…. Kalau tempat pemandian umum rasanya malu….”

Sambil mengatakan hal itu, orang yang langsung terkapar di tempat tidur adalah Gasper. Mungkin dia sudah lelah fisik dan mental akibat gaya mengemudi Sensei yang kasar.

“Tidak kok, lagi pula selain kita 'kan tak ada orang lain, jadi masuk saja saat tengah malam 'kan tidak apa-apa.”

Aku mengatakan hal itu kepada Gya-suke. Mari kita nikmati fasilitas yang ada ini.

Walau aku yang bicara begitu juga sedang terkapar di kamar gaya Jepang sih! Ughh, mualnya….

Aku tahu dari cerita Sensei saat di dalam mobil kalau penginapan ini memiliki pemandian campur. Pemandian campur! Tempat yang harus didatangi oleh orang mesum seperti aku, tapi… kalau kami menyewa seluruh tempat ini… eh? Kalau dipikir-pikir lagi, bukankah berarti tak ada pengunjung wanita lain!?

Tidak ada bukti kalau Rias dan yang lainnya akan masuk ke pemandian campur itu, dan mana berani aku bilang secara terang-terangan “Ayo masuk ke pemandian campur!” karena terlalu malu!

…Yah, bagaimanapun juga, kalau tidak mengatasi rasa lelah tubuh ini dulu, urusan onsen itu masih jauh….

Aku pun memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh sampai waktu makan malam.

…Loh? Padahal aku datang ke sini untuk disembuhkan oleh onsen, tapi kenapa malah tumbang gara-gara mobil…. Sensei, saat pulang nanti aku benar-benar akan pulang naik kereta…. Sambil memantapkan keputusan itu, aku pun terlungkup di kamar gaya Jepang.

 

Sebelum makan malam—.

“Aku tidak akan kalah dari orang yang mengaku-aku malaikat!”

“Bicara saja kau! Akan kuperlihatkan pingpong gaya Surga padamu!”

Dua orang yang sedang melakukan pertandingan tenis meja yang sudah menjadi tradisi di arena permainan dekat pemandian umum adalah Xenovia dan Irina yang telah berganti pakaian menggunakan yukata. Pertukaran pukulan yang sengit terus terhampar di antara keduanya.

“Kalian berdua, semangat—!”

Orang yang memberikan dukungan sambil menonton adalah Asia.

“…Koneko-chan, ini enak, lho, coba makanlah.”

“Kalau begitu, aku terima.”

Koneko-chan dan Ravel sedang memakan onsen manjuu di sofa yang disediakan di arena permainan. Walaupun biasanya sering adu mulut, tapi entah bagaimana kedua anak kelas satu ini cukup akur.

“Aaaaaaaah… enaknya….”

Orang yang mengeluarkan suara gemetar sambil menikmati kenyamanan itu adalah Rossweisse-san yang sedang menggunakan kursi pijat. Suaranya agak sedikit terkesan seperti bibi-bibi, lho.

“…Wow wow wow….”

Orang yang duduk di atas kursi pijat yang bergetar sambil mengeluarkan suara aneh adalah Ophis. Ekspresi wajahnya memang tidak berubah, tapi apakah itu terasa nyaman baginya?

Namun ya, tampaknya semua orang menikmati penginapan onsen ini sesuai dengan keinginan masing-masing.

Kiba pergi ke onsen. Rias dan Akeno-san juga kabarnya sedang menikmati sauna batu. …Dengan begini, belum ada tanda-tanda siapa pun yang berniat masuk ke pemandian campur.

…Kalau begini, di saat-saat mendesak apa tak ada cara lain selain mengintip?

…Yah, karena rasa mualku akhirnya sudah menghilang, setelah makan malam dan menghela napas sejenak, aku berniat mencoba pergi ke pemandian umum!

Dengan memperbarui perasaan mesum ini, aku memutuskan untuk memulihkan tenaga.

—D×D—

Saat tengah malam tiba.

Dengan menggunakan naluri mesumku, aku menyelinap keluar dari kamar di waktu yang diperkirakan, “Pada rentang waktu ini pasti salah satu dari gadis-gadis akan masuk!”. Sensei sebelum makan malam akhirnya berhasil dibebaskan oleh Grayfia-san dan sedang menikmati waktu minum-minum di kamar. Gasper yang akhirnya bangkit kembali kabarnya sedang masuk ke onsen yang tersedia di kamar. Kiba sedang pergi ke sauna batu.

Sebelum makan malam aku sudah memastikannya, pemandian terbuka untuk laki-laki dan perempuan hanya dipisahkan oleh sekat yang besar, dan pada dasarnya sumber air panasnya saling terhubung. Artinya, jika berhasil melewati sekat tersebut, di sebelah sana adalah surga dunia.

Kondisi tubuh juga sudah jauh membaik. Makan malam yang lezat juga sudah disantap. Tidur singkat pun sudah dilakukan.

Jika hasrat tidur dan nafsu makan sudah terpenuhi, berikutnya tentu saja hal-hal mesum 'kan…! Sudah datang jauh-jauh ke onsen, kalau seorang mesum tidak mengintip pemandian perempuan lalu mau melakukan apa coba…!

Nah, ayo ke onsen! Begitu pikirku sambil melangkah dengan penuh semangat, lalu tulisan “Pemandian Campur” mendadak masuk ke dalam pandangan mataku.

…Kali ini, pemandian itu sepertinya memiliki probabilitas yang sama sekali nol untuk bertemu dengan gadis-gadis. Jika ingin mengagumi tubuh indah wanita, bisa dibilang lebih pasti jika masuk ke pemandian laki-laki lalu mengintip pemandian perempuan.

Namun, ada apa gerangan? Jiwa laki-laki ini benar-benar terpikat dari dasar hati oleh tulisan dan bunyi kata “Pemandian Campur”! Toh kalaupun pergi ke sana pasti tidak ada siapa-siapa. Skenario terburuknya, bisa saja berujung pada lelucon di mana Okami si gadis gunung yang mirip nenek sihir gunung yang sedang berendam di sana!

Meskipun begitu, niat mesum yang tipis ini tetap ingin memastikan bagian dalamnya sekali saja! Para laki-laki sekalian, bisakah kalian memahami perasaan ini?

Aku berpikir tidak ada ruginya dan belum terlambat jika melihat situasi onsennya terlebih dahulu sebelum menuju ke pemandian laki-laki, lalu melangkahkan kaki masuk ke ruang ganti pemandian campur.

…Seperti yang diperkirakan, dari ruang ganti tidak terlihat tanda-tanda ada orang di dalam. Tapi, tidak ada salahnya kalau cuma melihat situasi di dalamnya.

Aku menarik pintu lalu memastikan keadaan dalam. Ya, ada satu pemandian berukuran besar. Di bagian dalam juga dilengkapi dengan pemandian terbuka. Tentu saja, tidak ada seorang pun yang berendam, dan hanya suara gemercik air panas yang terdengar.

“Yah, memang cuma begini. Tak ada satu orang pun yang masuk ke pemandian campur…. Lebih baik menunggu di pemandian laki-laki lalu mengintip sajalah.”

Aku mendesah sambil menggumamkan hal seperti itu. Saat aku berbalik dan berniat keluar, seseorang masuk ke dalam ruang ganti!

…Seorang wanita berambut perak yang panjang. Bukan Rossweisse-san.

—Itu adalah Grayfia-san dengan rambut yang terurai!

Aku dan Grayfia-san saling berpapasan di ruang ganti pemandian campur!

“G-Grayfia-san!?”

“Ara, Ise-san. Ada laki-laki di sini rupanya…. Kecerobohanku karena lalai melakukan konfirmasi terlebih dahulu.”

Ini bahaya! Kalau tidak segera keluar aku bisa kena ceramah!

“M-mohon maaf atas ketidakdisiplinanku! A-aku akan keluar!”

Saat aku berniat keluar dengan langkah cepat—Grayfia-san menggenggam tanganku.

Di saat aku merasa heran, Grayfia-san tersenyum lalu berkata, “Bagaimana kalau kita masuk bersama?”

……Eh? Aku sampai terperangah seakan tidak percaya bahwa kata-kata yang tidak terduga itu adalah sebuah kenyataan.

…Aku terpaku, diliputi kebingungan oleh situasi yang bahkan tak pernah terbayang sedikit pun dalam imajinasiku.

Area pemandian campur. Aku yang sedang duduk di tempat pembasuhan—bersama Grayfia-san!

Grayfia-san sedang duduk tepat dua tempat di sampingku! Dalam keadaan telanjang bulat!

…Suasana macam apa ini! Apakah ini keberuntungan atau kemalangan, aku bahkan tak bisa membedakannya! Begitu melirik ke samping melalui sudut mata, oppai yang melimpah dan tubuh wanita yang begitu glamor ada di sana! Fakta bahwa sebuah tubuh yang setara dengan Rias—tidak, bahkan mungkin melampaui Rias—berada tepat di sampingku!

Namun, sebelum perasaan mesum sempat muncul, jantungku sudah berdebar kencang melebihi batas dan seluruh tubuhku diselimuti ketegangan yang amat sangat!

Dia ini Queen terkuat, lho!? Mana mungkin aku bisa melakukan hal yang tidak-tidak…! Dia adalah wanita yang bahkan ditakuti oleh Maou Sirzechs-sama sendiri! Saat pikiran aneh melintas di kepala, aku pasti akan dilenyapkan dalam sekejap!

Tapi aku tidak paham! Mengapa Grayfia-san yang tegas itu mau masuk ke pemandian campur bersamaku? Benar-benar di luar nalar! Pasti ada sesuatu di balik ini! Seperti mendadak menceramahiku di sini! Bahwa aku ini terlalu mesum jadi harus ditindak! —Atau mungkin ada hal yang ingin disampaikan mengenai hubunganku dengan Rias!

Hanya membayangkan apa yang berputar-putar di dalam kepala saja rasanya takkan pernah ada habisnya.

“…A-anu, apakah tidak apa-apa?”

Aku bertanya dengan sangat ragu-ragu. Maksudku, apakah tidak apa-apa masuk bersamaku? —Itu yang ingin kutanyakan.

“Apanya yang tidak apa-apa?”

Grayfia-san bertanya balik sambil membasuh tubuhnya dengan air panas dari ember kayu.

……T-tidak, kalau dibalas begitu, aku jadi bingung harus jawab apa.

Aku tidak tahan lagi, lalu berdiri dan berniat keluar!

“…T-tidak, kalau begitu aku keluar dulu!”

Saat aku berniat pergi dengan langkah cepat, Grayfia-san kembali memegang tanganku dan mengisyaratkan aku untuk duduk di tempat pembasuhan yang berada tepat di sampingnya!

“Tunggulah sebentar. Bukankah kau belum membasuh tubuhmu? Kau juga belum berendam di air panas.”

“Y-ya. T-tapi, kalau lebih dari ini rasanya sangat tidak sopan, jadi aku akan keluar!”

Mana mungkin aku bisa berendam di air panas! Gara-gara terlalu tegang, aku sama sekali tak punya kelonggaran untuk itu!

Aku didudukkan di samping Grayfia-san! Ini sebenarnya situasi macam apa sih!? Saat melirikkan mata sedikit saja, di sana terhampar tubuh wanita kelas atas! Bahkan tidak ditutupi dengan handuk sedikit pun! Sialan! Kulit putihnya begitu menyilaukan! Bahkan tidak terlihat satu noda pun di sana!

Payudaranya besar, bentuknya pun yang paling sempurna! Ukuran kakinya pas sekali menurut seleraku, dan pinggangnya begitu ramping sampai-sampai tidak terlihat seperti wanita yang pernah melahirkan! Rasanya aku ingin bertanya, “Apakah Anda benar-benar sudah pernah melahirkan seorang anak!?” —Begitu luar biasanya bentuk tubuh itu! Aku tak bisa menahan rasa erotis yang begitu dahsyat…!

Tapi tunggu, di tengah situasi seperti ini pun aku masih sempat-sempatnya mengamati tubuh wanita dengan begitu detail, sifat mesumku ini memang sudah parah!

“Mari kugosokkan punggungmu.”

Saat dikatakan begitu, aku berakhir dibantu digosokkan punggungnya oleh Grayfia-san!

Punggungku digosok menggunakan handuk dengan penuh ketelitian. …Aku tidak tahu harus merespons bagaimana! Hanya saja, oppai Grayfia-san yang terpantul melalui cermin di hadapanku bergoyang dengan begitu kencangnya setiap kali tangannya bergerak menggosok punggungku!

Dari punggung, lengan, hingga ke sekitar paha digosok memakai handuk! K-kadang karena terlalu dekat, oppai Grayfia-san sesekali menempel di punggungku… wah, harus merespons bagaimana, aku sampai bingung sendiri!

“Lebar ya, punggung Issei-san.”

“A-aku sangat berterima kasih atas pujiannya!”

Aku menjawab pujian Grayfia-san dengan sekuat tenaga! Grayfia-san pun tertawa tertahan karena merasa lucu.

“Ufufu, kenapa begitu formal? Aku hanya mengutarakan kesan yang jujur, lho? Bagaimanapun juga, meskipun seorang anak SMA, kau tetaplah seorang laki-laki. Punggungmu sangat gagah. Tidak, mungkin sangat tidak sopan mengatakan hal seperti itu kepadamu yang telah mengalahkan banyak musuh kuat demi Dunia Bawah.”

“T-tidak, s-sama sekali bukan seperti itu! Dipuji oleh Anda merupakan kehormatan yang sangat besar!”

Di tengah percakapan tersebut, air panas disiramkan ke punggungku. Gerakan handuknya sangat hati-hati.

“Nah, dengan begini sudah bersih.”

“Terima kasih banyak!”

B-baiklah! Apakah aku sudah boleh keluar sekarang?

Hanya dengan bisa melihat tubuh telanjang Grayfia-san dan digosokkan punggungnya saja sudah menjadi pengalaman yang sangat berharga, jadi tolong ampuni aku untuk hari ini! Entah bagaimana, ketegangan berlipat ganda ini membuatku sudah tidak sanggup lagi!

Namun, Grayfia-san berbalik, memperlihatkan punggungnya dan berkata kepadaku.

“Kalau begitu—kali ini aku akan senang sekali jika kau mau menggosokkan punggungku?”

—! J-jadi begitu alurnya…! Aku menelan air liur, lalu berusaha sekuat tenaga mengeluarkan suara.

“T-tidak, m-mana mungkin orang seperti aku melakukan hal seperti itu…!”

Itu terlalu tidak sopan, 'kan! Punggung istri Maou! Punggung seorang First Lady, lho!?

“Apakah tidak boleh?”

Grayfia-san mengatakannya dengan nada suara yang tampak kecewa! K-kalau dikeluarkan suara seperti itu, aku juga…!

“T-tidak! Hyoudou Issei dari grup Gremory! Dengan penuh rasa hormat akan melaksanakannya!”

Kalau begitu 'kan jadinya tidak ada pilihan selain menerimanya!

“Ufufu, Ise-san ini benar-benar orang yang lucu, ya.”

Ahh, wanita ini, senyumannya manisnya tidak tertahankan! Onee-sama yang lebih tua memang yang terbaik!

Meski merasa lancang, aku pun mulai menggosok punggungnya menggunakan handuk! Aku buat berbusa agar tidak melakukan kesalahan.

Saat mulai mengerjakannya, tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas.

…Punggung wanita itu kecil, ya. Punggung Grayfia-san pun terasa jauh lebih kecil dari yang kubayangkan. …Ini adalah punggung milik Queen terkuat. Di punggung ini, ada berbagai macam beban yang dipikulnya….

Sambil menggosok punggungnya, sebuah pemikiran mendorongku. …Bukankah ini kesempatan bagus untuk membicarakan hal itu? Karena suatu saat nanti aku harus membicarakannya dengan keluarga Rias, bisa dibilang ini adalah kesempatan emas.

Aku kembali menelan air liur, lalu membulatkan tekad dan berucap.

“A-anu, Grayfia-san.”

“Ya. Ada apa?”

“M-mungkin sangat tidak sopan mengatakan hal ini di saat seperti ini, tapi….”

…Butuh keberanian yang sangat besar. Ini mengenai hubunganku dan Rias. Tapi, kalau tidak dikatakan sekarang rasanya tidak akan benar. Sebagai laki-laki, menurut pemikiranku pribadi, hal ini harus disampaikan kepada keluarga pihak wanita!

“Aku dan… bu- tidak, Rias sudah saling mengungkapkan perasaan masing-masing.”

“Ya, aku sudah mendengarnya. Di Dunia Bawah pun hal itu sudah terkenal sebagai ‘Kekasih Kepala Keluarga Gremory Berikutnya’. Lalu, apa alasan kau melaporkannya lagi kepadaku?”

“…A-apakah Anda berkenan mengizinkannya? Mengenaiku dan Rias… adik ipar Anda….”

…Kalau sampai dikatakan tidak mengizinkannya, aku pasti sudah tidak punya cara lain lagi…. Tidak, urusan itu nanti dulu! Aku cuma bisa terus berjuang sampai diakui!

Grayfia-san bertanya, “Apakah kepastian itu kautanyakan karena aku ini onee-san darinya? Atau karena aku adalah maid dari keluarga Gremory?”

“Dua-duanya.”

Menerima perkataanku yang jujur tanpa ragu, Grayfia-san terdiam sejenak seolah sedang berpikir. …Pikiranku membayangkan berbagai macam hal tentang apa maksud dari keheningan ini! Menakutkan!

Setelah beberapa saat, dia berkata seperti ini.

“Begitu ya. Kalau begitu, kalau kau berhasil memenuhi syaratnya, akan kuizinkan.”

“S-syarat! S-syarat yang seperti apa…?”

Grayfia-san memalingkan wajahnya ke arahku dan memperlihatkan senyuman.

“Mulai sekarang, panggilah aku ‘Kakak’ saat berada di situasi pribadi. Itu syaratnya.”

—!

…I-itu… tingkat kesulitannya terlalu tinggi, atau lebih tepatnya terlalu tidak sopan….

Aku tidak menyangka akan jadi begitu. Atau lebih tepatnya, bukankah itu berarti pada dasarnya hampir mengizinkan sepenuhnya? Kebenarannya tidak kuketahui.

Proses menggosok pun selesai, dan aku menyiramkan air ke punggungnya.

“Terima kasih atas bantuan menggosok punggungku.”

Grayfia-san mengucapkan terima kasih.

Nah, setelah ini harus bagaimana. Percakapan sepertinya masih akan berlanjut. Tapi, urusan menggosok punggung sudah selesai.

Sejak masuk ke pemandian ini isinya cuma hal-hal yang membingungkan saja! Pemandian campur ini benar-benar terlalu dalam!

“Ayo, mari berendam di air panas. Lagi pula, ini onsen yang sudah disempatkan datang.”

Sesuai dengan yang dikatakan Grayfia-san, aku pun memutuskan untuk berendam di onsen.

“…Air panas yang bagus. Onsen memang tidak ada tandingannya selain buatan Jepang, ya….”

Sambil berendam di air panas, Grayfia-san membocorkan kalimat itu dengan wajah yang tampak nyaman.

Memang terasa nyaman. Aku tidak tahu khasiat apa yang ada di dalam air panas ini, tapi rasanya onsen meresap ke seluruh tubuh.

“Y-ya, benar sekali.”

…Meskipun membalas begitu, tapi karena tepat di sebelahku ada onee-san berambut perak…. Pikiranku malah tidak bisa lepas dari hal itu ketimbang menyerap kenyamanan onsen.

“Terima kasih karena menjaga Millicas sebelumnya.”

“Tidak, tidak sampai seperti itu. Aku sendiri juga merasa senang, kok.”

Itu adalah perasaan jujurku. Waktu yang dihabiskan bersama Millicas merupakan hal yang sangat berharga.

“Ya, anak itu juga sangat gembira. …Karena kelahiran anak itu terbilang khusus, kebebasannya tidak terjamin seperti anak-anak lainnya….”

Putra dari Sirzechs-sama dan Grayfia-san—. Hanya karena statusnya sebagai anak Maou saja, orang-orang dewasa sudah memandang anak itu dengan mata yang khusus. Kurasa hal-hal yang menunggunya di masa depan jauh lebih besar dari yang dibayangkan oleh Millicas. Agar tidak hancur tertimpa tekanan, aku ingin dia tumbuh menjadi sosok yang tangguh, dan aku juga ingin membantu menopangnya di bagian-bagian yang bisa aku bantu.

Saat aku sedang berpikir seperti itu, Grayfia-san… mendadak mendekat ke arahku!?

Dia merapatkan tubuhnya, lalu mengulurkan tangan ke pipiku!

“Suami dan putraku sudah menghabiskan waktu pribadi yang bermakna bersama Issei-san. Kalau begitu, bukankah tidak akan ada yang memprotes jika aku pun sedikit bersenang-senang dengan Issei-san?”

B-benarkah begitu…? Atau lebih tepatnya, berbeda dari Grayfia-san yang biasanya, karena matanya tampak sensual, aku pun… dadaku mulai berdebar-debar…! Apakah ini karena tegang? Atau karena wanita cantik tanpa busana sedang mendekat di onsen!? Atau mungkin dua-duanya!

“Aku akan punya adik laki-laki….”

“…Grayfia-san, bagaimana dengan keluarga Anda…?”

Karena tak tahu harus merespons bagaimana, aku mendadak menanyakan hal itu. Sontak, ekspresi wajah Grayfia-san sedikit menjadi lesu.

“Meninggal, atau tidak diketahui hidup matinya. Akibat perang saudara antara pemerintah lama dan anti-pemerintah di masa lalu, anggota keluarga Lucifuge secara praktis hanya tersisa aku seorang….”

“Maaf… aku malah menanyakan hal yang menyakitkan….”

“Kau tidak perlu merasa bersalah. Itu adalah hal yang sudah berakhir sejak dahulu kala. Lagi pula, sekarang aku punya keluarga baru… Sirzechs, Millicas, Rias, Otou-sama, Okaa-sama, budak-budak Lucifer… lalu—”

Grayfia-san mengelus pipiku. Gerakan itu mirip sekali dengan cara Rias mengelus pipi.

“Kau sebagai adik juga ada. Sekarang aku sangat bahagia, lho?”

—. Betapa indahnya senyuman itu. Ini pertama kalinya aku melihat Grayfia-san yang seperti ini. Dan di tengah situasi seperti ini, kenyataan bahwa mataku tetap terpaku pada oppai-nya memang sudah tidak bisa ditolong lagi!

Grayfia-san sepertinya menyadari arah pandangan mataku! aku pun segera meminta maaf!

“M-maafkan aku! Pandangan mataku entah bagaimana terus mengarah ke sana!”

Grayfia-san tertawa kecil terkikik.

“Tidak apa-apa. Karena kau adalah seorang remaja, itu adalah reaksi yang alami, 'kan?”

Entah kenapa malam ini dia sangat bermurah hati sekali!? Sampai di tingkat yang menakutkan!

“Tapi, benar juga ya. Laki-laki yang pernah melihat tubuh telanjangku hanya Sirzechs dan kau saja.”

…Cuma Maou dan aku saja…? I-itu adalah hal yang sangat disyukuri, atau malah sangat tidak sopan, ya….

Di tengah perasaan yang rumit itu, pemandian campur bersama Grayfia-san perlahan mulai terasa menyenangkan, hingga mendadak pintu pemandian terbuka lebar.

Saat aku mengarahkan pandangan ke sana—di sana berdiri sosok tercinta berambut crimsooooon!

Rias, Asia, Akeno-san, Koneko-chan, Xenovia, Irina, Rossweisse-san, Ravel, bahkan sampai Ophis! Seluruh jajaran wanita hadir secara lengkap dalam keadaan telanjang bulat di pemandian campurrrrrr!

Rias memastikan keberadaanku dan—Grayfia-san yang sedang merapatkan tubuh padaku!

“Ise. …dan, Onee-sama!?”

Melihat situasiku dan Grayfia-san, Rias terkejut dan seluruh tubuhnya gemetaran. Grayfia-san menatapku dan Rias secara bergantian, lalu dengan senyuman penuh arti dia berkata kepada adik iparnya.

“Ara, Rias. Tidak boleh mengeluarkan suara keras di pemandian, lho.”

“…Saat kami semua pergi ke kamar laki-laki untuk mengajak Ise ke pemandian campur, Ise tidak ada…. Saat mencoba datang ke sini kalau-kalau dia ada di sini… i-ini sebenarnya ada apa…?”

Rias bertanya kepada kami sambil gemetaran. Ekspresi wajahnya terlihat makin lama makin mendung…! Aku berniat membuat alasan, tapi—

Plok, sentuhan kelembutan tubuh wanita menghantamku! G-G-Grayfia-san malah memelukkuuuuu!

Yang benar saja! Situasi yang tidak masuk akal sedang tercipta!? Aku sedang dipeluk oleh Grayfia-san yang tanpa busana! Sensasi di mana oppai berkapasitas besar ditekan ke punggungku hingga melebar!

Sentuhan kenyal kelas atas menyalur ke punggungku, ini… luar biasa! Rasanya ini bisa menghilangkan rasa lelah tubuh melebihi khasiat onsen mana pun!

“Bagaimana kalau kukatakan ini adalah bersentuhan saat mandi bersama adik iparku?”

Grayfia-san mengutarakannya kepada Rias seolah sedang menggoda!

Saat Rias menerima perkataan itu, dia menjatuhkan handuknya lalu menggelengkan kepala tanda tidak mau!

“…Dicuri… Ise-ku… dicuri oleh Onee-sama….”

Sambil menggumamkan hal yang biasa dikatakan anak kecil yang sedang merajuk, mata Rias mulai berkaca-kaca!

“…Kalau lawannya adalah Grayfia-san, tidak ada peluang menang sama sekali…!”

Ekspresi wajah Asia pun ikut gelap!

“Ini baru yang dinamakan perselingkuhan sejati, ya… Grayfia-sama, sungguh luar biasa….”

Akeno-san langsung terduduk lemas di tempat! Matanya berubah menjadi hampa!

“Ise merebut istri Maou! Tidak, apakah istri Maou yang merebut Ise dari Buchou? Bagaimanapun juga ini luar biasa.”

“Ya, ya! Ini sih benar-benar insiden besar!”

Orang yang memperhatikan dengan penuh rasa kagum adalah Xenovia dan Irina!

“…Jalan untuk mendapatkan Ise-senpai terlalu terjal.”

“…Belakangan ini, aku merasa Ise-sama terasa makin jauh.”

Koneko-chan dan Ravel memperlihatkan pandangan mata yang jauh!?

“Aku telah melihat kejadian yang luar biasa. Tidak salah kalau disebut perjalanan perselingkuhan.”

Kau bicara apa sih, Rossweisse-san!?

“Aku, berenang.”

Entah sejak kapan, Ophis sang Dewa Naga-sama malah sedang berenang di onsen! Anak baik tidak boleh berenang di onsen, lho!

Dengan tatapan mata seperti orang yang telah membulatkan tekad, Rias berjalan menuju ke arah sini dengan langkah yang sempoyongan dan tidak stabil.

“…Aku akan mengalahkan Onee-sama lalu merebut kembali Ise! Kita mengalahkannya dengan mempertaruhkan nyawa, Akeno!”

Rias membuat deklarasi bagaikan pasukan bunuh diri, lalu mengumpulkan kekuatan iblis merah di tangannya!

“Benar. Meskipun lawannya adalah Grayfia-sama, kali ini kita tidak boleh mundur! Rias, mari kita rebut dia kembali!”

Akeno-san juga mengalirkan listrik di tangannya!

“Menarik sekali. Fufufu.”

Sambil tetap memelukku, Grayfia-san memperlihatkan senyuman percaya diri dan menyelimuti dirinya dengan aura!

“T-tunggu sebentar! Dengarkan dulu alasanku—”

Aku tidak sempat menyampaikan apa pun, dan berakhir terseret ke dalam pertengkaran antarwanita yang terhampar di pemandian campur—.

Pada saat itu, tanpa mengetahui kejadian yang sedang berlangsung di pemandian campur, Azazel-sensei kabarnya sedang menikmati pemandian terbuka di pemandian laki-laki sambil minum sake hingga segar.

Pada akhirnya, orang yang paling menikmati perjalanan rekreasi ini adalah malaikat jatuh si pengemudi ugal-ugalan itu.

 

Keesokan harinya, terkuaklah fakta bahwa Grayfia-san saat itu sedang mabuk akibat sake yang diminumnya sewaktu makan malam.

“Soal tingkah Grayfia agak aneh? Dia memang minum sedikit waktu makan malam, sih. Aku pernah mendengar dari Sirzechs, kalau sudah kemasukan sake, dia memang bakal jadi sedikit usil, lho.”

Begitulah kata Azazel-sensei. …A-Apakah yang seperti itu cuma “sedikit usil”? Meskipun sedang kemasukan sake, aku tetap tidak tahu sejauh mana dia serius…. Semuanya? Atau cuma sedikit?

Tapi, karena itu pertama kalinya aku berbicara sejauh itu dengan Grayfia-san, sudah pasti rasanya sangat segar dan bermakna.

Begitu fajar menyingsing, Grayfia-san langsung pulang kembali. Dia benar-benar orang yang sangat sibuk.

Ta-tapi, itu adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Terutama kalau mengingat oppai itu… Gufufu!

[……]

Saat aku sedang mengenang hal tersebut, dimulai dari Rias, sebagian besar jajaran wanita menggembungkan pipi mereka dengan raut wajah tidak senang. Dengan perasaan takut-takut aku pun bertanya.

“A-anu, semuanya…? Kenapa kalian kelihatan tidak senang…?”

[Tidak tahu!]

Secara serentak mereka membalas begitu! Kiba menepuk bahu aku sambil tersenyum pahit.

“Mulai dari sekarang, sepertinya kau harus mengambil hati mereka untuk sementara waktu, deh?”

Yang benar saja! Seperti dugaanku, ternyata berendam di pemandian campur bersama Grayfia-san itu memang tidak boleh, ya!? Iya juga sih! …Mau dengan Grayfia-san atau yang lainnya, cara respons aku terhadap wanita sepertinya masih terlalu polos.

Jalan menuju Raja Harem masih sangat jauh…!

Post a Comment

0 Comments