High School D×D EX Bab Terakhir

High School D×D EX

Bab Terakhir. Dan, Menuju Hari Esok

Pertarungan sengit antara kami melawan Loki yang menyerang dari masa depan—. Pertempuran udara berskala besar ini telah berlalu lebih dari belasan menit.

“Hut…!”

Tombak bermata tiga milikku menembus sihir pertahanan yang dibentangkan Loki, bahkan menghancurkan armor miliknya.

[……Kuh!]

Loki meringis kesakitan. Meski Loki telah menjadikan Fenrir baru yang lahir dari teknologi makhluk mekanis dunia lain—UL sebagai zirahnya sendiri…. Aku yang mengenakan armor pelat seluruh tubuh sekali pakai hasil dari Balance Breaker buatan ciptaan Sacred Gear buatan—Balance Adjust, berhasil menghancurkan armor barunya yang amat dia banggakan itu berkali-kali. Yah, walau tiap kali dihancurkan dia selalu membentuk ulang armornya.

Namun, bukan berarti pihak kami unggul secara mutlak. Bagaimanapun juga, dia adalah dewa jahat yang menyatu dengan Fenrir versi modifikasi—monster legendaris. Kekuatannya luar biasa dahsyat. Bahkan hanya dari gelombang pancaran auranya saja sanggup membelah laut dan meratakan gunung di sekitarnya. Jika menggunakan sihir, kobaran api membara menari-nari menutupi seluruh langit malam, dan membekukan permukaan laut dalam jangkauan yang sangat luas. Bahkan dengan mengandalkan kekuatan Disaster Typhon Beast Another Armor milikku yang telah mengikat kontrak dengan Typhon, sang Raja para Monster, aku tak bisa mengendalikannya sepenuhnya.

Namun—.

“Hah!”

“Oryaaa!”

Ex yang berhasil mendekati bagian belakang Loki melayangkan satu tebasan! Seakan mendukung tebasan itu, Dragon Shot ekstra besar milik Ise ditembakkan dengan telak.

[U-ughhh! Bocah-bocah tak tahu diri! Berkali-kali terus…!]

Meski menerima tebasan Ex, Loki masih mampu menghempaskan pemuda berambut crimson itu dengan auranya. Dan meski menerima Dragon Shot secara telak, dia bisa segera memperbaiki posisinya kembali. Anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib dan anak-anak dari masa depan berkumpul mengepung Loki. Sebuah formasi seolah hendak menebasnya begitu ada celah sedikit saja.

Berkat adanya Ise dan yang lainnya, serta anak-anak mereka, aku bisa mengerahkan kekuatan Sacred Gear buatanku tanpa keraguan. Ya, karena aku bisa memfokuskan kekuatan yang kupinjam dari Typhon khusus untuk serangan, aku berhasil mendesak Loki secara bertahap. Taktik di mana aku bertarung dengannya, lalu saat tercipta celah Ise dan yang lain menyerang, kemudian disusul oleh seranganku lagi, secara pasti berhasil mengikis kekuatan tempur Loki. Taktik sederhana, namun karena musuh bertarung seorang diri, efeknya sangat luar biasa.

Loki telah berkali-kali merekonstruksi armornya setelah dikoyak oleh trisulaku, tetapi… kecepatan pemulihan armornya perlahan-lahan mulai melambat, dan dia sendiri mulai terengah-engah. Walaupun kekuatan sihir Loki layak disebut sebagai milik seorang dewa, mempertahankan kekuatan Metal Fenrir yang sangat ganas itu sambil terus merekonstruksinya berkali-kali pasti menghabiskan energi yang tidak sedikit. Terlebih lagi, dia melancarkan sihir kuat secara bertubi-tubi. Setinggi apa pun tingkatan seorang dewa, batas kemampuannya mulai terlihat.

Anak-anak Ise, mungkin karena sudah terbiasa bertarung melawan sekelas dewa di masa depan, terlihat sangat mahir dalam taktik mengikis kekuatan tempur dan membuat musuh kelelahan. Orangtua mereka, Ise dan yang lainnya, pernah bertarung melawan Loki, sehingga mereka bisa mengimbangi serangan dewa jahat tersebut. Yang paling mengagumkan, meskipun ini pertama kalinya, koordinasi serangan antara anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib dan anak-anak mereka terjalin dengan sangat baik, membuat situasi pertempuran makin menguntungkan. Walau tidak tahu rincian masalahnya, fakta bahwa mereka bisa langsung bekerja sama menunjukkan ikatan orangtua dan anak yang tak kasatmata. Bahkan di tengah pertempuran, ada banyak momen yang membuatku terkagum-kagum.

[…Kalian mau menghalangi Loki ini sampai sejauh mana…?! Di era itu maupun di era ini, kenapa kalian selalu menghalangi kehendakku…?! Akibat terhubung dengan golongan lain, Asgard menjadi bengkok, mitologi Norse, dan bahkan dosa seluruh ras dewa…! Aku sendiri yang akan menghakimi mereka dengan membangkitkan Ragnarök! Aku pasti bisa menghakimi mereka!]

Loki berteriak penuh amarah. Kekesalan Loki terlihat jelas dari gejolak aura yang menyelimuti tubuhnya. Aura jahat yang mengerikan berguncang hebat.

Aku menghela napas prihatin.

“Bicara apa kau. Untuk alasan itu, kau malah meminjam kekuatan dari tempat yang sama sekali tidak ada hubungannya. Kalau berupa mesin, tidak masalah begitu?”

Dulu, saat dia muncul di hadapan kami, dia mengkhawatirkan Odin yang berhubungan dengan golongan lain, lalu menyerang dari sudut pandangnya sebagai Trickster jahat dari mitologi Norse. Saat itu, dia beraksi layaknya dewa jahat yang memiliki ‘keadilan’ tersendiri. Namun, Loki di hadapanku saat ini hampir tidak memperlihatkan hal itu. Seluruh tubuhnya terus memancarkan sesuatu yang mirip dengan dendam kesumat.

Apakah setelah dikalahkan oleh kami, dia dikurung di penjara selama belasan tahun hingga nilai-nilai kehidupannya hancur? Atau dia telah tertelan oleh teknologi dan pemikiran dari dunia lain? …Kemungkinan besar, kedua faktor itu terkocok dan bercampur aduk bersama otaknya. Karena itulah dia menyerap teknologi UL sambil melompati waktu—terbang ke era ini. Loki yang asli tidak akan pernah terpikir untuk menyerap sesuatu di luar mitologi Norse.

Yah, memikirkan masa transisi pemikirannya saat ini tidak ada gunanya. Pertama-tama, mari tangkap dia dan minta petunjuk tentang cara melepaskan kutukan yang menimpa Asia masa depan.

Saat aku mengangkat tangan untuk memberi aba-aba kepada anggota tempur agar menghabisi Loki seketika—.

Pelindung kokoh yang kubentangkan di area ini mulai retak di salah satu sudutnya. Retakan menyerupai celah tercipta di udara, melebar, dan menjadi sebuah lubang. Dari sana, sosok UL tipe humanoid—salah satu dari Invade Fanatics berbadan biru, Ruma Ydora, muncul!

Ruma Ydora mengamati situasi di sekitar kami, lalu mata di visor-nya menyala.

[…Sepertinya di sini pun mengalami kesulitan yang berarti.]

Dia bergumam dengan suara mekanisnya.

…Bisa menerobos pelindung yang kubuat, ya. Apakah ini teknologi dunia lain, atau karakteristik dirinya sendiri? —Tunggu, si bajingan Ruma Ydora itu, seluruh tubuhnya hancur babak belur! Berbagai bagian tubuhnya rusak dan memercikkan bunga api.

Seharusnya dia bertarung melawan Gasper dari masa depan, tapi… tingkat kerusakannya pasti akibat perbuatan Gasper. Kemunculannya di sini… apakah masuk akal jika diartikan dia melarikan diri? Aku tidak berpikir Gasper dengan aura anehnya itu bisa kalah. Lagi pula, ada dua putri Ise yang menemaninya.

Saat aku sedang menduga-duga, sebuah lingkaran sihir teleportasi terbentang di udara. Dari sana, Gasper, putri Ravel—Robertina, dan putri Rossweisse—Helmwige, muncul menyusulnya. Tentu saja, agar tidak ketahuan oleh Ise dan yang lainnya, ketiganya mengenakan topeng.

Gasper turun mendekatiku. Aku berkata dengan nada sindiran.

“Bahkan sampai membuatmu kerepotan?”

Meski dia salah satu dari Invade Fanatics, aku berpikir Gasper yang telah menjadi makhluk transendental tidak akan kesulitan melawannya…. Karena itu, mustahil dia cuma sekadar melarikan diri.

Gasper menjawab, “…Aku minta maaf. Sepertinya tubuh utama bajingan itu sendiri yang datang.”

Tubuh utama? Aku diselimuti rasa penasaran, tapi… Ruma Ydora mendarat di samping Loki.

[…Loki-dono, kita akan mengaktifkan rencana yang satunya.]

Mendengar perkataan Ruma Ydora, Loki melepas topeng armornya dan memperlihatkan wajah aslinya. Ekspresinya membentuk senyuman gila.

[—Rencana itu, kah? …Fufufu, yah, kalau sudah begini itu juga boleh dicoba. Hanya masalah perbedaan apakah orang-orang ini akan hancur lebih cepat atau lebih lambat.]

Segera setelah Loki berkata demikian, mata visor Ruma Ydora memancarkan cahaya aneh.

—Seketika, retakan kembali menjalar di langit! Namun kali ini, celah ruangnya sangat raksasa, sama sekali tak sebanding dengan saat Ruma Ydora muncul tadi!

Dari lubang ruang yang terbuka lebar, sebuah objek dengan skala di luar bayangan menampakkan wujudnya! Yang perlahan-lahan melintasi celah raksasa itu adalah—sebuah kapal perang berwarna biru! Kapal perang yang terbang di udara! Bagian haluannya tajam menyerupai paruh burung, dan pada badan kapalnya tergambar lambang pasukan atau simbol penguasa yang tampak mengerikan.

Akhirnya seluruh wujudnya terlihat di wilayah udara ini… sebuah kapal perang terbang yang panjangnya setidaknya tiga ratus meter! Ini sih benar-benar monster yang mengerikan…!

“A-apa-apaan ini semuaaaa?!”

Kedatangan kapal perang terbang yang tak terduga membuat Ise berteriak kaget. Aku juga ingin berteriak kaget, tapi… apakah ini yang dimaksud Gasper sebagai tubuh utama Ruma Ydora? Saat kualihkan pandanganku ke Gasper, dia mengangguk tanpa suara.

“Berapa kali pun aku menghancurkan bentuk humanoid-nya, UL yang sama selalu berpindah tempat. Seharusnya aku menyadarinya sejak saat itu. Di antara para petinggi UL, ada beberapa yang memiliki tubuh utama raksasa sebagai inti, dan biasanya beraktivitas menggunakan beberapa tubuh pembagi berukuran humanoid. Aku baru tahu kali ini kalau Ruma Ydora adalah salah satunya…. Ini adalah kekurangan informasi dari pihak kami.”

Berarti Ruma Ydora adalah makhluk hidup mekanis yang tubuh utamanya adalah kapal perang itu….

Ruma Ydora berkata pada Gasper.

[Maaf saja, wahai Aeon Tycoon-dono. Selama tubuh utamaku tidak dihancurkan, tubuh ini akan terus dipasok dari kapal itu sebanyak apa pun. Jika ingin mengalahkanku, lenyapkan saja tubuh utamaku.]

Ruma Ydora kemudian mengangkat tangannya. Menanggapi hal itu, kapal perang terbang raksasa—tubuh utamanya mulai mengalami perubahan. Haluan kapal yang menyerupai paruh burung mulai mekar seperti bunga yang bermekaran!

Yang ada di balik haluan kapal yang mekar itu adalah—moncong meriam yang luar biasa besar!

Di hadapan moncong meriam itu, Ruma Ydora berkata dengan lantang.

[Satu tembakan dari tubuh utamaku sanggup menembus dimensi dan ruang-waktu untuk menghancurkan target. —Di tempat ini, selama sumber daya energi masih ada, mari kita lepaskan tembakan meriam ke setiap peristiwa di masa lalu!]

—! B-Bajingan itu, apa yang sedang dia rencanakan?! Melepaskan tembakan meriam yang menembus ruang dan waktu ke sejarah masa lalu?! Mungkin, tidak, pasti dia berniat menembak tidak hanya peristiwa mitologi, tapi juga sejarah manusia! Jika itu terjadi… entah berapa banyak garis dunia baru yang akan tercipta! Mengintervensi peristiwa mitologi masa lalu saja sudah berbahaya, apalagi jika sampai mencampuri sejarah manusia, bisa gawat luar biasa!

Sementara hal itu terjadi, moncong meriam raksasa mulai bergerak dan energi mulai terkumpul!

Aku berteriak kepada semuanya.

“Kalian semua! Kalau kita tidak menghentikannya… seluruh dunia akan diselimuti kegelapan! Hentikan benda itu sekaraaang!”

[Baik!]

Semuanya pasti merasakan ketakutan dari pergerakan kapal perang itu. Mendengar perintahku, mereka langsung melesat maju. Aku dan Gasper ikut menyusul Ise dan yang lainnya.

Namun, dari badan kapal perang terbang itu, beberapa makhluk mekanis humanoid yang identik dengan Ruma Ydora ditembakkan keluar! Jika masing-masing dari mereka sekelas Ruma Ydora atau Galvardan, menghadapi mereka saja sudah membuat kami kewalahan!

Kenyataannya, akibat tembakan meriam dan senjata kendali jarak jauh yang dilepaskan oleh tubuh-tubuh pembagi Ruma Ydora, Ise dan anak-anak harus bertarung secara serius, hingga tak ada ruang sedikit pun untuk mendekati kapal perang tersebut.

Dengan mengenakan armor Typhon, aku masih bisa mengatasi tubuh-tubuh pembagi ini, tapi… Sacred Gear buatanku ini tidak memiliki energi tanpa batas. Jika keseimbangan fisik dan mentalku runtuh, zirahnya akan langsung terlepas. Menahan Raja para Monster di dalam Sacred Gear ternyata jauh lebih berat dari dugaan.

Ex dan Airi menghindar dari tembakan meriam, menembak jatuh serangan jarak jauh, lalu berteriak.

“Sial! Kalau benda itu sampai menembak, sejarah bakal kacau!”

“Jangan bercanda! Setelah sampai di sini, masa depan era kita malah makin kacau tak menentu…!”

Ise, Xenovia, Irina, dan Kiba juga kesulitan menghadapi tubuh-tubuh pembagi Ruma Ydora.

“Aku tidak begitu paham, tapi aku tahu kalau benda itu ditembakkan bakal gawat!”

“Ya, kita harus menghancurkan kapal perang itu, tapi….”

 “Robot-robot ini kuat sekali!”

“…Kalau begini, sebelum kita sampai di kapal perang, tembakannya sudah dilepaskan duluan!”

Ise dan anak-anak berjuang sekuat tenaga, tapi—.

[Hahaha! Kelompok Sekiryuutei! Aku tidak akan membiarkan kalian mengganggu tembakan itu!]

Dalam situasi ini, Loki malah kembali bertenaga dan ikut bergabung ke garis depan!

Kuh! Kalau ada armor Typhon dan kekuatan transendental milik Gasper, asalkan ada waktu, kami pasti bisa menghancurkan tubuh-tubuh pembagi Ruma Ydora ini. Tapi kami tidak akan sempat sebelum tembakan meriam itu dilepaskan! Kalau begitu, aku harus melepaskan seluruh pembatas Counter Balance milikku dan melancarkan satu serangan dahsyat ke kapal perang itu!

Saat aku meneguhkan tekadku, situasi terburuk justru makin memburuk.

—Pelindung biru yang tampak kokoh mulai menyelimuti kapal perang terbang itu!

Sialan! Mereka bahkan memasang pelindung! Yah, kapal perang sebesar itu wajar saja kalau punya satu atau dua pelindung!

Tapi, nekat menggunakan pelepasan penuh Counter Balance adalah satu-satunya cara! Jika tidak, sejarah dan masa depan akan—.

Saat aku hendak melepas batas armor Typhon, mendadak aku merasakan seluruh area ini diselimuti oleh medan kekuatan yang sangat kuat. Saat kulihat, Ise dan orang-orang dari era ini semuanya terhenti waktunya secara bersamaan, membeku di tempat. Yang masih bisa bergerak, selain aku, hanyalah anak-anak Ise dan orang-orang dari masa depan.

Saat kupandangkan mataku ke arah Gasper, dia diselimuti aura yang amat dahsyat, dengan kedua mata merahnya yang menyala terang. Apakah Gasper yang menghentikan waktu?

Gerakan moncong meriam kapal perang itu juga terhenti… namun Loki dan Ruma Ydora masih bisa bergerak!

[Apa ini?]

[Apakah ini hentian waktu milik Gasper Balor?]

Sepertinya mereka berdua menyadari perubahan situasi ini.

Di antara mereka yang bisa bergerak dan yang terhenti, Gasper tersenyum kecut.

“…Sepertinya dia sudah tiba. Azazel-sensei, ‘penanganan’ kami telah datang.”

Saat kuikuti arah pandangan Gasper—sebuah lingkaran sihir teleportasi khusus terbentang di udara. Ukiran menyerupai jarum jam mulai berputar kencang secara berlawanan arah.

Yang muncul dari lingkaran sihir teleportasi itu adalah—seorang gadis berambut pirang. Kedua mata merah dan atmosfer uniknya memancarkan aura vampir yang mirip dengan Gasper.

Gadis vampir itu mengangkat ujung roknya, lalu memberi salam.

“Selamat siang, Semuanya. Aku adalah putri dari Hyoudou Ise, Ernestine.”

Setelah memberi salam, gadis itu tersenyum manis, lalu berkata, “—Aku telah membawa Ayah.”

Seketika, sebuah lingkaran sihir teleportasi berukuran sangat raksasa muncul di belakang gadis itu. Ukiran pada lingkaran sihir itu adalah—Gremory! Yang merayap keluar dari sana adalah seekor naga raksasa yang panjangnya mencapai seratus meter! Warna sisiknya adalah crimson—.

Melihat pemandangan itu, suara mekanis Ruma Ydora bergetar.

[……! Sekiryuutei, Hyoudou Issei!]

Loki pun tampak gemetar ketakutan dari lubuk hatinya melihat kemunculan naga crimson raksasa itu.

[Ugh! T-tunggu, dia mengejar sampai ke sini…?!]

Naga raksasa yang muncul dari lingkaran sihir itu membuka mulutnya yang lebar, lalu meraung hebat!

<<OPPAIIIIIIIIIIIII!!>>

……

…I-Ise!? Itu Ise, 'kan!? Begitu mendengar raungan cabul yang sangat tidak jelas itu, aku langsung tahu dalam sekali dengar kalau itu Ise! Kalau ada naga yang mengeluarkan raungan sebodoh itu, tidak mungkin ada orang lain selain Ise!

 Begitulah aku mengenali sosoknya hanya dari raungannya!

Gasper berkata kepada gadis vampir itu—Ernestine.

“Ernestine, kau memang murid nomor satuku. Garis keturunan keluarga Karnstein memang bukan sekadar pajangan, ya.”

“Baik, Vladi-sensei. Aku telah berhasil membawa Otou-sama ke tempat ini dengan selamat.”

Naga raksasa—Ise dari masa depan, berkata kepada Gasper.

<<Gya-suke, padahal ada kau yang mendampingi, tapi kau kelihatan cukup kerepotan, ya? Apa anak-anakku membuat masalah lagi?>>

“Tidak, ini semata-mata karena ketidakmampuanku sendiri.”

Meski dia adalah sebuah makhluk hidup mekanis, terlihat jelas seluruh tubuh Ruma Ydora berguncang hebat karena ketakutan.

[Kenapa Sekiryuutei bisa ada di sini? Jika sesuai dengan rencana kami, seharusnya dia sedang melakukan perang total melawan tuanku…!]

Ernestine terkekeh pelan.

“Maksudmu Rezzo Roado? Otou-sama baru saja bertarung melawan orang itu, lho?”

Naga raksasa—Ise, menjepit sebuah lengan mekanis dengan jarinya yang besar.

“—Meskipun dia melarikan diri dan cuma menyisakan lengannya ini.”

Mendengar perkataan Ernestine, Ruma Ydora tampak bungkam tak bisa berkata-kata.

[……! Memotong lengan darinya yang mengagungkan kekuatan bak dewa, salah satu dari Tujuh Bintang…?! Dasar monster crimson…!]

Mendengar ucapan Ruma Ydora, sudut mulut sang Naga Ise tersenyum menyeringai.

<<Ah, aku memang sering dikatai begitu. Sisanya tinggal membereskan kalian, Loki, Ruma Ydora.>>

Namun, seketika ekspresi dan auranya berubah drastis diselimuti oleh kemurkaan. Aura dengan bobot dan tekanan yang luar biasa hingga terasa sanggup membuat gila, mendominasi seluruh area ini dengan dahsyat.

<<—Kalian telah menyentuh Asia. Mau dewa atau apa pun, mana mungkin kuampuni…!>>

Di sana berdirilah sang Kaisar Naga Crimson yang memancarkan rasa percaya diri mutlak dan kekuatan tak tertandingi—.

Rupanya, Ise tidak bisa datang ke tempat Asia yang terkena kutukan karena dia harus berhadapan dengan bos besar mereka. Bertarung melawan sosok yang bisa dikatakan sebagai sumber masalah utama, benar-benar sangat mencerminkan dirinya!

[Bergeraklahhhhhhh!]

Saat Ruma Ydora memancarkan cahaya dari seluruh tubuhnya untuk melepaskan kekuatannya, menanggapi hal itu, kapal perang—tubuh utamanya yang seharusnya terhenti justru mulai bergerak! Apakah dia berhasil menembus kemampuan Gasper secara paksa dengan mengandalkan kekuatan? Bagaimanapun juga, dia adalah yang terkuat di antara Invade Fanatics milik Rezzo Roado, salah satu Tujuh Bintang Rahu.

Moncong meriamnya kembali bergemuruh dan mulai mengisi ulang energi—.

Namun, bagian perut Naga Ise menggelembung besar. Di saat berikutnya, bola api raksasa dalam skala yang tak masuk akal disemburkan dari mulutnya, melesat dan menghantam tepat ke moncong meriam kapal perang itu! Pelindung yang melindungi badan kapal sama sekali tak berkutik dan langsung hancur berkeping-keping.

Ledakan dahsyat menutupi seluruh langit! Gelombang kejutnya membuat permukaan laut bergolak hebat dan pepohonan di gunung terdekat ikut tumbang tersapu angin.

Saat asap ledakan mereda—terlihatlah wujud kapal perang yang telah hancur separuh, tubuh utama Ruma Ydora. Asap membumbung dari berbagai bagian kapal, dan badan kapalnya perlahan-lahan kehilangan ketinggian. Fungsinya berada di ambang batas kemacetan total. Itu adalah satu tembakan api luar biasa yang mengandung aura sangat pekat. Tembakan setingkat itu bukanlah sesuatu yang bisa ditahan begitu saja bahkan oleh kelas dewa sekalipun.

Melihat hasil ini, Ruma Ydora bergumam.

[……Loki-dono, berhadapan dengan orang-orang ini sangat tidak menguntungkan bagi kita. Untuk sementara, kita harus mundur—]

Sebelum dia selesai berbicara, tali-tali cahaya mengikat erat seluruh tubuh Ruma Ydora—termasuk badan kapal dari tubuh utamanya.

Tali cahaya itu adalah formula sihir yang telah kuaktifkan.

[—Ini!?]

Kepada Ruma Ydora yang terkejut dan tak sanggup memberikan perlawanan sedikit pun, aku berkata, “Ini adalah pelindung pengekang khusus untuk kalian. Menurutmu sudah berapa kali aku membentangkan pelindung di medan tempur saat melawan kalian?”

Mendengar perkataanku, Ruma Ydora seolah menyadari sesuatu.

[…Kau menganalisis dan menyusun formula sihir untuk menangkap kami sembari bertarung, ya. …Pantas saja anak-anak Sekiryuutei mengandalkanmu hingga jauh-jauh datang ke era ini.]

Ya, dalam setiap pertempuran melawan UL ini, aku selalu membentangkan pelindung. Selain bertujuan untuk mencegah kehancuran di sekitar, di saat yang sama aku juga mencari cara mengantisipasi dan menangani serangan-serangan mereka. Dari informasi yang tersisa di pelindung, aku telah merancang berbagai hal. Tali cahaya ini adalah salah satunya. Berkat efek armor Typhon milikku, aku bahkan bisa mengekang seluruh kapal perang itu secara utuh.

Anak-anak Ise berkumpul di sekeliling Ruma Ydora. Mereka semua memancarkan semangat bertarung yang membara, siap menghancurkan kapal perang yang merupakan tubuh utamanya jika Ruma Ydora menunjukkan pergerakan mencurigakan sedikit saja.

[Kuh! Setidaknya aku harus—]

Menilai situasi pertempuran sudah pasti berujung kekalahan, Loki berniat melarikan diri dari tempat ini!

Namun, seakan sudah mengantisipasinya, Ex dan Airi telah bersiap menghadangnya.

Scarlet Blade milik Ex yang diselimuti aura pemusnah luar biasa diayunkan turun dengan kecepatan tinggi! Armor Loki, mungkin karena dia sendiri sudah kelelahan dan menerima serangan itu tepat dari depan, hancur berkeping-keping akibat satu tebasan Ex.

“Ini pembalasan untuk Asia-kaasan. —Kaupikir kami akan membiarkanmu pergi begitu saja?”

Ucapan Ex dipenuhi dengan kemarahan. Sikapnya itu benar-benar menunjukkan bahwa dia adalah putra Ise.

Gasper berkata kepada Loki dan Ruma Ydora.

“Tahukah kalian mengapa aku tidak menghentikan waktu kalian berdua? Karena aku ingin kalian memelajarinya langsung dengan tubuh kalian sendiri.”

Selanjutnya, Airi melesat menerjang Loki yang sudah tidak berzirah. Di belakang Airi, terbayang siluet seekor naga—aura Fafnir dari masa depan yang membara oleh kemarahan tampak bergejolak hebat.

“Kau sudah macam-macam dengan Okaa-san!”

[Kau sudah macam-macam dengan Asia-tan!]

“[Kami tidak akan pernah memaafkanmu!]”

Airi dan Fafnir menyatukan suara dan kemarahan mereka, lalu menghantamkan tinju yang sarat dengan aura dan seluruh emosi mereka tepat ke perut Loki secara tajam dan mendalam.

Pukulan itu benar-benar menunjukkan bahwa dia adalah putri Ise.

Dampak pukulan yang luar biasa dahsyat itu menyebar ke seluruh wilayah udara ini—.

Tubuh Loki membungkuk memegangi perutnya di udara. Meski dia seorang dewa jahat, pukulan tadi jelas tidak akan membuatnya baik-baik saja.

[…M-mustahil…!]

Hanya ucapan itu yang tersisa sebelum Loki jatuh terempas ke dalam laut.

Melihat Ruma Ydora yang terkekang dan Loki yang terapung di permukaan laut, Gasper mengungkapkan arti sebenarnya dari perkataannya tadi.

“Dewa Jahat Loki, dan UL dari dunia lain. —Saat kalian menyentuh budak-budak Gremory dan keluarga Sekiryuutei, kalian sudah kalah. Siapa pun yang menginjak-injak kedamaian kami, tidak akan pernah kami ampuni.”

Seperti kata-katanya, mereka yang melukai orang-orang berharga milik mereka—pasti akan dikejar bahkan sampai ke era ini, lalu dihajar sampai babak belur.

Di era mana pun, selalu ada hal-hal yang tidak boleh disentuh sama sekali, tahu? Wahai Loki dari masa depan, dan wahai makhluk hidup mekanis dari dunia lain—UL.

 

Pertempuran telah berakhir, dan kami semua menarik napas lega. Aku juga segera melepas armorku. Nanti, mungkin aku harus memberikan barang hadiah kepada Typhon. …Yah, tampaknya permintaannya bukan sesuatu yang berlebihan.

Aku dan rombongan yang datang dari masa depan meninggalkan orang-orang dari era ini dan berpindah ke daerah pegunungan yang jauh.

Para anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib dari era ini, termasuk Ise, masih pingsan bahkan setelah penghentian waktu diangkat. Karena akan berbahaya jika mereka melihat lebih dari ini, aku membuat mereka kehilangan kesadaran. Saat ini, mereka sedang tidur dengan nyenyak bersama-sama di pantai tempat bertarung tadi. Meski terdengar kejam memperlakukan mereka seperti ini setelah berjuang bersama, tapi ini semua demi masa depan. Maaf ya, kalian semua.

Anak-anak Ise yang lain—Kurenai, Shirayuki, dan Kurobara juga bergabung, sehingga seluruh anggota dari masa depan berkumpul di satu tempat. Melihat sepuluh orang anak yang berkunjung dari masa depan berkumpul seperti ini benar-benar pemandangan yang luar biasa.

—Lalu, aku berkata kepada mantan muridku dari masa depan yang melayang di udara, Ise yang telah menjadi naga raksasa.

“Kau sudah banyak berubah, ya.”

<<Hahaha, bentuk ini lebih cocok untuk berpindah tempat secara besar-besaran.>>

Ise masa depan tertawa dengan terbahak-bahak. Meski wujudnya adalah naga dari tiga puluh tahun kemudian, cara tertawanya masih sama persis seperti dirinya yang sekarang. Sebenarnya aku ingin melihat wujud aslimu saat sudah dewasa… tapi mungkin itu terlalu berlebihan. Melihat wujud naga raksasamu saja sudah membuatku puas untuk saat ini.

Robertina dan Helmwige, yang dengan cepat menganalisis Loki yang berhasil ditangkap (dalam keadaan pingsan), berbicara dengan suara gembira.

“Otou-sama, analisis terhadap Loki sudah hampir selesai seluruhnya.”

“—Penawaran kutukan yang mengenai Asia-okaasan sepertinya hanya tinggal masalah waktu saja!”

—! Ooh, jadi sudah berhasil menggali informasi dari Loki sampai sejauh itu! Kalau begitu, sisanya tinggal membuat Loki yang ditangkap itu membuka mulutnya.

Mendengar laporan ini, Zen dan Shin meneteskan air mata.

“Syukurlah…!”

“Ugh, tidak sia-sia kita berjuang sampai sejauh ini.”

Kurobara dan Shirayuki juga saling berpelukan sambil menangis tersedu-sedu.

Nyaaaaaaan! Syukurlah, nyaaa!”

“…Emm! Syukurlah!”

Airi menyunggingkan senyuman meski air matanya menetes pelan.

“…Kalau Okaa-san sudah terbangun, aku harus membuatkan bubur resep turun-temurun keluarga Hyoudou untuknya.”

Putra sulung, Kurenai, merangkul bahu Ex yang berdiri agak jauh sambil memunggungi mereka.

“Baguslah kita datang, 'kan?”

“……Emm.”

Suara Ex bergetar karena air mata. Dia pasti meneteskan air mata sukacita dan kelegaan. Dia hanya tidak ingin memperlihatkan hal itu kepada saudara-saudaranya yang lain. Pendekar berambut crimson yang selalu bersikap tegar dan bertarung dengan berani ini, ternyata masih seorang pemuda di usia yang ingin bermanja-manja pada keluarganya.

Gasper yang mengawasi pemandangan hangat tersebut dengan senyuman berkata, “Sisanya, aku tinggal membereskan sisanya di era ini, dan semuanya akan selesai.”

Begitu ya, Gasper yang menguasai waktu akan tetap berada di era ini untuk menghapus jejak-jejak UL dan anak-anak Ise.

Sebenarnya, ingatan Ise dan yang lainnya yang ditinggalkan di pantai pasir sudah diubah olehku dan Gasper. Dalam ingatan mereka, mereka bertarung bersama sekelompok agen misterius yang disiapkan oleh Grigori untuk mengalahkan monster senjata kuno. Sayang sekali, tapi pertemuan mereka dengan anak-anak mereka harus ditunda sebagai kejutan belasan tahun yang akan datang.

Sisanya adalah mengubah ingatan orang-orang yang terlibat dalam insiden ini, termasuk Rias. Untuk hal itu, aku juga berniat untuk membantu.

Sebagai catatan, Ruma Ydora yang ditangkap sudah dikirim kembali ke masa depan. Biarlah insiden yang dimulai di sana diadili di sana pula.

—Dan akhirnya, saat perpisahan pun tiba.

Naga Ise dan anak-anaknya membentangkan lingkaran sihir perpindahan waktu di kaki mereka.

Aku— sengaja tidak meminta percakapan lebih lanjut. Tidak baik bagiku untuk mengetahui lebih banyak tentang urusan masa depan. Mereka tampaknya juga memahami hal itu, sehingga tidak mengucapkan hal-hal yang tidak perlu.

Di tengah kilauan lingkaran sihir yang semakin terang, Ise hanya mengucapkan satu kalimat.

<<Sensei, kalau begitu…>>

“Aku senang bisa bertemu dengan anak-anakmu dan dirimu yang sudah tumbuh dewasa.”

Kata-kata perpisahan yang sederhana. Aku dan Ise saling melempar senyuman. Ya, ini saja sudah cukup. “Bagaimana kabarmu setelah itu?”—atau “Bagaimana kehidupanmu sekarang?”—hal-hal seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas ditanyakan dalam situasi seperti ini. Karena aku ingin berbincang-bincang denganmu di masa depan yang sesungguhnya dari dunia ini. Ise di hadapanku tampaknya juga memahami hal tersebut.

Cahaya teleportasi semakin menyilaukan. Ex menundukkan kepalanya kepadaku.

“Gubernur Jenderal Generasi Pertama! Terima kasih atas segala bantuannya!”

“Ya.”

“Kita bisa bertemu lagi, 'kan? Lain kali, tolong dengarkan curhatanku, ya.”

“Persiapkan ketahananmu terhadap cerita mesum dulu, ya?”

Mendengar perkataanku, Ex tersenyum dengan wajah merona merah dengan menggemaskan.

Di tengah kilatan cahaya terakhir dari lingkaran sihir teleportasi, anak-anak berteriak serempak.

[Sampai jumpa!]

Pada detik-detik terakhir, Naga Ise melepaskan raungan khasnya itu.

<<OPPAIIIIIIIIIN!!>>

Sembari menyisakan aku dan Gasper, mereka kembali ke masa depan.

Duh, bahkan di masa depan pun dia tetap menjadi Oppai Dragon, ya. Bisa mengetahui hal itu saja sudah merupakan hasil yang sangat cukup bagiku, kalian semua.

Dengan demikian, pengalaman ajaibku yang singkat namun padat ini pun berakhir—.

—D×D—

Sepuluh hari telah berlalu sejak saat itu. Di siang hari yang cerah, aku sedang duduk di bangku taman sambil menggigit cokelat batang dan menatap ke arah langit.

Gasper yang datang dari masa depan juga telah menyelesaikan semua urusannya, lalu kembali ke era asalnya setelah menyapaku. Tampaknya masalah manipulasi ingatan dan pembersihan jejak entah bagaimana sudah berhasil ditangani dengan baik.

Saat Gasper hendak pulang, aku sempat bertanya padanya, “…Apa tidak apa-apa kalau ingatan milikku dan para perwakilan dari setiap golongan tidak dihapus?”

Ya, bukan hanya aku, tapi VIP yang bisa dipercaya seperti Sirzechs dan Odin juga mengetahui hal ini. Apalagi mereka telah membantu kami, termasuk urusan kontrak dengan Typhon.

Terhadap pertanyaan itu, Gasper hanya menunjukkan senyuman yang penuh arti. …Jangan-jangan, dia secara tak sadar telah melakukan sesuatu terhadap para VIP—atau bahkan padaku. Jika itu adalah Gasper masa depan yang tergolong sebagai keberadaan transendental, tidak mengherankan jika dia memasang tindakan pencegahan bahkan terhadap keberadaan supranatural seperti kami. Bisa jadi, ingatan yang kumiliki saat ini pun—.

Namun, saat hendak pergi, Gasper meninggalkan satu pesannya yang sangat jelas.

“Tolong ingatlah hal ini saja. —Dalam waktu dekat, makhluk-makhluk UL itu pasti akan menyerang dunia ini juga. Mungkin hal itu akan berkembang menjadi perang, tetapi setidaknya kami sama sekali tidak ingin insiden seperti kali ini terjadi untuk kedua kalinya. Karena itulah kami datang ke sini.”

Dari kata-kata itu, mungkin Ex, Gasper, dan yang lainnya telah meninggalkan sesuatu untuk mencegah terjadinya insiden perpindahan waktu seperti yang terjadi kali ini. Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa insiden perpindahan waktu ini tidak akan pernah terjadi dalam sejarah di era ini.

…Tapi yah, semuanya cuma “kemungkinan” dan aku tidak mendapatkan kepastian yang jelas.

Saat aku tersenyum kecut, sosok Ise dan Asia yang dikirim untuk berbelanja sambil membawa kantong dari toko kelontong terlihat sedang disapa oleh seorang nenek tua di pintu masuk taman. Penasaran, aku pun melangkah mendekati mereka.

Percakapan ketiga orang itu terdengar di telingaku. Nenek tua itu membungkuk dalam-dalam dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Asia.

“Nona muda yang waktu itu. Terima kasih banyak atas bantuannya saat itu.”

—! …Aku pun mengerti. Ah, nenek ini adalah nenek yang ditolong oleh Airi waktu itu.

Asia yang sama sekali tidak memiliki ingatan tentang hal itu tampak kebingungan dengan tanda tanya mengambang di kepalanya.

“Eh? …Emm….”

Melihat reaksi Asia, Ise tersenyum.

“Mungkin Asia yang baik hati ini pernah menolong Nenek tanpa disadari kali, ya.”

“A-apakah begitu…?”

Asia memiringkan kepalanya ragu, tetapi nenek itu mengambil permen dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Asia.

“Terima kasih ya, Nona Muda.”

Melihat pemandangan itu, tanpa sadar wajahku melunak dan tersenyum.

Kalian semua, sepertinya ada yang terlewat? Tapi yah, tidak apa-apa juga kalau ada orang yang masih mengingat mereka, setidaknya hanya sejauh ini.

Setelah Ise dan Asia selesai melayani nenek tersebut, aku tiba-tiba bertanya kepada mereka.

“Hei, Ise, Asia. —Anak kalian nanti bakal dinamai apa?”

Seketika wajah mereka berdua memerah padam, dan menunjukkan reaksi polos mereka dengan berteriak, “A-apa yang Anda katakan tiba-tiba, sih!”

Aku baru saja hendak menyunggingkan senyum jahil melihat tingkah mereka berdua, ketika Rias dan Akeno menegurku dari belakang.

“Tolong ya, Azazel. Jangan katakan hal-hal aneh kepada mereka berdua.”

“Benar sekali.”

Saat aku menoleh, para anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib—murid-muridku sudah berkumpul di taman. Hari ini kami berencana pergi bersama ke pantai yang agak jauh.

Aku memandangi mereka semua. Di dalam ingatan mereka, sosok anak-anak itu sudah tidak ada lagi. Namun, itu hanyalah untuk sepuluh sekian tahun ke depan.

“Ayo, kalian semua, kita pergi ke laut, ke laut!”

Nah, kalau begitu, mari kita lupakan sejenak masa depan dan menikmati hari ini!

—D×D—

Seperti yang sudah kubilang di awal tadi, inilah seluruh detail dari top secret yang hanya diketahui oleh segelintir VIP saja—.

Sekali lagi kuingatkan, karena betapa pentingnya hal ini, informasi ini sama sekali tidak boleh bocor ke publik. Tapi tak bisa dimungkiri, saat waktunya tiba nanti, informasi ini pasti akan berguna.

Sambil berharap sungguh-sungguh agar rekaman ini tidak pernah perlu dibuka, mari kita akhiri saja rekaman ini.

……Lagi pula, kalian pasti sedang mendengarkan ini, 'kan? Jadi bakal kusampaikan hal terakhir ini.

Siapa pun lawan kalian nanti, menanglah, kalian semua.

Menanglah, lalu hiduplah lebih damai dan bahagia melebihi siapa pun.

Ini adalah perintah mutlak dari orang yang pernah memimpin kalian, paham?

 

Post a Comment

0 Comments