High School D×D 6 Life.0
Bisakah aku tinggal bersama Ise-san selamanya?
Life.0
Aku mendapati diriku di sebuah ruangan Jepang yang elegan.
Lantainya ditutupi tikar jerami yang ditenun dengan indah. Ada vas-vas yang terlihat mahal di dalam ruangan dan sebuah taman tradisional Jepang yang indah di luar membuat suara damai yang terdengar “kong”.
“Ise-san.”
Dan tepat di depanku yang mengenakan kimono putih adalah—Asia!? Dia menundukkan kepalanya sambil duduk dalam posisi formal. Memiliki seorang gadis asing dengan rambut pirang dan mata hijau mengenakan kimono putih sangatlah murni sehingga dia terlihat sakral dan cantik luar biasa!
Melihatku dengan mata berkaca-kaca, Asia mengatakan ini padaku.
“Terima kasih atas semua yang telah kaulakukan untukku. Hari ini, aku, Asia, akan menjadi seorang pengantin.”
—!
A-apaaaaaaaa!?
“Hiks, Asia-chan kau sudah tumbuh besar….”
“Asia-chan, kau kelihatan cantik!”
Di sebelahku, ayah dan ibuku menangis histeris sambil melihat ke arah Asia!
“Asia, kau tahu kalau kau bisa kembali kepada kami kapan saja, 'kan?”
Buchou mengatakannya sambil menyeka air mata dari matanya!
“Asia-chan, serahkan sisanya pada kami.”
Akeno-san juga jadi emosional seperti Buchou! Eh! Eeeeh!? Apa yang sedang terjadi!? Apa ini!? Asia-chan!?
Ibu melihat ekspresi bingungku dan menjelaskannya kepadaku.
“Hei Ise, kau harus mengatakan sesuatu pada Asia-chan. Kau memujanya seolah-olah dia adalah adikmu.”
Ini sangat mendadak! Lebih penting lagi, Asia serius bakal menikah!?
Siapa pengantin prianya!? Orang yang mencuri hati Asia—.
SLIDE! Seorang pria tampan muncul, dengan penuh semangat membuka pintu.
“Senang bertemu denganmu, Onii-san. Namaku Diodora Astaroth. Aku Iblis Kelas Tinggi dan amat sangat kaya. Fufufu, serahkan Asia padaku. Aku pasti akan membuatnya bahagia!”
Dia sedang membuat pose yang luar biasa sambil menyampaikan permohonannya kepadaku dan keluargaku! D-dia salah satu Iblis Kelas Tinggi muda!
Dia adalah pewaris keluarga Astaroth, kalau kuingat-ingat! Keluarga Iblis asal Maou Beelzebub saat ini!
Benar! Dia tiba-tiba melamar Asia, di akhir liburan musim panas, segera setelah kami kembali dari Dunia Bawah!
“Pria yang tampan! Kita tidak perlu khawatir tentang apa pun!”
“Ya, fakta bahwa dia juga kaya menjadikannya pilihan yang baik. Bahkan ketika dia mulai bertambah umur, dia akan memiliki kehidupan yang stabil.”
Orangtuaku mengatakan itu! Oooooi! Apa yang kalian berdua katakan!
“Aku percaya pada Diodora, aku tahu aku bisa menyerahkan Asia padanya.”
“Benar.”
Bahkan dua Onee-sama, Buchou dan Akeno-san juga setuju!
Apa kalian berdua baik-baik saja dengan ini!? Serius!?
“Sekarang Asia, mari kita mulai upacaranya. Mari kita menuju masa depan cerah kita bersama!”
Si bocah kaya Astaroth menggendong Asia seperti seorang putri dan mencoba pergi!
“Ah! Kau! Aku tak bilang kau boleh pergi!”
Aku mengejar mereka! Tapi Asia hanya melambai padaku!
“Ise-san! Kau telah merawatku dengan baik sampai sekarang! Aku pasti akan mencapai kebahagiaan~!”
Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!?
Tunggu sebentaaaaaaar!
“Asia! Onii-san-mu belum menerima iniiiiiii!”
Aku mengejar mereka sambil menangis tapi aku tak bisa menjangkau Asia—.
T-tidak… Asia….
A-Asia manisku telah… menjadi seorang pengantin….
—D×D—
“Ise-san. Kau baik-baik saja?”
…Asia menatapku dengan penuh perhatian, masih mengenakan piamanya.
Aku mengusap mata yang mengantuk dan membukanya. Aku melihat jam—dan sekarang sudah pagi.
“…Asia, kau masih di sini.”
“Ya. Aku di sini? Kau memanggil namaku dalam tidurmu.”
Ah, begitu. Itu cuma mimpi. Jadi Asia menikah hanyalah mimpi buruk.
Aku mengangkat tubuh bagian atasku, sambil banyak air mata jatuh dari mataku.
“Aku bermimpi di mana kau menikah. Hiks, itu lebih menyakitkan dari yang kukira.”
Asia menatapku bingung tapi mengatakan ini dengan senyuman di wajahnya.
“Ise-san, kau terlalu khawatir. Tak apa. Aku takkan menikah dalam waktu dekat.”
“Benarkah? Aku bakal mati kesepian kalau kau meninggalkanku, tahu?”
“Ya. Bakal jadi hal yang sangat serius kalau Ise-san mati karena kesepian.”
Asia menjawabku dengan senyum lebar! Aaah, Asia-chan-ku yang manis!
Aku sungguh bakal menangis seperti anak kecil kalau dia menikah. Aku kesal cuma gara-gara memimpikannya. Ini sangat buruk.
“…Unya.”
—! Ada sesuatu yang bergerak di bawah selimut!?
Bangun dengan menguap lebar adalah—Koneko-chan!? K-kapan dia masuk ke sini?
Koneko-chan menyeka matanya yang mengantuk, lalu memelukku dan kembali tidur. Apa yang mesti kulakukan? Tubuh kecilnya sangat lembut….
Satu-satunya yang dia kenakan hanyalah kemeja putih, itu tak adil! Rasanya kulitnya bergesekan langsung dengan kulitku….
“…Nyan.”
Telinga kucingnya bergerak-gerak dengan pola ekor putihnya di udara! Setelah mengetahui identitas aslinya, tingkat keimutan yang dia tunjukkan kini bagaikan senjata mematikan!
Tunggu… kalau ekornya keluar lalu bagaimana dengan celana dalamnya!? J-jangan bilang…. Enggak, enggak. Aku tak seharusnya berpikir kelewatan soal Koneko-chan seperti itu!
Diputuskan setelah pelatihan bahwa Koneko-chan akan tinggal bersama kami. Tak masalah, tapi kapan pun dia punya kesempatan, dia bakal duduk di pangkuanku, belum lagi menyelinap masuk dan tidur di sampingku. Meski lidah tajamnya dan kebiasaan pukulan neko-nya tak berubah…. Apa dia semakin dekat denganku?
Meskipun sikapnya yang biasa tak berubah, dia datang ke tempat tidurku seperti ini jadi aku tak yakin seberapa besar aku harus memanjakannya. Sejujurnya, aku sangat senang.
“Pokoknya, aku senang kalau Asia menikah hanyalah mimpi buruk.”
Aku menghela napas sambil mengelus kepala Koneko-chan. Kemudian—.
“Aku benar-benar berharap kita bisa membiarkannya sebagai mimpi.”
Buchou, yang tampaknya sudah bangun sebelum kami duduk di kasur. Dia memegang banyak surat.
“Apa surat-surat itu?” tanyaku padanya dan Buchou mendesah sambil mengangguk.
“Ya, orang yang mengirimnya adalah—Diodora Astaroth. Sepertinya ini surat cinta. Belum lagi tiket nonton, undangan makan malam, dan token produk. Dia juga meninggalkan beberapa hadiah besar di pintu masuk. Sudah berapa kali?”
Surat cinta! Bahkan hadiah! Ya, akhir-akhir ini ini telah dikirim ke rumahku. —Nah, lebih tepatnya dikirim ke Asia.
Ungh! Gambaran cowok tampan yang tampak lembut itu muncul di kepalaku!
Bajingaaaan itu! Melamar Asia segera setelah kami kembali dari Dunia Bawah!
Asia juga tak tahu bagaimana menanggapi hal ini, jadi dia terus meminta maaf kepada kami setiap kali ada paket yang datang. Dia pikir dia menyebabkan masalah pada kami. Itu bukan salah Asia! Mana mungkin!
Dua minggu telah berlalu sejak itu, liburan musim panas telah berakhir dan kami memasuki semester kedua. Namun, aku pun menyadari bahwa kemarahanku terhadapnya semakin meningkat dari hari ke hari. Aku langsung bangun di tempat dan berteriak dengan mata berkaca-kaca!
“Aku tidak akan pernah memberikan Asia-chan kita padanya!”

Post a Comment