High School D×D 6 Life.1

kover

Life.1 Semester Kedua Dimulai!

Musim panas telah usai, dan ini sudah memasuki semester baru—semester kedua.

Upacara pembukaan telah berakhir dan Akademi Kuoh telah memulai acara bulan September, persiapan untuk Festival Olahraga. Pada saat-saat seperti ini, sesuatu yang sangat membuatku jengkel terjadi. Artinya, jumlah orang yang “melakukan perubahan drastis” semakin meningkat. Itu adalah sesuatu yang disebut “Debut Musim Panas”. Orang-orang menggunakan musim panas sebagai kesempatan untuk mengalami perubahan imej yang besar. Yah, dibandingkan saat kami masih kelas satu, jumlah mereka sudah berkurang, tapi meski begitu, orang-orang seperti itu terus bermunculan. Kalau itu cowok, mereka mengubah rambut mereka oleh seorang ahli kecantikan, dan kalau itu cewek, mereka mengubah gaya busananya sesuai dengan mode populer saat ini! Jadi orang-orang yang tampak kusam sebelum musim panas, memulai semester kedua dengan penampilan baru! Tahun lalu, aku sering diperlihatkan hal itu, dan aku sangat benci dan menutup mulutku. Jadi aku cemburu!

—Aku juga ingin mengubah diriku! Aku juga seorang siswa laki-laki SMA! Aku ingin mewarnai rambutku, tertarik dengan pakaian cowok keren, dan pernah terpikir untuk mencobanya! Dan sepertinya bisa menjadi populer di kalangan cewek bersama mereka! Orang-orang yang mengubah diri mereka selama musim panas juga menjadikan itu sebagai salah satu motif mereka! —Mengubah diri selama musim panas dan mendapatkan pacar!

“Kalau begitu lulus dari perjaka, 'kan? Musim panas seperti sebuah rintangan bagi siswa cowok SMA.”

Si cowok berkacamata, Motohoma, mengatakannya sambil mengangguk. Salah satu sobat jahatku.

“Oh, Motohama. Apakah kau mendapatkan informasi mengenai ‘itu’?”

Dia mengangguk pada pertanyaanku.

“Yeah, Matsuda pergi untuk mendapatkan informasi sebenarnya sekarang.”

“Heeeei! Ise! Motohama! Aku mendapat informasinya!”

Orang yang masuk ke kelas adalah Matsuda. Sepertinya dia mendapat informasi mengenai “itu”.

“Seperti yang kita duga, Yoshida dari kelas sebelah melakukannya selama musim panas! Dan sepertinya dia melakukannya dengan Onee-sama dari kelas tiga!”

“Keparat itu!” “Keparat itu!”

Motohama dan aku berkata dengan kebencian!

Seperti yang kami duga! Si keparat Yoshida! Dia tak hanya menjadi lebih modis, tapi dia juga memiliki sikap yang lebih besar dan kini kami tahu alasannya!

“Kabarnya Ooba dari kelas kita juga pernah melakukannya dengan siswi kelas satu.”

“Kau serius!? Ooba melakukannya!?”

Saat kami berbalik, Ooba yang tersenyum menyegarkan melambaikan tangannya ke arah kami! Bereeeengsek! Si bukan perjaka itu! Bolehkah kehilangan keperjakaanmu semudah itu!? Ah, benar! Aku juga ingin kehilangan keperjakaan! Sejak tahun lalu, di awal semester kedua, kami mengumpulkan informasi tentang pengalaman musim panas dari orang-orang yang kami kenal. Memang benar cowok kehilangan keperjakaannya selama musim panas, dan bagi kami para perjaka, informasi seperti itulah yang sangat ingin kami ketahui! Itu karena memang membuatmu bertanya-tanya siapa yang masih perjaka dan siapa yang sudah tidak perjaka! Dari informasi yang kami kumpulkan, tampaknya rasio cowok yang kehilangan keperjakaannya meningkat sejak tahun lalu!

Jadi kebanyakan cowok di kelas kami sudah pernah berhubungan seks! Apakah kau berhubungan seks atau tidak itu memiliki pengaruh besar pada status sebagai cowok SMA! Mata orang-orang yang tidak perjaka itu menatapku dengan penuh kebencian. Mata mereka berkata, “Aaah, orang-orang ini belum mengenal cewek,” dan itu bikin aku kesal!

Aku berbaring di atas meja sambil menundukkan kepalaku! Sialan! Seharusnya enggak begini! Aku juga berencana untuk melakukan perubahan dan kehilangan keperjakaanku selama musim panas, tapi aku malah pergi ke Dunia Bawah! Apa ada cowok SMA yang masuk neraka saat musim panas!? Ya! Dan itu adalah aku!

Selain itu, seekor naga mengejarku di pegunungan! Bisakah kau memercayai hal seperti itu!? Tak seorang pun akan percaya bahwa aku menghabiskan kehidupan tahun kedua SMA-ku yang berharga melalui situasi hidup dan mati bersama monster, dan aku juga tak ingin memberi tahu siapa pun!

Lagi pula, satu-satunya kejadian erotis yang kualami selama musim panas adalah onsen, tapi selain itu, tak ada apa-apa! Tak terjadi apa-apa! Dibandingkan dengan masa lalu, ini adalah perbedaan antara surga dan neraka, tetapi aku masih menginginkan sesuatu yang lebih! Pengalaman pertamaku dengan Buchou! Melakukannya di ranjang bersama Akeno-san! Bikin bayi bareng Xenovia! Tak satu pun dari hal itu terjadi selama aku berada di Dunia Bawah!

Aku beruntung tak terjadi apa-apa pada Matsuda dan Motohama selama musim panas. Kalau mereka jadi seorang pria sebelum aku, aku bakal bunuh diri.

“Bau perjaka.”

Orang yang muncul sambil menertawakan kami adalah si cewek berkacamata, Kiryuu. Mulutnya tersenyum lebar dan dia tertawa dengan hidungnya.

“Kiryuu! Apa kau datang untuk menertawakan kami!?”

Dia mengangguk pada pertanyaan Motohama.

“Fufufu. Karena itu kalian, aku yakin kalian menghabiskan musim panas yang tak berguna.”

“Tutup mulutmu!”

“Omong-omong, Hyoudou. Akhir-akhir ini, Asia kadang bertingkah aneh. Kau tahu alasannya?”

Kiryuu bertanya padaku. Aku tahu alasannya. Ini pasti soal Diodora. Aku juga menyadarinya. Asia panik saat guru menanyakan pertanyaannya, dan dia bahkan memegang buku pelajarannya secara terbalik.

Meski Asia sedang tertawa bersama gadis-gadis lain saat ini…. Asia populer di kelas kami. Dia populer di kalangan cowok dan cewek. Dia jelas cantik di mana kau bisa disembuhkan hanya dengan berbicara dengannya. Di antara cowok ada yang berbicara dengannya karena merasa disembuhkan daripada merasakan cinta terhadapnya.

Daripada memandangnya dengan mata mesum, mereka lebih memilih mendekatinya dan disembuhkan. Yah, aku tak menyalahkan mereka. Memang benar aku sangat rileks saat bersama Asia. Asia menyadari kalau aku tengah melihatnya dan melambaikan tangannya ke arahku. Asia tersenyum, tapi dia terlihat kaku…. Hmmm, sudah pasti dia sedang bermasalah. Sekarang apa yang harus kita lakukan dengan lamaran itu? Selagi aku memikirkan itu, Kiryuu menatapku dengan mata curiga.

“Apa?”

“Tidak, hanya saja sejak memasuki semester kedua popularitasmu di kalangan cewek meningkat cukup pesat.”

—! Kau serius!? Tapi kenapa?

“Wajahmu jadi kelihatan lebih serius, dan bahkan dari mataku aku tahu bahwa tubuhmu jadi sangat berotot. Ada gadis-gadis yang mengatakan kalau kau menjadi lebih liar.”

Hmm. Jadi begitu. Aku memeriksanya dengan menyentuh wajahku. Aku tahu bahwa tubuhku berotot. Ya, itu akan terjadi secara alami kalau tinggal bareng seekor naga di pegunungan. Aku juga menghabiskan hidupku seperti binatang liar. Tapi aku menjadi liar, ya. Begitu ya, fufufu. Orang yang memperhatikan memang memandang orang lain dengan serius. Apakah pesonaku yang meningkat selama musim panas mulai bikin para cewek terpesona?

“Fufufu. Lagi pula, aku berolahraga. Itu berarti aku telah tumbuh pesat selama musim panas.”

Aku meletakkan tanganku di bawah daguku dan tersenyum lebar, lalu Kiryuu tampak merasa sedih.

“…Kalau saja kau tidak menjadi terlalu percaya diri.”

A-apa yang membuatmu merasa sedih…. Aku tidak mengerti sama sekali.

“H-hei! Ini mendesak!”

Tiba-tiba salah satu cowok di kelasku datang dengan tergesa-gesa. Apa yang telah terjadi? Dia meneguk air mineral yang diberikan temannya, dan berbicara agar semua orang bisa mendengarnya.

“Ada murid pindahan yang datang! Dia perempuan!”

Setelah jeda….

[Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!?]

Seluruh kelas berteriak kaget.

 

 

“Um, ini mungkin tak biasa sepanjang tahun ini, tapi akan ada murid baru yang bergabung dengan kita.”

Semua orang tampak heboh mendengar ucapan guru. Para cowok tampak sangat tegang! Itu karena dia perempuan! Kau pasti mengharapkan kami heboh! Meskipun para cewek terkejut dengan reaksi para cowok, mereka juga sama-sama heboh.

“Masuk.”

Orang yang masuk setelah ucapan guru adalah….

[OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!]

Teriakan kegembiraan datang dari para cowok. Yang muncul adalah seorang cewek berambut kastanye dengan twintail, dan para cowok bertingkah seperti itu karena dia sangat cantik. Tapi bagiku, bukannya bahagia, aku justru terkejut hingga mataku hampir copot.

Saat kulihat, Asia bertingkah sama sepertiku, dan mata Xenovia terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tentu saja kami akan bertindak seperti ini! Kalau “dia” tiba-tiba muncul seperti ini, maka orang yang mengenalnya akan terkejut! Murid pindahan itu menundukkan kepalanya dan memperkenalkan dirinya dengan senyuman lebar. Salib yang menggantung dari lehernya bersinar. Dia mengubah gaya rambutnya menjadi twintail, tapi tidak diragukan lagi!

“Namaku Shidou Irina. Mari berteman, semuanya!”

Ya, itu tak lain adalah Shidou Irina, yang datang untuk merebut Excalibur yang dicuri sebelum musim panas bersama Xenovia!

—D×D—

“Ikutlah denganku sebentar.”

Saat istirahat, Irina menerima banyak pertanyaan dari cowok dan cewek, tapi aku segera meraih tangannya dan membawanya ke tempat di mana tak ada siapa pun selain Asia dan Xenovia.

Shidou Irina. Teman masa kecilku. Dia pindah ke negara lain ketika dia masih kecil, menerima berkat dari Gereja, dan menjadi pengguna pedang suci di bawah Gereja Protestan.

Sebelumnya, ada insiden di mana Excalibur yang berada di bawah pengawasan Gereja dicuri oleh salah satu pemimpin Malaikat Jatuh. Dia dan Xenovia datang ke kota ini untuk menangani kejadian ini. Xenovia mengetahui kebenaran tentang Tuhan, dan tetap tinggal di Jepang dengan menjadi Iblis tanpa berpikir dengan benar. Irina, sebaliknya, kembali ke tempat asalnya. Kami belum melihatnya sejak itu…. Tapi aku tak pernah menyangka kami akan mengadakan reuni seperti ini…. Astaga, aku terkejut. Itu terjadi secara mendadak. Dia bukan musuh kami, 'kan? Tiga Kekuatan Besar membuat aliansi. L-lalu alasan kenapa Irina datang ke sini adalah….

“Sudah lama tidak bertemu, Ise-kun, dan juga Xenovia!”

PELUK! Irina memeluk Xenovia.

“Xenovia! Aku senang kau baik-baik saja! Mungkin terasa canggung karena posisi kita, tapi aku benar-benar senang!”

“Ya, sudah lama tak bertemu, Irina. Aku senang kau sendiri baik-baik saja. Apakah salibmu memberikanku sedikit kerusakan, semacam hukuman ilahi….”

Reuni dari duo mantan pengguna pedang suci. Xenovia juga menunjukkan senyuman. Sekarang, apa yang harus kutanyakan? Selagi aku berpikir, Xenovia memulai diskusi.

“Apa yang membawamu ke sini?”

Ya, pertanyaan sederhana namun lugas.

“Aku dipindahkan ke sini atas perintah Michael-sama. Aku akan memberikan rincian lebih lanjut setelah pelajaran. Aku akan berada di gedung sekolah lama, oke?”

Irina mengatakan itu sambil mengedip imut. Aku mengirim pesan teks ke Buchou menggunakan ponselku dan mengirim pesan “Shidou Irina datang, apa kau tahu itu?”. Dia membalas, “Ya, situasinya tiba-tiba diputuskan seperti itu. Aku akan memperkenalkanmu kepadanya dengan penjelasan yang tepat setelah pelajaran nanti, jadi tolong urus dia sampai saat itu. Toh, dia adalah murid pindahan”.

Ah, jadi Buchou tahu tentang dia. Jelas sekali. Ini adalah wilayah kekuasaan Buchou sehingga Irina tidak akan bisa masuk kecuali sudah dibicarakan dengan Buchou. Jadi, aku akan menunggu sampai sehabis sekolah.

 

 

Di ruang klub sehabis sekolah.

“Shidou Irina-san. Aku menyambutmu di sekolah kami.”

Semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib, Azazel-sensei, dan Sona-kaichou berkumpul untuk menyambut Irina. Omong-omong, yang ada di pangkuanku adalah Koneko-chan. Itu sudah menjadi tempat duduk pribadinya.

“Iya! Semuanya! Yah, ada orang-orang yang baru pertama kali kutemui, tapi sebagian besar sudah pernah kutemui. Namaku Shidou Irina! Gereja…. Tidak, aku datang ke Akademi Kuoh sebagai utusan para Malaikat!”

PROK PROK PROK.

Semua orang memberinya tepuk tangan. Yah, kudengar dia datang sebagai anggota pendukung dari pihak Surga. Kalau dipikir-pikir, Iblis dan Malaikat Jatuh ada di sini, tapi Malaikat tidak. Meskipun kami didukung oleh Surga. Irina memulai pidatonya tentang “Syukur kepada Tuhan” dan “Michael-sama yang Agung”. Semua orang tersenyum pahit, tapi mendengarkannya. Dia memiliki keyakinan yang kuat pada ajarannya seperti biasanya…. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan pada Xenovia jadi aku berbisik di telinganya.

(H-hei Xenovia.)

(Kenapa kau bicara dengan suara rendah?)

(Irina tak tahu soal kematian Tuhan, 'kan?)

(Setidaknya dia tidak mengetahuinya ketika dia berpisah denganku.)

Itu benar. Apakah tidak apa-apa? Kami semua tahu tentang kematian Tuhan. Jika gadis ini mengetahuinya, apakah dia akan begitu terkejut hingga sesuatu yang serius bakal terjadi? Aku khawatir soal itu, tapi Sensei bertanya padanya tanpa berpikir panjang.

“Kau tahu tentang kematian ‘Tuhan dari Alkitab’, 'kan?”

“S-Senseiiiiiiiii! Anda tak bisa tiba-tiba menanyakan hal seperti itu padanya!”

Aku mengatakannya pada Sensei, tetapi dia hanya mendesah.

“Bodoh. Kalau dia ada di sini maka dia menerima misi sambil mengetahui semua tentangnya. Dengar, tempat ini adalah salah satu tempat terpenting di antara wilayah aliansi Tiga Kekuatan Besar. Kalau seseorang yang berafiliasi datang ke sini, itu berarti mereka melangkah masuk sambil memiliki pengetahuan dasar tentangnya.”

Irina mengangguk pada ucapan Sensei.

“Tentu saja, Gubernur Malaikat Jatuh-sama. Jangan khawatir Ise-kun. Aku sudah tahu tentang ketidakhadiran Tuhan.”

Serius? Kami tampak bodoh karena mengkhawatirkannya!

“Kau cukup tangguh. Aku tak pernah mengira Irina, yang memiliki keyakinan kuat terhadap ajaran, akan datang ke sini tanpa terkejut sama sekali.”

Sehabis jeda dengan perkataan Xenovia, banyak air mata mulai mengalir dari kedua mata Irina! Dia berteriak sambil mendekati Xenovia!

“Tentu saja aku kaget! Dukungan spiritualku! Pusat duniaku! Bapa Segala Ciptaan sudah matiiiii!? Aku hidup sambil memercayai semua ajaran jadi aku menghabiskan 7 hari 7 malam untuk tidur ketika aku mendengar kebenaran dari Michael-sama! Aaaaaaaaaaaaah, Tuhan!”

Aaah, dia mulai menangis sambil memeluk meja. Y-yah, bagi penganut yang kuat, kematian Tuhan akan sangat mengejutkan. Keluargaku tidak beragama jadi aku tak tahu bagaimana rasanya, tapi Asia pada dasarnya pingsan ketika dia mengetahui hal itu.

“Aku mengerti perasaanmu.”

“Aku tahu.”

Asia dan Xenovia dengan lembut mengatakan itu pada Irina. Mereka bertiga saling berpelukan. Asia dan Xenovia terus berdoa kepada Tuhan sampai hari ini. Kupikir mereka masih merasa bersyukur kepada Tuhan.

“Asia-san! Maafkan aku karena memanggilmu penyihir terakhir kali! Aku bahkan mengatakan hal buruk pada Xenovia saat kita mengucapkan selamat tinggal! Maafkan aku!”

Asia dan Xenovia tersenyum mendengar permintaan maaf Irina.

“Aku tak keberatan. Aku berharap kita bisa akrab karena kita semua mencintai Tuhan yang sama.”

“Sama di sini. Itu juga salahku karena bertindak tanpa berpikir dengan benar. Lagi pula, aku langsung berubah menjadi Iblis. Tapi aku senang kita bisa bersatu kembali seperti ini.”

[Ah, Tuhan!]

Mereka bertiga mulai berdoa…. Bolehkah aku berasumsi kalau mereka sudah saling memahami sekarang? Banyak hal telah terjadi, tapi aku senang karena ketegangan aneh tersebut mulai menghilang. Mungkin inilah lahirnya Trio Gereja. Tersenyum bersama semua orang adalah yang terbaik. Meskipun dua dari mereka adalah Iblis….

“Bolehkah aku berasumsi bahwa kau adalah utusan Michael?”

Irina mengangguk untuk memastikan pertanyaan Sensei.

“Ya, Azazel-sama. Michael-sama merasa kesusahan karena tak ada satu orang pun dari pihak Surga yang ada di sini. Beliau bilang akan jadi masalah kalau tak ada staf yang berada di area ini.”

“Oh ya, Michael memang mengatakan hal seperti itu. Lokasi ini aktif dengan kekuatan orang-orang dari Surga atau Dunia Bawah, tapi orang yang sebenarnya bekerja di sini adalah grup Rias dan Sona Sitri, dan segelintir orang lain termasuk diriku. Yah, itu berfungsi cukup baik untuk kami, tetapi Michael mengatakan sesuatu yang sangat serius sehingga dia berpikir seseorang dari Surga juga harus bekerja di sini dan berkata dia akan mengirim seseorang. Surga telah memberikan banyak dukungan, lebih dari yang bisa kita minta. Kubilang kami tidak membutuhkan siapa pun, tapi dia bilang dia tidak akan menerimanya, dan orang yang dia putuskan untuk dikirim adalah dia.”

Sensei mengatakan itu sambil mendesah. Oh, jadi itulah yang terjadi. Ya, tempat ini cuma ada Iblis dan Malaikat Jatuh. Jadi tak aneh kalau satu atau dua Malaikat dikirim. Tapi markas Buchou sudah pasti menjadi ramai. Hanya ada beberapa Iblis pada awalnya. Kini, Malaikat Jatuh dan orang-orang dari Gereja datang dan tertawa alami. Kami benar-benar tak tahu apa yang akan terjadi dalam hidup. Buchou juga tampaknya mempunyai perasaan yang rumit pada awalnya, tapi dia mulai memanas dengan tanggung jawab setelah diminta secara pribadi oleh Maou-sama, karena alasan seperti “Mungkin akan berguna dalam banyak hal” dan “Ini adalah sesuatu yang sangat terhormat”.

Irina tiba-tiba bangun dan mulai berdoa. Lalu tubuhnya mulai bersinar dan sayap putih muncul dari punggungnya!? Ooooooooooh! Dia tampak seperti malaikat! Tunggu, apakah dia menjadi malaikat!? Semua orang kaget, tapi Sensei dengan tenang bertanya pada Irina sambil meletakkan tangannya di bawah dagunya.

“—Namamu Shidou Irina, 'kan? Apakah kau mengalami transformasi Malaikat?”

“Transformasi Malaikat? Ada fenomena seperti itu?”

Saat aku bertanya pada Sensei, dia mengangkat bahu.

“Tidak, kenyataannya sampai sekarang belum ada hal seperti itu. Meskipun ada teori yang telah didiskusikan antara ilmuwan Surga dan Dunia Bawah….”

Irina mengangguk pada Sensei, yang menajamkan matanya dan sedang berpikir.

“Iya. Aku menerima berkat Michael-sama dan menjadi Malaikat Tereinkarnasi. Kudengar Seraph menggunakan teknologi Iblis dan Malaikat Jatuh untuk mewujudkannya.”

Hal seperti itu bisa terjadi?! Jadi aliansi Tiga Kekuatan Besar telah mengalami kemajuan sebanyak itu. Kudengar Malaikat tak bisa dilahirkan karena kematian Tuhan, tapi meskipun itu adalah Malaikat Tereinkarnasi, jumlah Malaikatnya akan bertambah. Tapi Irina itu Malaikat, ya. Iblis, Malaikat Jatuh, dan Malaikat. Ketiganya berkumpul di sini. Irina melanjutkan.

“Empat Seraph Agung dan enam Seraph lainnya. Total sepuluh Seraph memutuskan untuk memiliki dua belas bawahan yang disebut [Brave Saint] masing-masing dengan posisi dari ‘Ace’ hingga ‘Queen’ dari permainan kartu. Kartu King akan menjadi posisi Malaikat-sama yang akan menjadi majikan.”

Sensei tertarik dengan diskusi Irina. Orang ini menyukai diskusi tentang teknologi.

“Jadi begitu. Mereka menggunakan sistem [Evil Piece] dari Iblis dan teknologi Sacred Gear Buatan dari Malaikat Jatuh, huh. Astaga, Surga benar-benar menciptakan hal yang menarik setelah kami memberi mereka teknologi kami. Kalau Iblis itu catur, maka Malaikat itu kartu, ya. Yah, kartu juga memiliki makna ‘kartu truf’. Setelah kematian Tuhan, peningkatan jumlah Malaikat berdarah murni menjadi mustahil. Jadi meningkatkan jumlah Malaikat Tereinkarnasi akan memperkuat kekuatan mereka.”

Jadi mereka mengubah [Evil Piece] menjadi versi Malaikat, huh. Jadi hal seperti itu juga bisa terjadi. Begitu, ya.

“Dengan sistem seperti itu, sepertinya akan ada seseorang yang kuat bernama Joker di balik layar. Kedua belas anggota itu juga melambangkan kedua belas apostel. Dia pandai menghiburku, Malaikat Agung-sama itu.”

Sensei mulai tertawa kegirangan. Gubernur Malaikat Jatuh-sama ini sungguh suka membaca semuanya.

“Jadi, kartu apa kau, Irina?” tanyaku padanya karena aku penasaran, dan Irina mengatakannya dengan percaya diri.

“Aku seorang Ace! Fufufu, sebagai Ace Michael-sama. Aku menerima posisi terhormat! Aku bahkan tak bisa mati! Biarpun Tuhan sudah tiada, aku bisa terus hidup kalau aku menjadi Ace Michael-sama!”

Oh, matanya berkilauan! Ah, ada simbol [Ace] di tangannya.

“Jadi pendukung baru dalam hidupmu adalah Michael-san, ya.”

Saat aku mengatakan itu sambil mendesah, Xenovia yang ada di sampingku merespons.

“Ya. Itu lebih baik daripada kehilangan dirimu.”

Ya, itu benar. Daripada kehilangan dirimu karena kematian Tuhan, sepertinya kau bisa terus maju bekerja di bawah majikan baru. Irina memberi tahu kami dengan gembira.

“Juga Michael-sama bilang beliau bisa melihat Rating Game spesial antara [Evil Piece] dan [Brave Saint] terjadi di masa mendatang! Beliau juga bilang bahwa saat ini hanya para Malaikat dari Seraph yang memilikinya, tapi dalam waktu dekat Malaikat-sama tingkat tinggi selain Seraph akan diberikan sistem ini dan berharap mereka bisa saling bertarung seperti di Rating Game Iblis!”

Game!? Melawan Malaikat!? Pertandingan antara [Evil Piece] dan [Brave Saint]!? Kami kaget, tapi Sensei tampaknya terkesan.

“Ada di antara para Malaikat dan Iblis yang menentang keputusan yang dibuat oleh petinggi. Kami memiliki hubungan di mana kami sudah sangat lama saling berperang, jadi akan ada orang yang merasa tidak nyaman jika kami tiba-tiba menyuruh mereka untuk akrab. Tapi Michael pasti sudah memikirkannya. Begitu, dia sedang mempersiapkan perang perwakilan di mana mereka bisa menjadikan argumen mereka menjadi teknik tempur dan mereka bisa melepaskannya. Ini seperti Piala Dunia atau Olimpiade di dunia manusia.”

Jadi bagi orang-orang yang merasa tidak nyaman untuk melepaskan stresnya? Hmmm, jadi masing-masing golongan mulai mengambil tindakan politik baru dengan aliansinya…. Hal-hal itu memang kelihatan sulit.

“Lalu, apakah mungkin bagi kami, grup Gremory, dan para Malaikat yang menggunakan sistem game ini saling bertarung?”

Sensei menelengkan lehernya sedikit.

“Mungkin bisa di masa depan. Tapi tidak dalam waktu dekat. Setidaknya sepuluh tahun… atau mungkin dua puluh tahun. Yah, saat itu adalah saat bagi kalian para Iblis pemula sudah cukup matang dan bisa menikmatinya.”

D-dua puluh tahun…. Itu tentu terasa lama. Iblis dan Malaikat memang mempunyai umur yang panjang.

“Sepertinya akan menyenangkan,” komentar Sona-kaichou dengan tenang, tapi antusiasmenya terlihat jelas.

“Kelihatannya menarik.”

Kiba juga terlihat tertarik. Ace-sama dari grup kami sepertinya tertarik.

“G-Gereja itu seram….”

Gasper tampaknya dia bermasalah. Yah, kudengar Gereja masih melanjutkan perburuan vampir. Kami masih belum bernegosiasi dengan para vampir. Masing-masing Gereja melanjutkan ajaran yang sama bahkan setelah aliansi, tapi kenyataannya mereka bekerja sama dengan Iblis dan Malaikat Jatuh. Kudengar mereka membentuk tim investigasi tipe baru untuk memastikan kejahatan tipe baru tidak akan lahir. Kami dan grup Sitri memperoleh informasi itu. Dengan kata lain, kami dapat menjatuhkan siapa pun yang melakukan tindakan mencurigakan di dalam aliansi Tiga Kekuatan Besar dengan penilaian kami sendiri. Kuharap kami tidak menemui hal-hal seperti itu sebisa mungkin. Bagaimanapun juga, kami mencoba untuk akrab dengan semuanya….

Perdamaian adalah yang terbaik! Yah, meskipun sesuatu yang disebut [Brave Saint] muncul, aku senang itu takkan memengaruhi Rating Game untuk sementara waktu. Saat ini, aku tengah sibuk berkompetisi melawan para Iblis muda Kelas Tinggi.

“Mari kita hentikan diskusi semacam ini di sini dan mulai pesta penyambutan hari ini untuk Shidou Irina-san.”

Sona-kaichou mengatakan itu sambil tersenyum. Irina juga mengatakan itu sambil melihat ke semua orang.

“Semua Iblis! Aku selama ini memandang kalian sebagai musuhku dan telah melenyapkan beberapa di antaranya! Tapi Michael-sama bilang, ‘Kita harus akrab dengan mereka mulai sekarang, oke?’, jadi aku juga berharap bisa akrab dengan semuanya! Sebenarnya aku pribadi ingin akrab dengan semuanya! Aku ingin bekerja keras sebagai perwakilan Gereja! Tolong jaga aku!”

Memang ada masalah yang rumit, tapi dengan ini sepertinya Irina akan bergabung dengan kami sebagai rekan dari Akademi Kuoh. Setelah itu anggota OSIS juga bergabung dengan kami dan pesta penyambutan Irina pun dimulai.

—D×D—

Beberapa hari telah berlalu sejak Irina pindah….

“Ya, ya! Aku akan melakukan perburuan!”

Irina mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Dia sudah terbiasa dengan kelasnya. Karena sifatnya yang energik, dia populer di kalangan cowok dan cewek. Saat ini adalah waktu homeroom. Kami sedang memutuskan orang mana yang akan berpartisipasi dalam kegiatan tertentu untuk Festival Olahraga.

…Haa. Sebagai gantinya, aku merebahkan tubuhku di meja dan menghela napas. Sudah diputuskan bahwa Irina akan tinggal bersama kami. Selama musim panas, kediaman Hyoudou menjadi mewah karena menjadi bangunan enam lantai dengan tiga lantai bawah tanah. Sebagian besar anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib sudah pindah dan mulai tinggal di rumahku, dan sekarang Irina pun sudah mulai tinggal di sana. Yah, ada cukup ruang sehingga takkan berubah jika satu atau dua orang lagi mulai tinggal bersama kami.

Ketika jumlah perempuan bertambah, aku malah merasa semakin gelisah. Selain ibuku, mereka semua cantik!

Ini adalah tempat yang ideal untuk tinggal bagi setiap cowok SMA! Yah, itulah yang kupikirkan pada awalnya, tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Memang benar bahwa “Tiga perempuan membuat pasar”, dan tak ada ruang bagiku untuk masuk….

Contohnya, saat Asia, Xenovia, dan Irina berkumpul dan memulai obrolan cewek. Sangat sulit untuk terlibat dalam percakapan mereka! Saat Koneko-chan memasuki percakapan, tak ada ruang bagiku untuk masuk! Aku satu-satunya cowok, tahu? Apa yang mesti kulakukan? Main game? Baca manga? Tidak mungkin bagi cowok mesum sepertiku bisa mengobrol bareng cewek!

Saat aku kesepian dan menemui “Onee-sama”-ku, Buchou dan Akeno-san juga mengadakan obrolan cewek, tapi versi “Onee-sama”! Dan jika aku datang sambil berkata “Buchou~” atau “Akeno-san~” maka itu hanya akan membuatku merasa sedih!

Uoooooooooooooooooooooooo!

Aku terkejut! Aku seorang cowok pengecut yang bahkan tak bisa menghadapi situasi seperti ini! Aku tak percaya aku bermimpi menjadi Raja Harem dalam situasi seperti ini! Sekali lagi aku menyadarinya. Betapa kurangnya nyaliku! Memiliki harem itu berarti  harus bisa menangani beberapa gadis sekaligus!

Bagaimana aku bisa kewalahan hanya dalam situasi seperti ini!? Tetapi, aku tak tahu harus berbuat apaaaa! Haruskah aku meneliti merek pakaian apa yang dipakai para cewek lalu membicarakannya!? Atau haruskah aku mencari toko pakaian modis dan membicarakannya!? Aku tak tahuuuuuuuuu! Aku tak tahu mau bicara apa ketika aku masuk ke pembicaraan para gadis!

Sepertinya alasan aku tidak populer adalah karena itu, dan sekarang aku syok!

…Yah, itu bukan satu-satunya hal yang terjadi di rumahku, jadi tak apa. Biasanya, aku bisa bergaul baik dengan semuanya. Tapi, para gadis juga punya gaya hidup mereka sendiri. Aku tak boleh terlalu memikirkannya…. Yah, terkadang ada situasi erotis. Tapi seram ketika terjadi pertengkaran antar-cewek…. Huh? Aneh. Apakah aku mengalami masalah saat menjalani gaya hidup ideal? …Apakah harem itu memang seharusnya sulit…?

Hiks…. Tannin-ossan di Dunia Bawah. Aku mengalami masalah dengan masa mudaku.

“Hyoudou.”

Tiba-tiba aku dipanggil oleh Kiryuu. Saat ini dia sedang berdiri di depan papan tulis dan sedang menulis tentang kegiatan Festival Olahraga.

“Ada robekan di bawah ketiakmu.”

“Eh? Beneran?”

Aku melihat ke bawah ketiakku seperti yang Kiryuu bilang…. Tapi sudah terlambat ketika aku menyadarinya. Itu karena aku mengangkat salah satu lenganku untuk memeriksa bagian bawah ketiakku! Jelas saja, tak ada robekan!

“Ya! Sudah diputuskan!”

Namaku tertulis di papan tulis dengan kapur!

“Uwa! Kau menipuku, Kiryuu!”

Aku ditipu! Aku sedang melamun jadi aku lengah! Aku mengeluh, tapi dia hanya tertawa nakal!

“Kau akan mengikuti lomba lari tiga kaki. Pasanganmu adalah….”

Kapur Kiryuu menunjuk pada seorang gadis tertentu. Dan orang yang ada di arah itu adalah… Asia mengangkat tangannya dengan ragu-ragu!

“Kami akan memintamu dan Asia untuk lomba lari tiga kaki.”

Dengan ini, akhirnya diputuskan kalau Asia dan aku akan ikut lomba lari tiga kaki karena tipu muslihat Kiryuu.

—D×D—

Keesokan harinya, seluruh akademi berlatih untuk Festival Olahraga. Kelasku juga berganti seragam olahraga dan kami berlatih di halaman sekolah dengan campuran laki-laki dan perempuan.

“Aku menantangmu, Xenovia!”

“Maju sini, Irina!”

Irina dan Xenovia berlari ke halaman. Teman-teman sekelasku juga menyemangati mereka berdua. Astaga, apa yang mereka lakukan…. Lebih tepatnya keduanya cepat! Mereka melaju cepat di sekitar lapangan! Seperti yang diduga dari Iblis dan Malaikat. Astaga, kalau cuma perempuan saja, kelasku mungkin menang. Satu-satunya rival yang kami miliki hanyalah anggota OSIS…. Beberapa gadis di grup Sitri yang satu angkatan dengan kami.

“…Tapi kalau mereka bergerak secepat itu, sulit untuk melihat pergerakan oppai.”

“Yeah.”

“Seperti dugaanku, kecepatan yang tepat sangat dibutuhkan agar bisa memantul-mantul.”

Tiga cowok mesum, Matsuda, Motohama, dan aku, sedang mengamati pergerakan oppai para cewek. Baik yang besar maupun kecil sulit untuk mengalihkan pandangan saat berlari! Bersorak untuk seragam olahraga!

Irina bertubuh ramping, tapi ukurannya cukup besar. Kalau kuingat-ingat, bagian tubuhnya cukup berkembang saat dia mengenakan pakaian tempur gaya perbudakan. Ingatanku mengetahui hal itu dengan pasti. Lalu ada seseorang yang berbicara padaku.

“Oh, Hyoudou.”

“Ah. Saji.”

Itu Saji. Dia membawa alat ukur dan semacamnya.

“Apa yang sedang kaulakukan?”

“Mengamati pantulan oppai.”

“K-kau benar-benar tidak berubah.”

Saji mendesah. Hmm? Saji mempunyai perban di sekitar lengan kanannya. Luka?

“Ada apa dengan perban itu?”

“Hmm? Oh ini.”

Dia membuka sedikit perbannya. Lalu ada banyak tanda yang bentuknya seperti ular hitam.

“…Apa itu?”

Aku bertanya dengan curiga dan Saji menjawab.

“Saat aku bertanya pada Azazel-sensei, dia bilang penyebab hal ini terjadi saat aku bertarung denganmu di game terakhir. Tampaknya, menghubungkan diriku denganmu—Sekiryuutei, yang mencapai Balance Breaker—dan mengambil darahmu mempunyai pengaruh pada tubuhku. Sepertinya line yang terputus dari tubuhku juga mencerminkan informasi dari Sekiryuutei yang telah diambil datanya.”

“Kau serius? Apa itu buruk?”

“Tidak, sepertinya itu tidak memberikan pengaruh buruk. Hanya saja itu muncul di tubuhku. Seperti ini misalnya.”

Apa yang Saji tunjukkan padaku adalah permata kecil yang muncul di bagian lengannya. …Kupikir itu permata, tapi ternyata benar, bukan? Itu identik dengan permata pada Sacred Gear tipe naga milik Vali, Sensei, dan aku.

“…Mungkin kau dikutuk?”

Saat aku mengatakan itu, wajahnya terlihat sangat terganggu.

“Uwaa…. Jangan bicara sesuatu yang bikin khawatir…. Kau tahu bahwa Vritra tidak meninggalkan banyak legenda bagus?”

Saji mengganti topik pembicaraan lalu bertanya padaku.

“Jadi aktivitas apa yang akan kaulakukan, Hyoudou?”

“Aku mengikuti lomba lari tiga kaki. Sudah diputuskan kalau aku melakukannya dengan Asia.”

“Ku! Kau benar-benar bajingan yang beruntung! Aku mengikuti lomba makan roti.”

Hmm, lomba makan roti. Itu juga menyenangkan, tapi aku akan menikmati lariku bersama Asia-chan.

Saji iri padaku, dan dua gadis berkacamata muncul.

“Saji, apa yang kaulakukan? Kita akan memeriksa lokasi masing-masing tenda, jadi ikuti kami secepatnya.”

“Kami, OSIS, kekurangan tenaga kerja jadi tolonglah bekerja.”

Itu Sona-kaichou dan Fukukaichou, Shinra Tsubaki-senpai. Keduanya memanggil Saji. Oh, kedua kacamata mereka bersinar.

“Y-ya, Kaichou! Fukukaichou!”

Saji bergegas dan pergi ke sisi mereka.

Kaichou dan Fukukaichou memang terlihat tegas…. Omong-omong soal kacamata, aku teringat pewaris berikutnya Keluarga Agares. Orang itu juga dingin dan… berkacamata. Apakah kebanyakan orang di antara Iblis yang memakai kacamata itu tenang dan serius? Saji melambaikan tangannya ke arahku dan berpindah ke sudut lapangan bersama Fukukaichou.

[—Vritra, huh.]

Hmm? Ddraig, apa maksudmu?

[Tidak. Jangan cemas soal itu. Tapi sepertinya kontak langsung denganku sudah mempercepat pertumbuhannya. Berapa pun bagian jiwanya yang dipotong, akan lain ceritanya jika memiliki “permulaan”.]

Aku bahkan tak tahu apa yang baru saja kaubicarakan.

[Di dekatmu, ada Fafnir dan Vritra. Dan kau telah bertemu dengan Tannin. Sepertinya inangku mempunyai ikatan yang kuat dengan masing-masing Raja Naga.]

Hmm. Sepertinya Ddraig-san memasuki dunianya sendiri.

“Asia! Apakah oppai-mu membesar selama liburan musim panas?”

“Kyaa! Kiryuu-san! Tolong jangan meraba-raba!”

…Ah. Gadis berkacamata itu melakukan pelecehan seksual terhadap Asia. Astaga, saat aku mengalihkan pandangan darinya, dia selalu melakukan pelecehan seksual terhadap Asia…. Aku harus memperingatkannya setelah ini. Kalau tidak, Asia akan berubah jadi erotis! Dia sudah mulai tertarik pada hal itu karena pengaruh Buchou dan Akeno-san….

Sekarang, aku harus memulai latihanku bareng Asia. Dari peralatan kegiatan, aku mengeluarkan tali untuk lari tiga kaki.

“Asia! Ayo berlatih!”

“I-iya!”

Dia menundukkan kepalanya ke arah Kiryuu yang sedang mengejarnya, dan berlari ke arahku dengan cepat. Cowok dan cewek di kelasku sudah mulai berlatih. Ah, ada yang jago, tapi ritmenya melenceng. Mereka juga terlihat malu-malu karena terikat satu sama lain. Asia dan aku juga mendekat dan mengikatkan tali ke kaki kami.

“Oke, ayo segera kita lakukan, Asia!”

Meskipun dia tampak malu, dia melingkarkan tangannya di pinggulku dan kami sekarang siap.

Hmmm, rambut Asia harum…. Itu karena tubuhnya menyentuh tubuhku, tapi aku bisa merasakan sesuatu yang lembut….

Enggak, enggak! Aku perlu membuang pikiran buruk! Partnerku adalah Asia! Kendalikan diri! Kendalikan diri! Setelah menarik napas, kami saling mengangguk dan melangkah maju.

“Sekarang, satu, dua….”

Kami bergerak sambil mengeluarkan suara, tapi….

TERGELINCIR!

Kaki kami bertautan dan kami jadi tidak seimbang!

“Uoo!”

“Kyaa!”

Aku segera memegang Asia yang hendak terjatuh dan memperbaiki keseimbangan kami!

“…H-hmm…. Sepertinya aku harus menjaga ritmeku tetap sama dengan Asia.”

Itulah yang kupikirkan. Saat aku melihat ke arah Asia, wajahnya merona merah dan sepertinya dia sedang menahan sesuatu. Huh? Hmm? Sepertinya tangan kananku memegang sesuatu yang sangat lembut….

Hei, aku sedang memegang oppai Asia!

Aku mengerti…. Jadi tempat yang kupegang saat Asia hendak terjatuh adalah oppai-nya!

Hmm, menurutku massanya bertambah! Enggak, aku tak boleh menyentuhnya lebih lama dari ini! Aku melepaskan tanganku dari oppai Asia!

“M-maaf! Itu tak disengaja!”

Aku meminta maaf! Apa yang telah kulakukan! Meski kubilang Asia penting bagiku, aku akhirnya meremas oppai-nya!, tapi oppai Asia juga punya sensasi yang bagus!

“…E-enggak apa-apa. Aku baik-baik saja. Tapi tolong beri tahu aku dulu kalau kau mau menyentuhnya…. Aku juga harus bersiap-siap….”

Tak apa-apa kalau aku bertanya padamu!? Enggak, itu salah! Itu tak disengaja!

Aku mulai merasa benci pada diri sendiri dan keinginan untuk berhubungan seks, tapi kalau terus begini, aku tidak akan bertahan lama. Aku mengatakannya setelah menarik napas.

“K-kalau begitu, mari kita lanjutkan latihan kita.”

“Y-ya. Tapi, aku minta maaf. Aku tidak begitu pandai dalam olahraga.”

Asia merasa sedih.

“Jangan khawatir. Kita hanya perlu memiliki ritme yang sama. Ini adalah kerja tim.”

“K-kerja tim?”

Asia menekuk lehernya dengan manis. Kenapa sih setiap tindakan gadis ini sangat imut!

“Ya, kerja tim. Mari kita bersuara bersama-sama dan bergerak selangkah demi selangkah. Kita akan berlari setelah kita terbiasa.”

“Ya.”

Ya. Ini sama dengan latihanku. Kami bisa membiasakannya, satu per satu. Ini pasti akan menjadi kunci kesuksesan. Itulah yang aku, yang tak memiliki apa-apa, pelajari.

“Kalau begitu, ayo kita lakukan sekali lagi!”

“Ya!”

Dengan ini, kami memulai dengan mengatur ritme kami dengan benar.

—D×D—

Sehabis sekolah hari itu.

Aku berjalan ke ruang klub bersama Asia, Xenovia, dan Irina. Anggota lain, termasuk Buchou, yang datang sebelum kami bermuka serius. Huh? Apa terjadi sesuatu?

“Apa terjadi sesuatu?”

Saat aku bertanya, Buchou menjawab.

“Ya. Lawan kita selanjutnya di Rating Game para Iblis muda sudah diputuskan.”

Hee. Rupanya sudah diputuskan. Dimulai dari pertandingan Gremory vs. Sitri, terdapat pertandingan antara enam keluarga. Jadi grup Gremory juga harus melawan semua keluarga lain selain grup Sitri. Aku tak terlalu terkejut dengan hal itu, tapi aku memahami alasan reaksi aneh semua orang setelah perkataan Buchou selanjutnya.

“Lawan kita berikutnya adalah… Diodora Astaroth.”

“—!”

Aku kehabisan kata-kata oleh sesuatu yang hanya bisa kuanggap sebagai lelucon buruk.

Post a Comment

0 Comments