Momaseteyo Ore no Seigi
Judul Jepang: 揉ませてよオレの正義
Karya: Kagami Hiroyuki
Ilustrasi: Touya Daisuke (1-2) | Kloah (3) | Botan (4 - 5 - 6) | Ajishio (7)
Jilid 1
Hidup Nigorikawa Yoh berada di titik terendah.
Di akademi, ia hanyalah pelayan siswa spesial, sedangkan di organisasi kejahatan OPP Demonia, ia hanyalah bawahan rendahan yang mengerjakan pekerjaan kasar tiap hari.
Ia selalu dikelilingi oleh kesatria hitam dengan payudara besar, tetapi hanya bisa menatap tanpa menyentuh, menahan rasa frustrasi.
Namun, tes tempur mendadak yang dijalankan padanya menjadi kesempatan emas untuk meremas payudara yang ia idamkan!
Sebuah kisah sukses merebut kejayaan dan payudara akhirnya dimulai…?
Di akademi, ia hanyalah pelayan siswa spesial, sedangkan di organisasi kejahatan OPP Demonia, ia hanyalah bawahan rendahan yang mengerjakan pekerjaan kasar tiap hari.
Ia selalu dikelilingi oleh kesatria hitam dengan payudara besar, tetapi hanya bisa menatap tanpa menyentuh, menahan rasa frustrasi.
Namun, tes tempur mendadak yang dijalankan padanya menjadi kesempatan emas untuk meremas payudara yang ia idamkan!
Sebuah kisah sukses merebut kejayaan dan payudara akhirnya dimulai…?
- Ilustrasi
- Bab 1 Organisasi Pelindung Planet Demonia
- Bab 2 Akademi Hierarki
- Bab 3 Spydog
- Bab 4 H-cup Gravure Idol
- Bab 5 Saint Agent
- Bab 6 Hadiahnya adalah Aizenaha
- Bab 7 Peta Pengkhianatan
- Bab 8 Idola Budak
- Kata Penutup
Jilid 2
Sebagai staf layanan OPP Demonia, Yoh berhasil menangkap pahlawan keadilan Pink Police, alias Akimoto Rina.
Berkat jasanya, ia dipromosikan jadi kombatan, sekaligus diangkat sebagai penanggung jawab peremas payudara komandan wanita Eisenach.
Idolanya Rina kini jadi miliknya, dan ia menjalani hari-hari penuh kebahagiaan menikmati payudara besar.
Namun, demi menjebaknya, para Saint Agent memasang perangkap licik yang membuat Yoh terpojok dalam bahaya besar…?
Berkat jasanya, ia dipromosikan jadi kombatan, sekaligus diangkat sebagai penanggung jawab peremas payudara komandan wanita Eisenach.
Idolanya Rina kini jadi miliknya, dan ia menjalani hari-hari penuh kebahagiaan menikmati payudara besar.
Namun, demi menjebaknya, para Saint Agent memasang perangkap licik yang membuat Yoh terpojok dalam bahaya besar…?
Jilid 3
Walau di akademi Yoh tetap berada di dasar hierarki, di OPP Demonia ia terus naik jabatan hingga akhirnya dipercaya memimpin misi.
Kepercayaan dari para komandan wanita pun makin kuat, dan ia juga menikmati hari-hari penuh seks sebagai peremas resmi.
Namun Clarissa, yang mulai kesal karena tidak pernah diajak olehnya, akhirnya melancarkan godaan aktif.
Saat itu, Yoh yang terus berkembang, tengah mendekati titik balik penting…?
Kepercayaan dari para komandan wanita pun makin kuat, dan ia juga menikmati hari-hari penuh seks sebagai peremas resmi.
Namun Clarissa, yang mulai kesal karena tidak pernah diajak olehnya, akhirnya melancarkan godaan aktif.
Saat itu, Yoh yang terus berkembang, tengah mendekati titik balik penting…?
Jilid 4
Setelah diakui jasanya, Yoh mulai disayangi para komandan berpayudara besar. Namun, tiba-tiba krisis datang.
Musuh yang dengan putus asa melayani dengan paizuri ternyata adalah teman sekelasnya, Lumina!
Dilanda rasa bersalah karena menerima pelayanan seksual dari teman sekelas dan terguncang oleh kenikmatan oppai besar, Yoh goyah.
Konon, jika Lumina berhasil membuatnya klimaks dengan payudaranya, sesuatu penting akan terjadi.
Pertarungan sengit untuk memperebutkan kemampuan meremas Yoh pun dimulai!
Musuh yang dengan putus asa melayani dengan paizuri ternyata adalah teman sekelasnya, Lumina!
Dilanda rasa bersalah karena menerima pelayanan seksual dari teman sekelas dan terguncang oleh kenikmatan oppai besar, Yoh goyah.
Konon, jika Lumina berhasil membuatnya klimaks dengan payudaranya, sesuatu penting akan terjadi.
Pertarungan sengit untuk memperebutkan kemampuan meremas Yoh pun dimulai!
Jilid 5
Yoh, yang tengah mengejar karier di OPP Demonia dan diakui para atasan cantiknya, akhirnya ditangkap Saint Agent setelah kemampuannya meraba diketahui.
Eisenach dan kesatria kegelapan lainnya menyerbu untuk menyelamatkannya, tapi karena kalah oleh godaan dan meremas oppai musuh, para agent malah menjadi lebih kuat.
Pertarungan memperebutkan Yoh semakin panas, dan kini markas Demonia pun menghadapi krisis besar!?
Eisenach dan kesatria kegelapan lainnya menyerbu untuk menyelamatkannya, tapi karena kalah oleh godaan dan meremas oppai musuh, para agent malah menjadi lebih kuat.
Pertarungan memperebutkan Yoh semakin panas, dan kini markas Demonia pun menghadapi krisis besar!?
Jilid 6
Dikepung para agent, Yoh terus dipaksa meremas payudara, membuat kekuatan musuh makin meningkat.
Ia gelisah karena justru memberi kontribusi pada lawan, tapi godaan terus berulang.
Untuk menyelamatkannya, akhirnya Beelzeria, wanita terkuat Demonia, muncul bersama ksatria kegelapan baru.
Selama ini Yoh hanyalah “peremas payudara yang diperebutkan”, tapi kini tibalah saat perubahan baginya—mungkin kesempatan untuk bangkit demi sahabatnya!?
Ia gelisah karena justru memberi kontribusi pada lawan, tapi godaan terus berulang.
Untuk menyelamatkannya, akhirnya Beelzeria, wanita terkuat Demonia, muncul bersama ksatria kegelapan baru.
Selama ini Yoh hanyalah “peremas payudara yang diperebutkan”, tapi kini tibalah saat perubahan baginya—mungkin kesempatan untuk bangkit demi sahabatnya!?
Jilid 7
Yoh, yang sempat ditawan agent dan hampir hancur dalam krisis pole shift, akhirnya berhasil kembali ke Demonia berkat Eisenach dan ksatria kegelapan.
Ia senang bisa kembali berkontribusi sebagai peremas sekaligus melanjutkan kehidupan sehari-harinya di akademi.
Clarissa yang menantikan kepulangannya langsung memberikan pelayanan penuh gairah, sementara Rina dan Lumina juga mendekat dengan cepat.
Di tengah itu semua, Yoh menghadapi momen penting: sebuah pertemuan kembali…?
Ia senang bisa kembali berkontribusi sebagai peremas sekaligus melanjutkan kehidupan sehari-harinya di akademi.
Clarissa yang menantikan kepulangannya langsung memberikan pelayanan penuh gairah, sementara Rina dan Lumina juga mendekat dengan cepat.
Di tengah itu semua, Yoh menghadapi momen penting: sebuah pertemuan kembali…?

Post a Comment