Shangri-La Frontier Bab 16

16 – Sosok yang Istimewa

Memakai kapak goblin tidaklah sebanding. Setelah menyimpulkan hal itu, aku memutuskan untuk mengisi waktu sampai malam dengan cara tidur di dunia nyata.

Kalau sudah begini, aku bakal begadang dan menaklukkan gim ini secara tuntas…! Semangatku sih membara, tapi kalau tidak ada senjata, aku bakal kembali ke gim tabuh drum yang tidak membuahkan hasil itu lagi.

“Ossan, senjatanya sudah jadi?”

“Oh, kau sudah datang, Nii-chan berpenampilan aneh. Sudah jadi, nih.”

Tenggang rasa terhadap kritikan penampilan adalah kebijakan yang tidak kuterima, lagi pula aku mulai menyukai topeng burung ini. Bukannya diserahkan secara langsung, aku memeriksa barang yang dimasukkan langsung ke dalam inventory-ku.

 

・Belati Danau Rawa

Belati yang memperlihatkan serpihan kilau meskipun mengendap. Dibuat dari bijih besi berkualitas bagus di Rawa Tandus Penuh Sengsara, ini akan menjadi teman jangka panjang bagi seorang pejuang.

Apakah bisa memberikan kilauan pada pedang ini atau tidak, semuanya tergantung pengguna.

Saat berhasil melancarkan serangan critical, pengurangan nilai daya tahan berkurang separuh untuk jangka waktu tertentu.

 

“Bisa dibilang ini senjata mahakarya, sih….”

Dalam hal penggunaan jangka panjang, tidak ada senjata lain yang lebih tepat daripada ini untuk saat ini. Gergaji ganda yang satunya lagi memiliki efek damage tambahan saat critical, tapi itu mungkin karena gaya dua pedang  maupun pedang ganda memang dirancang dengan gaya yang menyasar jumlah pukulan dan critical.

“Ah, benar juga, aku mau bertanya sesuatu.”

“Aan? Aku ini sudah mau tidur, lho….”

“Apakah ada sarana untuk memulihkan daya tahan senjata?”

“Aah, banyak banget orang yang menanyakan hal begitu. Mana mungkin seorang amatir bisa melakukan sesuatu pada senjata, 'kan? Pasrah saja dan minta bantuan pada kami para pandai besi. Kami ini pandai besi yang membuat senjata dan membesarkan senjata, lho? Kalau soal senjata, serahkan saja pada kami dan kami akan menyelesaikannya secara sempurna.”

“Nng? Membesarkan senjata?”

“Apa, kau tidak tahu? Pandai besi seperti aku… orang yang bisa memakai sihir penempaan tidak hanya bisa membuat senjata, tapi juga bisa memperkuatnya jadi lebih kuat. Yah, bagi pandai besi, senjata itu sudah seperti anak sendiri, jadi alih-alih memakai kata dasar seperti memperkuat, kami menyebutnya membesarkan….”

Menyampingkan paman yang mulai terhanyut dalam sentimental, aku memikirkan tentang kata “membesarkan” yang diucapkan paman tadi. Soalnya di gim ini, tampaknya merupakan sarang parameter tersembunyi, elemen tersembunyi, dan syarat tersembunyi sampai-sampai Wiki Strategi menyerah. Meskipun menaikkan level secara normal tentu saja kuat, tetapi jika bisa mendapatkan unique job, unique equipment, atau unique magic, bahkan seorang pemula yang baru mulai beberapa hari pun bakal menjadi pusat perhatian, begitulah besarnya pengaruh yang dimiliki kata “Unique”. Dengan kata lain, untuk senjata yang “membesarkan” ini, tentu saja sangat mungkin terjadi mutasi mendadak dengan syarat tertentu sebagai pemicunya!

“Terima kasih, ya. Kalau sudah mengumpulkan bahan dan uang, aku bakal datang lagi.”

“Ooh, berjuanglah.”

Berpisah dengan paman itu, aku yang telah mendapatkan senjata baru beranjak menuju Rawa Tandus Penuh Sengsara. Target utamaku adalah “sampai inventory mencapai batasnya”.

 

“Yang benar saja, itu curang, 'kan…!”

“Gekyakyakyakya!!”

“Gugige!”

“Gyagyat!”

Memanggil teman itu 'kan hak istimewa monster lemah, woi…!! Mengingat kegelapan gulita di dalam gim terlalu berlebihan hingga tergolong gim sampah, di Rawa Tandus Penuh Sengsara yang tingkat kegelapannya setara dengan tepat setelah matahari terbenam di dunia nyata, tanpa sadar aku merencam atas fakta bahwa goblin bertopi merah telah memanggil temannya.

Monster yang muncul di Rawa Tandus Penuh Sengsara berubah antara siang dan malam, baguslah kalau aku paham soal itu, tapi jelas-jelas penyesuaian kekuatan orang-orang ini aneh. Red Cap, si goblin bertopi merah, mengelilingiku sambil membawa kapak tangan yang tingkatannya naik dari alat batu pukul menjadi alat batu pangkas, serta pedang lurus berkarat.

Saat berpapasan, awalnya cuma ada satu ekor. Meskipun begitu, dengan kelincahan yang tidak terlihat seperti goblin, aku memang bisa menghindarinya, tapi terkadang dia menyelipkan tipuan dengan niat membunuh tinggi yang bikin tengkuk dingin. Jelas-jelas ini adalah monster dengan penyesuaian yang kalau levelmu tidak berada di atas tingkat tertentu, pilihannya cuma kabur… yang biasa disebut unique monster, atau kalau menggunakan istilah gim lain, memancarkan aura seperti F.O.E (Field-On Enemy).

Namun, di sinilah letaknya VR full-dive, ketidakuntungan level bisa ditutupi dengan player skill, yang mana merupakan hal bagus dari gim jenis ini, sekaligus menjadi sisi buruk di mana pemain-pemain yang jago di gim tipe layar zaman dulu jadi tersingkirkan. Dan bukannya mau menyombongkan diri, tapi aku percaya diri bisa menghindari sebagian besar serangan selama itu bukan serangan mati seketika ke seluruh area, serangan pasti kena, atau serangan hit gara-gara bug. Daya serang senjata yang baru kubeli juga lumayan bagus, menurut taksiranku aku sudah memotong HP Red Cap sekitar dua pertiga tanpa luka sedikit pun, tapi… di saat itulah si bajingan topi merah ini malah memanggil temannya.

Hasilnya, saat ini aku dikepung oleh empat ekor Red Cap, tapi….

(Nah, harus bagaimana, ya….)

Bukannya aku membatasi diri untuk respawn, dan bukannya aku memberikan batasan pada diriku sendiri untuk tidak boleh mati sekali pun. Namun secara sistem gim, karakter pemain tidak langsung meledak menjadi poligon saat HP-nya habis total, melainkan avatarnya bakal tetap tertinggal di tempat tersebut selama beberapa menit. Terlebih lagi, selama beberapa menit sebelum meledak jadi poligon dan respawn, pihak ketiga bisa membuka inventory milik pemain. Dan kudengar Player Killer (/PK) hampir sebagian besar menyerang pemain memang demi merampok. Karena tidak ada teman yang bisa menutupi atau membangkitkanku, aku ingin menghindari inventory-ku diacak-acak oleh seseorang.

Kalau begitu, kabur adalah jawaban paling optimal… memang benar begitu, tapi fakta bahwa aku ingin mencoba melakukan hal nekat juga tidak bisa dimungkiri. Mau bagaimanapun ini 'kan gim, kalau tidak dinikmati, tidak tahu lagi buat apa aku memainkannya.

“Nah, mari kita lihat apa yang harus dilakukan….”

Tepat pada saat itu, salah satu Red Cap terempas ke udara bersama dengan suara gemuruh yang dahsyat. Mungkinkah ada pemain baik hati yang tidak tega lalu membantuku?

“Gurrrrrr….”

Harapan hampa semacam itu langsung sirna oleh suara geraman yang jelas-jelas mirip milik seekor pemangsa.

[Anda telah berpapasan dengan Unique Monster “Lycagon si Penyergap Malam”.]

Waaah, malah yang itu.

Sihir Penempaan adalah sihir pembuatan “senjata dan pelindung tubuh terbatas” yang bisa dipelajari dengan cara berguru kepada NPC Pandai Besi. Mengenai pelindung tubuh, tidak hanya sihir penempaan, tetapi juga dibutuhkan sihir tata busana yang harus dipelajari dengan berguru kepada NPC Penjaga Toko Pelindung Tubuh, sehingga pemain pandai besi hampir seluruhnya adalah pengrajin senjata. Karena bisa merancang desain senjata sendiri, ada banyak pemain yang mengincar posisi Sword Smith, dan ada juga pemain yang menjual senjata buatan sendiri kepada pemain pemula. Oleh karena itu, musim di mana pemain baru melonjak drastis adalah waktu yang menjadi kesempatan bagi pemain kelas produksi untuk menyelesaikan masalah skill dan kondisi keuangan mereka sekaligus.

Post a Comment

0 Comments