Shangri-La Frontier Bab 17

17 – Serangan Malam Serigala Hitam

Di sini, demi bertahan hidup dari unique monster sejati, aku bakal memperkenalkan para anggota gila dari party yang dibentuk secara darurat meskipun secara sistem merupakan musuh satu sama lain!!

Aku, Sunraku, yang jelas-jelas punya kendala dalam daya tahan! Red Cap A sekarat yang sudah kubuat setengah mati! Red Cap B yang tanpa luka! Red Cap C yang mulai memasukkan opsi kabur ke dalam pertimbangan! Red Cap D yang berdiri menghadapi dengan berani lalu meledak jadi poligon! Namu San! Sekian!!

“Ooi, ooi, langsung hancur dalam satu pukulan, kah….”

Unique Monster itu pada dasarnya adalah niat jahat dari pihak pengembang yang bilang “Keberuntunganmu buruk, mati sana!!”. Pada dasarnya, bagi pemula, begitu bertemu dengannya artinya mati.

Rasanya aku ingin melancarkan tendangan terbang lalu menenggelamkan diriku di masa lalu ke dalam rawa yang sempat berpikir “Jangan-jangan Red Cap itu adalah unique monster?”. Setinggi apa pun player skill, tetap membantai kroco secara membabi buta, itulah yang dinamakan unique monster.

Meskipun tanpa kata-kata, tekanan khas sosok kuat yang dipancarkan dari sekujur tubuhnya mau tidak mau menghantamkan perbedaan kekuatan yang sangat jauh padaku. Atau lebih tepatnya, realitasnya luar biasa, apa bisa intimidasi seperti membakar kulit begini direproduksi di dalam gim?

“Uwoooh!!?”

Aku memaksa menarik kembali pikiranku yang sempat mencoba melarikan diri dari kenyataan, lalu menjauh dari tempat itu dengan cara berguling. Satu detik berikutnya, jajaran taring berukuran raksasa yang setiap sisinya lebih besar dari pergelangan tangan sampai ujung jari tengahku menerjang tempatku berada sebelumnya, lalu Red Cap B yang berada di belakangku menjadi mangsa dari gigitan tersebut.

Daging dikoyak, tulang dihancurkan, organ dalam dilumatkan… Proses-proses ini dipadatkan hanya dalam satu kali gigitan, dan hasilnya, suara yang harus dideskripsikan sebagai “gogyo” pun terdengar saat nyawa Red Cap B dihancurkan.

“Unique Monster ‘Lycagon si Penyergap Malam’, ya….”

Pantas saja, karena menyerang di malam hari makanya dinamakan Penyergap Malam. Apakah karena tempat itu agak remang-remang meskipun secara arahan gim adalah malam hari, justru bulu hitam pekatnya terlihat makin mencolok, serta taring hitam berisi niat membunuh yang bakal melahap mati Red Cap… tidak, bahkan mungkin diriku dalam satu pukulan. Di tengah tubuhnya yang sebagian besar berwarna hitam, rongga mulut yang merah menyala dan mata yang berwarna kuning membuatku berhalusinasi seolah-olah hanya ada mulut dan mata saja di dalam kegelapan yang berbentuk serigala.

Saat ini levelku adalah 18, tapi seberapa jauhkah jarak perbedaan levelku dengan Lycagon si Penyergap Malam? Double… tidak, sepertinya ada perbedaan level sekitar triple score. Yah, pertama-tama sudah pasti tidak bisa menang. Sebelum bicara soal player skill atau pertahanan kertas, masalahnya adalah daya serangku yang kurang. Ini berada di tingkatan sebelum bicara soal melancarkan critical atau tidak, jika jarum ditusukkan ke pelat besi menggantikan tusuk gigi, hasilnya tetap bakal patah juga.

“Kabur… juga tidak mungkin, ya.”

Memikirkan seberapa jauh perbedaan angka AGI kami saja sudah terasa konyol. Bisa menghindarinya tadi itu tergolong sebuah keajaiban… tidak, tidak juga, sih. Musuh di tingkat itu… tidak, ekspresi “di tingkat itu” rasanya agak kurang pas, tapi pokoknya aku pernah berpengalaman bertarung melawan MOB musuh yang menerjang dengan kecepatan seperti itu. Atau lebih tepatnya, meskipun bukan di gim ini, aku yang merupakan seorang gamer yang lumayan mendalami gim tentu saja punya pengalaman bertarung melawan musuh dengan kesulitan tinggi. Tidak, tentu saja aku tidak berpikir bisa mengalahkan unique monster yang diperuntukkan bagi raid secara solo, tapi coba bertarung saja, kali ya…?

“Benar, benar sekali…. Kau pikir aku ini siapa?”

Aku adalah gamer yang telah melampaui segala gim sampah, mulai dari bug, penyesuaian sampah, hingga pertemuan tak masuk akal! Mana mau aku menyerah dan bilang “Baiklah, aku mengaku kalah” padamu yang kalkulasi hit-nya bahkan tidak bug!

“Ayo kita lakukan, woi!!”

Saat ini adalah yang paling menyenangkan! Sekarang aku sedang menikmati gim!! Benar sekali, menantang unique monster yang jelas-jelas tidak bisa dimenangkan menggunakan perlengkapan awal adalah naluri seorang gamer! Tidak ada yang perlu dimalukan sama sekali! Ganti senjata ke Vorpal Chopper yang merupakan senjata dengan daya serang tertinggi saat ini, aku justru menerjang duluan dari sini!

Apakah dia berpikir aku bakal terduduk pasrah seolah-olah sudah menyerah, atau berpikir aku bakal menerjang secara nekat, ataukah berpikir aku bakal kabur tanpa memedulikan penampilan? Aku tidak tahu mana yang ingin diduga oleh AI unique monster tersebut, tapi Serigala Hitam itu pun sepertinya tidak menyangka kalau aku benar-benar berencana meluncur menerjang untuk mengalahkannya. Mata Lycagon membelalak saat menyaksikan sabetan kaki depannya yang diayunkan secara asal-asalan kuangkat naik dengan Flash Counter… tidak, dengan Just Parry yang berubah berkat poin pengalaman Ular Raksasa Keserakahan.

“Tidak ada hebat-hebatnya, 'kan! Hahahahahaa!”

Bercanda, jujur saja tadi aku berpikir bakal mati.

PN: Sunraku

LV: 18

JOB: Prajurit Bayaran (Pengguna Gaya Dua Pedang)

2.000 Mahni

HP: 30

MP: 10

STM: 40

STR: 10

DEX: 15

AGI: 40

TEC: 20

VIT: 1(14)

LUC: 55

Skill

・Spin Slash

・Screw Pierce

・Knuckle Rush

・Tap Step → Slide Step

・Flash Counter → Just Parry

・Loop Slash Lv.1

Perlengkapan

Kanan: Vorpal Chopper

Kiri: Vorpal Chopper

Kepala: Topeng Burung Menatap (VIT +2)

Dada: Rompi Bilah Pemisah (VIT +4)

Pinggang: Sabuk Bilah Pemisah (VIT +4)

Kaki: Celana Bilah Pemisah (VIT +4)

Aksesori: Tidak Ada

EN: Lycagon si Penyergap Malam

LV: 165

HP: ?????

MP: ?????

STM: ?????

STR: ?????

DEX: ?????

AGI: ?????

TEC: ?????

VIT: ?????

LUC: ????

Skill: ??????? ??????? ??????? ??????? ??????? ???????

Just Parry adalah skill mahakarya yang secara teori dapat menangkis seluruh serangan fisik musuh jika pemain berhasil memenuhi kedua syarat yaitu “diaktifkan pada timing critical terhadap serangan musuh” dan “postur menangkis” secara sempurna (namun tetap akan mati jika terkena serangan yang tidak bisa ditangkis atau serangan tipe sihir).

Unique monster umumnya sering tertukar dengan rare monster yang tingkat kemunculannya sangat rendah, tetapi di Shangri-La Frontier, istilah ini mengacu pada monster yang memiliki “Nama Individu + Nama Julukan”. Area boss maupun story boss yang baru akan muncul nanti disesuaikan dengan pola “kalau menaikkan level secara gila-gilaan, bisa diselesaikan secara solo”. Namun, para unique monster yang tersebar di dunia dalam gim seperti Lycagon si Penyergap Malam disesuaikan dengan prinsip “Meskipun kau merasa Aku-Kuat-Banget, tempat ini tidak disesuaikan agar bisa dikalahkan sendirian, mati sana!” secara mentah-mentah.

Sebagai catatan, saat ini tidak diungkapkan berapa banyak unique monster yang sudah diimplementasikan, dan sampai sekarang pun ada atau tidaknya unique monster yang belum ditemukan oleh siapa pun… Lycagon si Penyergap Malam adalah monster mirip Tiga Anjing di Po◯emon yang muncul secara acak di berbagai tempat, sehingga tingkat kepopulerannya berada di jajaran teratas.

Post a Comment

0 Comments