Shangri-La Frontier Bab 18

18 – Penyesuaian Tokoh Utama Tidak Ada di dalam Parameter

Yah, hasilnya memang sudah sangat jelas, sih. Mana mungkin hal dramatis seperti mendadak bangkit lalu melepaskan counter yang dahsyat! atau ditolong oleh pemain level tinggi misterius… bakal terjadi begitu saja.

“Yah, memang begitu, sih~”

Justru sebaliknya, aku ingin bertanya kenapa sekarang ini, dengan HP yang tersisa 1 dan bagian bawah lutut yang sudah dikunyah hingga putus, aku berguling di tanah sambil memandangi Lycagon si Penyergap Malam yang perlahan mendekati diriku. Yah, kalau cuma dengan player skill saja bisa menang melawan apa pun, itu sama saja dengan bilang aku bakal melatih fisik di dunia nyata, 'kan. Kalau segalanya bisa ditentukan cuma dengan player skill, di dunia ini tidak bakal ada ras bernama gamer yang merupakan sosok kuat khusus di dalam gim.

Tapi, kalau ada yang menceritakan diriku sebagai “si kepala burung aneh yang mati seketika oleh unique monster”, tolong tunggu sebentar. Biar bagaimanapun, aku berhasil bertahan selama lima menit, melancarkan serangan sekitar dua ratus kali, dan seratus sekian kali di antaranya adalah critical. Siapa sangka kalau aku tidak bisa memberikan damage sehelai bulu pun! Hahaha.

Tidak, beneran, deh, itu bukan bulu. Itu sama saja seperti baju zirah yang dipadatkan ke bentuk bulu lalu ditumbuhkan di sekujur tubuhnya. Lihat saja, Vorpal Chopper yang tadinya hampir mulus kini sudah di ambang kehancuran. Padahal aku sudah menyerang bagian tubuh yang kelihatan empuk secara benar, tapi malah jadi begini, apa aku tadi sedang menebas batu? Ditambah lagi, entah itu karena semacam skill atau apa, gerakan tubuhku dipaksa mengunci gara-gara raungannya, dan saat kupikir dia menghilang, dia mendadak muncul dari belakang…. Pujilah aku, justru pujilah aku yang berhasil bertahan selama lima menit menggunakan segala cara yang bisa dipakai saat ini!

Sebagai catatan, para Red Cap juga menyerang Lycagon si Penyergap Malam karena nekat, tetapi satu ekor ditendang dengan kaki belakang lalu meledak poligon bagaikan balon air, dan Red Cap A yang sempat kubuat terdesak memang berhasil melancarkan satu serangan, tetapi pedang panjang berkaratnya patah hingga dia tertegun dan lenyap ke dalam mulut Lycagon si Penyergap Malam. Kalau gim ini punya Monster Tamer atau sejenisnya dan saat ini aku adalah seorang tamer, aku pasti sangat menyukainya sampai-sampai bakal merekrutnya, sih…. Meskipun kalau dikatakan, mereka hanyalah sekadar data, tapi Namu San.

“Aah, sial… benar-benar gim mahakarya, deh….”

Perasaan yang ada di dalam dada cuma satu, yaitu kepuasan. Lycagon si Penyergap Malam memang kuat. Dia terlampau keras secara tak masuk akal, terlampau kuat secara tak masuk akal, dan terlampau cepat secara tak masuk akal. Meskipun cedera parah gara-gara bagian bawah lutut dikunyah sampai putus, tetapi HP-ku yang hampir habis total padahal agak meragukan jika disebut luka fatal itu rasanya tidak masuk akal banget, 'kan? Apa tersisanya angka 1 itu karena efek LUC atau semacamnya, ya? Nanti bakal kuperiksa.

Namun, ketidakmasukakalan ini secara benar dihasilkan oleh program yang normal. Kekuatan Lycagon si Penyergap Malam memang benar-benar sesuai dengan perkiraan orang-orang yang membuatnya, dengan kata lain… ini adalah ketidakmasukakalan yang bisa dikalahkan.

“Entah kapan itu bakal terjadi… tapi aku pasti bakal mengalahkanmu.”

“……”

Last boss atau story boss sudah tidak peduli lagi, aku sadar kalau jiwa gamer-ku benar-benar telah tersulut api. Pada detik ini juga, daya pendorong bagiku untuk memainkan gim ini telah ditetapkan.

“Sampai saat itu tiba, jangan sampai dikalahkan oleh siapa pun, ya, Lycagon si Penyergap Malam.”

“……Gurrr.”

“Ehh, kau jangan-jangan dilengkapi AI yang lumayan bagus, obooah.”

Di tengah-tengah mengajukan keberatan pada Lycagon si Penyergap Malam yang jelas-jelas menyeringai dengan sudut mulut melengkung, tubuh bagian atasku dikunyah sampai putus dan angka 1 yang tersisa pun menjadi 0.

[Anda telah diberi “Penanda Kutukan (Marking) Lycagon”.]

“………”

Terbangun di atas tempat tidur penginapan Secondale, aku membuka layar status tanpa suara.

PN: Sunraku

LV: 28 (50)

JOB: Prajurit Bayaran (Pengguna Gaya Dua Pedang)

2.000 Mahni

HP: 30

MP: 10

STM: 40

STR: 10

DEX: 15

AGI: 40

TEC: 20

VIT: 1(6)

LUC: 55

Skill

 ・Spin Slash → Rush Slash

・Screw Pierce → Spiral Edge

・Knuckle Rush

・Slide Step → Slide Move

・Just Parry → Repel Counter

・Loop Slash Lv.1 → Lv.4

・Edge Climb

・Accel Lv.3

Perlengkapan

Kanan: Vorpal Chopper

Kiri: Vorpal Chopper

Kepala: Topeng Burung Menatap (VIT +2)

Dada: Penanda Kutukan Lycagon

Pinggang: Sabuk Bilah Pemisah (VIT +4)

Kaki: Penanda Kutukan Lycagon

Aksesori: Tidak Ada

Tampaknya hanya dengan bertarung melawan unique monster saja sudah mendapatkan poin pengalaman, status point-nya lumayan menggiurkan… yah, menyampingkan hal itu. Skill-nya juga ada yang baru dan ada yang makin berkembang, sayang sekali aku tidak memakai skill pertarungan tangan kosong, ya… yah, menyampingkan hal itu.

 

・Penanda Kutukan (Marking) Lycagon

Lycagon si Penyergap Malam menyukai musuh yang kuat. Tanpa mempertimbangkan kebaikan, kejahatan, kebijaksanaan, maupun kebodohan, Lycagon mengukirkan kutukannya sendiri hanya kepada mereka yang telah menunjukkan keberadaannya. Itu adalah tanda bahwa dirinya merupakan mangsa, dan hawa keberadaan Serigala Hitam yang dipancarkan dari bekas luka kutukan memperlihatkan sisa-sisa kekuatan besar kepada keberadaan yang setengah-setengah.

Tidak ada cara lain untuk melepaskan kutukan selain membebaskannya dengan kekuatan yang melampaui Serigala Hitam, atau dengan menumbangkan Serigala Hitam.

“Bagian yang diberi Penanda Kutukan Lycagon tidak dapat mengenakan perlengkapan.”

“Monster dengan level di bawah karakter yang memiliki Penanda Kutukan Lycagon akan melarikan diri dari karakter.”

“Karakter yang memiliki Penanda Kutukan Lycagon mendapatkan ketahanan yang kuat terhadap kutukan lain.”

“Karakter yang memiliki Penanda Kutukan Lycagon mendapat penyesuaian dalam percakapan dengan NPC.”

 

Lho, bukannya ini bikin buntu?

Tanpa menyebutkan secara rinci, syaratnya adalah “bertahan tanpa terkena damage selama lima menit bagi job garda depan” dan “menerima serangan instant death tetapi HP tidak habis total (tanpa menggunakan item, skill, maupun sihir)”. Lalu satu lagi, syarat “melancarkan critical dalam jumlah tertentu tanpa terkena damage kepada lawan dengan perbedaan level 100 atau lebih” juga telah dicapai oleh tokoh utama.

Post a Comment

0 Comments