Shangri-La Frontier Bab 31
31 – Manusia Terbang, Kelinci Melompat
“Guo… Owaaaaa!?”
Manusia tidak memiliki sayap, karena itulah manusia menggunakan berbagai sarana untuk terbang di udara. Dan jika bicara soal perbedaan antara terbang (Fly) dan melompat (Jump), itu tetap terletak pada ada atau tidaknya kekuatan untuk terus bertahan di udara dengan kekuatannya sendiri…. Sedangkan diriku yang sekarang, bahkan tidak bisa disebut melompat, melainkan berada dalam kondisi terpental.
(HP-nya… Uooh, hampir tidak berkurang sama sekali!)
Aku benar-benar mengira kalau aku sudah mati begitu terlempar ke atas, tapi sepertinya inti dari serangan ini adalah fall damage… alias mati terjatuh.
(Seleranya buruk sekali…!!)
Serangan ini memiliki niat jahat yang jauh lebih besar daripada mati digigit taring itu! Siapa pun yang membuat bos ini, sifatnya pasti amat sangat buruk, aku bisa menjaminnya. Atau lebih tepatnya, bagaimana ini? Karena terlempar terlalu tinggi, aku memang punya waktu untuk berpikir, tapi titik berikutnya tempat tubuhku bersentuhan dengan tanah akan menjadi lokasi kematianku.
(Berpikirlah… Harus bagaimana!? Aku benar-benar tidak mau mati terjatuh! Tidak, tapi ini bukanlah masalah yang bisa diselesaikan dengan player skill atau sihir….)
Sihir. Begitu tubuhku yang akhirnya mencapai batas pembangkangan terhadap gravitasi hendak jatuh, aku mengarahkan pandangan ke bawah menuju satu makhluk lain di tempat ini. Di sana terlihat warna putih yang mengecil, warna cokelat, dan warna pakaian yang cerah… Emul aman, sepertinya boss berengsek ini tidak bakal melancarkan serangan beruntun dalam kondisi seperti itu.
Ah, sialan, matikan pemikiran yang tidak perlu! Ambil tindakan tercepat, tersingkat, dan paling optimal… Harus bagaimana? Begitu menerima kalkulasi damage, tubuhku akan langsung hancur menjadi poligon. Walau belum memverifikasinya, tidak perlu dipikirkan lagi betapa besarnya damage jatuh dari ketinggian lantai empat atau lima tanpa persiapan apa pun. Ini gim yang tidak masuk akal…. Tidak, kalau mau merenung dan menyesal, lakukan saja setelah respawn! Sekarang, bagaimanapun caranya, aku harus berontak! Sambil berusaha tidak memikirkan sensasi jatuh yang tidak penting tapi realistis ini, aku memutar otak secara terdesak. Yang harus diatasi adalah fall damage. Menghindari terempas ke tanah? Atau meringankan damage meskipun terempas ke tanah? Sial, dua-duanya tidak mungkin.
Meminta bantuan Emul? Aku tidak tahu seberapa serbaguna teleportasi koordinat milik Emul. Kalau butuh persiapan terlebih dahulu, berarti aku tamat; skenario terburuknya, aku bakal jatuh tepat di atas Emul. Bagaimana kalau melempar Magic Edge ke tubuhku yang sedang jatuh ini untuk mengempaskannya dari samping?
…Normalnya, aku malah bakal hancur berantakan gabungan dari damage sihir dan damage jatuh, ditolak!
(Ah, apa aku sudah di jalan buntu?)
Kalau sudah begini, benar-benar tidak ada jalan keluar. Pada percobaan berikutnya, aku harus menyusun strategi penanganan jatuh atau penanganan serangan. Dalam kurun waktu jatuh yang bahkan tidak sampai sepuluh detik ini, kesimpulan yang kudapat adalah tidak ada solusi yang bisa kupikirkan. Paling tidak, hal yang bisa kulakukan hanyalah menyiapkan mental menghadapi benturan jatuh….
“………Aaaah.”
Sejak dulu, cuma mati terjatuh di dalam gim saja yang tidak pernah bisa kubiasakan, ya. Dalam full-dive, kalau pandangan berubah menjadi blackout saat terus terjatuh, itu masih tergolong baik. Dulu bahkan ada yang memberikan sensasi arus listrik mengalir di seluruh tubuh bersamaan dengan hilangnya seluruh indra… lalu respawn. Kalau tidak salah, gim itu sudah dilarang edar, walau masih tertidur lelap di rak rumahku.
“…Waaaaaaa…!”
Untuk saat ini, kurasa serangan tadi tidak akan kena kalau aku keluar dari rawa. Pada akhirnya, aku yang sok hebat mengatasnamakan pencari efisiensi inilah dalang kegagalannya. Berikutnya, tanpa ragu atau ampun, aku akan menghabisinya dari jarak jauh memakai sihir Emul.
“Saksikanlah, Vorpal Spirit!!!!!!”
“N-Ngo!?”
“Magic Scroll (Media Sihir Sekali Pakai), [Apport (Teleportasi Sekejap)]!!”
Pemandangan yang berganti, sensasi melayang yang berbeda dari jatuh selama beberapa detik tadi, serta kehangatan berbulu yang teraba di pinggang.
Pada momen berikutnya, posisi awan yang mengalir saat aku menengadah telah bergeser…. Bukan teleport? Emul melompat dan menerjang diriku yang sedang jatuh? Atau lebih tepatnya, di mana ini sebenarnya…. Momen berikutnya, benturan menjalar ke seluruh tubuhku. Tapi itu berbeda dari damage jatuh yang kubayangkan, atau lebih tepatnya, untuk ukuran rawa, ini terasa sangat kasar….
“Gishaaaaa!!!!!!?”
Percikan lumpur mengacaukan rawa bagaikan gelombang. Benturanku—yang bukan lagi jatuhnya pemain dari atas ke bawah… melainkan berubah menjadi serangan monster yang memanfaatkan energi jatuh dari ketinggian dan bersiap menerima efek recoil—mengubah isi kalkulasi damage dari damage jatuh menjadi recoil. Saat itu aku tidak punya cara untuk mengetahuinya, tetapi ada skill bernama Meteor Fall (Tendangan Bintang Jatuh) dengan prinsip sama yang diaktifkan dalam kondisi seperti diriku sekarang. Dan kalkulasi fisika yang diproses sebagai skill juga berlaku untuk fenomena yang mirip dengannya. Lebih tepatnya, mengecualikan skill khusus, sebagian besar skill dipicu oleh pergerakan yang mendekati skill tersebut serta level tertentu sebagai pemicu untuk mempelajari hal baru (silakan lihat buku petunjuk).
Dan ini adalah pandangan pribadiku, tapi Mud Digger yang sempat berenang santai setelah mendaratkan serangan mati seketika pada diriku sang pemain…. Karena tempat jatuhku telah ditetapkan oleh Emul tepat di posisinya, dia tidak bisa melakukan penghindaran yang berarti dan langsung terkena Meteor Fall gadunganku. HP kami berdua saling terkerok, dan poligon memercik dengan dahsyat.
Pembalikan serangan, pergeseran damage, pemicu keberuntungan…. Segala sesuatunya bercampur dengan rumit, terurai, teratur, dan akhirnya membuahkan kesimpulan.
“… Hei, Emul.”
“Uhyaa… Aku pikir kita bakal mati, wa… Ada apa, wa?”
“Kau yang terbaik, wa.”
“K-Kau jangan menirukan gaya bahasaku, wa!?”
Sama seperti saat bertarung melawan Serigala Hitam itu, walau berada dalam kondisi sekarat dengan HP tinggal 1…. Yang berhasil bertahan hidup adalah kami.
Wah, aku benar-benar tidak bisa tidur dengan kaki menghadap ke arah Emul-san lagi, waa.
Magic Scroll [Apport] adalah sihir yang pada saat diaktifkan akan menentukan koordinat dalam radius 5 meter dari pengguna, lalu memindahkan pengguna secara seketika dari titik aktivasi ke koordinat yang ditentukan.

Post a Comment