Shangri-La Frontier Bab 33
33 – Kesatria Berzirah Melihatnya!
Ada gim sampah yang sudah tak dicetak lagi di timur, aku langsung membelinya via lelang internet. Ada informasi keberadaan gim sampah yang kelewat langka di barat, aku rela pergi sendirian naik kereta linier demi mendatangi tokonya. Hingga pada akhirnya, aku mendapat julukan berlumpur “Pemburu Gim Sampah” dari sekian banyak pemain gim sampah. Meski begitu, jujur saja aku belum pernah punya pengalaman disorot oleh NPC—bukan cuma dua kali, melainkan empat kali dipelototi.
“Orang… berikutnya? Lho, kenapa setengah telanjang? B-bekas luka itu! Di kaki juga!?”
Nah, penjaga gerbang ini dengan sigap menunjuk semua titik keanehan Sunraku (aku) sekaligus…. Kalau sampai ada pemungutan suara NPC terpopuler di dalam gim, aku pasti bakal memilihmu, baby. Reaksinya kocak sekali. Dulu aku pernah tertawa terpingkal-pingkal melihat karakter yang terkena bug “kalau berjalan, lehernya berputar horizontal”, tapi setidaknya dia memberikan lelucon yang jauh lebih sehat dibanding itu. Penjaga gerbang mengerang bingung, memikirkan harus bagaimana menghadapi aku yang memancarkan aura orang mencurigakan tingkat tinggi ini. Namun di saat yang sama, demi menghindari label ‘gadis yang membawa penjahat kelamin biasa’, lidah Emul berputar dengan kecepatan penuh.
“Bukan, bukan begitu, tunggu dulu wahai Penjaga Gerbang-san, soal dia itu… ughhh, aduh! Dia punya masa lalu yang sangat kelam tahu, wa…!”
Aduh, aku benar-benar dibuat tercengang. Bukan cuma soal AI NPC yang bisa beralasan dan “membuat kebohongan” tak kalah dari manusia saja, tapi berkat kelihaian kelat lidah Emul, karakter bernama Sunraku ini justru dipoles menjadi… “Pahlawan suci yang ditakdirkan bertarung melawan Lycagon si Penyergap Malam sejak kehidupan sebelumnya atas bimbingan Dewa Takdir. Ia terlahir kembali dan menantang Lycagon, namun karena kalah kuat, tubuhnya terukir kutukan. Kini ia menjadi kesatria pengembara yang melakukan perjalanan ziarah demi menghapus kutukan tersebut atas tuntunan takdir.” Sesuatu yang siap meledak karena tumpukan latar belakang yang kelewat berlebihan.
“Aku kok malah didukung habis-habisan begini, ya….”
“Penanda kutukan itu punya pengaruh yang sebesar itu tahu, Sunraku-san boleh lebih bangga lagi, wa!”
Apa memang begitu, ya…. Yah, dipandang dengan mata penuh rasa hormat dan gentar oleh NPC membuatku agak risih, tapi tidak terasa buruk juga. Tapi kalau dipamerkan ke pemain lain bakal bagaimana, ya? Paling-paling aku cuma ditanyai, “Tato itu di bagian avatar mana bisa dipasang!?”—itu saja paling batasnya.
“Bisa masuk ke dalam kota tanpa masalah saja sudah bagus, ayo pergi, Emul.”
“Baik, wa!”
Jika diumpamakan, rasanya seperti kepala ini menerima telak serangan berdaya hancur super dahsyat yang memiliki efek menembus pertahanan. Tidak, ini bahkan sudah tak bisa lagi dicontohkan dengan fenomena yang ada di dalam gim. Benar-benar kejutan yang seolah-olah penabrak benteng menghantam telak di ubun-ubun. Psyger-0, yang telah menebas habis Mud Digger dalam satu tebasan lalu berlari kencang sekuat tenaga menuju Thirdrema, kini sedang mengintai pemandangan itu dari balik bayangan batu—meski tidak begitu mahir, ia melakukan tindakan penyergapan sekuat tenaga layaknya pemain papan atas.
(A-anu, gadis… itu… siapa?)
Pemain bernama Sunraku yang torso dan kakinya tanpa perlengkapan, serta mengenakan Topeng Burung Menatap—pasti tak salah lagi, itu dia. Jika ada orang lain dengan player name yang sama persis di waktu yang bersamaan, itu akan sangat merepotkan, tapi setidaknya “pemain bernama Sunraku yang tak tertebak apa yang bakal diperbuatnya” cuma dia seorang. Namun, dari kabar yang didengar, seharusnya Hizutome Rakuro / Sunraku bukanlah tipe orang yang bermain gim bersama orang lain. Mungkinkah pendukungnya, Iwamaki Mana, sengaja menyembunyikan informasi ini? Tanpa sadar, tangan yang semula terulur ke arah pedang kini mengepal erat.
(Tidak… tenang, harus dingin… Nee-san juga pernah bilang, dalam situasi yang baru pertama kali dihadapi, observasi dengan tenang itu penting….)
Arah pandangannya tertuju pada lelaki yang baru saja memulai gim sebagai pemula. Lelaki yang dengan telaten membimbing… impian awal Psyger-0 yang justru bertepuk sebelah tangan karena lelaki itu malah melesat maju bagaikan bambu membelah angin. Dan di sisinya, ada seorang gadis bermonokel yang mengenakan perlengkapan yang bahkan belum pernah dilihat oleh Psyger-0—padahal Psyger-0 sendiri sudah menyaksikan banyak hal di gim ini. Ia menduga, apakah gadis itu pemain fashionista papan atas yang memainkan gim bukan demi kekuatan, melainkan demi penampilan? Namun setidaknya, sangat sulit untuk menyiapkan perlengkapan modis seperti itu di rentang wilayah antara awal gim hingga Thirdrema. Lagi pula, ada rasa ganjil yang ia rasakan pada gadis yang tampak ceria bersenda gurau itu.
(Kalau tidak salah, dengar-dengar dia bersama Vorpal Bunny yang bisa berbicara… tapi, itu manusia, 'kan? Lho….)
Bukan berarti ia tidak tahu tentang monster yang bisa menyamar menjadi manusia, tapi mereka seharusnya lebih mudah dikenali… Psyger-0 terus memerhatikan gadis yang tampak sedang membicarakan sesuatu dengan NPC penjaga gerbang itu beberapa saat, hingga akhirnya ia menyadari kejanggalan tersebut.
(Begitu ya… Player name-nya tidak muncul.)
Dengan kata lain, gadis itu tampaknya seorang NPC… Psyger-0 pun bernapas lega, menyadari bahwa penghalang terbesar dalam “Strategi Mengajaknya Bicara Sebagai Senior Gim” yang mendadak muncul itu hanyalah kesalahpahamannya semata. Masalah selain itu bukannya terselesaikan, melainkan makin menyisakan misteri yang mendalam, tapi bagi Psyger-0 yang bertindak atas delapan puluh persen urusan pribadi, itu hanyalah masalah sepele.
(Di dalam Thirdrema… harus kukejar… ah.)
Beralih dari topik tersebut, di Shangri-La Frontier, NPC juga bisa muncul secara mendadak. Contohnya, seperti antrean NPC yang berderet untuk masuk ke Thirdrema yang tiba-tiba bertambah tepat di depan mata Psyger-0 saat ini. Sebagai catatan, jika di sini sampai mendorong atau melukai NPC, skenario terburuknya bukan hanya di Thirdrema saja, tapi lembar buronan pemain akan disebarkan ke dua kota sebelum dan sesudahnya. Akibatnya, pemain akan dikejar oleh prajurit NPC, pemburu pengampunan, atau bahkan pemain lain yang mengincar hadiah imbalan. Bagi Psyger-0, seluruh mob yang ada di Thirdrema bukanlah lawan yang berarti, tapi jika nilai kesukaan NPC turun, hal itu akan berdampak pada banyak hal. Oleh karena itu, kesatria platina tersebut hanya bisa terpaku menatap manusia setengah telanjang berkepala burung dan gadis berambut putih yang entah kenapa sedang memegangi bokongnya berjalan melintasi gerbang.
Omong-omong, di antara NPC ada juga figur yang saat ini levelnya sudah menembus Lv.100.

Post a Comment