Shangri-La Frontier Bab 35
35 – Raja Kesatria Alat Tulis
Nah, jika harus memperkenalkan temanku sesama pemain gim sampah—sesosok orang yang saling mengacungkan jari tengah sambil tersenyum bersamaku—yaitu kawan karibku, Prajurit Pensil-shi, ada baiknya aku terlebih dahulu memperkenalkan gim yang sama sekali tidak boleh dilewatkan.
Nama gim itu adalah Unite Rounds. Sebuah MMOVR tipe kooperatif dengan slogan “Saling Menyilangkan Pedang, Bersatulah”, tempat para pemain menjadi kesatria dan bertarung melawan monster yang menyerang demi menyelamatkan kerajaan yang berada di ambang kehancuran. Namun, kenyataan bahwa gim ini bertengger manis di rak kamarku berarti satu hal: gim ini adalah gim sampah.
Pertama-tama, sebagai premis dasar, tingkat drop rate gim ini buruknya tidak masuk akal. Misalnya, anggaplah seorang pemain kesatria pemula menerima “Misi Pengadaan Rumput Obat”. Atasan NPC memerintahkan untuk mengumpulkannya di hutan yang berjarak sangat dekat dari markas. Lantas, apa cara paling cerdas dan mudah yang harus diambil oleh kesatria pemula? Karena ini tutorial, kumpulkan saja rumputnya secara jujur di hutan? Selamat, jika berpikir begitu, kau akan menghabiskan waktu sekitar 12 jam merangkak tanpa henti di semak-semak.
Sebab, gim ini sangat setia pada latar ceritanya sampai-sampai rasanya ingin marah dan bertanya apakah mereka merancang programnya sambil memejamkan mata. Singkat kata, segala sesuatunya berada di ambang kehancuran…. Bahkan batu jalanan—item dengan drop rate paling tinggi di antara seluruh item di dalam gim—hanya memiliki drop rate sebesar 40% yang amat sangat gila. Jika sedang tidak beruntung, para pemain harus memungut batu sembari menepis pop-up window yang muncul bertubi-tubi:
“Batu ini sepertinya tidak cocok untuk dilemparkan….”
Mengapa harus memungut batu? Karena pedang perlengkapan awal akan hancur hanya dengan tiga kali diayunkan sekuat tenaga!! Sebagai catatan, drop rate rumput obat adalah 2%. Daya tahan tanaman liar yang begitu tangguh membuat orang ingin membasminya sampai ke akar-akarnya.
Lalu, apa jawaban yang benar? Gampang saja: merebutnya dari orang lain…. Inilah elemen sampah terbesar dari Unite Rounds, yaitu “Gim Penjarahan Akhir Zaman”. Kategori menjadi penjahat di dunia open world memang banyak ditemukan, baik yang terkenal maupun tidak. Namun, tidak akan ada yang menyangka bahwa di gim MMO tipe kooperatif, penjarahan justru menjadi jawaban paling optimal.
Akan tetapi hal itu nyata. Bahkan situs panduan strategi menuliskan secara tegas untuk pengumpulan rumput obat pertama: “Paling mudah adalah menyerang toko NPC, atau menyerang pemain lain yang telah menyerang toko tersebut lalu merebutnya”. Ditambah lagi pihak pengembang yang keras kepala malah menegaskan, “Kami tidak akan pernah mengubah drop rate”. Alhasil, apokaliptik berkedok kerajaan ini sepi dan hancur… atau tidak, ternyata tidak begitu.
Bagaimanapun, karena PvP menjadi syarat wajib yang tak terhindarkan, para pemain tipe antarpemain (PvP pemain) mengerumuninya bagaikan ngengat yang tertarik pada lampu. Hal itu terlihat dari situs ulasan gim yang memberikan nilai bintang 1 sambil membeberkan alasannya secara gamblang. Lebih dari sekadar ketegangan antarpemain, penjarahan dijadikan pengganti sapaan, serangan kejutan dilakukan tepat sebelum logout, dan pembunuhan berencana terjadi di tengah-tengah misi. Kondisi tanpa harapan di mana seluruh orang adalah musuh ini justru menarik para pemain garis keras.
Hasilnya, Unite Rounds—yang dikenal dengan julukan “Meja Bundar Akhir Zaman”—meraih kesuksesan yang lumayan sebagai MMO, dan masih berlanjut hingga kini dengan cara dinikmati yang bertolak belakang dari tujuan aslinya.
Mari kita kembali membicarakan Prajurit Pensil. Di antara para pemain baru yang tertarik pada lingkungan akhir zaman tersebut, dia adalah salah satu dari apa yang disebut “Outrage (Fraksi Penjahat)”.
Aku akan melewatkan prosesnya, tetapi di Meja Bundar Akhir Zaman yang mana secara praktis semua orang adalah musuh, Prajurit Pensil mengamuk sejadi-jadinya. Dengan memanfaatkan segala macam trik dan kecurangan, entah apa yang kesurupan padanya hingga ia berhasil menguasai kerajaan. Maka lahirlah Kerajaan Pensil yang lebih merah dari darah, dengan mengusung slogan “Mari kita bagikan kekayaan dan drop item bersama-sama (sambil tersenyum)”.
Masa-masa itu benar-benar luar biasa, sebuah distopia yang bahkan membuatku terpaksa mengakui bahwa “gim ini saking sampahnya sampai-sampai terasa seperti gim mahakarya”. Eksploitasi menyeluruh terhadap para pemain yang sengaja tidak dijadikan bawahan hanyalah permulaan. Ia sengaja menyuruh mata-mata membuat kelompok resistensi agar para korban memiliki niat untuk melawan—dengan kata lain, sebuah tindakan pencegahan agar mereka tidak berhenti memainkan gim.
Dia benar-benar sesosok raja iblis, dalang utama. Raja Iblis “Romanis XVIII” yang menjadi boss terakhir cerita gim tersebut sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengannya. Julukan “True Evil (Raja Iblis Sejati)” dan “Dystopia Empress (Kaisar Wanita Anti-Utopia)” sama sekali bukan hal yang berlebihan. Pada saat itu, Unite Rounds benar-benar berada di dalam genggaman satu orang pemain.
Aku dan… saat itu namaku KatzoTataki kalau tidak salah, pokoknya aku dan ModoruKatzo yang merupakan tentara bayaran tanpa memihak ke pasukan pemberontak maupun pasukan kerajaan (padahal kesatria?), menjadikan pasukan pemberontak sebagai umpan untuk menyusup ke kastel Prajurit Pensil. Kami melewati jebakan-jebakan kejam, melimpahkan para pemain bawahan Prajurit Pensil kepada pasukan pemberontak, dan meski akhirnya berakhir seri dalam pertarungan 2 lawan 1, kami berhasil membunuh Prajurit Pensil. Hal itu sekaligus menurunkan tirai dinasti Unite Rounds yang dikenal sebagai “Era Dinasti Pensil”… Kalau diingat-ingat, dia sempat dijuluki Arthur Pencilgon karena disepadankan dengan Legenda Raja Arthur, ya.
“Nama yang bikin teringat kenangan buruk saja….”
“Fufufu, aku jauh-jauh datang dari Fifticia dan siap menerima penalti demi membunuhmu secara kekanak-kanakan, tahu. Kau harusnya tersedak oleh rasa syukur lalu menikmati proses spawn kill ini, 'kan?”
Prajurit Pensil… atau lebih tepatnya Arthur Pencilgon, mengukir senyum seringai sembari memasang kuda-kuda dengan pedang satu tangan yang jelas-jelas menyimpan kekuatan dahsyat. Memang sih aku sempat mengirimkan screenshot Emul sedang makan wortel dengan maksud jahil, tetapi apakah hal itu sepadan sampai-sampai dia sengaja datang membunuhku? Lalu Emul, menyembunyikan telinga memang bagus, tetapi ekormu kelihatan jelas, tuh. Berdirilah di pojokan agar tidak ketahuan.
“Sekadar memberi tahumu, aku datang ke sini bukan cuma karena alasan pribadi, lho.”
“Ha.”
“Katzo-kun juga sama, sih, tapi tawa mengejek yang meremehkan orang secara alami itu benar-benar bikin jengkel ya, Kalian berdua.”
Sosok egois yang diwujudkan dalam wujud manusia, lalu diinstali bakat dan poin APP yang tinggi seperti dia, bergerak demi alasan orang lain? Kalau ini lelucon, nilainya sekitar 72 poin, lah.
“Asal kau tahu, aku ini nomor 2 di Ashura-kai, lho.”
“Nomor 2 Ashura-kai… Jangan-jangan, Giant Killing (Pemburu Pemain Level Tinggi) Pencilgon!?”
Suara Animalia yang campur aduk antara terkejut dan gentar disambut hening selama beberapa detik.
“Giant Killing?”
“Yah, gara-gara aku cuma mengincar pemain yang levelnya lebih tinggi, aku jadi dipanggil begitu. Belakangan ini gara-gara pembaruan penyeimbangan (nerf) pada sistem PK, hal itu jadi agak sulit dilakukan, sih…. Tapi yah, anggap saja seperti mengandalkan kejayaan masa lalu.”
“Lebih tepatnya kau itu Giant yang dibunuh (killing), dasar Dystopia Empress.”
“Setuju dengan itu.”
““Ahhahaha!””
Animalia dan Emul menatapku dan Pencilgon yang tertawa terbahak-bahak dengan pandangan seolah tak percaya, tetapi karena kami adalah teman yang lumayan dekat, hal seperti ini sudah biasa.
“Kalau begitu, ada celah!”
“Sudah kuduga kau bakal menyerang, dasar bodoh!”
Lagi pula, karena aku dan Pencilgon hampir selalu bermain dalam hubungan bermusuhan, hal sejauh ini sudah menjadi makanan sehari-hari. Aku mengelak dari pisau yang sepertinya merupakan senjata lempar sekali pakai, lalu melihat ke sekeliling.
Nah, bagaimana caranya aku menerobos situasi ini?

Post a Comment