Shangri-La Frontier Bab 47

47 – Prajurit yang Membongkar Kebenaran dengan Kebijaksanaan Strategis adalah Fiksi

Informasi mengenai Sunraku si pemuda aneh yang mendadak muncul di Thirdrema menyebar ke para pemain dalam sekejap mata karena berembus secara real-time di seluruh kota.

“Uwah, dia melihat ke arah sini!”

“Ada di sana! Eh, hilang!?”

“Apa-apaan itu, rare monster!?”

Saat dikira hilang di antara celah rumah warga, dia mendadak melompat keluar dari gang belakang; dan saat gang belakang diintip, dia sudah melintasi jalan utama. Informasi mengenai tudung putih yang muncul dan menghilang secara misterius menjadi simpang siur, dan kalaupun ada yang menyadari bahwa itu adalah Sunraku—sang pemain yang menyembunyikan unique scenario—tidak ada yang bisa memahami di mana posisinya berada.

“Sialan itu lari ke mana!?”

“Bentar, ini beda dari cerita yang kudengar, ‘kan! Bukannya dia bertato dan setengah telanjang!?”

“Hei! Ada yang melihatnya di dekat toko pandai besi Dusk!”

“Ke arah sana berarti… dia sengaja mengacaukan kita lalu berniat menuju ke Reruntuhan Besi! Ayo pergi!!”

Akibat respawn nomor dua klan yang di luar dugaan, ditambah aksi mogok mendadak “Lagi malas, jadi aku pass saja”, para PK yang mencari Sunraku hanya dengan anggota kroco menelan bulat-bulat informasi tersebut. Jika itu Pencilgon yang kenal dengannya, dia pasti akan curiga dengan pergerakan yang sangat mencolok tersebut, tetapi mereka malah percaya secara jujur lalu berlari mendahului ke arah Reruntuhan Besi.

Di tengah situasi tersebut, Psyger-0 hanya terus berlari sekuat tenaga. Mengabaikan keriuhan kemunculan tudung putih yang sesekali terdengar, ia hanya berlari secara fokus.

(Kalau cuma mengejar, tidak akan pernah terkejar… Kalau begitu, aku akan mempertaruhkan keberuntungan pada perkiraanku!)

Ini juga bukan berdasarkan bukti konkret melainkan keyakinan, tetapi Psyger-0 yakin bahwa tudung putih itu adalah Sunraku, dan di saat yang sama yakin bahwa dalam jangka waktu singkat dua hari ini dia berniat menuju ke area berikutnya. Itu bukanlah instruksi dari klan, melainkan perkiraan yang lahir justru karena ia telah mengejar Sunraku secara harfiah sejak awal. Lalu, Psyger-0 juga memahami bahwa untuk menghadapi Sunraku yang lebih sulit ditangkap daripada kelopak bunga yang menari diempas angin, mengejarnya saja tidak akan cukup.

(Jalan dari Thirdrema menuju area berikutnya ada tiga, yang mana yang akan dipilih oleh orang itu?)

Hanya memikirkan hal itu adalah buang-buang waktu. Kalau begitu, ia percaya pada satu dari tiga kemungkinan, lalu menunggunya di lokasi yang dipilih secara acak….

Tidak ada alasan khusus memilihnya, jika boleh dibilang, itu karena rute tersebut adalah jalan yang pernah dilewatinya dulu.

“…………”

“…Kenapa bisa ketahuan?”

Di depan Gerbang Barat Daya Thirdrema, tepat di hadapan Psyger-0 yang berdiri tegak bagaikan Deva di depan gerbang menuju Gua Lautan Pohon Warna-Warni, orang itu benar-benar muncul. Sambil memanjatkan rasa syukur kepada dewa yang secara pasti ada dalam setting dunia ini, Psyger-0 mulai bergerak.

 

“…Kenapa bisa ketahuan?”

Saat ini aku berada di tengah pusaran terkejut dan terguncang yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Tentu saja, pengalihan rute tepat di saat last minute setelah taktik pengacauan berhasil secara sempurna. Setelah aksi pengalihan berupa kaki perlengkapan awal yang mengintip dari balik tudung putih yang menutupi tubuh berlari kencang di tengah kota dengan gerakan mirip parkur, aku dengan sengaja mengembalikan perlengkapan ke wujud semula lalu melompat ke arah gerbang yang menuju Gua Lautan Pohon Warna-Warni dengan tindakan tersembunyi. Biarpun agak memuji diri sendiri, itu adalah alur yang sempurna. Tanpa ada kecerobohan seperti saat unique scenario-ku terbongkar, aku yakin telah mengecoh kota dan para pemain ini secara penuh.

Kalau begitu, kenapa dia ada di sana…? Di mana dia membaca tujuanku? Satu-satunya hal yang kupahami adalah, kesatria berzirah penuh Psyger-0 yang tadi kukira cuma pemain garis keras otak otot, kenyataannya jauh melampauiku…. Dia bukanlah ahli strategi dengan sudut pandang helikopter seperti Pencilgon, melainkan pemain yang tidak boleh diremehkan lantaran memiliki daya wawasan yang luar biasa tinggi sebagai job bertarung hingga mampu membaca tujuanku secara sempurna.

(Gawat, bahaya, tidak bagus! Harus bagaimana!?)

Benda itu penampilannya bukan sesuatu yang bisa dilewati dengan pertarungan satu lawan satu. Rasanya ada aura inflasi tipe yang bisa menghancurkan seluruh Majority Hound dalam satu pukulan. Lagi pula, aku punya masa lalu menjadikannya sebagai pijakan, jadi perintah minta maaf di langkah awal…. Tidak, kalau begitu dia bisa saja meminta pembukaan unique scenario sebagai ganti memaafkan, tetapi….

“S-Sunraku-san! H-Ha-Harus bagaimana, wa!?”

“Harus bagaimana katamu… Taktik pengalihan ini tidak bisa dipakai dua kali, kalau begitu tidak ada pilihan selain menembusnya di sini…!”

Metode yang mengandalkan item atau sihir seadanya memiliki kemungkinan tinggi untuk diatasi. Teori dalam pertarungan antarpemain (Katzo Style) adalah antara menjenuhkan pilihan lawan, atau menyempitkannya. Apakah membuat lawan tidak bisa bergerak dengan jumlah kemungkinan yang sangat banyak, atau memaksa pilihan untuk mengikat tindakannya…. Pada akhirnya 'kan cuma mengikatnya lalu menjadikannya samsak, begitu yang kupikirkan saat dihajar habis-habisan oleh pro gamer ModoruKatzo sewaktu dia mempraktikkannya padaku. Namun saat ini, aku yang harusnya melakukan hal itu justru pilihannya sedang dibatasi oleh Psyger-0… Kuat. Bukan sekadar level, sebagai seorang gamer Psyger-0 melampauiku.

Pilihan yang diberikannya padaku ada tiga. Yaitu menyerah, melarikan diri, atau pemusnahan… Tidak, dia kelihatannya bukan PK, jadi dia tidak bakal membunuh secara sukarela, 'kan? Kalau begitu, apakah membeberkan unique scenario, atau kembali ke Thirdrema….

“!”

Tangan kesatria berzirah itu bergerak.

Sensasi bulu Emul yang bergelayut di leherku bagaikan digendong terasa berdiri tegak. Bagaimana tindakan Psyger-0? Mengambil inisiatif secara pasti setelah memperhitungkan keguncanganku menunjukkan kalau dia benar-benar pemain yang luar biasa.

Aku tidak mengeluarkan senjata, karena kewaspadaan dan permusuhan bisa menjadi alasan pembenar bagi pihak lawan. Gerakan tangan Psyger-0 yang sepertinya sedang melakukan pengoperasian tertentu mendadak berhenti. Tidak, itu bukannya pembatalan melainkan penghentian karena sudah selesai….

 

[Permintaan pertemanan diterima dari Psyger-0-san.

“Mohon binbingannya sebagai teman”]

 

…Ada salah ketik.

[Kabar Duka] Heroine-chan dianggap sebagai last boss.

Post a Comment

0 Comments