Junior High School D×D 4 New Life.

1

New Life.

“““““Pembubaran klub dibatalkan!?”””””

Sebuah surel dikirimkan oleh Mina-fukukaichou sebagai berita terkini. Beberapa jam setelah turnamen nasional berakhir, kami semua sudah kembali ke salah satu kamar hotel.

“Syukurlah…” Seiren-chan mendesah lega sambil menundukkan bahunya.

“Kalau sudah diputuskan begitu, saatnya perayaan! Ayo kita pergi ke suatu tempat dan bersenang-senang!”

Avi-buchou memimpin sorakan, tapi sebelum itu aku harus memperkenalkan anggota Pedang Ilmu Gaib dulu!

“Akan kuperkenalkan pada kalian semua, ini teman-teman dari Pedang Ilmu Gaib—”

“Aku Avi Amon! Aku ingin makan mentaiko!”

“Aku Schwertleite! Aku ingin makan oden hakata!”

“Lilibette D. Lunaire! Aku ingin ramen tonkotsu yang asli!”

Kalian bertiga malah sempat-sempatnya menyuarakan makanan yang ingin dimakan….

Melihat ketiganya yang sangat bersemangat, Elta-kun menggelengkan kepalanya dengan penuh rasa bersalah.

“Meksipun kita mengadakan pesta perayaan, hal itu harus disesuaikan dengan apa yang ingin dimakan oleh anak-anak yang menjadi pemeran utamanya.”

“Seperti yang diharapkan dari Elta-kun. Aku juga berpikiran hal yang sama.”

“Omong-omong kalau aku, bukannya makanan, tapi keberadaan si Hakata Bijin[1] yang membuatku penasaran—”

Butler iblis itu tersenyum tak kenal takut sambil memikirkan hal-hal tentang gadis-gadis cantik. …Ya. Seperti yang diduga, orang ini memang agak geser otaknya.

Namun, para kouhai sangat toleran terhadap para senpai yang serba bebas itu, lalu membalas salam mereka. Setelah itu kami semua jadi heboh membicarakan hendak pergi ke mana—

Karena keributannya terlalu memanas, aku keluar sebentar untuk mendinginkan kepala.

“Fufu. Senpai-senpai yang menarik, ya.”

Seiren-chan yang entah sejak kapan mengikuti dari belakang terkekeh pelan.

“Kalau berada di klub yang sama, ada banyak hal yang merepotkan juga, lho.”

“Kelihatannya memang lebih merepotkan daripada Klub Kendo, ya.”

“Sungguh, lho….”

Duh, aduh. Yah, walau aku menyukai suasana yang ramai ini, sih.

“Omong-omong Seiren-chan, tubuhmu—tidak apa-apa? Apakah ada gangguan atau semacamnya?”

Apa yang dikatakan Nostradamus tetap mengusik pikiranku.

—Sacred Gear sudah terbangkitkan.

—Namun, itu hanyalah kotak tanpa isi. Keberadaan membawanya sendiri yang memiliki arti.

Jika Sacred Gear-nya sudah terbangkitkan, tidak aneh kalau ada sesuatu yang tidak beres dengannya. Aku bertanya apakah dia benar-benar tidak apa-apa dalam situasi yang hanya ada kami berdua.

“Hanya lelah karena pertandingan saja, selain itu tidak ada masalah khusus…?”

Melihatku yang cemas, Seiren-chan hanya memiringkan kepalanya dengan bingung. Dari raut wajahnya, tampaknya benar-benar tidak ada masalah apa pun.

Meski begitu untuk jaga-jaga, aku akan merangkum seluruh rangkaian kejadian ini dan melaporkannya ke Penemune-sensei segera setelah ini.

“—Ah, benar juga, soal jurus rahasia baru di pertandingan perwakilan itu.” Aku menyinggung tentang Ichi-no-Tachi: Revisi yang diciptakannya.

“Menggabungkan bentuk dari kelima orang ke dalam satu bentuk, itu sangat bagus.”

“Ya! Bentuk Setsuna, Ichigo, Shuon, Yuzuko, dan bentuk milikku. Menyatukan ilmu pedang milik semua orang menjadi satu. Dari sudut pandang lawan, rasanya pasti seperti melawan lima orang sekaligus. Namun, hal itu belum sepenuhnya sempurna. Aku menerima saran perbaikan dari Setsuna dan yang lainnya—….”

Tampaknya dia sedang berdiskusi dengan teman-temannya mengenai berbagai macam hal.

“Fufu. Tugas sebagai pelatih benar-benar sudah berakhir, ya.”

“Jika itu Miyamoto-senpai, biarpun tetap berada di sini sambil merangkap klub….”

“Terima kasih atas perkataanmu yang menyenangkan itu, tapi aku juga punya mimpi.”

“Mimpi, kah?”

Mimpi yang akhirnya kutemukan, yang ingin kuwujudkan dengan kehendakku sendiri. Akademi Kuoh, Tiga Kekuatan Besar, Bimbel Pahlawan, utusan dari angkasa, dan hal-hal lainnya—

Sama seperti Klub Kendo ini yang berhasil bersatu, tidak peduli kawan atau lawan, suatu saat nanti semua orang bisa saling berbaikan. Betapa indahnya jika dunia di mana kita semua bisa menikmati masa muda bersama itu benar-benar tiba. Aku akan memperluas lingkaran pertemanan, dan aku akan menikmati masa muda di tengah-tengahnya.

Lantas, dunia fantastis yang tak realistis seperti mimpi itu harus kusebut apa? Jika harus membandingkannya dengan Sacred Gear milikku sendiri—

“Aku, ingin menciptakan surgaku sendiri.”

[1] Hakata Bijin: Merujuk pada sebutan terkenal di Jepang untuk wanita-wanita berparas cantik dari daerah Hakata (Fukuoka).

Post a Comment

0 Comments