Junior High School D×D 4 Noah's Ark
Noah’s Ark.
Kapal perang Noah yang menjadi markas utama Bimbel Pahlawan.
Itu adalah kapal perang super-dreadnought yang pernah dibangun oleh Inggris di masa lalu, yang diangkat dan diperbaiki oleh Bimbel Pahlawan, lalu diubah menjadi bahtera oleh salah satu Sacred Gear kuno, Noah’s Ark.
Sebagai standar, kapal ini dilengkapi dengan sejumlah besar persenjataan senjata api, fasilitas komunikasi, dan medis.
Selain itu, dengan berubah menjadi bahtera, kapal ini memungkinkan untuk mengarungi Celah Dimensi.
Karena itu, keberadaannya hampir tidak pernah terlihat oleh mata manusia.
Selama ini berhasil meloloskan diri dari jaringan pengawasan Tiga Kekuatan Besar, dan menghindari kontak dengan golongan utama Golongan Pahlawan seperti Cao Cao dan yang lainnya, semuanya berkat kapal perang Noah—
“—Namun lebih dari itu, karena ada kapten yang luar biasa, kita bisa sampai sejauh ini.”
Berdiri di atas geladak, pemimpin Bimbel Pahlawan, Kaisar Agung Charlemagne berbalik.
“Pelayaran yang panjang. Kerja bagus, Nelson.”
Sosok yang diajaknya bicara adalah seorang gadis cantik bertubuh pendek yang mengenakan topi militer.
Mengenakan topi militer secara dalam-dalam, membuat jubahnya berkibar ditiup angin malam, dia maju ke samping Kaisar Agung.
“Membawa awak kapal dan pasokan barang secara aman dan pasti ke tempat tujuan. Sebagai kapten, itu adalah tugas yang sudah sepantasnya.”
Dia adalah keturunan dari pahlawan Angkatan Laut Inggris, Nelson, sesuai dengan namanya.
Gadis yang memiliki nama yang sama dengan leluhurnya itu bergumam sambil menatap dunia luar dari balik topi militernya.
“…Apakah ini Jepang?”
Kapal perang Noah telah keluar dari Celah Dimensi, dan saat ini berada di lepas Pantai Samudra Pasifik dekat Kepulauan Kyushu.
Jauh di ujung pandangan Nelson, terdapat tempat-tempat yang bersinar titik demi titik.
Itu adalah cahaya dari aktivitas manusia, yang menandakan bagi kapal perang ini bahwa negara bernama Jepang sudah berada di depan mata.
“Tapi apa kau betul-betul mau pergi sendirian, Charlemagne?”
“Tidak masalah. Di lokasi juga ada Lucia dan para petinggi lainnya.”
“Untuk ritual terakhir, Holy Covenant juga diperlukan, dan kalau bisa ingin kudapatkan, tapi benda itu sendiri tidak memiliki kemampuan apa pun, 'kan? Biaya untuk memasang penghalang atau sihir agar warga sipil tidak terkena dampaknya, serta risiko bertarung dengan Miyamoto Zekka hanya untuk mendarat sendirian—….”
Nelson menunjukkan rasa keberatan, tetapi di sini dia mendadak menyadari bahwa prioritasnya mungkin berbeda.
“…Jangan-jangan merebut Holy Covenant itu cuma kiasan, dan sebenarnya kau cuma ingin bertarung dengan Miyamoto Zekka?”
Atas pertanyaan itu, sang Kaisar Agung tetap bungkam.
“Ya ampun. Manusia memang bakal jadi kuat kalau bahaya mengancam orang-orang terdekatnya, sih….”
Sacred Gear milik Tsukahara Seiren sudah bangkit. Soal mendapatkannya sendiri adalah masalah kalau bisa didapatkan saja sudah cukup.
Target utama kali ini diubah menjadi mempercepat situasi di mana Tsukahara Seiren diincar.
Jika bahaya mengancam kouhai-nya dan turnamen tingkat nasional, Sacred Gear milik Miyamoto Zekka bisa makin berevolusi.
“Aku tidak bertarung, melainkan hanya membantu samurai itu—”
—Demi mendekatkan Sacred Gear kuno Eden’s Dual menuju kesempurnaan.
“Nelson, bergeraklah ke utara bersama para awak kapal, dan incarlah gunung suci Jepang yang menjadi tujuan akhir.”
Sang Kaisar Agung yang sebentar lagi akan turun dari kapal perang Noah meninggalkan instruksi untuk ke depannya.
“Aku dan Lucia beserta yang lainnya akan bergabung dengan kalian melalui jalur darat setelah membereskan urusan kali ini.”
“Dimengerti. Kami usahakan menyelesaikan semuanya dalam tahun ini, lalu melaksanakan ritual kebangkitan Tuhan.”
Nelson mengibaskan jubahnya dan memberikan komando kepada para anggota Bimbel Pahlawan.
“Seluruh anggota, bersiap untuk berlayar! Tepat setelah Kaisar Agung turun, segera menerobos ke dalam Celah Dimensi!”
Menutup mata dari para awak kapal yang bergerak sibuk, sang Kaisar Agung menatap langit malam tempat bintang-bintang berkilauan.
“Harapan umat manusia, kebangkitan Tuhan dalam Alkitab, harus mutlak dituntaskan—”
Gadis yang dipilih oleh pedang suci keajaiban membulatkan cita-cita besarnya.
“—Demi menyelamatkan umat manusia dari ancaman itu.”

Post a Comment