SLASHDOG Jilid 3 Malapetaka/Karma
Malapetaka/Karma
Itu adalah sebuah percakapan yang terjadi setelah Nakiri Nakagami-no-Ouryuu menyelesaikan pertarungannya dengan Ikuse Tobio, pergi meninggalkan Kuil Bagian Dalam, dan melakukan perjalanan menuju sebuah kota di pinggiran.
Pertemuan rahasia ini berlangsung di sebuah ruangan yang terletak di dalam ruang bawah tanah sebuah gedung perkantoran.
Sosok yang ditemui oleh Nakiri Nakagami-no-Ouryuu adalah seorang pria berpenampilan maskulin dengan rambut cokelat. Mata peraknya memancarkan kilau yang memikat, bahkan di tengah kegelapan ruangan tersebut.
Ia mengenakan seragam tempur yang tidak biasa. Pakaian itu mengingatkan pada seragam yang dikenakan oleh para pemimpin malaikat jatuh saat berada di medan perang. Tidak, lebih tepatnya, itu memang seragam yang sama.
Nakagami-no-Ouryuu tengah terlibat diskusi mendalam dengan pria ini—seorang pengkhianat dari Grigori, Satanael.
Kamar sederhana tersebut tidak berisi apa-apa selain sebuah meja dan sebuah kursi. Ouryuu dan Satanael juga menjadi satu-satunya orang yang berada di sana.
Satanael menghadapi Ouryuu dalam keheningan, lalu meletakkan beberapa dokumen—sebuah data—di atas meja.
Melihat data yang disodorkan kepadanya, Ouryuu menyipitkan mata, dan raut wajahnya seketika berubah menjadi tegang. Sebuah ekspresi rumit yang bahkan tidak pernah ia perlihatkan kepada rekan-rekannya sesama Empat Makhluk Suci.
Pria yang diagungkan sebagai sosok tanpa tanding, Nakiri Ouryuu, kini tengah menunjukkan ekspresi yang sangat tidak biasa bagi dirinya sendiri.
Ia menatap tajam ke arah Satanael dan bertanya, “Kau yang bersayap hitam, apakah ini benar-benar nyata? Jika aku menerima proposalmu—”
Memotong kalimatnya, Satanael memberikan penegasan.
“Tentu saja. Aku akan meredam kekuatan supernatural yang bersemayam di dalam tubuh adik perempuanmu—Sacred Gear itu.”
Satanael sedang menyodorkan data riset mengenai Sacred Gear kepada Ouryuu.
Dan data ini—berhubungan erat dengan Longinus.
Ouryuu menaruh satu tangannya di dahi lalu menghela napas panjang.
“…Andai saja itu adalah Sacred Gear biasa, keadaannya pasti akan jauh lebih baik. Tapi….”
Satanael mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh.
“Entitas yang bersemayam di dalam tubuh adikmu… di dalam diri Nakiri Momiji… Sacred Gear itu dianggap sebagai perwujudan dari Jalur Luar—sebuah angka sial itu sendiri. Keberadaannya luar biasa berbahaya. Sebagai pemimpin dari Lima Klan Utama, kau pasti memahami bahayanya.”
Dengan ekspresi muram, Ouryuu mengembuskan napas panjang sebelum langsung beralih ke inti masalah.
“…Apa yang kauinginkan dariku? Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan adik perempuanku?”
Setelah berhasil memancing kata-kata itu keluar dari mulut sang kepala klan muda Nakiri—klan terkemuka di antara Lima Klan Utama—Satanael menanggapi dengan sebuah senyuman tipis.
“Aku berniat untuk melakukan dua eksperimen besar di negara ini. Yang kuperlukan hanyalah sedikit bantuan darimu. Kenapa wajahmu muram begitu? Klan Nakiri akan tetap bisa melanjutkan eksistensinya bahkan setelah semua ini selesai. Aku menginginkan dua hal. Yang pertama adalah Malam Walpurgis oleh para penyihir Oz. Sedangkan untuk yang satunya lagi—”
Satanael mengeluarkan sebuah dokumen baru dan memperlihatkannya kepada Ouryuu.
“Aku bahkan belum membocorkan rencana ini kepada pihak Oz. Karena itu, aku mohon agar kau merahasiakannya. Rencana inilah yang menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan adik perempuanmu. —Ini juga bisa dibilang mirip seperti sebuah inovasi.”
Tindakan Satanael murni didorong oleh rasa haus yang tak pernah terpuaskan akan penelitian.
Segala kemungkinan dari Sacred Gear—Pusaka Suci, pengungkapan rahasia Longinus… semua itu ia lakukan demi menciptakan “Perwujudan yang bahkan mampu menghancurkan para dewa” dengan tangannya sendiri.
Berbekal rasa ingin tahu layaknya seorang anak kecil dan semangat penyelidikan yang menggebu-gebu, ia berusaha menguraikan prinsip-prinsip ketuhanan.
Ya, dengan begitu polosnya—.

Post a Comment