SLASHDOG Jilid 3 Nakiri Momiji/Miko Hukum Luar

1

Nakiri Momiji/Miko Hukum Luar

Klan Nakiri menyembunyikan sebuah teknik rahasia berupa penghalang isolasi.

Di dalam dimensi unik milik mereka sendiri, mereka menyegel berbagai pusaka tersembunyi atau hal-hal berbahaya yang tidak boleh sampai lolos ke dunia luar. Dengan menerapkan sepuluh lapis teknik penghalang yang memutuskan dimensi tersebut dari dunia nyata, mereka telah menyembunyikan sebuah entitas dengan sangat teliti.

Namun, entitas itu bukanlah pusaka yang diwariskan turun-temurun oleh klan Nakiri, bukan pula sebuah formula rahasia. Entitas itu hanyalah seorang gadis—.

Di sana, sebuah ruang seluas Tokyo Dome terhampar sebagai dunia putih bersih yang tak bernoda, di mana langit maupun tanahnya tidak menyisakan warna lain selain putih. Tepat di tengah-tengah ruang hampa serbaputih itu, berdirilah sebuah kuil Shinto yang megah.

Orang yang melangkahkan kakinya ke dalam tempat itu adalah seorang anak laki-laki. Dia adalah satu dari sedikit individu istimewa di klan Nakiri yang diberikan izin untuk mengakses penghalang ini.

Namanya adalah Nakiri Ryuuta, seorang bocah berusia 12 tahun dari garis keturunan Nakiri.

Ryuuta memasuki kuil dan melangkah menuju bagian paling dalam. Penghuni yang paling disembunyikan di ruang dimensi ini tinggal di sana. Saat Ryuuta membuka pintu kamar di bagian belakang, tampaklah sebuah kamar anak perempuan. Ryuuta melihat seorang gadis berusia 15 tahun sedang duduk di depan televisi, tampak sangat asyik bermain video game.

Di layar kaca, tulisan yang menyerupai credit roll mulai berjalan, menandakan bahwa dia baru saja menamatkan game tersebut.

Ryuuta menarik kursi dari meja tulis lalu duduk di atasnya. Dia kemudian bertanya kepada gadis itu.

“Momiji-chan, kau sudah menyelesaikan game baru yang dihadiahkan oleh Ryuu-nii… maksudku, Ouryuu-san?”

Gadis bernama Momiji itu mengangguk dengan tatapan bosan.

“Yeah. Habisnya, game adalah satu-satunya hiburan yang ada di sini…. Belum lagi, di dalam ‘Penghalang Melengkung (Kouchin Kekkai)’ ini kita tidak bisa bermain game online, jadi rasanya makin membosankan.”

Dia—Nakiri Momiji—telah dikurung di tempat ini dalam waktu yang sangat lama, terisolasi sepenuhnya dari dunia luar. Sebab, di dalam dirinya… bersemayam sebuah Hukum Luar terlarang yang tidak boleh dilepaskan ke dunia.

Bahkan di dalam internal klan Nakiri sendiri, hanya segelintir orang yang mengetahui rahasia ini. Hanya ayah Momiji (mantan kepala klan Nakiri), kakaknya, kepala klan saat ini—Nakiri Nakagami-no-Ouryuu—dan beberapa tokoh kunci lainnya yang menyadari rahasia paling kelam ini.

Bahkan Ryuuta yang sering berkunjung pun tidak diberi tahu tentang entitas apa yang sebenarnya bersemayam di dalam tubuh sepupunya itu. Momiji hanya memberi tahu Ryuuta bahwa ada situasi tertentu yang membuatnya tidak bisa pergi, dan belakangan, Ryuuta diizinkan mengunjunginya sebagai teman mengobrol demi mengusir rasa sepi.

Momiji merenung.

“Hei, Ryuuta. Menurutmu, apa aku akan pernah bisa keluar dari tempat ini?”

Mendengar pertanyaan itu, Ryuuta hanya bisa memiringkan kepalanya dengan bingung.

“Hmm, aku terus bertanya pada Ouryuu-san, tapi sepertinya itu sia-sia.”

“Begitu ya…. Akhir-akhir ini, Nii-san bahkan tidak pernah datang menjengukku, jadi rasanya benar-benar jenuh.” Momiji meratap dengan perasaan yang teramat bosan.

Kakak laki-lakinya, Nakiri Nakagami-no-Ouryuu, sengaja menahan diri untuk tidak menjelaskan detail mengenai kekuatan tersebut, bahkan kepada adik perempuannya sendiri. Karena dia tahu betul—sekalipun dia menjelaskannya, tidak akan ada hal baik yang terjadi.

Tiba-tiba, Ryuuta berseru “Ah!” ke arah Momiji yang sedang cemberut, seolah baru saja mengingat sesuatu. Dia kemudian mengeluarkan selembar berkas dari dalam tasnya.

“Ouryuu-san memintaku untuk memberikan ini kepadamu. Walaupun katanya, nanti dia sendiri yang akan menjelaskannya secara langsung….”

Mendengar tentang hadiah dari kakaknya, rasa ingin tahu Momiji langsung terusik. Dia mengambil berkas tersebut dari tangan Ryuuta. Begitu membukanya, dia mendapati salinan dokumen cetak di dalamnya.

Momiji membaca dokumen itu sekilas.

“…Proposal game baru?” ucapnya lirih.

Ketertarikan Ryuuta pun ikut bangkit, dan dia bertanya, “Wah, proposal game baru? Apa Ouryuu-san sekarang juga merambah ke industri game?”

Meskipun keahlian utama klan Nakiri adalah penggunaan kekuatan supernatural, mereka memang memiliki berbagai lini bisnis di dunia luar sebagai sumber finansial klan.

Momiji mulai membaca dokumen tersebut dengan penuh minat.

“Sepertinya game ini menggunakan ponsel. Kelihatannya menarik.”

Ryuuta bertanya kepada Momiji yang masih terpaku pada dokumen di tangannya.

“Apakah ada namanya?”

“Ada, meskipun ini masih nama sementara.”

Momiji kemudian membalikkan halaman sampul dokumen tersebut untuk memperlihatkannya kepada Ryuuta.

“—‘Denpachi’.”

 

Ini adalah awal dari Karma—

Ini adalah kemunculan dari Dark (Kegelapan)—

Nama dari kekuatan yang bersemayam di dalam diri Nakiri Momiji adalah… salah satu dari Longinus, kekuatan yang dikenal sebagai Telos Karma.

Tanpa disadari oleh pemuda dengan anjing maupun sang pemimpin malaikat jatuh, roda takdir perlahan tapi pasti mulai berputar di luar kendali.

Ini akan menjadi sebuah insiden yang terjadi beberapa tahun sebelum konvergensi besar antara Slash Dog, Diabolus Dragon, dan Cross Times Kiss.

Post a Comment

0 Comments