Shangri-La Frontier Bab 3
3 – Kau Mempersembahkan Apa Demi Mempertajam Efisiensi?
Shangri-La Frontier.
Gim yang dirilis pada musim semi tahun lalu dan kalau tidak salah ditetapkan ke dalam rekor dunia tertentu sebagai gim yang dimainkan secara bersamaan oleh paling banyak orang pada awal tahun ini. Walaupun berada di kategori yang sama dengan Faer-kuso, gim ini berada di posisi yang bertolak belakang.
Di gim ini, para pemain bisa hidup secara bebas di dalam dunia fantasi dengan pandangan dunia yang secara alami memasukkan unsur SF meski tingkat peradabannya setara Abad Pertengahan—di mana armada kapal migrasi yang mengarungi alam semesta awalnya hancur beberapa ribu tahun setelah meninggalkan manusia baru karena satu dan lain hal…. Penilaiannya pun berupa evaluasi sangat tinggi di tingkat di mana pembenci yang jumlahnya sedikit akan tersapu oleh penggemar yang puluhan kali lipat lebih banyak; berbeda dengan Faer-kuso yang berada di tingkat di mana pembenci malah berjuang setengah mati mencari sisi baiknya.
“Rasanya agak lancang kalau memajang kemasannya di rak yang sama dengan gim sampah.”
Bermula dari Faer-kuso yang merupakan legend of legends, ada gim sampah mengerikan sudut pandang FPS di mana musuh menyerang dari 360 derajat dengan respawn tanpa batas, Cosmo Buster. Gim simulasi sampah kelas berat, Thrilling Farm, yang menyuruhmu mengelola peternakan dengan santai di tengah makhluk raksasa yang menyebarkan kerusakan dahsyat bagaikan topan kira-kira seminggu sekali dalam waktu gim. Gim sampah survival pulau tak berpenghuni (dengan syarat berburu makhluk raksasa hanya bermodalkan pistol), Survival Gunman, yang dijual dengan harga premi sekarang karena benar-benar pernah memakan korban sampai masuk rumah sakit. Gim sampah akhir zaman, Unite Rounds, di mana penjarahan antarpemain berada di tingkat apokaliptik meskipun merupakan gim kooperatif karena tingkat drop semua item berada di level tidak masuk akal kecilnya. Masih banyak lagi deretan gim sampah lainnya…. Oh, tidak boleh. Aku hampir saja terjerat oleh gim sampah seperti orang yang malah asyik membaca komik saat pembersihan besar-besaran. Aku meletakkan kemasan Shan-Fro di tempat yang berbeda dari area gim sampah, memakai headgear, lalu berbaring di atas tempat tidur.
“Nah… mari kita mulai.”
Selesaikan urusan buang air kecil maupun besar, lalu penuhi asupan cairan dan nutrisi. Jika tidak perlu bermain secara serius, berbaringlah di atas tempat tidur saat bermain. Letakkan minuman botol plastik di dekatmu agar bisa langsung minum begitu bangun.
Setelah memastikan Tiga Pasal Fundamental Gamer VR, aku pun memulai gim selain gim sampah untuk pertama kalinya setelah entah berapa tahun lamanya.
“Heh… Hebatnya, sampai tinggi badan dan jenis kelamin pun bisa diubah, ya.”
Pada pembuatan karakter yang bisa dikatakan sudah menjadi tradisi di MMORPG jenis ini, aku dibuat terkagum-kagum oleh kebebasan pembuatannya. Ras, bentuk tubuh, aksesori, tanduk!? …Aku paham, dengan kebebasan seluas ini, sangat jarang ada penampilan yang benar-benar sama persis kecuali karena kebetulan yang sangat luar biasa.
“Nah, penampilan seperti apa yang bagus, ya….”
Aku adalah tipe orang yang membuat karakter gim dengan penampilan yang berbeda dari sosok di dunia nyata. Orang yang menyiarkan permainan gim secara langsung atau yang percaya diri dengan penampilannya mungkin akan mencerminkan sosok mereka ke dalam gim, tetapi bagiku, gim dan dunia nyata harus menjadi entitas yang berbeda.
“Nng? Ah, ini jenis sistem yang bisa melewati pembuatan karakter dulu untuk menentukan job dan sejenisnya, ya.”
Rupanya gim ini memberikan penyesuaian pada pertumbuhan status berdasarkan asal usul dan job. Karena ada juga pembuatan karakter yang didasarkan pada job dan asal usul, aku memutuskan untuk menentukan hal itu terlebih dahulu.
“Uwah… Butuh waktu lima detik cuma buat scroll, seberapa banyak job yang ada, sih….”
Atau lebih tepatnya, apakah ini dipisah satu per satu berdasarkan Kesatria (Pengguna ◯◯)? Merepotkan sekali…. Padahal bakal lebih bagus kalau semua orang memulai gim dengan perlengkapan tongkat kayu lalu disuruh memilih senjata, tetapi mungkin kepedulian yang terlalu mendetail seperti inilah yang menjadi alasan gim ini disebut gim mahakarya. Kalau begitu…. Ya, berdasarkan DPS dan skill yang bisa dipelajari, aku pilih Prajurit Bayaran (Pengguna Gaya Dua Pedang).
“Asal usulnya… Hm.”
Lahir dari Keluarga Kaya, Lahir dari Orang Biasa, Anak Yatim Piatu, Anak Terbuang…. Semuanya tampak berupa satu paket antara penyesuaian naik dan penyesuaian turun, ya… Oh.
“Pengembara… Ini bagus nih.”
Asal usul yang pertahanannya sulit naik, tetapi mendapatkan penyesuaian pada keberuntungan, ya. Kalau tidak salah, critical dan keberuntungan drop di gim ini berubah tergantung keberuntungan, jadi ini adalah parameter yang lumayan penting. Yah, tidak berada di tingkat ‘pasti menang kalau ada ini!’, tetapi tidak ada rugi memiliki keberuntungan yang tinggi. Karena itu, karena gambaran umumnya sudah terbentuk dari job dan asal usul, aku melakukan pembuatan karakter berdasarkan hal tersebut… tetapi.
“Ini sih….”
Karakter pria bertubuh tinggi dan kurus yang mengenakan topeng burung dalam keadaan setengah telanjang… yang entah bagaimana bentuknya hampir sama persis dengan saat aku menamatkan Faer-kuso telah selesai dibuat. Singkatnya, dia terlihat seperti penjahat kelamin.
Tidak, izinkan aku memberi alasan. Walaupun aku bingung kalau ditanya alasan ini ditujukan untuk siapa. Setelah kucari tahu tentang gim ini, rupanya perlengkapan awal bisa dijual pada tahap pembuatan karakter. Prajurit Bayaran mengenakan apa yang disebut Perlengkapan Prajurit Bayaran sebagai perlengkapan awal, dan ini laku dengan harga yang lumayan mahal jika dijual. Secara spesifik, uang awal yang dimiliki akan menjadi tiga kali lipat dari biasanya. Uang di gim jenis ini tidak bisa diremehkan. Selama gim ini berjenis full-dive, bahkan untuk menerima quest pun diri sendirilah yang harus melompat dan meluncur, jadi tenaga untuk satu quest lumayan berat. Bagi diriku yang pada dasarnya memiliki gaya bertarung dengan mengandalkan jumlah serangan dan mobilitas, aku lebih ingin menempa senjata ketimbang pelindung tubuh. Karena itulah aku menjual pelindung tubuh…. Namun, tidak seperti Faer-kuso, bermain setengah telanjang dengan memperlihatkan wajah asli di Shan-Fro yang memiliki jumlah pemain login sangat banyak itu lumayan berat…. Karena itu, aku memutuskan untuk memakai topeng berbentuk burung dengan tatapan mata yang terlampau tajam bernama “Topeng Burung Menatap” yang bisa dipilih pada pembuatan karakter.
“Ini sih…. Tidak, selama ini memungkinkan secara sistem, pasti ada orang lain yang melakukannya juga…. Harusnya!!”
Setelah melecut pergolakan batin dengan kepercayaan samar pada para pemain garis keras yang belum pernah kutemui, aku beralih ke tahap akhir pembuatan karakter, yaitu pengaturan nama pemain. Meski begitu, tidak ada yang perlu dibingungkan di bagian ini. Aku selalu menyamakan nama di gim mana pun. Karena itu, nama yang telah menaklukkan banyak gim sampah hingga saat ini akan kuberikan kepada si penjahat kelamin ini…. Bukan, prajurit bayaran pengembara ini.
“Sunraku, deh….”
“Sun” dari Hizutome[1] dan “Raku” dari Rakuro. Yah, walau terdengar asal-asalan, nama pemain memang seperti ini adanya.
“Ayo, tunjukkan padaku kekuatan dari gim mahakarya ini…!!”
Keputusan akhir, prajurit bayaran pengembara (penjahat kelamin setengah telanjang) akhirnya menuju ke dunia Shangri-La Frontier………!!
Shangri-La Frontier pada dasarnya dapat diakses dari luar negeri, tetapi karena masalah lag dan berbagai alasan lain, kondisinya lumayan berat bagi gamer garis keras. Oleh karena itu, sejak Shan-Fro dirilis, jumlah warga asing yang pindah ke Jepang bertambah (atau mungkin tidak). Terlebih lagi, sebagian besar pemain adalah orang Jepang dan bahasanya pun sulit dikatakan mendukung selain bahasa Jepang, sehingga gim ini memiliki tingkat kesulitan yang agak tinggi untuk dimulai oleh gamer asing. Dengan kata lain, fakta bahwa mereka tetap memainkan Shan-Fro menunjukkan bahwa mereka adalah gamer tingkat tinggi.
[1] 陽務 (Hizutome) – 陽 (Hi): Matahari / 務 (Tsutome): Tugas.

Post a Comment