High School D×D 7 Life.2
Life.2 Si Tua Bangka dari Utara Telah Tiba
“Hohoho, aku datang berkunjung.”
Odin-jiisan tertawa terbahak-bahak di ruang VIP yang terletak di lantai tertinggi kediaman Hyoudou. Rupanya dia punya urusan di Jepang dan datang ke kota ini hanya untuk mampir. Sepertinya tempat yang dikuasai oleh Tiga Kekuatan Besar dari Malaikat, Malaikat Jatuh, dan Iblis ini jauh lebih aman daripada tempat lain.
Seorang dewa mengunjungi rumahku…. Sesuatu yang menakjubkan sedang terjadi, Kakek yang saat ini di surga.
Semua orang di grup Gremory telah berkumpul di rumahku. Azazel-sensei juga telah muncul.
Kencan dengan Akeno-san dibatalkan seperti yang kuduga. Setelah itu, kami bertemu kembali dengan Buchou dan yang lainnya, dan kami pulang ke rumah sambil membawa si kakek tua itu. Akeno-san kecewa, tetapi dia lebih khawatir tentang pertemuannya dengan ayahnya. Dia menjadi kesal. Dia bahkan tidak melangkah maju dan dia berhenti tersenyum.
Ayah Akeno-san, Barakiel-san, juga ada di sini tapi Akeno-san bahkan tidak memandangnya. …Sepertinya perselisihan dengan ayahnya sangat dalam.
Barakiel-san. Aku pernah mendengar dari Sensei tentang orang seperti apa dia. Dia adalah seorang pria bertipe prajurit yang juga orang yang sangat serius. Kudengar dia begitu kuat hingga setara dengan Sensei. Dari segi kekuatan serangan saja, dia adalah yang terkuat di antara para Malaikat Jatuh. Dia pasti teramat kuat kalau begitu….
“Ini teh Anda.”
Buchou menyajikan teh untuk Odin-jiisan sambil tersenyum. Fufufu. Pipiku dicubit sangat keras oleh Buchou sebelumnya. Dia bilang dia perlu membicarakan sesuatu denganku dengan sangat serius setelah ini. Aku ingin melarikan diri….
“Kau tidak perlu khawatir tentangku. Tapi, ini betulan besar~. Itu juga besar~.”
Si tua bangka ini…. Dia menatap payudara Buchou dan Akeno-san dengan mata mesum! Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau menyentuhnya! Payudara Buchou dan Akeno-san adalah milikku!
“Mou! Odin-sama, kau tidak boleh menatapnya dengan tatapan mesum seperti itu! Dia adalah adiknya Maou Lucifer-sama!”
Si Valkyrie itu memukul kepala Odin-jiisan dengan kipas. Si kakek itu mulai memijat kepalanya dengan mata setengah terbuka. Apakah tidak masalah memukul kepala raja dewa-dewi Norse dengan kipas? Si Valkyrie itu sungguh hebat.
“Astaga, kau keras kepala sekali. Adiknya Sirzechs terkenal sebagai wanita cantik dengan tubuh glamor, jadi tak bisa dihindari kalau aku ingin memandangi payudaranya. Oh, ini pengawalku, seorang Valkyrie. Namanya adalah—”
“Namaku Rossweisse. Aku akan berada di bawah perawatan kalian selama di Jepang. Senang bertemu kalian semua.”
Dengan perkenalan dari si kakek… Rossweisse-san menyapa kami. Dia terlihat berbeda karena dia tidak mengenakan armor seperti sebelumnya, tetapi dia memang cantik. Apakah dia seusia denganku?
Dia tampak seperti wanita cantik yang luar biasa dan tampaknya pandai bekerja meskipun dia masih sangat muda.
“Dia adalah seorang gadis perawan yang ‘Jumlah tahun dia tidak punya pacar sama dengan usianya’.”
Si kakek memberi kami informasi tambahan dengan wajah mesum. Rossweisse-san mulai panik sekali.
“I-i-itu tidak ada hubungannya dengan ini! Aku tidak memilih buat tidak punya pacar! Aku tidak memilih buat tetap perawaaaaan! Hiks!”
Ah, dia jatuh berlutut dan mulai memukul-mukul lantai. Entah bagaimana dia mengingatkanku pada diriku sendiri, jadi aku bersimpati padanya.
Aku juga tidak memilih untuk tidak punya pacar….
Tapi Rossweisse-san, kupikir kau adalah wanita cantik yang luar biasa tapi sekarang ada perbedaan besar antara penampilan dan kepribadianmu….
“Yah, dunia bisnis gadis-gadis petarung juga sedang mengalami masa sulit. Walaupun ada yang berpenampilan menarik, mereka kebanyakan tidak menonjol. Akhir-akhir ini, jumlah pahlawan dan yuusha (pahlawan pemberani) telah menurun, dan pasukan Valkyrie telah diminimalkan karena kurangnya dana, jadi bahkan yang ini berada di pojok ruangan sebelum dia menjadi pengawalku.”
Si kakek tua berkata begitu sambil menganggukkan kepalanya. Benarkah? Hmm, aku benar-benar tidak bisa memahami Dunia Utara.
Sensei kemudian mengatakannya sambil menertawakan percakapan itu.
“Selama Jii-san tinggal di Jepang, sudah diputuskan bahwa kita akan menjadi pengawalnya. Barakiel adalah anggota pendukung cadangan dari pihak Malaikat Jatuh. Aku juga sibuk akhir-akhir ini, jadi aku hanya punya waktu terbatas untuk tinggal di sini. Selama itu, Barakiel akan menjaga kalian semua menggantikanku.”
“Aku berharap dapat bekerja sama dengan kalian semua.”
Barakiel-san memberikan pengantar singkat.
Jadi kami akan menjadi pengawal si kakek tua, ya….
“Jii-san, tidakkah kau pikir kau datang agak awal untuk berkunjung ke sini? Tanggal kedatanganmu seharusnya beberapa hari lagi. Alasan kedatanganmu kali ini adalah agar kau dapat berbicara dengan para dewa Jepang, 'kan? Michael dan Sirzechs akan menjadi perantara dan aku akan duduk bersamamu dalam pertemuan itu… 'kan?” tanya Azazel-sensei sambil minum teh hijau.
“Benar. Dan di negara kami ada sedikit masalah…. Sebenarnya ada seorang bocah bermasalah yang menentang caraku. Kupikir aku harus bergerak cepat sebelum dia berbuat sesuatu. Itu sebabnya aku ingin membahas beberapa hal dengan para dewa Jepang. Sampai sekarang, kami pada dasarnya tidak bersosialisasi satu sama lain dan kami tidak memiliki koneksi apa pun.”
Si kakek mendesah sambil mengelus jenggot putihnya yang panjang. Jadi, para dewa Norse juga punya masalahnya sendiri, ya. Yah, wajar saja kalau setiap golongan punya satu atau dua masalah.
“Ketika kau bermaksud masalah, apakah maksudmu kau dikejar Vanir? Kumohon, jangan mulai ‘Ragnarok’ semaumu sendiri, Jii-san.”
Azazel-sensei tersenyum sinis.
Hmm. Ada begitu banyak kata-kata khusus yang tidak kuketahui. Apa maksudnya itu?
“Aku tak peduli dengan bangsa Vanir…. Yah, tak ada gunanya membahasnya. Omong-omong, Azazel-boy. Sepertinya [Khaos Brigade] sedang meningkatkan jumlah orang yang bisa menggunakan Balance Breaker. Mengerikan, bukan? Tapi kudengar itu adalah fenomena langka?”
—!
Kami semua tercengang dan saling memandang. Jadi, Anda akan terlibat dalam diskusi itu! Seperti yang kami duga, alasan mengapa mereka menyuruh pemilik Sacred Gear bertarung melawan setiap golongan adalah untuk membuat mereka mencapai Balance Breaker!
“Ya, mereka langka. Tapi ada beberapa orang idiot yang menggunakan cara tercepat, tetapi paling menakutkan dan termudah dengan paksa untuk membuat fenomena langka itu terjadi. Itu adalah sesuatu yang setidaknya akan dipikirkan oleh seseorang yang berpengetahuan tentang Sacred Gear, tetapi itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun karena akan dikritik oleh setiap golongan. Sudah pasti akan dikritik habis-habisan entah berhasil atau tidak.”
“Apa metodenya itu?”
Sensei menjawab pertanyaanku.
“Laporan Rias pada dasarnya benar. Rencana yang pada akhirnya akan berhasil jika melakukannya berkali-kali. Pertama, mengumpulkan manusia yang memiliki Sacred Gear dengan paksa. Pada dasarnya, ini adalah penculikan. Lalu, cuci otak mereka. Selanjutnya, mengirim para pemilik Sacred Gear ke tempat yang memiliki musuh kuat berkumpul… tempat-tempat penting tempat makhluk-makhluk superior tinggal. Meneruskan itu sampai menemukan seseorang yang mencapai Balance Breaker. Saat mencapainya, memanggil mereka dengan paksa melalui lingkaran sihir.”
Jadi pengguna bayangan itu akhirnya mencapai Balance Breaker….
Sensei melanjutkan.
“Ini adalah hal-hal yang tak bisa dilakukan oleh satu golongan pun, biarpun mereka memikirkannya. Kalau itu aku, yang bersekutu dengan para Malaikat dan Iblis, menghadapi mereka dan melakukan hal yang sama di lokasi-lokasi penting, maka itu akan menjadi tanda dimulainya perang. Jadi, tak ada yang menginginkan itu. Namun, mereka mampu melakukannya karena mereka adalah teroris.”
Jadi, kalau kau memperlakukan pemilik Sacred Gear seperti itu, kau akan dituntut oleh golongan lain.
…Huh? Kurasa aku berlatih untuk mencapai Balance Breaker dengan cara yang tidak manusiawi…. Aku dikejar oleh seekor naga raksasa selama liburan musim panas….
“Wajahmu mengatakan kalau kau mencapai Balance Breaker dengan cara seperti itu, Ise.”
“Tentu saja, Sensei.”
“Tapi kau Iblis. Kau lebih kuat dari manusia, tahu?”
“Meski begitu, aku hampir mati!”
“Aaah, baiklah, tidak masalah karena itu kau.”
“Aah! Anda mencoba menyelesaikan masalah seperti itu~! Anda kejam, Sensei!”
Hiks, akulah satu-satunya yang diperlakukan seperti ini! Aku bakal jadi berandalan sekarang!
“Pokoknya, itu adalah cara [Khaos Brigade] menculik manusia seperti itu dan mencuci otak mereka agar mencapai Balance Breaker.”
“Orang macam apa yang melakukan hal-hal seperti itu?”
Sensei terus menjawab pertanyaanku.
“Anggota Golongan Pahlawan biasa adalah kumpulan dari pahlawan dan yuusha-sama legendaris. Tubuh fisik mereka tidak kalah walaupun mereka melawan Malaikat atau Iblis. Mereka juga memiliki Sacred Gear dan senjata legendaris. Apalagi, mereka telah mencapai Balance Breaker, dan selain itu mereka memiliki Longinus yang agresif yang bahkan dapat membunuh dewa. Dari laporan, Golongan Pahlawan memiliki kemauan yang kuat untuk tidak menyentuh ular Ophis, jadi dari segi peningkatan kekuatan mereka masih belum diketahui.”
Bagaimanapun juga, anggota-anggota intinya sangat kuat, ya. Lebih seperti, bisakah para pahlawan dan yuusha-sama melakukan hal yang tidak manusiawi seperti itu?
“Apa yang akan mereka lakukan dengan meningkatkan jumlah orang yang bisa menggunakan Balance Breaker? Nah, itu dia masalahnya.”
Odin-jiisan bahkan tidak menunjukkan wajah serius dan mengatakan itu sambil minum teh hijau. Kakek tua ini adalah pria tua yang santai. Mungkin bisa dibilang dia orang yang pemberani. Bahkan dalam pertempuran tempo hari, dia melawan pasukan Iblis Kelas Menengah dan Kelas Tinggi sendirian. Sesuatu yang wajar dari seorang dewa.
“Yah, ini adalah sesuatu yang masih diselidiki, jadi tidak akan ada yang terjadi biarpun kita membahasnya di sini. Jii-san, apakah ada tempat yang ingin kaukunjungi?”
Saat Sensei bertanya pada si kakek tua, si kakek tua menggerakkan jarinya dengan wajah mesum.
“Aku benar-benar ingin pergi ke pub Oppai!”
“Haha, seleramu memang bagus, Raja Dewa-Dewi-dono! Baiklah, ayo kita ke sana sekarang! Gadis-gadis muda dari organisasiku baru-baru ini membuka toko di kota ini untuk para VIP. Aku akan mengundangmu ke sana!”
“Uhohoho! Sudah diduga dari Azazel-boy! Kau benar-benar tahu tentang hal ini! Siapkan aku yang berdada besar sekarang juga! Bakal kuremas semuanya!”
“Ikuti aku, tua bangka! Selamat datang di Jepang! Apa kau ingin melepaskan obi kimono mereka? Itu adalah sesuatu yang harus kaulakukan setidaknya sekali saat datang ke Jepang! Aku akan menunjukkan gaya Jepang kepadamu!”
“Aku tidak sabar menantikannya~ Aku benar-benar tidak sabar menantikannya~!”
Keduanya memanas, dan segera meninggalkan ruangan! Pemimpin yang bejat! Bisakah kalian memercayai semua itu!? Bisakah kalian percaya orang itu adalah Raja Dewa-Dewi!?
Dan untuk Gubernur yang mesum dan kakek mesum seperti itu menjadi pemimpin grup mereka! Aaah, bahkan Buchou menaruh tangannya di dahinya sambil mengernyitkan alisnya~!
Tolong bawa aku juga! Itulah yang ingin kukatakan, tetapi aku menahan diri untuk mengatakannya. Sepertinya Buchou bakal marah padaku.
“Odin-sama! A-aku juga ikut!”
Rossweisse-san mengikuti mereka, tapi….
“Kau tinggallah di sini. Tak akan jadi masalah kalau Azazel bersamaku. Kau bisa tinggal di rumah ini.”
“Tidak! Aku pergi!”
Mereka mengobrol seperti itu di koridor, dan dia mengikuti mereka. Kami semua di grup dan Barakiel-san yang ditinggal mendesah.
“Akeno, aku ingin bicara denganmu.”
Aku berada di dapur yang terletak di lantai satu. Lalu aku mendengar percakapan ketika aku dalam perjalanan kembali ke lantai atas. Saat aku menuju ke sana… aku menyaksikan Akeno-san dan Barakiel-san sedang berdebat.
“Jangan sembarangan memanggil namaku.”
Suara Akeno-san begitu tajam dan dingin, bahkan aku belum pernah mendengarnya berbicara seperti ini. Dia juga tidak tersenyum, malah wajahnya terlihat tidak menyenangkan.
“…Apa maksudnya ini, bahwa kau melihat Sekiryuutei?”
Apakah masalah ini tentangku!? Kasar sekali! Cara dia mengatakannya aneh. Kupikir menguping itu tidak sopan, tetapi aku akan merasa cemas kalau aku pergi.
“Ini hidupku. Kenapa kau harus mengomentari ini?”
“Aku mendengar rumor. Bahwa dia adalah naga yang tak tahu malu yang suka bertarung, memakan payudara wanita sebagai sumber energinya. Dan dia juga punya nama lain yang disebut Chichiryuutei.”
Apakah Barakiel-san salah paham padaku!? Menggunakan payudara sebagai sumber energi!? Itu gila! Apakah rumor aneh tentangku beredar di mana-mana!? Aku menundukkan kepala mendengar komentar yang mengejutkan itu.
[…Uuu. Partner, beri aku jeda~. Berapa lama lagi kau akan menyiksaku….]
Ddraig menangis di dalam diriku. Diamlah sebentar! Ini juga masalah hidup dan mati bagiku! Aku bisa tahan disebut Oppai Dragon! Tapi bagaimana aku bisa berjalan di Dunia Bawah kalau ada rumor tentang aku memakan payudara wanita!?
[…Uuuuun! Uuuuun!]
Jangan menangis Ddraig! Aku juga ingin menangis!
Payudara adalah lauk! Bukan hidangan utama!
“Aku khawatir padamu. Aku khawatir kau… menerima perlakuan yang memalukan.”
Ah, begitu ya, begitulah ayah yang punya anak perempuan. Lebih dari itu, Barakiel-san tidak terlihat seperti orang jahat.
Apa yang terjadi antara dia dan Akeno-san….
“Jangan bicara soal dia seperti itu. Ise-kun memang… mesum, tapi dia pria yang baik dan dapat diandalkan. Jadi, kau menilai orang berdasarkan rumor dan gosip. Kau yang terburuk. Sudah kuduga, aku tidak bisa melakukan sesuatu seperti… memaafkanmu….”
Akeno-san! Dia membelaku! Aku merasa senang. Mataku mulai basah.
“Aku mengatakan ini sebagai seorang ayah—”
Barakiel-san berkata sampai di situ, tetapi Akeno-san memotongnya.
“Jangan bertingkah seperti seorang ayah! Lalu kenapa kau tidak datang menjemputku saat itu!? Orang yang meninggalkan Kaa-sama untuk mati tanpa menolongmu adalah kau!”
“……”
Barakiel-san terdiam mendengar itu.
Lalu aku, yang bersembunyi di balik bayangan, bertemu pandang dengan Akeno-san.
“Ise-kun…. Kau mendengarkan?”
Aku ketahuan. Tidak, itu salahku karena menguping….
Aku keluar dengan perasaan canggung. Barakiel-san menjadi marah saat melihatku!
“Ngh! Tak tahu malu! Seorang pria menguping! Seperti dugaanku, rumor tentangmu yang mengincar payudara wanita itu benar! Aku tidak akan membiarkanmu memakan payudara putriku, dasar Chichiryuutei sialan!”
Dia salah paham besar!
Aku ingin menangis! Ayah Akeno-san sampai salah paham seperti ini! Tapi, karena dia teman Sensei, kesalahpahaman seperti itu harus diselesaikan…. Mungkin tidak! Orang itu sepertinya akan menganggap kesalahpahaman seperti ini lucu dan dia mungkin akan menambahkan sesuatu ke dalamnya!
[Apa! Kau bilang Sekiryuutei memakan payudara wanita muda, Azazel!]
[Ya, benar. Saat dia menyentuh mereka, pakaian wanita itu akan meledak, dan saat dia berbicara, payudara mereka akan ikut berbicara. Hati-hati, Barakiel. Mungkin payudara Akeno akan menjadi korbannya~. Cuma bercanda. Jangan dianggap serius, Barakiel. Heeeei, kau bisa mendengarku~?]
[Absurd…. Dia seperti monster yang merupakan musuh alami wanita yang mengambil bentuk fisik nyata…. Naga pemakan payudara…. A-Akenooooooo! Sialan! Sekiryuuteiiiii!]
Aku langsung berpikir sesuatu seperti itu pasti pernah terjadi! Sepertinya memang benar-benar terjadi! Dan itu seram karena setengahnya sesuai dengan rumor!
“Aku tidak akan mengizinkan kalian saling bertemu!”
SPARKLE! SPARKLE!
Barakiel-san memiliki Halilintar Suci yang mengalir di tangannya! Heeeei! Apa yang terjadi!? Apakah aku akan musnah karena kesalahpahaman!?
Akeno-san datang di antara aku dan Barakiel-san, dan dia memelukku seakan dia melindungiku.
“Jangan sentuh dia. Tolong jangan ambil orang ini dariku. Dia adalah seseorang yang penting bagiku…. Karena itu pergilah dari sini! Kau bukan ayahku!”
…teriak Akeno-san. Mendengar itu, Barakiel-san menghentikan Halilintar Sucinya, lalu mengatakannya sambil menutup matanya.
“…Maaf.”
Setelah meminta maaf dengan beberapa patah kata, dia berbalik untuk pergi. Punggungnya terlihat agak menyedihkan, bahkan untuk orang dengan tubuh yang bagus.
“Akeno-san….”
Akeno-san memelukku erat. Sepertinya dia menaruh perasaan yang tak bisa dia ungkapkan padaku.
“Aku mohon padamu. Jangan katakan apa pun. …Biarkan aku tetap seperti ini sebentar. Kumohon, Ise….”
Suaranya bergetar.
…Aku tak tahu apa yang terjadi di antara mereka, tapi….
Aku balas memeluknya dengan lembut.
—D×D—
Keesokan harinya kami, grup Gremory, berpartisipasi dalam suatu acara di Dunia Bawah yang disponsori oleh keluarga Gremory.
“Ya, terima kasih.”
Itu adalah acara jabat tangan dan tanda tangan.
Sekelompok orang berada di depan kami, dan aku memberikan tanda tanganku kepada setiap anak sambil menjabat tangan mereka. Anak-anak itu menerima tanda tanganku yang ditulis dengan aksara Iblis jelekku dengan gembira, lalu mereka menjabat tanganku sambil tersenyum lebar….
“Oppai Dragon! Lakukan yang terbaik!”
Mereka mengatakan sesuatu seperti itu kepadaku.
Melihatnya saja membuatku menangis tersedu-sedu di balik armorku.
Sialaaaaaan! Aku sangat senang sekarang!
Aku akan terus menjadi Oppai Dragon untuk anak-anak ini!
“Oppai sang Switch Princess! Switch!”
“Kyaa.”
Buchou yang berada di sebelahku memberikan tanda tangan dan berjabat tangan menjerit pelan. Seorang bocah nakal sedang menusuk payudara Buchou!
“Oyyyyyyyyy! Kau tidak boleh menyentuh payudara Buchouuuuuuu! Oppai ini milikku! Kau tidak boleh!”
Aku memperingatkan anak itu sambil menangis!
Kau tidak boleh menyentuhnya! Oppai Buchou adalah milikku! Orang lain tidak boleh menyentuhnya!
“Mou, Ise. Jangan cemburu. Itu hanya anak kecil yang melakukannya. Aku akan membiarkanmu menyentuhnya setelah ini, jadi tenanglah.”
Buchou mengatakan itu sambil mendesah.
Uuuu, itu karena, Buchou…. Oppai Buchou punya….
Ya, tolong izinkan aku menyentuhnya nanti….
Haaa…. Jadi itu berarti Switch Princess juga populer. Ah, kalau kulihat dengan saksama, ada banyak wanita yang berbaris di depan Kiba. Aku sangat iri padanya!
Kiba berperan sebagai “Darkness Knight Fang” yang merupakan musuh dari program televisi. Penampilannya adalah sebagai pemimpin pasukan musuh yang mengenakan armor kesatria.
Awalnya aku berharap bisa menjadi seperti itu! Mimpi pertamaku sirna karena dukungan anak-anak, tetapi Kiba telah mendapatkan apa yang awalnya kuinginkan.
Aku tak peduli! Aku adalah Oppai Dragon, tak peduli bagaimana kau melihatnya!
Dan di depan Koneko-chan yang mengenakan kostum binatang lucu, banyak ‘teman-teman besarnya[1]’ yang berbaris. Koneko-chan juga memiliki peran sebagai “Hellcat-chan” yang berada di sisi baik bersama dengan Oppai Dragon. Koneko-chan tidak membenci peran ini dan memberi mereka tanggapan yang tepat.
Benar-benar profesional! Aku melihat semangat profesional terpancar dari Koneko-chan!
Kami menyelesaikan sesi tanda tangan dan kembali ke ruang ganti.
Dengan ini, acaranya telah selesai! Misinya tercapai!
Wah, aku lelah~. Aku menonaktifkan armorku dan kembali ke bentuk dasarku. Lalu seorang anggota staf menghampiriku.
“Terima kasih atas kerja kerasmu, Ise-sama.”
Orang yang datang membawakan handuk untukku adalah—sang ojou-sama dengan roll hair, adiknya Riser, Ravel Phoenix.
“Oh, Ravel, terima kasih.”
Aku mengambil handuk, dan menyeka keringatku.
Ketika Ravel mendengar bahwa kami akan berpartisipasi dalam suatu acara di Dunia Bawah, dia datang untuk membantu kami.
“I-ini juga bagian dari latihanku! Dan kupikir memberikan mimpi kepada anak-anak Dunia Bawah adalah pekerjaan yang hebat, itu sebabnya aku membantu! I-ini bukan seperti aku melakukan ini untuk Ise-sama dan grup Gremory!”
Dia berkata begitu, tetapi dia melakukan tugasnya dengan sangat serius.
Aku tidak begitu memahaminya, tetapi menurutku dia gadis yang baik. Saat pertama kali bertemu dengannya, dia memiliki sikap yang sangat angkuh, dan aku hanya menganggapnya sebagai seorang ojou-sama. Aku tidak menyukainya karena dia memandang rendah diriku, tetapi sekarang dia bisa berbicara denganku secara normal.
Terkadang aku merasakan tatapan kagum darinya…. Mungkin aku hanya membayangkannya.
“Akhir-akhir ini aku mulai berpikir bahwa memberikan mimpi kepada anak-anak bukanlah hal yang buruk.”
“Kepala semua anak-anak memikirkanmu.”
“Ya. Mereka datang untuk menjabat tanganku dengan sangat serius. Jadi, aku merasa bahwa aku perlu melindungi impian mereka dengan serius juga.”
Ya, aku tidak tahu seberapa banyak yang bisa kulakukan untuk mereka, tapi aku berpikir untuk menjadi Oppai Dragon bagi mereka semampuku.
“Ise, sudah waktunya kembali ke dunia manusia.”
Buchou datang ke ruang gantiku.
“Ah, benar juga. Kita harus menjaga Odin-jiisan setelah ini.”
Si tua bangka itu terus meminta hal-hal yang mustahil sejak kedatangannya. Dia pergi ke pub Oppai, dan mendekati gadis-gadis yang berjalan di jalanan dan dia melakukan apa pun yang dia mau!
Aku ingin memukul kepalanya dengan kipas seperti yang dilakukan Rossweisse-san, setidaknya sekali!
“Ya, kita harus segera kembali. Kerja bagus juga untukmu, Ravel. Terima kasih untuk hari ini.”
“T-tidak apa-apa, ini semua untuk pembelajaranku.”
Pipi Ravel merona merah saat Buchou mengucapkan terima kasih padanya.
“Kalau begitu, sampai jumpa lain waktu.”
“Ya, silakan hubungi aku untuk acara berikutnya. Jika kau m-membutuhkan aku, aku pasti akan membantu.”
Setelah berbicara seperti itu dengan Ravel, aku kembali ke dunia manusia bersama Buchou dan yang lainnya.
Wah, sesi jabat tangan, aku pasti ingin melakukannya lagi!
—D×D—
Acara di Dunia Bawah telah berakhir, dan setelah diseret oleh Odin-jiisan untuk turnya di Jepang, aku, Kiba, dan Gasper dari tim cowok sedang berlatih tempur.
GOOOOOOOOO!
Aku dalam bentuk Balance Breaker dan ada api yang keluar dari thruster di punggungku, dan aku mengejar Kiba yang bergerak zig-zag dengan sangat cepat. Kiba yang merupakan [Knight] memiliki kaki yang lebih cepat dariku. Tapi….
[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!]
Aku bisa melampauinya secara langsung jika aku melipatgandakan kekuatanku dan meningkatkan kecepatan lariku!
Booster di punggungku memberikan hasil yang maksimal dan aku pun segera mendekati Kiba!
GIIIIIIIIN! Kiba mengayunkan pedang suci-iblisnya, dan aku memunculkan Ascalon-ku untuk menghalangi serangannya!
GIN! GIIN! GIIIIN! Kami berdua bergerak ke berbagai arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Selama itu, dia menghunus pedangnya tanpa memperlihatkan celah sedikit pun.
…Sial. Melawannya menggunakan pedang bakal merugikanku. Aku mulai terdorong mundur, dan bilah pedang Kiba mulai mengenaiku.
Kecepatan pedang suci-iblis itu meningkat! Aku mulai kehilangan pandanganku terhadap pedangnya. Saat Kiba mencapai kecepatan tertingginya, dia pasti akan menyerangku sekaligus.
—Jadi tak ada pilihan lain selain melawannya dengan tinjuku sambil semakin memperpendek jarak dengannya!
GOOO!
Aku menyalakan booster di punggungku dan masuk ke dalam jangkauannya!
Pukulan ke tubuh dari jarak dekat! Tidak seperti aku, Kiba tidak memiliki apa pun di tubuhnya. Dari segi pertahanan, aku memiliki keuntungan yang sangat besar. Aku juga memiliki kekuatan serangan yang lebih tinggi. Jika kena, maka peluangku untuk menang akan meningkat!
Tetapi….
GAKIN! Aku mendengar suara logam beradu. Kiba menghantamkan gagang pedangnya seperti bola boling, dan menghantam helmku dari samping.
Mungkin dia bisa melihat hantaman ke tubuhku, jadi Kiba menggunakan serangan balik padaku!
…Mungkin karena terbentur di kepala, kesadaran dan penglihatanku menjadi kabur sesaat…. Otakku terguncang.
Jadi, jika dia tidak dapat menyakitiku dengan pukulan langsung ke bagian luar kepalaku, dia memutuskan untuk membidik bagian dalam saja.
Counter milik Kiba sangat efektif untuk petarung jarak dekat. Aku sudah sering menerimanya, dan Xenovia juga sudah sering menerimanya.
Aku selalu waspada, tetapi aku tidak dapat memprediksi bagaimana dan di mana dia akan melakukan serangan balik karena selalu berubah.
Tapi aku tak pernah menyangka dia akan menggunakan gagang pedangnya seperti itu…. Kupikir dengan mendekat hingga dia tak bisa menggunakan pedangnya, dia akan berhenti membalas seranganku….
Aku tak bisa dipukul seperti itu lagi, jadi aku memutuskan untuk meninggalkan posisiku saat ini dan mundur. Tapi….
Kakiku membeku, dan tubuhku terhubung dengan tanah.
“—Itu pedang suci-iblis es.”
Kiba memegang pedang yang terbuat dari es di tangannya. Dengan ini, kakiku akan terhenti dan aku tidak akan bisa melarikan diri!
SPARKLE! SPARKLE! Dan satu pedang lagi. Di tangannya yang lain, dia memegang pedang suci-iblis yang diselimuti listrik….
Pedang suci petir! Jadi dia berencana menggunakannya untuk menyetrumku di dalam armorku!
Kalau begitu! Aku juga akan menunjukkannya! Teknik rahasiaku!
BAN! Sepasang sayap naga merah muncul dari punggungku! Di kedua sayap, ada cakar kecil seperti milik pterodactyl!
Ini adalah hal baru yang ditambahkan kepadaku karena pengaruh [Juggernaut Drive]. Aku masih belum bisa terbang dengan baik, tapi setidaknya aku bisa menggerakkannya!
Aku menggerakkan sayapku dengan sangat tepat, dan cakar di sayapku berhasil mencengkeram tangan Kiba! Ya! Aku menangkap kedua tangannya!
“Kewaspadaanmu menurun!”
Aku mencoba memberikan pukulan yang kuat ke perutnya karena perutnya tak berdaya!
Meskipun lengannya tertahan, dia mengeluarkan bilah pedang dari kaki kanannya, dan dia mencoba menendang dengan bilah pedang itu! Jadi kau bisa membuat pedang di sana!?
Saat seranganku dan pedang suci-iblis di kaki Kiba hendak bertabrakan, terdengar suara keras.
“W-waktu habis~! Waktunya sudah berakhir! B-berhenti!”
Gasper melompat-lompat sambil membawa bel besar.
Kiba dan aku menghentikan serangan kami tepat sebelum serangan itu mengenai sasaran.
Ada batasan waktu untuk latihan tempur. Kiba dan aku mundur sambil tersenyum pahit.
Hari ini, imbang.
“Ada kalanya aku tak bisa mengimbangi beban latihan Ise-kun.”
Setelah latihan, Kiba mengatakan itu sambil tersenyum sambil meneguk sports drink.
Setelah latihan pertarungan, kami masing-masing melakukan latihan sendiri.
Kiba sedang beristirahat. Gasper berlatih dengan menghentikan robot berukuran kecil yang terbang di udara menggunakan matanya. Robot itu untuk penggunaan pribadi Gasper, sebuah peralatan latihan yang dibuat Sensei.
Aku menonaktifkan armorku dan tersenyum pahit mendengar perkataan Kiba sambil squad.
“Mungkin aku memiliki kekuatan gila yang dilepaskan dariku setelah memasuki [Juggernaut Drive]. Tapi aku tak bisa menggunakannya lagi karena aku akan mati. Tapi kalau Asia… cop, teman-temanku mungkin akan berada dalam situasi berbahaya. Walaupun aku tak bisa menggunakan [Juggernaut Drive], bukan berarti aku sudah tamat. —Aku akan menjadi lebih kuat dengan cara lain. Kalau aku tidak memiliki bakat, maka aku bisa menebusnya dengan bekerja lebih keras. Kalau aku kekurangan kekuatan iblis, maka aku bisa menebusnya dengan staminaku. Aku tidak akan menyerah. Kudengar Sairaorg-san juga mendapatkan tempatnya sebagai pewaris dengan cara yang sama. Kalau seseorang telah mencapai itu sebelum aku, maka aku bisa bekerja lebih keras untuk itu.”
Yeah, walaupun orang bodoh sepertiku kehilangan nyawanya karena [Juggernaut Drive], tak ada gunanya bagiku untuk tinggal di sana dan menunggu hingga membusuk.
Aku juga tidak bisa menunjukkan diriku kepada anak-anak dalam situasi itu. Jika pertandingan Buchou dan Sairaorg-san benar-benar terjadi, seluruh pertandingan akan disiarkan ke seluruh Dunia Bawah.
Aku tidak ingin menunjukkan sisi menyedihkanku kepada anak-anak.
“Tapi dari segi kecepatan, aku tidak bisa mengalahkanmu, Kiba.”
Saat aku mengatakan hal itu, Kiba menggeleng.
“Lari cepat yang kaulakukan saat menggunakan booster di punggungmu sama cepatnya denganku.”
“Hanya dengan kecepatan langsung. Meskipun aku mendekatimu secara langsung, kau akan menghindarinya sebagian besar waktu. Sepertinya aku harus bergerak zig-zag sepertimu, tapi aku masih belum bisa menggunakan booster-ku dengan benar. Saat ini, aku hanya bisa bergerak maju dengan itu.”
“Kau harus terbiasa dengan itu. Tapi dalam hal kekuatan, kau mengalahkanku. Selain itu, dengan Sekiryuutei sebagai lawan membuatku sangat tertekan, dan aku merinding setiap kali pukulanmu mengenaiku. Tidak peduli berapa banyak nyawa yang kumiliki, itu tidak cukup.”
Baiklah, terima kasih. Tapi butuh waktu agar seranganku mengenainya. Kiba juga membalas, jadi aku ragu karena aku harus berpikir bagaimana cara menyerangnya.
Akhir-akhir ini aku, Kiba, dan Gasper berlatih di medan tempur kokoh yang diciptakan oleh Azazel-sensei dan Sirzechs-sama. Medan tempur ini dibuat di rubanah tertentu di wilayah kekuasaan Gremory di Dunia Bawah.
Aku dan Kiba tak bisa berlatih sepuasnya karena kemampuan kami. Jika kami serius, kami akan menghancurkan pemandangan atau memenuhi area itu dengan pedang.
Kami mengalami masalah karena hanya ada beberapa tempat yang dapat kami gunakan untuk berlatih.
Lalu kami mendapat hadiah dari kedua orang itu!
Rupanya itu adalah hadiah karena pencapaian kami dalam insiden yang melibatkan Diodora.
Kami berteleportasi dari lingkaran sihir yang ada di rumahku dan datang ke sini. Lingkaran itu dibuat khusus, jadi tampaknya tidak akan terdeteksi oleh teroris.
Sepertinya Iblis Kelas Tinggi yang ikut serta dalam Rating Game juga mendapat tempat yang sama, dan kami, yang merupakan Iblis muda, menerimanya sebagai pengecualian.
Sepertinya yang memiliki pengecualian ini di kalangan Iblis muda adalah kami dan tim Sairaorg-san.
Anggota lain juga cukup sering menggunakan tempat ini. Kali ini kami ingin melakukannya hanya dengan para cowok, jadi kami sajalah orang-orang yang ada di sini saat ini.
“Kita menjadi lebih kuat, 'kan…?” tanyaku pada Kiba sambil squat.
“Tentu saja. Aku tahu ini tidak sopan untuk dikatakan, tetapi kau dan aku telah melampaui Buchou dan Akeno-san. Kita mungkin bisa mengalahkan Iblis Kelas Tinggi biasa sekarang. Tapi, kita tidak boleh lengah.”
“Yeah, karena kemampuanku dan kemampuanmu diketahui banyak orang, jadi lebih mudah untuk berhadapan dengan kita, 'kan?”
Kiba mengangguk mendengar perkataanku.
Yeah, kemampuanku dan kemampuan Kiba ditunjukkan di seluruh Rating Game yang disiarkan di seluruh Dunia Bawah. Sejak itu terjadi, para Iblis Kelas Tinggi lainnya akan membuat rencana balasan atau strategi yang tepat untuk mengalahkan kami.
Kelemahanku adalah aku tidak akan mampu bertahan terhadap serangan yang kuat tanpa Balance Breaker, dan peningkatan kekuatanku mudah dirasakan oleh orang lain. Saat kekuatanku meningkat, aura di sekitar tubuhku pun meningkat drastis.
Kalau lawan merasakan “Ah, kekuatannya meningkat”, ada ancaman bahwa mereka akan menghindariku atau melarikan diri. Akan buruk kalau mereka membuatku menghabiskan staminaku secara acak.
Mengejar lawan yang kabur dan menghancurkan medan tempur boleh saja, tapi kalau dibuat aturan khusus seperti saat pertandingan Sitri, aku tidak akan bisa melakukannya dengan mudah.
Kelemahan Kiba adalah pertahanannya tidak terlalu kuat karena dia tidak memiliki apa pun yang melindungi tubuhnya dan juga kakinya. Kaki adalah bagian dari spesialisasi Kiba, tetapi itu juga kelemahannya. Dia akan kalah jika mereka mengincar kakinya. Nggg, sudah kuduga, Rating Game benar-benar sulit.
“Contohnya, ada Sacred Gear yang memperlambat kaki lawan, jadi aku juga akan berada dalam bahaya kalau aku bertemu musuh seperti itu. Tidak masalah kalau aku tidak terkena serangannya, tapi kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada saat itu.”
Kiba mengatakan itu sambil meneguk sports drink-nya.
Jadi itu musuh alami Kiba, ya. Aku juga punya musuh alami. Yaitu dragon slayer.
“Bahkan aku pun harus waspada kalau bertemu dengan dragon slayer.”
“Kau benar, jadi akan berbahaya jika kau terkena serangan sekali saja. Ada juga kecocokan selama pertandingan, jadi jika seseorang dengan dragon slayer muncul, maka kita akan melawan mereka. Meskipun kita harus bergantung pada Ise-kun untuk lawan lainnya.”
Aku masih belum menerima serangan dragon slayer dengan tubuhku, tapi pasti sangat menyakitkan seperti kerusakan dari cahaya.
“A-a-a-apakah aku akan berguna…?”
Gasper bertanya sambil mengangkat tangannya dengan takut-takut.
“Dalam kasusmu, daripada bertarung sendiri-sendiri, lebih baik bertarung berpasangan dengan kami, bukan?”
Ketika aku mengatakannya sambil melihat ke arah Kiba, Kiba mengangguk.
“Benar sekali. Kekuatan Gasper-kun disesuaikan untuk men-support, jadi potensi yang sebenarnya akan terungkap hanya saat berpasangan dengan seseorang dari kelompok. Selama kita terus hidup sebagai Iblis, kita perlu beradaptasi dengan pertempuran tim, jadi saling menutupi titik lemah akan menjadi hal yang wajar untuk dilakukan.”
“Yah, menjadi kuat sendiri itu bagus, tapi kita tidak akan tahu seberapa efektif hal itu melawan tim yang kuat.”
“Ya. Ise-kun khususnya harus berhati-hati karena kau mencoba menjadi [King] dengan meninggalkan Buchou di masa depan.”
“Game over akan terjadi kalau [King] dikalahkan, ya. Ya, aku tahu itu dengan sangat baik. Jadi aku akan terbiasa dengan pertarungan tim sesegera mungkin. Meskipun mungkin bagus kalau aku bisa bertarung seperti Sairaorg-san. [King] melangkah maju dan bertarung.”
“Tapi, kalau ada strategi dibuat untuk melawannya…. Kita juga memikirkan taktik untuk melawan Sairaorg-san secara individu, tapi kalau kita bertarung seperti yang dia lakukan, maka kita akan….”
“Keluar, ya. Oalah, ini sulit sekali! Dunia para Iblis itu! Aku mengerti, saat aku menjadi [King], aku akan berpikir hati-hati tentang tindakanku selain waktu-waktu tertentu.”
Seperti ini, kami, tim cowok, berkumpul di sini setiap hari untuk berlatih dan berdiskusi tentang strategi game. Kalau aku tetap bilang, “Aku tidak tahu!”, maka masa depanku tidak akan stabil, jadi aku belajar keras tentang hal ini dengan Kiba dan yang lainnya. Berkat itu, aku dapat berdiskusi tentang hal-hal ini dengan cukup baik.
“Sepertinya pengetahuan kalian tentang taktik menjadi lebih tajam.”
Lalu terdengar suara baru. Saat aku menoleh, itu adalah Azazel-sensei.
“Ini, aku membawa makanan. Ini onigiri buatan tangan para gadis.”
Kami, para cowok, sangat gembira dan langsung melahapnya. Enak! Onigiri ini memiliki cita rasa Asia. Rasanya memiliki ‘ciri’.
Sensei duduk di sebelah kami yang sedang beristirahat dan kemudian tertawa.
“Sepertinya tubuhmu mulai terbentuk dengan baik, Ise. Dari penampilannya, aku bisa tahu kalau itu karena banyak berlatih.”
“Aku tidak akan bisa menjadi ‘[Pawn] Terkuat’ kalau aku tidak jadi lebih kuat. Itu adalah sesuatu yang aku janjikan pada Buchou, jadi aku harus memenuhinya sebelum aku menjadi mandiri.”
“Oh ya, aku dengar. Saat waktunya tiba bagimu untuk lepas dari Rias, kau akan membawa Asia dan Xenovia bersamamu, 'kan?”
Dia mendengarnya dari Asia? Atau dari Xenovia? Yah, kurasa itu tidak penting.
“Yah, tentu saja.”
“Bagus sekali.”
“Yah, aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi aku berjanji pada Asia bahwa aku akan selalu bersamanya. Aku ingin tetap bersama Asia juga. Kurasa akan menyenangkan juga jika kami melakukan urusan Iblis dengan Xenovia juga.”
Lagi pula, aku tidak ingin berpisah dari Asia.
Sensei lalu mengatakannya sambil menepuk-nepuk kepalaku secara kasar.
“Satu hal, Ise. Kalau kau ingin menjadi [King] di masa depan, maka ada satu hal yang mesti kauingat.”
“Apa itu?”
Sensei tiba-tiba bermuka serius dan mengatakannya.
“—Itu ‘pengorbanan’. Selama game, pasti akan ada saatnya kau harus meninggalkan ‘bidak’-mu. Bagaimana kau akan mengatasinya ketika waktu itu tiba? Nilaimu sebagai [King] akan diuji saat itu.”
“…Jadi maksudmu aku harus mengabaikan pilihan untuk menyelamatkan mereka?”
Sensei menggeleng mendengar pertanyaanku.
“Kau bisa menyelamatkan mereka. Kalau kau bisa menyelamatkan mereka, maka kau harus melakukannya. Dalam pertempuran sungguhan, menyelamatkan rekanmu adalah hal yang serius. —Tapi tidak seperti itu di dalam game. Karena ada teleportasi ketika gugur, kemungkinan mati akan sangat kecil. Jika begitu, kau mungkin harus meninggalkan rekan yang terluka parah, dan melanjutkan ke langkah berikutnya.”
“…Anda benar-benar memintaku untuk memberikan pilihan yang sulit.”
Aku tak bisa meninggalkan rekan-rekanku. Jika rekan-rekanku dalam kesulitan, maka aku akan segera pergi dan menyelamatkan mereka.
“Kau memiliki rasa sayang yang besar terhadap rekan-rekanmu di grup ini. Dan itu akan berubah menjadi hambatan di game selanjutnya. —Kiba.”
Sensei lalu mengalihkan pandangannya dariku pada Kiba.
“Iya.”
“Dalam game, dalam situasi terburuk, siapa yang akan kau pilih antara Rias dan Ise?”
“Aku akan memilih Buchou.”
Kiba menjawab Sensei tanpa ragu. Ya, itu jawaban yang benar. Bahkan aku akan memukulnya kalau dia memilihku.
Aku bukanlah orang yang harus bertahan hidup dalam situasi terburuk selama game. Itu adalah [King], Buchou. Jika [King] dikalahkan, maka semuanya usai.
Sensei melanjutkan setelah memastikan itu.
“Anggota lain juga harus memiliki tekad yang sama. Mungkin karena kalian adalah grup Gremory, tetapi cinta kalian terhadap rekan-rekan kalian kuat. Kasih sayang kalian terhadap rekan-rekan kalian termasuk yang terbaik di antara para Iblis. Itu akan menjadi senjata kalian, tetapi juga titik lemah kalian. Jika Iblis lain mengetahui bahwa ‘Orang-orang ini tidak akan meninggalkan rekan-rekan mereka’, maka mereka akan membangun taktik mereka dengan tujuan untuk mencapai titik itu. Terus kalah dalam pertandingan karena menyelamatkan rekan-rekan kalian akan menurunkan peringkat kalian. Apa yang kalian butuhkan dalam game mendatang adalah tekad untuk meninggalkan rekan-rekan kalian yang tumbang di depan mata kalian. Sona Sitri telah menunjukkannya kepada kalian selama game di liburan musim panas. Aku tidak menyuruh kalian untuk meninggalkan rekan-rekan kalian selama pertempuran sesungguhnya. Tetapi simpanlah itu di kepala kalian selama game. Ise khususnya perlu memahami itu kalau kau berencana untuk menjadi mandiri. —Orang yang harus bertahan hidup sampai akhir dalam game saat kau menjadi [King] adalah kau, dan bukan budak-budak Iblismu.”
—Tekad untuk mengorbankan rekan masa depanku, ya.
…Ya, dia benar. Aku perlu memahami itu. Bahkan aku, yang belum menjadi [King], sangat menderita hanya dengan memikirkannya, jadi aku tidak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang ada di dalam hati Buchou.
Buchou. Apa kau punya tekad untuk meninggalkan aku dan Kiba? Bisakah kau melakukannya? Jika Buchou bisa memenangkan game, maka aku akan dengan senang hati menyerahkan tubuhku.
Aku juga perlu memegang tekad itu di masa mendatang.
Sungguh menakutkan. Keberanian untuk menjadikan rekan-rekanmu sebagai korban…. Aku ingin menghindarinya dengan cara tertentu….
Aku harus memikirkannya. Sampai saat itu tiba.
Apa yang akan kutentukan saat aku berpartisipasi dalam game sebagai [King].
Tunggu, aku harus berpromosi sebelum menjadi Kingggggg!
Aku bicara besar dengan berkata bahwa aku akan menjadi mandiri, tetapi aku tak tahu kapan itu akan terjadi! Vali berkata kalau aku akan bisa menjadi Iblis Kelas Tinggi dalam beberapa tahun, tetapi aku tak tahu apakah itu akan terjadi.
Nggggggh! Melangkah maju menuju mimpiku hari demi hari! Aku berpikir untuk melangkah maju selangkah demi selangkah tanpa kurang kerja keras!
Tapi sebelum itu, aku harus memikirkan game yang ada di depanku. Aku jadi mengerti apa yang mesti kulakukan dalam game Buchou.
Aku menarik napas, lalu mengatakannya pada Kiba dan Gasper.
“Kiba, Gasper. Sepertinya kita harus memutuskan.”
Kiba mengangguk.
“Maksudmu tekad untuk meninggalkan rekan-rekan kita yang gugur di depan kita selama game, 'kan?”
“Ya, kita harus—membuat Buchou memenangkan Rating Game.”
Gasper pun menanggapi pikiranku sambil ada nasi di sekitar mulutnya.
“Y-ya! Tepat sekali~!”
“Itulah mengapa mari kita dikalahkan sambil tersenyum demi Buchou. Kecuali kita akan dikalahkan setelah mengerahkan seluruh kemampuan kita, dan mari kita dikalahkan sambil berhadapan langsung dengan musuh. Kita akan terlihat tidak keren kalau kita membelakangi musuh. Mari kita hadapi mereka secara jujur dan adil lalu dikalahkan.”
“Yeah.”
“Iya!”
Benar. Kalau kami harus dikalahkan, kami, tim cowok, akan dikalahkan dengan keren. Sambil melindungi Buchou.
Namun, lebih dari itu, mari kita menang. Kita tidak bisa mengabaikan perasaan ingin menang.
Sensei sedang menggaruk pipinya di samping kami.
“Kau bicara sesuatu yang keren, tapi kau tahu, Ise? Bisakah kau melakukan sesuatu terhadap dirimu sendiri saat kau melawan wanita…? Aku tahu bahwa Dress Break dan Pailingual efektif, tetapi kalau kau hanya berkonsentrasi untuk menggunakannya, mereka akan mengincar titik itu. Lebih seperti titik lemahnya yang mudah diketahui. Kalau seorang wanita setengah telanjang muncul, apa yang bakal kauperbuat?”
“Mataku akan tertuju pada mereka!”
Sensei menurunkan bahunya mendengar jawabanku.
“Orang ini tidak berguna. Dia pasti akan kalah.”
B-bahkan jika Anda mengatakan itu jika seorang wanita erotis muncul di hadapanku, aku tidak akan bisa menenangkan diri! Ah, itu sebabnya mudah bagi mereka untuk membidiknya dan menurunkan kewaspadaanku.
Hmm, jadi aku harus terbiasa dengan hal-hal erotis? Mustahil! Aku tidak akan bisa maju terus sambil mengabaikan hal-hal erotis di hadapanku!
Itu karena kita harus melihat, jika ada oppai di depan kita!
Fiuh. Yah, siapa peduli. Ketika aku selesai memakan onigiri, aku memastikan bahwa Kiba dan Gasper juga selesai makan dan membangkitkan semangatku.
“Baiklah, Kiba, Gasper! Ayo kita lakukan ronde sparing lagi dari awal!”
Yeah! Aku tidak perlu terlalu memikirkannya, dan berlatih untuk sekarang!
Saat aku mencoba bertanding dengan Kiba sekali lagi, Sensei menyuruhku datang kepadanya dengan memberi isyarat dengan tangannya.
“Ise, kemarilah sebentar.”
Dia menunjukkan ekspresi mesum. Dia memikirkan sesuatu lagi, ya.
“Ada apa, Sensei?”
“Masalahnya, prototipe lain untuk Oppai Dragon datang lagi kepadaku. Lihatlah.”
Ketika aku mendekatinya, Sensei mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
“A-apa ini…?”
Benda yang Sensei keluarkan adalah… sebuah figur karakter kecil.
“Sudah diputuskan bahwa Oppai Dragon akan berkolaborasi dengan jaringan hamburger di Dunia Bawah. Ini adalah mainan yang datang saat memesan kids meal. Ini adalah mainanmu. Ini adalah mainan Rias alias Switch Princess.”
Itu s-sudah pasti terlihat seperti mainan yang sudah dimodifikasi dalam Balance Breaker! Yang ini mainan Buchou berambut crimson! Haa, itu memang dibuat dengan sangat hati-hati. Kelihatan lucu.
“Ada juga sebuah trik di dalamnya. Kau mendapat bonus saat mengumpulkan keduanya. Ketika kau menekan Switch Princess dengan figur karaktermu….”
Sensei menggerakkan tangan mainanku dan mendorong payudara mainan Buchou. Lalu….
[Iyaaaan.]
—!?
Suara Buchou bergema! Apa ini!? Bukankah ini menakjubkan!?
“Seperti itu, ini membuat suara.”
Sensei mengatakannya sambil membusungkan dadanya dengan bangga.
“Apa ini!? Aku benar-benar menginginkannya! Uwaa! Ini pasti akan jadi produk hit!”
Aku mengambil mainan itu ke tanganku ketika tubuhku gemetar.
Mengagumkan! Ini mainan sakral! K-kalian ternyata bisa membuat benda-benda seperti ini!?
“Hahahaha, benar!? Bahkan Sirzechs memujinya ‘Itu mainan yang mengguncang dunia!’! Aku suka memikirkan hal-hal seperti ini! Dengar, kalau kau ingin menjadi Iblis Kelas Tinggi, maka kau harus menghargai ide-idemu!”
Sensei yang tertawa bangga terlihat sangat cerah!
Mengagumkan! Kupikir orang ini genius, tapi tak pernah menyangka dia segenius ini…..
Benar-benar ide yang mengerikan. Membuat bisnis dengan menggunakan satu ide oppai…. Tidak heran Sirzechs-sama akan gembira. Masa depan Dunia Bawah akan cerah!
Gubernur Malaikat Jatuh Azazel! Benar-benar Malaikat Jatuh yang karismatik! Aku berpikir dalam hatiku bahwa aku senang dia bukan musuhku….
“Dengar, Ise. Oppai dipenuhi dengan mimpi. Jadi, mari kita tunjukkan pada anak-anak. Ada mimpi yang tumbuh dengan menggunakan oppai.”
“Y-ya! Bisnis yang menggunakan oppai adalah yang terbaik!”
Aku membuat mainan itu menjerit, ‘Iyaaan Iyaaan’ terus-terusan dan kemudian Sensei mengatakannya padaku dengan wajah serius.
“Bisakah kuserahkan Akeno padamu?”
—!
Aku membuka mataku lebar-lebar karena permintaan yang tiba-tiba itu. Sensei melanjutkan seolah-olah dia sedang memberi tahuku sesuatu.
“Kau mungkin tahu, tapi Akeno membenci Barakiel dan para Malaikat Jatuh. Karena Barakiel datang kali ini, dia tak mau mendengarkanku juga. Satu-satunya pria yang bisa berbicara dengannya dengan baik adalah kau. —Kalau terjadi sesuatu, tolong support dia. Aku bisa merasa aman kalau itu kau.”
“Aku tidak keberatan, tapi… aku tidak begitu mengerti situasinya, tahu?”
“Mau dengar? —Meskipun kalau kau mendengarnya dariku, aku akan berbicara seolah-olah aku mendukung pihak Malaikat Jatuh karena aku adalah Gubernur Malaikat Jatuh. Di saat yang sama kalau kau mendengarnya dari Akeno, itu akan penuh dengan kebencian. Kalau kau ingin mendengarnya, maka dengarkan dari Sirzechs atau Grayfia. Mereka berdua akan memberi tahumu dari sudut pandang yang tepat.”
Begitu, ya. Akeno-san adalah bagian dari grup Gremory. Pasti lebih baik bertanya pada mereka berdua yang tahu tentang para budak Keluarga Gremory.
Sensei melanjutkan.
“…Aku yakin kau menyadarinya setelah tinggal bersamanya, tetapi ada bagian dalam diri Akeno di mana dia lemah secara emosional. Biasanya dia bertindak sebagai kekaguman para siswa sekolah, salah satu dari Dua Onee-sama Besar yang diselimuti keanggunan. Namun, ketika itu disingkirkan, yang ada di sana akan menjadi gadis yang seusia dengannya. Waktu yang paling jelas adalah ketika kau dikalahkan dalam pertandingan melawan Sitri. [Queen] yang harusnya paling tenang bertindak berbeda dengan taktik sang [King].”
Aku agak tahu apa yang dia bicarakan.
Akeno-san biasanya adalah Onee-sama yang elegan dan percaya diri yang mengatakan hal-hal seperti “Ara ara” dan “Ufufu”. Namun terkadang dia memiliki sisi lain saat dia bertindak sebagai seorang gadis lugu, dan saat sisi itu keluar dia terlihat sangat rapuh.
Dia adalah onee-sama yang bisa diandalkan, dan menurutku Akeno-san yang sebenarnya adalah salah satu gadis di sekitar sana.
Itulah yang kupikirkan, jadi aku tak tahu seberapa akuratnya ini.
Sensei menaruh tangannya di bahuku dan mengatakannya dengan mata sedih.
“Akan ada saatnya dia menunjukkan sisi-sisinya itu kepadamu, jadi cobalah untuk melakukan sesuatu tentang hal itu ketika itu terjadi.”
“Apa maksud Anda dengan sesuatu….”
“Ini akan menguji kemampuanmu sebagai seorang pria, Ise. Tak ada yang istimewa, para gadis akan merasa aman kalau kau memeluk dan mencium mereka sekali atau dua kali.”
Kemampuanku sebagai seorang pria…. Itulah kekurangan terbesarku! Kalau aku cukup pria, aku akan melakukan seks bertiga dengan Buchou dan Asia yang sudah tidur denganku setiap malam!
Apakah aku pengecut karena tidak melakukan apa pun pada bagian yang paling penting…? Aku ogah mengakuinya!
Walaupun aku seperti ini, aku akan berusaha menjadi Raja Harem! Tapi, aku pasti akan mewujudkannya!
Aku pasti akan pandai dalam menangani gadis!
“Juga tentang [Juggernaut Drive].”
Lalu Sensei mulai berbicara padaku tentang [Juggernaut Drive].
“Aku tidak akan menggunakannya. Lagian, aku tidak ingin mati.”
“Yah, itu sudah jelas, tapi ia sudah bangkit sekali, jadi aku berpikir untuk melihat kekuatan Sekiryuutei dari perspektif yang berbeda.”
Perspektif yang berbeda? Kalau begitu, ada cara lain?
“Bagaimana aku melakukannya?”
“Karena pengaruh [Juggernaut Drive], seharusnya berada dalam kondisi di mana pikiran para pemilik Boosted Gear terdahulu dilepaskan. Aku bertanya pada Ddraig, dan menemukan bahwa perasaan negatif mereka terperangkap dalam Sacred Gear. Pada dasarnya itu seperti kutukan, dan sepertinya mereka mencoba menggunakan kekuatan kegelapan untuk mengendalikanmu dan mengamuk sehingga mereka bisa menguras hidupmu ke Sacred Gear.”
“I-itu tentu saja cerita yang mengerikan….”
Perasaan negatif. Kutukan… Sacred Gear ini lebih seperti genre horor daripada yang kukira….
Kalau dipikir-pikir, aku masih belum tahu banyak tentang Sacred Gear ini. Aku cuma menggunakan kekuatannya saja. Masih ada faktor-faktor yang belum diketahui tentangnya.
“Mereka bilang bahwa keluarga dan orang-orang yang dekat dengan pemilik sebelumnya menjadi tidak beruntung karena kutukan tersebut. Itulah sebabnya kalau kau menghilangkan kutukan… perasaan negatif, maka alih-alih [Juggernaut Drive], aku membuat logika bahwa kau mungkin bisa memperoleh kekuatan yang menyaingi [Juggernaut Drive] tanpa memangkas nyawamu. Untuk itu, kau harus masuk jauh ke dalam kesadaran Sacred Gear dan melepaskan pikiran para Sekiryuutei terdahulu dari perasaan negatif mereka.”
“J-jadi aku harus mengistirahatkan pecahan-pecahan pikiran para pemilik terdahulu yang bersemayam di dalam Sacred Gear, lalu menciptakan kekuatan baru yang kuat dan aman yang bukan [Juggernaut Drive]…?”
“Yah, pada dasarnya begitulah. Mengistirahatkan pikiran para Sekiryuutei terdahulu, cobalah lakukan itu. Ddraig, bantu dia.”
[Yeah, tak apa, tapi pikiran para Sekiryuutei terdahulu begitu tertutupi oleh kegelapan yang pekat sehingga aku pun takkan mampu mendekatinya.]
“Oppai Dragon Hyoudou Issei-kun akan melakukan sesuatu tentang itu.”
Ini gila! Aku masih harus menguji apakah aku bisa melakukannya!
Tapi aku tidak akan bisa menggunakan [Juggernaut Drive] saat ini lagi. Bukan hanya aku, tapi itu mungkin akan membuat orang-orang di sekitarku menjadi sial jadi itu alasan yang lebih kuat untuk tidak menggunakannya. Sepertinya aku harus percaya pada hipotesis Sensei, dan menemukan kekuatan baru dengan cara itu.
“Ise. Aku percaya pada kesempatanmu. Setiap Sekiryuutei terdahulu dilahap habis oleh kekuatan itu. Bakatmu pasti yang terendah dalam sejarah. Tapi aku percaya kau adalah perwujudan dari kemungkinan karena kau mencapai Balance Breaker dengan payudara wanita, dan kembali dari keadaan mengamuk dengan payudara wanita. Oppai Dragon! Itu pasti sesuatu. Kau tahu sudah lama sejak seekor naga mencapai nama unik, 'kan? Biarpun tubuh fisik dan kekuatan iblismu lebih rendah dari Vali dan Naga Legendaris lainnya, kau masih bisa terbiasa dengan kekuatan Sekiryuutei dan menjadi lebih kuat dengan caramu sendiri. Mulai sekarang, tunjukkan tindakanmu dengan usaha, keberanian, dan cara yang tak terduga.”
“Iya!”
Sepertinya aku harus percaya pada Sensei, percaya pada Ddraig, dan percaya pada peluangku.
Aku akan menjadi lebih kuat dengan caraku sendiri.
Selain itu, daripada digunakan oleh Sacred Gear ini, aku malah ingin menggunakannya!
Pria yang paling mengerti tentang Boosted Gear sepanjang sejarah.
Aku juga berpikir memiliki gelar seperti itu akan sangat mengagumkan.
Setelah memikirkan itu, aku melanjutkan latihanku dengan Kiba dan Gasper.
—D×D—
Pada suatu malam, setelah beberapa hari semenjak kedatangan Odin-jiisan.
Kami, Sensei, si kakek tua, dan Rossweisse-san berada di dalam kereta dari kuda perang berkaki delapan bernama Sleipnir.
Dan kami terbang jika boleh kutambahkan! Kami bergerak di langit pada malam hari.
Mungkin karena kuda perangnya besar, tetapi gerbongnya juga besar.
Kiba, Xenovia, Irina, dan Barakiel-san terbang keluar sebagai penjaga. Ini dilakukan agar kami dapat segera menghadapi teroris jika mereka muncul.
“‘Yamato Nadeshiko’ Jepang memang bagus~. Gadis geisha adalah yang terbaik~.”
Si tua bangka Odin ini tertawa “hohoho” sambil menunjukkan ekspresi puas.
Berengsek!
Pikirkan kami, para penjagamu! Akhir-akhir ini, kami telah diseret ke berbagai tempat di Jepang dengan kuda perang raksasa ini. Kami pergi ke Kyabakura[2] yang terletak di wilayah metropolitan, kami pergi ke taman hiburan, dan juga pergi ke beberapa restoran sushi. Kami sedang bertamasya di Jepang seperti yang diinginkan si kakek.
Karena kami masih di bawah umur dan siswa SMA, ada tempat yang tidak bisa kami masuki, jadi kami harus bersiaga di dekat pintu masuk!
Sialan kau, dasar pak tua bangkaaaaaaa!!
Kalau saja dia mentraktirku masuk ke Kyabakura, maka aku tidak akan punya kebencian sebesar ini terhadapnya!
Ketika aku melihat, semua anggota grup terlihat kelelahan. Di sampingku, Asia sedang menyandarkan kepalanya di bahuku dan sedang tidur!
Di sisi lain, Akeno-san…. Sepertinya pikirannya ada di tempat lain. Dia memancarkan aura dari tubuhnya yang mengatakan untuk tidak berbicara padanya.
Tapi mengurus si tua bangka itu memang sulit. Saat aku marah, dia akan mengatakan hal-hal seperti “Aku tuli jadi aku tak bisa mendengarmu~” atau “Azazel-san, apakah oppai-nya belum siap?” dan dengan jelas menghindariku! Dia memang kakek tua yang keterlaluan!
Tapi, kakek tua ini adalah tamu penting. Jadi kami tidak banyak mengeluh padanya dan mengikutinya dengan tenang.
“Odin-sama! Sudah hampir waktunya untuk pertemuan dengan para dewa Jepang, jadi tolong hilangkan pola pikir seperti sedang berlibur. Kalau terus begini, Anda akan dimarahi oleh orang lain saat kita kembali ke kampung halaman kita.”
Beberapa hari terakhir, Rossweisse-san menanggapi dengan tenang dan mengikuti Odin-jiisan, tetapi tampaknya dia telah mencapai batasnya dan hendak meledak.
“Astaga, kau wanita yang tak tahu bagaimana cara bersikap santai. Bagaimana kalau kau sedikit lebih rileks? Itulah sebabnya kau bahkan tidak bisa mendapatkan seorang pria pun.”
“Ini tidak ada hubungannya dengan aku yang tidak punya pacar! Aku tidak melajang karena aku mau melajang!”
Aaaah, dia menangis lagi. Orang-orang dari Norse memang sulit ditangani…. Kuharap mereka segera pergi…. Itulah yang mulai kupikirkan. Tapi….
KAKUN!
HIHEEEEEEEEEN!
Tiba-tiba gerbong itu berhenti, dan dampak dari berhentinya kereta itu menimpa kami!
Semua orang kehilangan keseimbangan pada kejadian yang tak terduga ini!
“Apa yang terjadi!? Jangan bilang itu teroris!?”
“Entahlah! Meskipun ketika hal seperti ini terjadi, itu bukanlah hal yang baik!”
Rossweisse-san dan Sensei waspada.
Aku mendengar ringkik kuda. Itu berarti sesuatu telah terjadi pada kuda besar itu.
Ketika aku melihat keluar jendela kereta… Kiba, Xenovia, dan Irina sedang dalam posisi bertarung sementara Barakiel-san berada di tengah.
Aku… aku masih belum bisa terbang. Aku bisa memunculkan sayap iblisku, tetapi aku tak bisa terbang.
Bahkan Sensei menertawakanku— “Lucu sekali kau mencapai Balance Breaker sebelum terbang. Biasanya urutannya itu sebaliknya.”
Aku bisa membuat sayap naga muncul saat dalam kondisi Balance Breaker. Jika Ddraig bisa mengendalikan penerbangan, entah bagaimana aku bisa terbang.
…Sepertinya aku perlu lebih banyak latihan. Aku juga perlu berlatih terbang. Biarpun aku meningkatkan kekuatanku, aku tetap tidak boleh mengecewakan anak-anak di Dunia Bawah.
Aku membuka jendela kereta, dan melihat ke depan Buchou dan yang lainnya. Pada saat yang sama aku memulai hitungan mundur untuk Balance Breaker.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi, jadi ada baiknya bersiap untuk berjaga-jaga.
…Di depan sana ada seorang pria muda yang tampak sedang melayang. Dia pria tampan dengan tatapan mata yang sedikit jahat.
Benda yang dikenakannya menyerupai jubah yang dikenakan si kakek tua saat dia berpakaian pantas. Meski warna utamanya hitam.
Rossweisse-san menyadari siapa pria itu dan berekspresi sangat terkejut. Dan Azazel-sensei mendecakkan lidahnya. A-apa itu…? Siapa dia?
Ketika pria itu mengangkat jubahnya, dia menyeringai dan berbicara dengan sangat bersemangat.
“Senang bertemu kalian semua! Aku adalah Dewa Jahat dari Eropa Utara! Loki!”
…De… Dewa… Jahat? Apakah yang dia maksud adalah ‘Dewa’? kalau dia dari Eropa Utara, apakah dia berasal dari tempat yang sama dengan si kakek itu?
Semua orang kecuali aku punya mata yang serius.
Mereka tampak sangat terkejut. Wajah mereka seolah berkata, “Tidak, mustahil.”
Sensei mengepakkan sayap hitamnya dan keluar dari kereta.
“…Loki. Dewa Norse.”
—!
Buchou mengatakan itu di sebelahku. Dewa!? Serius!? B-berarti orang itu adalah dewa dari tempat yang sama dengan Odin-jiisan….
Untuk apa dia datang ke sini? Entah kenapa rasanya seperti tak ada yang baik.
“Rupanya Loki-dono. Bertemu denganmu di tempat seperti ini. Apa kau ada urusan dengan kami? Di kereta ini ada Raja Dewa-Dewi Norse, Odin-dono. Kau tahu apa akibat dari tindakanmu, bukan?”
Azazel-sensei bertanya dengan tenang.
Dewa yang disebut Loki lalu berbicara sambil menyilangkan lengannya.
“Tidak banyak. Raja dewa-dewi kami meninggalkan organisasi kami untuk berhubungan dengan golongan lain, dan itu sangat menyakitkan untuk ditanggung.”
…Sebuah pernyataan yang terdengar seperti seorang tokoh jahat!
Mendengar itu, Sensei mengubah cara bicaranya.
“Kau benar-benar arogan mengatakan itu secara langsung, Loki.”
Suaranya juga bercampur amarah! Meskipun dia terlihat seperti itu, Sensei menyukai hari-hari yang damai, jadi dia tampak membenci mereka yang datang dan dengan egois mengganggu kedamaian.
Mendengar Sensei, Loki tertawa senang.
“Fuhahahaha, ini pasti Gubernur-dono para Malaikat Jatuh! Biasanya aku ogah bertemu denganmu atau para Iblis, tapi mau bagaimana lagi. —Bersama Odin dan yang lainnya, kalian akan menerima hukumanku.”
“Jadi, tak apa bagimu untuk berhubungan dengan golongan lain? Itu kontradiktif.”
“Tak apa jika tujuannya adalah menghancurkan golongan lain. Aku tak setuju dengan perdamaian. Agama kalianlah yang menginjakkan kaki di tanah kami dan menyebarkan Alkitab.”
“…Tak ada gunanya mengatakan itu padaku. Katakan itu pada Michael atau Tuhan dalam Alkitab yang sudah tewas.”
Sensei menjawab seperti itu sambil menggaruk kepalanya.
“Bagaimanapun juga, akan jadi masalah bagi Raja Dewa-Dewi Odin untuk bernegosiasi dengan dewa-dewi Timur Jauh. Kalau begitu, kita tidak akan bisa mengalami hari ‘Ragnarok’. —Apa yang ingin kau dapatkan dengan menukar informasi mengenai Yggdrasil?”
Sensei menunjuk jarinya lalu bertanya.
“Aku akan bertanya satu hal padamu! Apakah tindakanmu berhubungan dengan [Khaos Brigade]? Tunggu, kalau tidak salah, kau bukanlah Dewa Jahat-sama yang akan menjawab dengan jujur.”
Loki membalas tanpa peduli.
“Aku merasa muak karena kau mencampuradukkan pendapatku dengan para teroris bodoh itu. —Aku datang ke sini atas kemauanku sendiri. Dan Ophis tak ada hubungannya dengan ini.”
Mendengar jawaban itu, Sensei mengendurkan ketegangan di tubuhnya.
“…Jadi kau bukan dari [Khaos Brigade]. Tapi ini juga masalah tersendiri. Aku mengerti, Jii-san. Jadi ini masalah yang dibawa oleh Golongan Utara, ya.”
Ketika Sensei melihat ke arah kereta, si kakek tua baru saja keluar dari kereta bersama Rossweisse-san. Dia mengaktifkan lingkaran sihir di bawah kakinya, dan dia bergerak di udara bersama lingkaran sihir itu.
“Hmm. Masih ada beberapa orang keras kepala dan itulah situasi yang kami hadapi saat ini. Ada orang-orang bodoh seperti ini yang muncul seperti ini.”
Si kakek berkata begitu sambil mengelus jenggot putihnya.
“Loki-sama! Tindakanmu melampaui wewenangmu! Melakukan sesuatu seperti mengarahkan taringmu ke arah Raja Dewa-Dewi! Ini tak bisa dimaafkan! Kau seharusnya mengajukan argumen di rapat resmi!”
Rossweisse-san segera berganti dari pakaian bisnis ke armor, lalu berkata demikian kepada Loki.
Tetapi musuh tidak mendengarkan.
“Seorang gadis tempur biasa tidak seharusnya menghalangi jalanku. Aku bertanya pada Odin. Apakah kau masih berencana untuk terus melakukan sesuatu yang berada di luar Dunia Norse kita?”
Si kakek tua yang didesak menjawab pun membalas dengan biasa saja.
“Ya. Berbicara dengan Sirzechs dan Azazel sepuluh ribu kali lebih menarik daripada berbicara denganmu. Aku ingin tahu tentang Shinto Jepang. Mereka juga tertarik dengan Yggdrasil kita. Setelah kita berdamai, aku berpikir untuk bertukar budaya dengan mengirimkan masing-masing utusan kita.”
Mendengar itu, Loki tersenyum lebar.
“…Aku sudah memastikan rencanamu. Sungguh tindakan yang bodoh. —Kalau begitu, mari tunjukkan kekuatan kita di sini.”
MERINDING…. Tiba-tiba aku merasa tak nyaman. Rasa permusuhan yang dahsyat mulai menusuk kulitku!
Dewa Loki tengah melampiaskan permusuhannya terhadap kami…. Tidak, aku bisa mengerti dia tengah mengarahkan permusuhannya pada Odin-jiisan!
“Jadi, aku bisa menganggapnya sebagai deklarasi perang, 'kan?”
Loki juga menyeringai pada peringatan terakhir Sensei.
“Anggaplah sesukamu.”
DOGAAAAAAAAAAAAAAN!
Lalu, sebuah gelombang menghantam Loki!
Ketika aku melihat sekeliling untuk melihat apa yang terjadi… sepertinya Xenovia mengayunkan Durandal-nya. Ada aura yang sangat besar keluar dari pedang suci itu.
“Kemenangan diraih oleh orang yang melakukan serangan pertama.”
Xenovia mengatakannya dengan tenang! Kau bertindak kelewat cepat Xenovia! Itu seperti curi start!
“Sepertinya itu tidak berhasil. Seperti yang diharapkan dari Dewa Norse.”
Saat aku menoleh kembali setelah Xenovia mengatakan itu…. Loki berdiri di sana seakan tak terjadi apa-apa.
Serius!? Serangan Xenovia tidak berhasil!
“Pedang suci, ya. Kekuatannya mengagumkan, tapi belum cukup untuk melawan dewa. Tak ada bedanya dengan angin sepoi-sepoi.”
Kiba menciptakan pedang suci-iblis di tangannya, dan Irina juga menciptakan pedang cahaya di tangannya.
Loki tertawa melihat itu.
“Fuhaha! Sia-sia! Meskipun aku terlihat seperti ini, aku adalah dewa. Serangan dari Iblis dan Malaikat tak ada apa-apanya.”
Loki mengarahkan tangannya ke depan secara perlahan.
Naluriku memahami bahwa ada suatu tekanan tak dikenal yang berkumpul di tangannya.
Membiarkannya menembak itu… buruk!
[Welsh Dragon Balance Breaker!!!!!!!!]
—!
Hitungan mundur telah berakhir! Aura merah menyelimutiku, dan membentuk armor!
Ddraig! Kuserahkan penerbangan padamu!
[Ya, serahkan padaku.]
Aku keluar dari kereta bersamaan dengan aktifnya Balance Breaker-ku, dan aku menyerbu maju dengan kecepatan supercepat ke arah Loki!
[JET!!]
Suara bergema dari permata itu, dan booster di punggungku menyala!
GON! Aku segera memperpendek jarak, dan mencoba melepaskan pukulanku, tetapi pukulan itu berhasil dihindari dengan cepat. Pukulanku hanya melewati hidungnya dan meleset! Aku lalu berteriak bersamaan.
“Buchou! Aku akan menggunakan promosi!”
Setelah menerima konfirmasi dari Buchou, aku langsung berpromosi menjadi [Queen]! Aku merasakan kekuatan mengalir di dalam diriku!
“—Oh. Benar juga. Aku lupa kalau Sekiryuutei juga ada di sini. Kau punya kekuatan yang cukup besar. —Tapi.”
Partikel cahaya yang bersinar berkumpul di tangan Loki! Aku bisa tahu hanya dengan melihatnya! Dia sedang memampatkan kekuatan luar biasa dan dia berniat melepaskannya padaku! Serangan langsung darinya akan sangat berbahaya!
“Masih terlalu dini bagimu untuk melawan dewa!”
Aku menembakkan Dragon Shot-ku dengan kekuatan maksimal ke arah gelombang kekuatan yang hendak ditembakkan Loki!
[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!]
DOBAAAAAAAAAAAAAAN!!
Kedua kekuatan bertabrakan hebat dan meledak!
Angin kencang yang mereka ciptakan datang ke arahku dan rekan-rekanku! Sial! Dia dengan mudah menghancurkan seranganku yang berkekuatan penuh! Jadi ini serangan dewa, ya!
Asap merah menghilang dari tangan Loki. Sepertinya Dragon Shot-ku berhasil.
Loki melihat itu, dan dia tersenyum.
“…Bukannya aku menahan diri sepenuhnya. Ini sungguh lucu. Ini pasti membuatku senang. Jadi aku akan tertawa kalau begitu. Fuhahahaha!”
Aku sama sekali tidak senang! Kalau dia tidak serius, maka dia adalah lawan yang akan sangat sulit untuk kuhadapi sendirian!
Menghadapi dewa dengan kekuatan Sekiryuutei mungkin sulit!
Buchou dan Akeno-san melebarkan sayap mereka dan keluar dari kereta. Buchou diselimuti aura crimson dan dia dalam mode tempur.
“Rambut crimson. Keluarga Gremory… benar? Kau pasti kerabat darah Maou saat ini. Dua pemimpin Malaikat Jatuh, satu Malaikat, banyak Iblis, dan terlebih lagi Sekiryuutei bersamamu. Odin, untuk seorang penjaga, ini agak berlebihan, bukan?”
“Orang bodoh sepertimu akhirnya datang ke sini. Ternyata itu keputusan yang tepat.”
Loki mengangguk mendengar perkataan kakek tua itu dan menyeringai semakin lebar.
“Baiklah. Kalau begitu aku akan memanggilnya.”
Sambil berkata demikian, dia membentangkan jubahnya dan mengucapkannya dengan suara keras.
“Keluarlah! Anakku yang menggemaskan!” teriak Loki.
Setelah hening sejenak… sebuah retakan tercipta di udara.
Apa itu? Apa dia memanggil sesuatu?
NUUUUU… Makhluk yang muncul dari ruang terdistorsi itu adalah… seekor anjing kelabu! Bukan, seekor serigala!
Seekor serigala raksasa yang tingginya mencapai 10 meter muncul di hadapan kami!
MERINDING…. A…a-apa ini…. Tekanan yang t-tidak nyata ini…..
Saat serigala itu melotot ke arahku, tubuhku tidak dapat bergerak seolah-olah aku lumpuh….
Selanjutnya aku merasakan sesuatu yang dingin mengalir melalui tubuhku. Yang kurasakan lebih dari itu; ketakutan, niat membunuh, desakan untuk melarikan diri, dan perasaan hatiku diremas lebih dari saat aku berhadapan dengan Loki.
…Sial. Tanganku gemetar…!
Ketika aku melihat sekeliling, bukan hanya aku, tapi anggota grup kami yang lain juga gemetar. Buchou, Kiba, dan juga Xenovia. Bahkan anggota kami yang berani pun ketakutan dengan tekanan tak terlihat yang diberikan serigala itu!
S-serigala apaan itu!? Apa-apaan itu…!
Serigala itu tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak. Ia hanya menusuk kami dengan matanya.
[…Partner, dia berbahaya. Kalau bisa, kau harus menghindarinya.]
Bahkan Ddraig yang disebut Sekiryuutei mengatakan sesuatu seperti itu.
Jadi itu berarti serigala itu adalah lawan seperti itu, ya…. Serigala itu pasti jauh lebih kuat dari Loki!
“Ini buruk…. Kalian, jangan sentuh serigala raksasa itu! Ise, jaga jarak darinya!”
Ekspresi Sensei sangat gugup, aku belum pernah melihatnya seperti ini. Azazel-sensei yang berani, yang bahkan tidak mundur saat melawan Maou Lama, mengatakan itu….
“Sensei! Serigala itu, apa-apaan itu?”
Sensei menjawab pertanyaanku seolah-olah dia hampir tak bisa mengeluarkan suara dari mulutnya.
“—Fenrir.”
[—!?]
Semua orang menjadi terkejut mendengar jawaban Sensei, tetapi pada saat yang sama mereka tampaknya memahami alasan gemetar mereka.
“Fenrir! Mustahil, di tempat seperti ini!”
“…Ini tentu saja buruk.”
Kiba dan Buchou sama-sama mengerti tentang musuh, dan mereka waspada.
Apa-apaan itu? Meskipun aku mengerti bahwa itu sangat berbahaya.
“Ise! Itu salah satu makhluk terburuk dan terhebat! Dia punya taring yang bisa membunuh dewa! Kalau kau digigitnya, bahkan armor itu tidak akan bertahan!”
—!?
Sebegitunya!? Jadi serigala raksasa ini, apakah itu berbahaya! Dan itu pasti bisa membunuh dewa! Bukankah itu curang!? Aku mengerti sekarang! Tidak heran Ddraig menyuruhku untuk menghindarinya!
Mungkin, kami tidak akan mampu mengalahkannya walaupun kami menyerangnya sekaligus?
Loki mengatakannya sambil menepuk Fenrir.
“Benar sekali. Kau harus berhati-hati. Yang ini termasuk monster terburuk top-class yang pernah kuciptakan. Lagi pula, taringnya adalah sesuatu yang bisa membunuh dewa mana pun. Aku belum mencobanya, tetapi seharusnya efektif melawan dewa dari agama-agama lain. Itu bisa memberikan luka yang mematikan, baik kau Iblis Kelas Tinggi atau Naga Legendaris.”
POINT. Jari Loki diarahkan pada Buchou.
“Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan taring Fenrir-ku pada mereka yang bukan dari bangsa Norse…. Yah, membiarkan anak ini belajar merasakan rasa darah dari mereka yang bukan bangsa Norse mungkin akan menjadi pengalaman yang baik baginya.”
—!
… Bajingan itu. Jangan bilang… bahwa dia…!
Firasat burukku lalu menjadi kenyataan melalui mulut Loki.
“—Kerabat sedarah Maou. Mencicipi darah itu juga akan berguna bagi Fenrir. —Habisi dia.”
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOON!
Di bawah kegelapan malam, serigala kelabu meraung.
Raungannya cukup membuat seluruh tubuh kami menggigil, dan kedengarannya begitu indah sehingga hati kami tertarik pada raungannya.
SWIFT. Angin bertiup kencang. Serigala di hadapanku menghilang dari pandanganku….
Saat itu, tubuhku bergerak sebelum otakku!
[JET!!]
Aku tidak akan membiarkanmu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu!
Buchou…. Wanita yang kucintai, jangan coba-coba….
“Jangan sentuh diaaaaaaaa!”
BANG! Aku berlari ke depan Buchou sebelum serigala itu melakukannya, dan aku menghantam wajah serigala yang datang ke arahnya dengan sangat cepat!
……
Uwaa! Aku jadi kaget dengan keputusanku sendiri!
Itu karena aku tidak menggerakkan badanku dengan kepalaku tadi!
Hanya saja serigala raksasa itu hendak menuju ke arah Buchou, jadi tubuhku mengatakan bahwa aku harus melindungi Buchou!
Saat aku menyadarinya, aku telah menabrak serigala!
“Ise….”
Buchou juga tampak terkejut.
“Bu… Buchou! Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?”
“T-tidak, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah melindungiku.”
Fiuh. Aku pun merasa lega dan mendesah.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi sepertinya aku berhasil melindungi Buchou. Serigala sialan itu mencoba menggigit dan kemudian membunuh Buchou-ku!
Serigala yang kutabrak itu menatapku dengan wajah cerah.
…Tidak berhasil? Hahaha, serigala ini memang tangguh.
“UEK.”
H… Huh? Aku baru saja muntah darah. A-apa…?
Lalu aku menyadari perubahan aneh pada tubuhku, dan ketika kulihat bagian sekitar perutku… ada sebuah lubang pada armorku.
Saat aku melihatnya, aku memuntahkan lebih banyak darah dari mulutku. Lalu rasa sakit yang hebat menyerangku.
“Ise!”
“Ise-kun!”
Buchou dan Akeno-san berteriak seperti menangis.
Perutku panas… Ouccccch…. Kapan aku terluka…?
Ketika aku melihat serigala itu, cakar di kaki kiri depannya berlumuran darah.
…Apakah dia juga menembus armorku tepat sebelum aku menghantamnya…?
DAZZLE…. Tubuhku bergetar saat di udara.
GRAB. Tubuhku hampir roboh tapi Kiba menopang tubuhku.
“Ise-kun. Ayo kita sembuhkan segera dengan kekuatan Asia-san!”
“Ise-san! Cepat ke sini!”
Asia yang merupakan penyembuh kami mengatakannya sambil menangis dari kereta. Dia menciptakan aura penyembuhan di tangannya. Dia pasti mencoba mengirimkan kekuatan penyembuhan kepadaku.
“Tidak, aku tidak akan membiarkanmu. Sekiryuutei, meskipun hanya sesaat kau mampu mengikuti gerakan Fenrir. Ini benar-benar mengerikan. Aku akan menyingkirkanmu sebelum kau menjadi ancaman.”
Loki mencoba memberi perintah pada Fenrir lagi.
—Diserang lagi akan buruk!
Aku tak bisa menghindarinya! Kalau aku menghindar, maka serangan itu akan mengenai Buchou! Aku tak bisa melakukannya! Aku akan melindungi Buchou! Aku takut mati! Tapi lebih dari itu, aku tak bisa membiarkan Rias Gremory mati!
“Lokkkkkkkki!!”
Sensei dan Barakiel-san masing-masing melepaskan tombak cahaya dan Halilintar Suci ke arah Loki dengan maksimal.
“Bahkan tanpa menggunakan Fenrir, hanya dua Malaikat Jatuh biasa tidak akan mampu melawanku.”
Lingkaran sihir dengan persamaan yang belum pernah kulihat menjadi perisainya yang meluas ke seluruh langit.
Serangan Sensei dan Barakiel-san dengan mudah diblokir.
“—! Sihir Norse! Kalau tidak salah, sihir mereka lebih maju daripada sihir agama kita! Seperti yang diduga dari dunia yang memiliki sihir dan mantra yang lebih hebat daripada dunia kita!”
Sensei mengatakannya dengan rasa jijik.
Kedua pemimpin Malaikat Jatuh menyerang pada saat yang sama, tetapi tidak berhasil…!
Jadi ini dewa, ya!
“Kalau begitu, aku akan menggunakan sihir yang sama!”
BIIIIIIIIN!
Rossweisse-san mengaktifkan banyak lingkaran sihir yang memiliki persamaan yang sama dengan lingkaran sihir Loki, dan melepaskan banyak serangan secara acak! Sepertinya itu adalah serangan yang meledak-ledak!
Kekuatannya sungguh dahsyat! Jadi Rossweisse-san juga petarung yang hebat! Dia adalah pengawal Odin-jiisan, jadi tidak aneh kalau dia punya kekuatan sebesar itu.
Luar biasa. Apakah orang itu berbakat dalam hal-hal seperti sihir dan mantra?
BA BA BA BA BA BA BA BA BAAAAN!
Lingkaran sihir pertahanan Loki diaktifkan di sekujur tubuhnya untuk mempertahankannya, dan dengan mudah memblokir serangan Rossweisse-san!
Bahkan tak ada gunanya dengan sihir yang sama!?
“Sekarang, giliranku.”
Loki mencoba mengayunkan tangannya….
Niat membunuh Fenrir pun meningkat. Matanya yang dingin dan tanpa emosi tertuju pada kami….
Koneko-chan dan Xenovia melangkah di hadapanku yang terluka dan majikan mereka Buchou untuk bertindak sebagai perisai kami! Berhenti! Itu tak berguna! Itu serigala yang telah merobek armorku! Kalian berdua tidak akan mampu menahannya!
—Rekan-rekanku akan dibunuh!
Tidak! Aku tidak mau itu! Kalau terus seperti ini, kami akan musnah! Aku tidak mau itu! Berakhir seperti ini….
Saat kepalaku dipenuhi keputusasaan, seberkas cahaya melintasi pandanganku.
Ia melewati serigala itu dengan kecepatan cahaya….
[Half Dimension!]
KUBABABABABABAN!
Ruang itu terdistorsi saat Fenrir berada di tengahnya. Pergerakan Fenrir juga tersegel oleh distorsi ruang.
—Tetapi segera ia menggigit dan mencabik-cabik distorsi yang dibuat di ruang itu dengan taringnya.
Sebuah benda berwarna putih-perak turun di antara kami dan si serigala.
“Hyoudou Issei, kau baik-baik saja?”
“Vali….”
Yang muncul di depan kami adalah Hakuryuukou Vali!
Serangan itu, kupikir aku pernah melihatnya di suatu tempat, dan ternyata pria ini!
Namun, serangan itu membagi dua apa pun dalam jangkauannya. Seberapa kuatkah Fenrir itu, yang terkena serangan langsung dan pergerakannya terhenti sesaat!?
“Oy oy, apa Oppai Dragon itu terluka? Astaga, dia benar-benar pria yang membuatku bingung apakah dia kuat atau lemah!”
Orang yang datang dari samping dengan mengendarai awan emas adalah Bikou.
…Buat apa mereka ke sini?
“—! Astaga, rupanya Hakuryuukou, ya!”
Loki tersenyum gembira melihat kemunculan Vali.
“Apa kabar, Dewa Jahat Loki-dono. Aku adalah Hakuryuukou Vali. —Aku datang ke sini untuk melenyapkanmu.”
Mendengar pernyataan perang Vali, Loki tersenyum semakin lebar….
“Aku puas setelah melihat Dua Naga Langit. —Aku akan mundur hari ini!”
Loki membawa serigala itu kembali padanya.
Ketika Loki membalikkan jubahnya, distorsi besar tercipta di udara, dan menyelimuti Loki dan Fenrir.
“Tapi, pada hari pertemuan dengan para dewa negeri ini! Aku akan datang ke sini sekali lagi! Odin! Lain kali, Fenrir dan aku pasti akan mencabik leher sang raja dewa-dewi!”
Ketika Loki dan serigala Fenrir menghilang, pikiranku melayang….
—Aku banyak kehilangan darah akhir-akhir ini….
…Saat aku terbangun, aku sedang disembuhkan oleh Asia.
Cahaya hijau hangat menyelimutiku dan menghilangkan rasa sakit di perutku sepenuhnya.
“…Asia, makasih.”
Aku berterima kasih kepada Asia sambil menatap matanya. Karena saat aku terbangun, Asia meneteskan air mata.
“Ise-san! Aku sangat senang!”
“…Aku tidak bisa mati saat meninggalkan Asia, 'kan?”
Aku balas memeluk Asia, dan Asia pun mulai memelukku.
“…Senpai, aku senang kau selamat.”
Jadi Koneko-chan juga tinggal bersamaku. Karena tangannya ditutupi oleh ki, dia pasti telah memperkuat kemampuan penyembuhan alami dalam diriku.
“Makasih, Koneko-chan.”
Aku menepuk kepala Koneko-chan.
“…-nyaa. Senpai….”
“Yeah. Aku baik-baik saja sekarang. —Dan di mana Buchou dan yang lainnya?”
Hanya aku, Asia, dan Koneko-chan yang ada di dalam kereta.
“Rias-oneesama sedang berbicara di luar dengan semua orang. …Juga Hakuryuukou-san.”
—!
Benar sekali. Vali muncul di akhir pertempuran melawan Loki.
Aku mengangkat tubuhku perlahan dan meninggalkan kereta. Kereta itu sudah turun ke tanah, dan berada di taman dekat Akademi Kuoh. Karena masih malam, tak ada orang yang terlihat.
Aku berjalan menuju lokasi Buchou, Sensei, si kakek tua dan yang lainnya.
Lalu aku mendengar suara Vali.
“Agar pertemuan dengan Odin berhasil, kalian harus mengalahkan Loki, benar?”
Vali mengatakannya tanpa ragu setelah melihat semua orang.
“Kalian tidak akan mampu menangkis Loki dan Fenrir hanya dengan anggota-anggota ini. Dan juga karena serangan dari Golongan Pahlawan, Dunia Bawah, Surga, dan Valhalla menjadi kacau. Jadi mereka tidak akan bisa mengirim lebih banyak orang untuk membantu kalian.”
Tak seorang pun dapat membantah klaimnya.
Mataku dan mata Vali bertemu. Vali tersenyum getir, dan semua orang melihat ke arahku setelah melihat ke arah pandangan Vali.
“Ise! Apakah lukamu baik-baik saja?”
“Ya, Buchou. Aku baik-baik saja sekarang. Lebih dari itu….”
Aku melihat ke arah Vali. Saat aku melihat, Bikou dan Arthur, pemegang pedang raja suci, berada di belakangnya. Begitu pula Kuroka. Sepertinya mereka sedang melihat respons kami.
“Apa kaubilang bahwa kau akan mengalahkannya?”
Ketika aku bertanya dengan nada rendah, dia mengangkat bahunya.
“Sayang sekali, tapi aku yang sekarang tidak akan mampu melawan Loki dan Fenrir di saat yang bersamaan.”
…Dan itu jawabanmu? Kau baru saja berbicara dengan sombong. Dia tidak berguna karena dia bilang dia tak bisa mengalahkannya sendiri.
“Tapi….”
Vali menatap langsung ke arahku.
“Lain ceritanya kalau Dua Naga Langit bersatu.”
[—!]
Semua orang termasuk aku terkejut dengan saran Vali! Satu-satunya yang tidak terkejut adalah Vali dan rekan-rekannya!
Tentu saja kami akan terkejut! Aku tak pernah menyangka dia akan mengatakan hal itu!
Kami menjadi begitu terkejut hingga tidak dapat berbicara dan Vali melanjutkan.
“Untuk pertempuran ini, kubilang aku tidak keberatan bertarung bersama Hyoudou Issei.”
[1] Cowok pecinta loli.
[2] Kelab-kelab di Jepang tempat untuk minum-minum dan mengobrol dengan karyawan.

Post a Comment