Shangri-La Frontier Bab 25

25 – Level yang Tak Bertambah, Pembatasan yang Bertambah

Untuk sementara, ada beberapa hal yang kupahami setelah melihat-lihat situs walkthrough dan papan forum secara sekilas.

Pertama, memang benar ada unique scenario untuk mengunjungi Rabituza, tetapi sama sekali belum ada yang menemukan unique scenario untuk masuk ke dalam Istana Kelinci. Tentu saja, keberadaan Vorpal Bunny seperti Vash maupun Emul juga merupakan fakta yang cuma diketahui oleh aku seorang, kecuali jika ada orang lain yang menyembunyikannya.

Kedua, unique monster seperti Lycagon si Penyergap Malam kelihatannya setara dengan apa yang disebut sebagai “Tujuh Kolosi” oleh para NPC dari hasil wawancara para sukarelawan. Dari kolosi yang sudah terungkap, ada empat ekor yang telah ditemukan oleh pemain. Rinciannya adalah:

・Lycagon si Penyergap Malam

・Ctarnidd dari Jurang yang Dalam

・Siegwurm si Penguasa Langit

・Orchestra dari Gema Kematian

Di antara mereka, Lycagon dan Siegwurm kabarnya bisa ditemui secara acak di semua area kecuali Hutan Haru Biru. Jadi, pertemuanku dengan Lycagon si Penyergap Malam benar-benar bentuk penarikan undian yang sangat tepat sasaran (sangat sial). Hanya saja, monster unik kabarnya akan memberikan poin pengalaman hanya dengan bertemu dengannya saja. Meskipun pemain pemula hampir pasti bakal mati, tetapi jika bisa bertemu, katanya itu benar-benar sangat beruntung.

Ketiga, selamat atas pencapaian jumlah pendaftar Shangri-La Frontier yang menembus 30.000.000 orang…. Kelihatannya Firstia saat ini sedang dibanjiri oleh pemain-pemain pemula. Kalau tidak segera pindah ke area berikutnya, bukankah ini bakal berbahaya? Baik dalam artian menaikkan level maupun masalah kekacauan antarpemain.

Kalau terlalu terpikat oleh unique scenario saja, skenario utama yang menjadi alur inti malah tidak akan maju, dan itu perlu dipikirkan baik-baik…. Sambil memikirkan hal-hal seperti itu, aku pun login ke dunia Shan-Fro.

 

“Ah, sudah bangun. Selamat pagi, wa, Sunraku-san!”

“Nng, aah, begitu ya, aku 'kan sudah memperbarui titik respawn.”

Tempatku membuka mata bukanlah penginapan di Secondale, melainkan salah satu ruangan di Istana Kelinci yang berada di Rabituza. Aku tidak tahu apakah dia terus berada di sampingku sepanjang waktu dalam gim, atau memang datang ke sampingku di waktu yang pas, tetapi saat aku mendudukkan tubuhku, Emul sedang melompat-lompat di samping tempat tidur.

“Aku mau tanya, apa aku bisa kembali ke Secondale untuk saat ini?”

“Bisa, dong~. Kalau ada aku, urusan gampang banget! Dalam sekejap, wa.”

Alat pemindah (Vorpal Bunny) ini sangat praktis, ya….

“Kalau begitu aku mau balik ke Secondale sebentar, tetapi untuk sementara aku mau melanjutkan penjelajahan kota tujuan dulu.”

“Baiklah, mohon tunggu sebentar, wa.”

Tidak lama kemudian, saat Emul merapalkan [Teleportasi Koordinat], aku dan Emul sudah berdiri di gang sempit Secondale.

“Untuk sementara aku mau mampir ke tempat paman pandai besi untuk memperbaiki Vorpal Chopper…. Urusan leveling juga ada, sih.”

“Ah, benar juga, aku hampir lupa, wa. Kata Oto– Kashira, Sunraku-san harus pakai ini.”

“Nng? Apaan nih…—!?”

Tiba-tiba kalung yang dipegang Emul melilit leherku, membuatku refleks melonjak ke belakang.

[Mendapatkan Kalung Misterius Jiwa Vorpal, otomatis terpasang.]

Oi oi oi, apa-apaan ada item perlengkapan paksa begini, bukankah itu tergolong item terkutuk? Untuk sementara aku membuka penjelasannya untuk melihat efek seperti apa yang dimilikinya… lalu aku bungkam seribu bahasa.

 

・Kalung Misterius Jiwa Vorpal

Kalung pengekang yang diciptakan oleh Raja Kelinci Vorpal, tidak akan bisa dilepas tanpa izin dari sang Raja.

Sebagai ganti dari EXP yang didapatkan menjadi separuh, poin yang diperoleh saat naik level menjadi 2,5 kali lipat (pembulatan ke bawah).

Sebab, agar orang yang lemah bisa mendapatkan kekuatan, diperlukan penderitaan yang tidak biasa.

 

“Eh, sebentar, di saat seperti ini malah ditambah pembatasan, seriusan…?”

“Itu benar-benar serius, wa~ Jangan pernah melupakan Jiwa Vorpal! Begitu katanya.”

Makanya, Jiwa Vorpal itu apaan, sih. Tidak, daripada itu, ini pembatasan yang lumayan berat yang ditambahkan padaku…. Secara praktis, fakta bahwa usaha yang dibutuhkan untuk menaikkan satu level menjadi setara dengan menaikkan dua level benar-benar sangat buruk. Tidak, kalau memikirkan keuntungannya, asal perlengkapannya sudah memadai, ini adalah aksesori leveling kelas tertinggi, sih…. Atau lebih tepatnya, bukankah ini item yang kelewat merusak keseimbangan gim jika dikata dengan halus? Kalau naik satu level dapat 5 poin, dengan usaha dua kali lipat dan pembulatan ke bawah… berarti bisa dapat sekitar 12 poin, ya. Benar-benar item rusak, 'kan?

“Tidak, bagaimanapun juga kalau tidak mencoba bertarung dulu, aku tidak bakal tahu.”

Kalau diingat-ingat, aku belum pernah bertarung lagi sejak diserang oleh Lycagon si Penyergap Malam. Aku belum bisa memverifikasi status saat ini maupun kerugian akibat kutukan. Aku sempat melupakannya gara-gara unique scenario, padahal bukankah ini hal yang paling prioritas?

“Sunraku-san, Sunraku-san.”

“Nng?”

“Sekarang kita mau pergi ke kota berikutnya, 'kan? Apa aku boleh bantu?”

[Undangan party datang dari NPC “Penyihir Kelinci Emul”. Apakah Anda ingin menerimanya?]

…Gim ini benar-benar dibuat dengan sangat baik sampai ke akar-akarnya. Awalnya aku berniat solo, tetapi untuk sementara mari kita urungkan niat untuk menuntaskan Rawa Tandus Penuh Sengsara. Rencanaku hancur berantakan gara-gara terlalu banyak hal di luar dugaan yang bertumpuk, tapi kalau kain yang terpisah-pisah dijahit menjadi satu, pola baru bakal kelihatan. Motivasiku jadi makin membara…. Penaklukan secara paksa, bakal kulakukan!

“Mohon bantuannya, ya.”

“Mohon bantuannya juga, wa!”

Kalau dipikir-pikir kembali, meskipun ada berbagai faktor yang saling berkaitan, membentuk party dengan Emul di sini mungkin merupakan flag dari kerepotan yang terus berlanjut hingga kemudian hari.

Sarana maupun item untuk mendapatkan poin status selain dari naik level itu wajar ada. Walaupun setidaknya itu bukan sesuatu yang bisa didapatkan di kota kedua atau ketiga, tetapi kalau ada bantuan dari pemain berlevel tinggi, bukan berarti hal itu mustahil untuk dilakukan.

Post a Comment

0 Comments