Shangri-La Frontier Bab 28
28 – Orang yang Dicari dan Dijadikan Sasaran
“……Tidak ada.”
Kenapa bisa begitu sulit ditemukan? Kesatria berzirah itu menarik napas panjang seolah ingin meringankan kekecewaan yang menindih tubuh sibernya. Sebenarnya, jejaknya sendiri berhasil ditemukan. Mengingat ada pemain level tinggi yang merupakan anggota klan bernama “Kesatria Tempura”, saat ditanyai, dia membenarkan pernah melihat sosok pemain bernama Sunraku. Akan tetapi, dicari ke mana pun tetap tidak ketemu, bahkan tidak ada tanda-tanda muncul keluar dari penginapan.
Apakah waktu bermain kami sama sekali tidak pas? Karena pemikiran itu, dia sampai mengawasi penginapan hingga larut malam, tetapi sosok yang dicari tak kunjung muncul. Tepat ketika dia mulai berpikiran konspiratif dan berimajinasi jangan-jangan hukum kausalitas sengaja menghalanginya untuk bertemu dengannya, surel itu pun tiba.
“Mail Bird (Burung Pembawa Pesan) klan…?”
Burung Pembawa Pesan—yang bisa digunakan jika membayar biaya di klan yang sudah berkembang sampai tingkat tertentu atau di fasilitas yang dikelola oleh NPC—merupakan fungsi surel yang sebenarnya di dalam gim ini. Meskipun disebut burung, begitu surel dikirimkan, burung itu akan langsung muncul di lokasi penerima sehingga tidak terjadi lag. Dugaan awalnya, itu hanyalah surel untuk memanggilnya kembali ke klan karena dirinya pergi keluar demi alasan pribadi. Namun, begitu membaca isinya, tubuh kesatria berzirah itu mendadak kaku akibat terkejut hingga jantungnya serasa melompat.
“Kepada Psyger-0,
Maaf, tetapi tolong hentikan pencarian orang secara pribadi.
Ada pemain yang sangat ingin kami rekrut, jadi aku ingin kau menemukan pemain tersebut.
Lokasinya di sekitar Secondale, pemain dengan topeng burung menatap yang memiliki “Penanda Kutukan” Serigala Hitam di bagian torso dan kaki, serta bernama Sunraku.
Katanya dia membawa Vorpal Bunny berpakaian yang bisa bicara. Terlepas dari keterkaitannya dengan hal unique yang luar biasa, pemain yang bertarung sengit dengan Lycagon sampai dipasangi marking di dua tempat sekaligus adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika memungkinkan, aku ingin merekrutnya ke klan kita.
Dari Psyger-100”
Kesatria berzirah… Psyger-0 tahu. Bahwa Sunraku belum genap seminggu memulai gim ini. Lalu di atas semua itu, fakta bahwa dia berhasil mendapatkan hal unique yang tidak diketahui siapa pun, serta bertarung secara luar biasa melawan Lycagon si Penyergap Malam—sosok yang bahkan dijadikan lambang klan oleh guild tempat Psyger-0 bernaung demi mengejarnya—membuat Psyger-0 kembali merasa takjub.
“……Fufu.”
Bagaimanapun juga, dengan begini dia bisa mencari Sunraku secara terbuka.
Jika beruntung, mereka bisa mempererat hubungan di klan yang sama, dan bahkan di dunia nyata…. Berbeda dengan penampilannya yang garang, dengan perasaan yang melayang bahagia bagai tumbuh sayap, Psyger-0 membalas surel persetujuan tersebut. Namun pada saat yang bersamaan, surel baru tiba menggantikannya.
“……?”
Apakah ada catatan tambahan? Sambil memikirkan hal itu, dia membuka surelnya… dan kembali dibuat bungkam seribu bahasa dalam artian yang berbeda dari sebelumnya.
“Kepada Psyger-0
Ini catatan tambahan atau lebih tepatnya pelengkap, untuk saat ini sejauh yang dikonfirmasi oleh anggota klan, ‘SF-Zoo’, ‘Ashura-kai’, dan ‘Pasukan Jam Sepuluh Malam’ sedang bergerak untuk mengamankan Sunraku.
Ada kemungkinan yang sangat tinggi hal ini berkembang menjadi PvP, jadi berhati-hatilah.
Dari Psyger-100”
“~~~~~~~~~~!?”
Jajaran mentereng dari klan-klan papan atas di Shangri-La Frontier… ditambah salah satu di antaranya adalah klan yang berspesialisasi dalam PvP. Menghadapi kemunculan para pesaing yang tak terduga ini, Saiga Rei / Psyger-0 langsung mengubah langkah kakinya yang mencari Sunraku menjadi lari secepat mungkin.
“……?”
“Ada apa, wa?”
“Tidak, entah kenapa tengkukku mendadak merinding…. Apa, ya, apa cuma noise?”
Sejak tadi ada rasa gatal yang aneh di sepanjang tulang belakangku…. Padahal aku tidak sedang kena efek debuff tertentu, ada apa, ya?
“Yah, tidak apalah. Kalau sesuai dengan peta, tempat area boss tinggal sedikit lagi, jadi mari kita istirahat sebentar di sini.”
Aku ingin menjaga tingkat kelaparan tetap penuh. Sebagai orang yang memanfaatkan pengalaman dari kehidupan liar dengan baik, aku mengeluarkan batu pemantik api dan ranting kayu bakar dari dalam inventory, lalu menyalakan api. Yap, kali ini apinya langsung menyala dalam dua kali percobaan.
“Kalau begitu aku juga mau makan, wa!”
Saat aku sedang memanggang item bernama Sayap Bandit Vulture (Burung Bangkai Penyamun), Emul mulai meniruku dengan memanggang wortel yang ditancapkan di ranting kayu. Tapi memberi wortel ke kelinci itu klise banget, ya….
“Uhh, daging asap yang tidak ada rasanya.”
“Wortel hangat juga enak banget, wa~”
“Omong-omong, karena aku sama sekali tidak mengumpulkan informasi, aku terpaksa harus bertarung melawan area boss tanpa informasi awal. Emul, kau tahu sesuatu tidak?”
“Emm, penguasa rawa tandus ini adalah monster bernama Mud Digger (Penggali Lumpur), wa. Dia bakal menyerang dari dalam tanah dengan suara ‘Zdung!’, jadi kita harus menghentikan pergerakannya, wa.”
Menyerang dari dalam tanah dengan suara “Zdung!”… Monster tipe permainan memukul tikus, kah? Tidak, ini adalah pengembang yang tega membuang monster sekelas Ular Raksasa Keserakahan sebagai boss pertama. Sudah pasti ini adalah boss yang bakal menyerang dengan cara yang jauh lebih jahat.
“Kali ini apa lagi? Air kencing? Kentut? Ada kemungkinan serangan muntahan (breath) juga, sih…”
“Iyyy, Sunraku-san jorok banget, wa~”
Hahaha, bicara seenaknya saja kau. Tapi, beri tahu dia bahwa bagi diriku yang sudah mengembalikan insting jebakan pertemuan pertama lewat gim Sembelit, sudah tidak mungkin lagi ada hal yang bisa mengejutkanku!
Sambutlah, area boss kedua, “Mud Digger (Penggali Lumpur)”!
Informasi boss dari Emul pada dasarnya berada dalam jangkauan informasi yang bisa dikumpulkan di kota.
NPC yang memiliki hubungan dengan orang-orang yang bertarung melawan boss—seperti guild atau toko senjata—sering kali memegang informasi mengenai area boss.

Post a Comment