The Rise of Kyoshi 0
KATA PENGANTAR
Setiap cerita prekuel menghadirkan tantangan unik, terutama yang berlatar di alam semesta kanonik fiksi seperti Avatar: The Last Airbender. Jebakan umum sebuah prekuel? Karena pembaca sudah mengetahui bagaimana ceritanya akan berakhir, sehingga mereka selalu selangkah lebih maju dari sang pahlawan. Namun, jika dieksekusi dengan baik, prekuel dapat memperluas dan memperdalam dunia fantasi yang kita cintai dengan mengeksplorasi sejarah dan karakternya memalui perspektif baru. Inilah yang berhasil dicapai dalam The Rise of Kyoshi.
Para pembaca yang familier dengan serial asli Nickelodeon mungkin mengingat Avatar Kyoshi sebagai seorang legenda, bahkan di antara jajaran Avatar yang luar biasa lainnya. Namun, bagaimana ia bertransformasi menjadi sosok yang gigih melawan ketidakadilan di seluruh dunia? Dan mengapa ia begitu ditakuti oleh musuh-musuhnya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang belum dieksplorasi. Dalam diskusi awal saya dengan F. C. Yee, kami membahas beberapa kemungkinan alur cerita, sembari merenungkan: Karakter seperti apa Kyoshi itu sebenarnya, apa yang mendorongnya, dan peristiwa seperti apa di masa lalunya yang membentuknya menjadi sosok legendaris tersebut?
Saya tidak iri pada Yee atas tantangan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Saya tahu ia harus bermain dalam aturan dunia yang sudah mapan, sembari tetap memberikan sentuhan kreatifnya sendiri. Dan semesta Avatar tidak kekurangan “hal-hal yang wajib ada.” Pertama, harus ada Avatar—makhluk yang bereinkarnasi yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi, atau mengendalikan, keempat elemen, yang memiliki hubungan dengan Dunia Roh, dan yang menangani konflik di antara Suku Air, Kerajaan Bumi, Negara Api, dan Pengembara Udara. Avatar tidak dapat melakukan semua ini sendirian dan karenanya juga harus memiliki kelompok inti berisi guru dan teman—Tim Avatar. Konflik politik juga merupakan suatu keharusan: Baik itu perang dunia maupun revolusi, Avatar pasti akan berakhir di tengah pertempuran sebelum ia benar-benar siap. Dan tentu saja, tidak pernah ada kekurangan pertempuran pengendalian elemen yang epik.
Meskipun semua Avatar memiliki ritual pendewasaan yang serupa—seperti menguasai keempat elemen—masing-masing harus memiliki perjalanan unik serta menghadapi tantangan pribadi dan politik yang berbeda dalam perjalanan mereka untuk menjadi Avatar secara penuh. Dalam The Rise of Kyoshi, kita bertemu dengan seorang wanita muda yang sangat berbeda dari legenda yang kita kenal, sehingga kita bertanya-tanya bagaimana mungkin ia bisa berubah menjadi sosok yang luar biasa. Ia bukanlah pengendali elemen tanah yang hebat. Orang-orang bahkan tidak percaya bahwa ialah sang Avatar—sebuah gagasan brilian dari Yee, dan yang menjadi inti konflik sepanjang novel.
Mempercayakan dunia dan karakter yang saya bantu ciptakan kepada penulis lain selalu menimbulkan kecemasan. Di tangan yang salah, hasilnya bisa sangat mengecewakan. Namun, saat pertama kali membaca The Rise of Kyoshi, saya langsung terpikat oleh ceritanya dan terpesona oleh karakter-karakter baru serta latar belakang yang memikat. Saya sangat ingin membaca lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana Kyoshi akan mengatasi segala rintangan yang menghadangnya (dan Yee memberikan banyak rintangan di jalannya).
Bekerja dalam proyek ini bersama semua pihak yang terlibat merupakan sebuah kehormatan, dan saya sangat gembira dengan perwujudan baru dari jagat Avatar ini.
Michael Dante DiMartino

Post a Comment