Junior High School D×D 4 End Sword.
End Sword.
Saat Miyamoto Zekka tidak berada di Akademi Kuoh karena pergi untuk turnamen nasional. Aku—Azazel, penasihat teknik sekaligus pengawas umum dari tim antiteroris D×D, tengah berhadapan dengan seorang gadis.
“Bahwa Miyamoto Zekka adalah pendekar pedang yang namanya terukir dalam sejarah, serta fakta bahwa Sacred Gear yang bersemayam dalam dirinya adalah hal yang spesial, aku sudah menerima laporannya dari Penemune sejak tahap awal.”
Dia menceritakannya dengan rasa antusias yang tak biasa, bilang kalau ada murid pindahan yang luar biasa muncul. Gadis di depanku tetap bergeming dalam diam, tetapi aku terus berbicara tanpa peduli.
“Meskipun kami tidak punya banyak ruang akibat Golongan Pahlawan dan Qlippoth, aku tetap menyelidikinya sedikit demi sedikit di balik layar, tahu? Di mana keberadaan katana yang disebut Shuusei. Apa yang akan terjadi jika keduanya menyatu. Dan juga—”
Bagaimanapun, aku ini disebut-sebut sebagai peneliti nomor satu soal Sacred Gear. Mana mungkin aku tidak tertarik pada Sacred Gear kuno Eden’s Dual beserta penggunanya.
“—Sejak awal, kenapa Miyamoto Zekka pindah ke Akademi Kuoh?”
Menurut penuturan dari sang Samurai Girl yang berada di pusat masalah. Dia memutuskan pindah ke sini agar bisa bertemu denganku dan memahami Sacred Gear miliknya lebih dalam. Yang membuatku penasaran di sini adalah, bagaimana dia bisa tahu keberadaanku dan Akademi Kuoh?
“Menurut pengakuannya sendiri, saat bertarung melawan para pahlawan yang menyerang, dia mengetahuinya secara tidak sengaja.”
Tentu saja itu hal yang masuk akal. Aku tidak bilang kalau itu bohong. Terlebih lagi di akademi saat ini berkumpul orang-orang kuat dan langka yang dipimpin oleh Ise. Sangat mungkin kalau ada semacam benang takdir yang bekerja dan menariknya ke sini.
“Tapi, biarpun begitu ini terlalu kebetulan.”
Miyamoto Zekka bertemu dengan Rias di hari pertamanya masuk sekolah. Segera setelah itu, dia juga menjalin hubungan dengan putri keluarga Amon, valkyrie dari Norse, dan pahlawan Prancis.
“Miyamoto Zekka sangat buruk dalam bersosialisasi, sifatnya pasif dan tidak bisa mengambil inisiatif sendiri. Nyatanya, sebagian besar hubungan pertemanan yang dia miliki saat ini dimulai dari kontak pihak lawan—”
Semua itu adalah kebetulan. Bukan sesuatu yang disengaja oleh Miyamoto Zekka sendiri.
“—Tapi setelah mendengar rangkaian cerita ini, aku juga berpikir begini. Seolah-olah ada orang dewasa di suatu tempat yang tidak tega melihat seorang anak sendirian, lalu diam-diam mempertemukannya dengan orang-orang yang berpotensi menjadi temannya.”
Bila mengesampingkan para anggota D×D yang berada di akademi yang sama. Kuroka, Le Fay, dan Ophis yang berada di luar akademi. Bahkan dia bisa bertemu dengan Vali itu dan terhubung dengannya secara mudah.
“Secara pribadi, fakta bahwa dia membuat kontrak dengan Grayfia adalah hal yang paling mengejutkan. Sekalipun dia tahu tentang keberadaan iblis, peluang untuk bertemu dan bergandengan tangan dengan Queen of Annihilation Berambut Perak itu adalah angka astronomis.”
Tentu saja dia sendiri juga sudah berjuang keras. Meskipun pertemuannya dengan orang-orang itu adalah kebetulan, kemampuan Miyamoto Zekka sendirilah yang membuatnya berhasil menggapai kesempatan itu. Namun biarpun begitu, ada perbedaan yang terlalu jauh dalam keberuntungan takdir pertemuannya sebelum dan sesudah pindah sekolah.
“Maka dari itu, saat menyusun ulang situasi sampai sekarang, ada satu kejadian yang mengganjalku.”
Itu terjadi tepat setelah Miyamoto Zekka pindah sekolah.
“Saat Miyamoto Zekka mencoba bergabung dengan Pedang Ilmu Gaib, Schwertleite menerobos datang dan mencoba menghalanginya untuk masuk klub, 'kan? Sebenarnya apa yang terjadi saat itu?”
Kenapa dia mencoba menghalanginya masuk klub, Schwertleite sendiri tidak mengetahuinya. Dia bilang kalau dia hanya menuruti perintah dari atas.
“Hasilnya usaha penghalangan itu gagal, tapi bukankah itu karena sejak awal kau ingin memasukkan Miyamoto Zekka ke dalam OSIS, bukannya ke Pedang Ilmu Gaib? Karena dengan begitu takdirnya akan lebih mudah dikendalikan.”
Sosok yang memerintahkan Schwertleite untuk menghalangi pendaftaran Pedang Ilmu Gaib. Dia adalah gadis yang berada tepat di depanku saat ini—
“—Jangan cuma diam saja, katakan sesuatu, Ketua OSIS, Yagyuu?”
Pemimpin dari Akademi Kuoh SMP. Anak emas dari keluarga Yagyuu, keluarga besar ilmu pedang. Saat aku menatapnya dengan tajam, sepasang mata gelap tanpa cahaya itu terpantul secara mengerikan.
“Apa yang sebenarnya kaubicarakan sejak tadi? Aku sama sekali tidak mengerti.”
“Ha. Kau berpura-pura tidak tahu, ya.”
Tapi, ya, ada bukti-bukti lain yang sudah terkumpul.
“Katanya sejak Miyamoto Zekka datang ke akademi, ada bunga hitam yang bermekaran di saat-saat adegan pertarungan krusial. Namun, itu bukanlah kemampuan Tensei. Kalau begitu artinya ada sosok lain yang meminjamkan kekuatannya.”
Meskipun berbeda dari pertarungan, saat latihan senjutsu bersama Kuroka pun katanya ada campur tangan dari sosok misterius.
“Apakah kau ingin mengatakan kalau yang melakukan hal itu adalah aku? Mana bukti yang bisa membuktikannya—”
“Aku sudah menyuruh Michael untuk menyelidikinya. Surga Ketiga dan Surga Keempat di mana Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan berada.”
“……”
“Setelah memeriksa data masa lalu dengan cermat, terungkap bahwa saat Miyamoto Zekka menggunakan kekuatan hitam, serta saat dia berlatih senjutsu bersama Kuroka, pohon tersebut memancarkan aura biarpun sangat samar ke suatu tempat—koordinatnya adalah ruang OSIS SMP ini.”
Orang yang paling lama berdiam di ruang OSIS cuma ada satu orang.
“Semua ini, kaulah yang mengendalikannya dari balik layar, 'kan?”
Mengendalikan takdir untuk memanggil Miyamoto Zekka ke akademi ini. Mengendalikan takdir agar orang-orang berbakat berkumpul di sekitar Miyamoto Zekka. Mengendalikan takdir agar Miyamoto Zekka menjadi lebih kuat. Bahkan menjadikannya pelatih Klub Kendo agar dia berkembang sebagai seorang manusia juga merupakan ulahmu.
“Wanita yang mengatasnamakan Yagyuu—identitas aslimu adalah Shuusei.”
Ada pepatah yang mengatakan kalau tempat paling gelap adalah di bawah pelita, ternyata katana yang kucari berada tepat di sampingku.
“Tidak, nama Shuusei itu juga merupakan julukan yang diberikan oleh ahli pedang Miyamoto Musashi, ya.”
Kalau begitu pada kesempatan ini, akan kusebutkan nama aslimu secara jelas. Meskipun bentuk dan rupanya sangat berbeda jauh dari apa yang kulihat di zaman kuno dulu….
“Sudah lama tidak berjumpa. Separuh dari pasangan pria dan wanita yang paling dicintai oleh Tuhan—Eve!”
Saat aku mendesaknya sampai sejauh itu, sosok yang bersemayam sebagai Yagyuu itu mengangkat sudut bibirnya.
“Fu, fufufu, fufufufufufufufufufufufufufufufufu!”
Aura hitam membumbung tinggi dari seluruh tubuhnya saat dia tertawa terbahak-bahak tanpa rasa takut.
“Aku dan pohon itu memiliki hubungan yang tak terpisahkan. Aku sudah berhati-hati dengan sangat cermat, tetapi jika Michael yang bergerak, tentu tidak bisa dihindari kalau akan ketahuan. Sekali lagi, sudah lama tidak bertemu ya, Gubernur Jenderal Azazel?”
“Sekarang aku ini pengawas umum, tahu.”
Padahal kau pasti tahu kalau gelar jabatanku sudah berubah. Sungguh sosok yang menyebalkan.
“Lalu, apa yang ingin kaulakukan dengan memanfaatkan Miyamoto Zekka? Sejak kapan kau merencanakan ini semua?”
“Jika kau bertanya sejak kapan, mungkin sejak Musashi meninggal sekitar empat ratus tahun yang lalu.”
Eve menjawabnya dengan santai seolah bukan masalah besar.
“Apakah kemunculan orang-orang yang mengatasnamakan Bimbel Pahlawan itu juga bagian dari siasatmu?”
“Tidak. Itu adalah penyimpangan dari rencana. Aku tidak terlibat dalam hal itu.”
“Benarkah? Apakah mereka juga muncul secara kebetulan?”
“Kemunculan Bimbel Pahlawan seharusnya tidak disebut sebagai kebetulan, melainkan sebuah keajaiban. Jika ada sesuatu yang menggerakkan mereka, harusnya itu dianggap sebagai wasiat dari Another Longinus, bukan kehendakku sebagai Shuusei.”
Melihat sikapnya ini, tampaknya dia memang benar-benar tidak terlibat.
“Soal Qlippoth juga sama saja. Aku tidak berniat untuk melayani kenakalan anak-anak Lilith.”
Orang ini, bahkan hal mengenai Rizevim pun sudah diketahuinya…!
“Tapi kau juga menginginkan ambisi Bimbel Pahlawan, yaitu kebangkitan Tuhan dalam Alkitab, 'kan?”
“Kau selalu saja curigaan, ya. Aku tak pernah bekerja sama secara rahasia dengan sang Kaisar Agung dan yang lainnya. Karena terhadap Tuhan yang telah mengusir aku dan Adam—aku sudah tidak berminat lagi.”
Tidak berminat? Padahal kalian berdua begitu dicintai oleh Tuhan?
“Mari aku jawab pertanyaanmu yang sebelumnya. Jika ditanya apa yang ingin kulakukan dengan memanfaatkan Miyamoto Zekka—”
Tepat saat dia hendak mengatakannya, pintu ruang OSIS mendadak diketok. Agar Eve tidak melarikan diri, aku datang ke sini tanpa memberikan pemberitahuan apa pun. Aku berniat datang di saat anggota OSIS lainnya tidak ada, tapi—
“Kaichou, ada dokumen darurat yang perlu dikonfirmasi… eh, kau sedang sibuk?”
Pintu dibuka oleh Wakil Ketua OSIS, Minamoto-no-Natsuyoshi. Aku tidak mengenalnya secara langsung, tetapi aku sudah memeriksanya di daftar murid terlebih dahulu.
“Tidak, Minamoto-fukukaichou—ini justru waktu yang sangat tepat.”
Satu detik di saat kewaspadaanku sedikit mengendur akibat kedatangan tamu yang tak terduga. Melihat hal itu sebagai kesempatan emas, Eve mengeluarkan katana hitam pekat dari entah mana.
—Sial! Aku membuat orang ini berhasil mencabut katananya!
Eve meningkatkan auranya secara meledak-ledak lalu mengayunkan katananya sekali. Aura hitam pekat menerjang sang wakil ketua OSIS, dan dalam sekejap kesadarannya direnggut. Jika dibiarkan, kepalanya bisa menghantam lantai. Aku bergegas menahannya agar tidak berujung pada luka parah.
“Kau bahkan tidak peduli pada nyawa bawahan yang mengagumimu…!?”
“Kurang sopan. Ini namanya kepercayaan. Minamoto-fukukaichou itu sangat tangguh. Dia tidak akan mati hanya karena kepalanya terbentur lantai—yah, kalaupun mati, aku hanya perlu mengubah penilaianku bahwa dia memang cuma sejauh itu.”
Kepercayaan dari mananya. Kau masih tetap tidak peduli pada orang lain selain dirimu sendiri, ya.
Saat tekanan dari lawan semakin meningkat, aku meletakkan wakil ketua OSIS dengan perlahan di lantai lalu berdiri untuk melindunginya.
“Ini di akademi, lho. Walaupun sedikit, murid-murid lain masih ada yang tersisa. Kau benar-benar berniat memulainya di sini?”
“Kau ini bertanya terus, ya. Ah, benar juga, jawaban untuk pertanyaan pertama tadi belum selesai.”
Di saat aku melepaskan aura untuk membalas pertempuran, Eve menyunggingkan sudut bibirnya lalu menyatakan:
“Tujuanku adalah menjadikan Miyamoto Zekka sebagai Tuhan.”
Pasangan pria dan wanita yang paling dicintai oleh Tuhan dalam Alkitab, Adam dan Eve. Eve yang merupakan separuh dari pasangan itu, adalah wanita yang mendahului makan buah terlarang.
“Menjadikan manusia, menjadikan Miyamoto Zekka sebagai Tuhan… katamu?”
Tampaknya kali ini pun dia tidak kapok dan berniat melakukan pelanggaran tabu yang tidak main-main.
“Ya. Tuhan dalam Alkitab yang telah membuang kami itu tidak diperlukan lagi. Surga itu akan diciptakan kembali olehnya.”
Eve mengubah pakaian aslinya dari seragam sekolah menjadi gaun hitam legam, lalu tersenyum dengan jahat.
“Para malaikat, iblis, dan malaikat jatuh sekalian—”
Lalu dia mengarahkan ujung katananya ke arah Tiga Kekuatan Besar, tidak, ke seluruh dunia untuk mendeklarasikan perang.
“—Mari kita mulai kembali setelah ribuan tahun, kitab Kejadian yang baru!”

Post a Comment