SLASHDOG Jilid 1 Bab Terakhir

1

Bab Terakhir Lima Klan Utama/Himejima

Di suatu tempat—kuil utama klan Himejima, para anggota keluarga sedang mengadakan rapat di bagian luar kuil. Dengan ekspresi yang sama-sama tegang, seluruh anggota yang hadir saat ini telah mengetahui kebenaran di balik peristiwa yang terjadi. Pangkalan [Agensi Utsusemi] kurang lebih telah berhasil dikendalikan.

…Meskipun sejumlah buronan berhasil meloloskan diri, jasad dari salah satu dalangnya—yaitu Himejima Hanezu, telah berhasil ditemukan. Karena hal itu, untuk saat ini setidaknya segalanya telah terselesaikan.

Dalam keheningan yang senyap dan mutlak, seorang pria tua dengan wajah galak yang sedang berjongkok di depan bagian dalam kuil membisikkan sesuatu.

“—Akan sangat bagus jika ikatan takdir kita dengan Grigori bisa diakhiri di sini.”

Hanya dengan satu kalimat itu, bagian luar kuil langsung meledak oleh kegaduhan. Para anggota klan mulai menyuarakan pendapat mereka secara bersamaan.

“Suzerain (Pemimpin), apakah tidak apa-apa? Kita sudah melihat kasus itu—negosiasi mengenai Akeno memang telah mencapai akhir, tapi….”

Pria tua itu—sang pemimpin klan Himejima, mengembuskan satu napas panjang seolah tidak tertarik.

“Itu sudah diselesaikan melalui perjanjian rahasia dengan keluarga duke dari 72 Pilar. —Namun, komplotan bersayap hitam itu, dengan mereka yang terus-menerus menginjakkan kaki di wilayah Himejima, bahkan kita pun tidak bisa hanya duduk diam. Melindungi negara ini sejak zaman kuno, salah satu dari lima keluarga, itulah Himejima kita sendiri.”

Kata-kata itu sama sekali tidak menyiratkan keraguan. Tekad kuat yang tak tergoyahkan meresap ke dalam pikiran dan tubuh semua orang yang hadir—.

Para anggota klan berturut-turut menyatakan pendapat mereka berdasarkan informasi tersebut.

“Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkecil jarak dengan klan lainnya. Pihak mereka juga memiliki pengguna kekuatan supernatural yang tak terduga—dan lagi pula, pemilik Pusaka Suci telah dibawa pergi oleh pihak Grigori.”

“Pihak Shinra juga, kudengar mereka memiliki seorang putri yang memiliki Pusaka Suci cermin yang mempunyai kekuatan untuk berkomunikasi dengan Iblis. Jelas sekali bahwa sama sekali bukan kebetulan malapetaka seperti ini menimpa Lima Klan Utama sekaligus.”

“Asosiasi penyihir—[Grau Zauberer], bukankah kita telah dijajaki oleh mereka untuk membentuk hubungan kerja sama dalam masalah ini?”

Mendengar beberapa kata itu, sang pemimpin mengeluarkan selembar kertas. —Itu adalah dokumen yang ditulis dengan huruf-huruf sihir. Tampaknya itu adalah surat permohonan kerja sama dari asosiasi penyihir yang dikenal sebagai [Grau Zauberer].

Sambil tetap tanpa ekspresi, sang pemimpin membentuk fenomena api di tangannya, dan dalam sekejap mengubah kertas berisi permohonan itu menjadi abu.

“—Tidak perlu berkolusi dengan praktisi asing. Kita harus menunjukkan batasan yang jelas antara kita dan Mephisto Pheles yang memimpin [Grau Zauberer]. Sama halnya dengan Azazel itu, karena dia tidak lebih dari seorang penipu.”

Benar saja, hanya itu yang perlu dikatakan.

Bagi orang-orang di klan, keputusan itu pada akhirnya bulat.

“Sejauh menyangkut komplotan bersayap hitam itu…. Vatikan mungkin juga akan bergerak.”

“Tidak apa-apa jika itu adalah bentuk saling tidak campur tangan. Jika sampai terjadi konflik, cukup bagi kita untuk mengecam mereka pada saat itu,” jawab sang pemimpin dengan tegas.

Sedangkan untuk para anggota klan, mulut mereka terus berbicara.

“Namun, ada masalah tentang [Oz]… dunia yang seperti dalam buku cerita bergambar itu.”

“…Grigori, Oz, dan mereka yang memberontak melawan Lima Klan Utama terus bermunculan satu demi satu….”

Anggota klan yang tak bisa menyembunyikan keresahan mereka jumlahnya tidak sedikit. Itu adalah hal yang wajar. Meskipun mereka sudah mengetahui tentang kelompok Malaikat Jatuh dan asosiasi penyihir, belum lagi pengkhianatan dari [Agensi Utsusemi], benar-benar tidak disangka bahwa [Oz] ternyata terlibat dalam peristiwa-peristiwa ini. Sampai sekarang, di antara mereka yang menjadi bagian dari Lima Klan Utama, tidak ada yang percaya tempat seperti itu benar-benar ada. Bahkan di antara mereka yang berkumpul di sini, masih ada yang meragukannya.

Bahkan dalam situasi ini, pemimpin klan Himejima—Himejima Suou, mengambil keputusan yang jelas.

“Tidak peduli apa pun, jika Rasetsu[1] iblis seperti itu menginjakkan kaki di Hinomoto[2] dan membawa bencana, sudah menjadi tugas yang diberikan kepada kita untuk memusnahkannya sepenuhnya.”

Semua orang diam-diam mengangguk setuju.

—Namun, sambil menghela napas, Himejima Suou mengatakan ini.

“Sungguh, ‘anjing’ yang lahir dari garis keturunan kakak perempuanku yang diasingkan dari keluarga…. Masalah sang ‘halilintar’ saja sudah cukup, hal aneh macam apa yang merasuki keluarga ini?”

Sudah beberapa dekade sebelumnya kakak perempuan Suou—Ageha diasingkan dari klan. Sejak saat itu, sejauh menyangkut kontak, mereka tidak pernah saling bertemu. Namun, dia tidak menyangka bahwa dari garis keturunannya, makhluk menyimpang seperti itu akan lahir. Apakah itu sesuatu yang terbawa ke dalam garis darah Himejima? Atau jangan-jangan, itu hasil keisengan dari dewa heretik yang tak pernah didoakan?

“Namun, mau bagaimana lagi jika sesuatu seperti itu lahir dari garis darah Himejima. —Suzaku.”

Mendengar panggilan sang pemimpin, sesosok individu pun muncul.

“Ya.”

Itu adalah seorang gadis muda dengan rambut hitam panjang yang indah. Rambut hitamnya memiliki kilau seolah-olah basah. Dia memiliki atmosfer yang dingin, yang teratur tanpa ada tanda-tanda keraguan.

Mengenai usia gadis muda itu—Himejima Suzaku, dia berusia tujuh belas tahun tahun ini. Penampilannya sangat sesuai, mengingat dia adalah salah satu cucu perempuan dari kakak perempuan Himejima Suou yang lain. Tahun ini, dialah satu-satunya wanita berbakat dari seluruh kerabat mereka yang telah mewarisi Makhluk Suci [Suzaku] yang dikuasai oleh klan Himejima. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, mereka yang mewarisi makhluk suci dari masing-masing Lima Klan Utama yang bersangkutan berusia sangat muda. Berdasarkan hal ini, upaya keluarga untuk memasukkan darah yang baik tampaknya telah membuahkan hasil.

Namun, di samping itu, ada hal lain yang dipendam Suou, sang pemimpin, terhadap putri ini. Yaitu, Suzaku sangat mirip dengan orang pertama yang dia besarkan—Shuri, yang sejak saat itu telah meninggalkan mereka. Ibu Suzaku adalah kakak kandung Shuri. Shuri juga telah dijebak oleh komplotan bersayap hitam tersebut, dan kehilangan nyawanya sebagai akibatnya.

Sang pemimpin—Suou, tanpa sengaja teringat kembali hal itu. Setelah memejamkan matanya, dia berbicara kepada Suzaku.

“Aku meminta kepadamu selaku pembawa pesan yang akan menjadi kepala berikutnya klan Himejima. —Sebagai perwakilan dari anggota keluarga yang namanya dimulai dengan warna ‘Merah’, bisakah kau menampilkan tarian api untuk kami?”

Dia—Suzaku, membungkuk dalam.

“Dengan senang hati, Ooji-sama (kakek samping).”

Mendengar satu kalimat itu dari Suzaku, Suou mengangguk pelan. —Tapi, Suou, sambil menyipitkan matanya, menurunkan pandangannya ke lantai.

“Namun… terhadap putri ‘halilintar’ yang bersekutu dengan para Iblis. Terhadap ‘anjing’ kegelapan yang bersekutu dengan para malaikat bersayap hitam….”

Dia berbisik. “Untuk sementara waktu, kita harus menjulukinya sebagai [Dewa Anjing yang Jatuh].”

 

[1] Rasetsu (羅刹) adalah sebutan untuk Rakshasa, yakni makhluk atau iblis pemakan manusia yang berasal dari ajaran Hindu dan Buddha.

[2] Hinomoto adalah salah satu cara baca kuno atau puitis untuk menyebut negara Jepang.

Post a Comment

0 Comments