High School D×D EX Bab 5

High School D×D EX

Bab 5. Barisan Pertempuran Bersama yang Terlarang

Aku dan anak-anak Ise yang dipimpin oleh Gasper masa depan telah kembali dari arah Kyoto dan akhirnya sampai di sekitar Kota Kuoh.

Segera setelah informasi tersebut sampai kepada putri Ravel—Robertina, aku pun menerima pesan dari Rias dan yang lainnya.

Bahwa mereka sedang bertarung melawan musuh tak dikenal yang dimaksud… serta sosok yang diduga adalah Loki.

Kalau cuma prajurit UL biasa sih tidak masalah, tapi menurut informasi dari anak-anak Ise, petinggi musuh dan si bajingan Loki yang datang dari masa depan juga ikut menyerang. Kita harus menghindari kontak lebih jauh dengan mereka.

…Sebagai orang yang sudah mengetahui segalanya, aku sendiri ingin menghindari situasi di mana keberadaan Ex dan yang lainnya terhapus begitu saja.

…Para anak didikku dari masa depan, tenanglah. Walaupun situasi memburuk ke kondisi terburuk sekali pun, aku pasti akan mengembalikan anak-anak ini ke era kalian.

Menerima laporan dari putra Xenovia—Zen, kami pun berpindah ke sebuah reruntuhan sepi di pinggiran Kota Kuoh.

Ex dan anak-anak Ise lainnya dengan sigap mengenakan helm khusus agar identitas mereka tidak terbongkar oleh orangtua mereka.

Saat aku melihat ke sekeliling, dua orang yaitu Zen dan putra Irina—Shin (mereka berdua juga mengenakan helm agar tidak ketahuan oleh orangtua mereka, tapi dari senjata yang dipegang, aku bisa tahu siapa mereka) sedang bertarung melawan sekelompok prajurit UL di dalam area reruntuhan. Kami pun segera menyela ke dalam pertarungan tersebut dan mengempaskan kroco-kroco itu.

“Bagaimana situasinya?” tanyaku pada Zen sambil melempar tombak cahaya.

Setelah menebas beberapa prajurit sekaligus menggunakan Durandal IV, Zen berkata, “Bakal berbahaya kalau Rias-kaasan dan yang lainnya dari era ini sampai bertemu dengan Ruma Ydora atau Loki, jadi Kurenai-niisan memaksa mereka berteleportasi ke tempat yang sepi. Kurenai-niisan, Shirayuki, dan Kurobara juga ikut ke sana!”

Begitu ya, pantas saja Rias dan anak-anak Ise lainnya tidak kelihatan di sini. Ternyata sudah berpindah, ya.

“Tapi karena diserang secara mendadak, kami terpaksa ikut meneleportasi para prajurit UL juga,” tambah Zen.

Yah, kalau cuma itu saja mereka pasti bisa mengatasinya. Kalau cuma prajurit biasa tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah kelas petinggi musuh dan Loki.

“—Lalu, di mana Ruma Ydora dan Loki sebenarnya?”

Saat aku bertanya, Shin menunjuk ke bagian dalam area reruntuhan. Di sana, gumpalan aura hitam pekat melayang di udara. Ukurannya cukup besar untuk membungkus satu orang utuh. Tekanan yang tak biasa terpancar dari bola aura tersebut.

“Ruma Ydora berhasil kami kurung sementara di sana. Benda sihir penyegel yang dibawakan oleh Rose-mama saat kami berangkat ke era ini benar-benar sangat berguna!”

Bola aura hitam itu adalah benda penyegel buatan Rossweisse masa depan atau semacamnya, ya? Tampaknya bakat yang kaukembangkan itu sangat berguna di masa depan ya, Rossweisse-sensei.

Ruma Ydora ada di sini. …Kalau begitu….

Saat aku sedang mempertimbangkan hal itu, Zen berkata, “Ada satu masalah besar.”

Shin juga menimpali dengan panik.

“Iya, kita harus cepat mengejar Tou-san dan yang lainnya yang sudah berteleportasi! Di sana ada Loki!”

Zen memberikan penjelasan.

“—Ayah, ibuku, Asia-kaasan, Irina-kaasan, dan Shihan… maksudku Kiba-san, posisi mereka bertumpuk saat bertarung melawan Loki sehingga titik teleportasi mereka tergeser. Ayah dan yang lainnya pasti terlempar bersama Loki ke daerah pesisir pantai di prefektur tetangga.”

Ise, Asia, Xenovia, Irina, dan Kiba tidak berteleportasi bersama Rias dan Akeno (termasuk Kurenai, Shirayuki, dan Kurobara), melainkan terlempar ke tempat lain bersama Loki, ya?

Shin berkata dengan tergesa-gesa, “Untungnya, Loki sendiri berhasil dikurung dengan benda penyegel milik Rose-mama, dan Airi-neesan juga menyertai mereka…. Tapi sebelum dikurung, si bajingan Loki itu sempat melepas sesuatu yang sangat mengerikan. Benda itu terlalu berbahaya, bahkan untuk Nee-san dan yang lainnya!”

Zen menyatakan dengan ekspresi wajah yang penuh ketakutan.

“—Serigala Pemangsa Dewa. …Itu adalah Fenrir baru!”

—! …Jadi begitu ulah si bajingan Loki itu…!

Aku menghadapi masalah ini dengan memperhitungkan kemungkinan skenario terburuk. Skenario terburuk—salah satunya adalah aku mewaspadai Loki masa depan yang melakukan inovasi teknologi serta perkembangan penelitian akibat kontak dengan makhluk dari dunia lain.

Dengan kata lain, lahirnya monster baru dari tangan Loki sang dewa jahat yang telah menciptakan berbagai macam monster.

…Fenrir baru! Ini bukan sekadar skenario terburuk lagi. Dia pikir berapa besar usaha yang harus kami keluarkan hanya untuk menghadapi monster itu dulu?! Di antara para makhluk supernatural di dunia ini pun, Fenrir adalah monster jahat yang masuk ke dalam jajaran top 10 terkuat.

Dua Sekiryuutei dan Hakuryuukou bekerja sama, dan kami harus menyiapkan berbagai jalan keluar terlebih dahulu baru akhirnya bisa memukul mundurnya. Bahkan Vali yang menggunakan Juggernaut Drive pun tak bisa mengalahkannya.

Dan dia menciptakan Fenrir baru itu…. Sudah pasti, tidak salah lagi itu adalah barang yang disusupi oleh teknologi dari dunia lain. …Aku bahkan tidak ingin membayangkan akan jadi monster seperti apa dia sekarang.

Sebaiknya kita segera pergi ke tempat Ise dan yang lainnya. Meskipun ada Airi di sana, kekuatan tempurnya masih sangat jauh dari kata cukup.

…Aku menatap alat komunikasi yang kukeluarkan dari dalam saku. Laporan dari petinggi Grigori—dari rekan-rekanku masih belum masuk juga, ya.

Bukannya tanpa persiapan, aku sudah mempersiapkan hal ini untuk mengantisipasi situasi seperti ini, tapi… pesan belum juga sampai. Harusnya sebentar lagi selesai, tapi… kami tak bisa menunggu lebih lama lagi.

Aku berniat menghabisi para prajurit UL di tempat ini dengan cepat, lalu membentangkan lingkaran sihir untuk melompat ke titik teleportasi Ise dan yang lainnya.

Namun pada saat itu, benda penyegel aura hitam itu mulai mengalami distorsi. Belum sempat menyadari perubahan pada benda penyegel tersebut, sesuatu meluncur keluar dengan kecepatan tinggi dari sangkar bola hitam itu! Sekumpulan senjata tajam yang menembus penghalang dari dalam itu bergerak bebas seolah memiliki kehendak sendiri di udara, lalu mengarah ke mari dengan kecepatan yang tak tertangkap mata! Serangan tipe kendali jarak jauh, kah?!

Saat kami bersiap memasang kuda-kuda, kelompok senjata itu dicegah sebelum mencapai kami oleh tangan bayangan raksasa yang menggeliat di malam yang gelap. Bayangan—bukan, tangan kegelapan raksasa itu membentang dari aura hitam pekat yang diselimuti oleh Gasper.

Gasper yang telah menahannya.

Senjata kendali jarak jauh yang terpental itu kembali ke arah penghalang aura hitam seolah hendak pulang ke tempat asalnya. Pada saat yang sama, penghalang hitam itu hancur berkeping-keping dengan suara ledakan BOOM!.

Yang muncul dari dalam adalah sesosok bentuk humanoid dengan bentuk bersudut tajam di seluruh tubuhnya, sebuah kehidupan mekanis berkilau dengan warna dasar biru—Ruma Ydora. Sekelompok senjata kendali jarak jauh yang ditembakkan tadi kembali ke bagian belakang Ruma Ydora. Sepertinya bagian menyerupai sayap yang menempel di punggung sebelah kanannya telah terpisah dan ditembakkan.

Tekanan aneh yang khas dari UL yang tak kasatmata kini terpancar. Jelas-jelas musuh berhadapan dengan kami membawa niat membunuh.

Gasper melangkah satu langkah ke depan.

“Maafkan aku, Azazel-sensei. Tampaknya lawanku adalah dia.”

Arah pandangan Gasper—mata berbentuk visor milik Ruma Ydora berpendar secara misterius.

[—Wahai makhluk transendental, Aeon Tycoon-dono. Biarkan aku yang menjadi lawanmu.]

Mendengar perkataan itu, Gasper tersenyum tidak takut.

“Ruma Ydora, yang disebut-sehat sebagai yang terkuat di antara Invade Fanatics yang dipekerjakan oleh Rezzo Roado. Cobalah buktikan apakah kau mampu membalikkan ‘Ruang’ dan ‘Waktu’ milikku.”

[Heh, boleh juga bicaramu, Balor.]

Gasper berkata kepada putri Ravel—Robertina, dan putri Rossweisse—Helmwige.

“Kalian berdua, teruslah membentangkan penghalang agar daerah sekitar sini tidak hancur akibat pertarunganku dengannya.”

“Ufufu, Vladi-ojisama selalu saja meminta hal yang tidak-tidak, ya.”

“Benda penyegel itu padahal biaya pengembangannya mahal sekali…. Kalau sampai tahu bendanya tidak begitu berguna, Okaa-san bisa-bisa pingsan.”

Robertina tertawa, sedangkan Helmwige menepuk jidatnya sambil bersiap menanggapi permintaan Gasper.

Gasper berkata kepadaku, “Sisanya kuserahkan kepada Anda, Azazel-sensei. Aku percaya Anda pasti bisa menyelamatkan kami, para Senpai di era ini, serta masa lalu dan masa depan.”

Nada suaranya dipenuhi rasa percaya yang sepenuhnya. Astaga, kalau diandalkan sampai seperti itu sih……

Aku mengembuskan napas sambil membentangkan lingkaran sihir teleportasi.

“Bisa-bisanya cuma masalah merepotkan saja yang datang padaku. Yah, seperti biasa, aku pasti akan membereskannya.”

Setelah aku menjawab begitu, Gasper tersenyum lebar.

Di saat meriam yang terpasang di punggung sebelah kiri Ruma Ydora mulai membidik ke arah sini, aku berkata kepada Ex, Zen, dan Shin.

“Baiklah, kita juga harus segera pergi ke tempat Ise dan yang lainnya!”

Bersama anak-anak kelompok pendekar pedang, aku pun terbang menuju ke tempat Ise—.

—D×D—

Tempat kami berteleportasi adalah—sebuah pesisir pantai yang sangat sepi, bahkan bisa dikatakan tak ada penghuni sama sekali. Kalaupun terjadi sedikit pertempuran di sini, penduduk sekitar tampaknya tak akan menyadarinya. …Yah, itu kalau pertempurannya bisa diselesaikan dengan “sedikit” saja, tapi sepertinya itu hal yang sulit.

Begitu tiba, aku segera membentangkan penghalang untuk menutupi seluruh area ini, tetapi teriakan Zen terdengar.

“—Nee-san!”

Dari arah pantai pasir, terlihat aura berwarna hijau muda yang memancarkan cahaya. Jika diperhatikan lebih dekat, Airi yang mengenakan armor emas sedang menerima pengobatan pemulihan dari Asia.

Kami pun berlari mendekati Airi dan Asia.

Segera setelah menyadari keberadaan adik-adiknya, Airi berkata sambil menahan rasa sakit.

“…Kalian lama sekali…. …Duh, adik-adikku ini… selalu saja tidak ada di saat-saat krusial….”

“Nee-san, jangan bicara dulu!”

Ex pun ikut berucap dengan nada cemas.

Mengenai kondisi luka Airi… pada zirahnya tersisa bekas serangan cakar yang sangat besar. Apakah ini akibat serangan Fenrir baru? Sehebat apa pun Longinus buatan manusia yang dibuat dengan Fafnir sebagai intinya, monster terkuat tetaplah lawan yang terlalu berat untuk ditahan sepenuhnya.

Aku mengalihkan pandangan ke angkasa, tempat kilatan cahaya yang telah terpancar berulang kali sejak tadi. Di sana, Ise yang mengenakan armor crimson, Xenovia, Irina, dan Kiba bertiga—maksudku, bertempat—sedang terlibat pertempuran mati-matian melawan monster raksasa yang memancarkan kilau perak.

Meskipun kewalahan akibat serangan gencar monster raksasa—Fenrir tipe baru, Ise dan yang lainnya entah bagaimana berhasil mengambil jarak dan mengambil posisi bertahan. Mereka pun menyadari kedatangan kami dan terburu-buru turun ke tempat kami berada.

Ise berlari menghampiriku.

“Sensei! Fenrir berwarna perak dan…… si Loki itu! Sebenarnya apa yang sedang terjadi?!”

“Penjelasannya nanti saja. Yang terpenting, apa kau baik-baik saja, Ise?”

Ise mengalihkan pandangannya ke arah Airi yang baru saja selesai diobati.

“Ya, karena ada prajurit wanita yang mengenakan armor itu, situasi terburuk setidaknya bisa terhindari…. …Tapi, mengingat musuhnya adalah musuh semacam itu, dengan kekuatan tempur sebanyak ini rasanya….”

Ise mendongak menatap langit. Ya, yang melayang di hadapan mata kami adalah—seekor serigala raksasa berwarna perak dengan latar belakang bulan di malam hari. Tidak ada bulu abu-abu seperti sebelumnya, permukaannya tampak keras dan memancarkan kilau bagaikan logam. Mungkin lebih tepat jika digambarkan sebagai bentuk kehidupan logam yang menyerupai serigala. Ukurannya sedikit lebih besar dari tipe sebelumnya, melampaui sepuluh meter.

Aku menyeringai kecut sambil mendongak menatapnya.

“Bentuk kehidupan mekanis… yang berwujud Fenrir, ya. Yah, apa boleh kalau kupanggil Metal Fenrir saja?”

Jika diperhatikan baik-baik, di arah lepas pantai dapat dipastikan keberadaan sebuah bola aura hitam. Itu pasti Loki yang disegel oleh item penghalang buatan Rossweisse dari masa depan.

Loki dari masa depan ini benar-benar telah melahap teknologi dari dunia lain dan menjadikannya kekuatannya sendiri, ya. Bila hal-hal dari dunia lain diserap ke dalam penelitian berselera buruk milik bajingan itu, monster mengerikan dan menakutkan seperti inilah yang akan terlahir.

…Bahkan untuk Loki sekalipun, tak ada yang tahu sampai kapan dia akan terkurung di dalam bola itu. Jika tidak menghentikan mereka di sini, aku pasti akan terus-terusan didengarkan pencerahan panjang dari si tua bangka Odin seumur hidupku.

…Aku juga tak bisa menunggu barang pengiriman yang dijadwalkan tiba dari Shemhaza.

Aku memeriksa kekuatan tempur di pihak kami. Aku, Ise, Xenovia, Irina, Kiba. Dari pihak anak-anak ada Ex, Airi, Zen, dan Shin. Asia sebagai personel pendukung.

Aku bertanya kepada Zen dengan suara pelan, “Setidaknya, Kurenai atau Gasper dan yang lainnya pasti membawakan sesuatu dari masa depan untuk menghapus ingatan demi berjaga-jaga, 'kan?”

Anak-anak ini berusaha semaksimal mungkin agar tidak bertemu dengan orangtua mereka di era ini, tetapi hal itu pun tentu ada batasnya. Sudah sewajarnya mereka membawa alat semacam pengubah ingatan sebagai jaminan pertanggungan. Di era ini pun, teknologi milik malaikat jatuh memiliki hal semacam itu.

Mendengar pertanyaanku, Zen mengangguk pelan.

“Benda semacam itu juga ada padaku, jadi mari kita bekerja sama untuk hal tersebut. Kalau begitu, mari kita jalankan pertempuran bersama.”

Setelah saling memastikan hal itu saja, ““““Dimengerti!””””

Anak-anak Ise menjawab dengan gagah berani, lalu melesat terbang ke arah Fenrir.

Di udara, pertempuran sengit antara keempat orang, Ex dan yang lainnya melawan Metal Fenrir pun dimulai.

Wajar saja karena mereka berpartisipasi dalam perang di masa depan, anak-anak Ise sangatlah kuat. Pada situasi saat ini, secara keseluruhan bisa dikatakan mereka lebih kuat daripada orangtua mereka. Meski begitu, lawannya adalah Fenrir tipe baru. Tidak ada salahnya untuk tetap waspada, dan keberadaan Loki pun terasa mencurigakan.

Aku berteriak kepada Ise dan yang lainnya:

“Ise, kalian semua! Aku punya rencana! Kalian jangan berpikir untuk menang di sini! Bergeraklah hanya untuk tidak mati saja!”

“Sensei, Anda punya jalan keluar, 'kan?!”

Mendengar teriakan Ise, aku memberikan acungan jempol.

“Yah, begitulah. Jangan sampai mati kalian semua!”

“““““Baik!”””””

Bersamaan dengan jawaban itu, Ise, Xenovia, Irina, dan Kiba juga melesat terbang ke udara. Asia pun memanggil Fafnir dan mengambil posisi siap memberikan dukungan. Aku juga menyusul mereka terbang ke angkasa.

Mulai dari sana, kolaborasi melintasi era antara orangtua dan anak yang usianya hampir sebaya pun dimulai!

“Haah!”

“Ha!”

“Torya!”

Ex, Zen, dan Shin melepaskan tebasan pedang mereka satu demi satu ke arah Metal Fenrir. Meski tidak terlihat kerusakan yang berarti, tebasan tersebut memiliki daya hancur yang cukup untuk membuat Fenrir sempoyongan sejenak.

Melihat gerakan pedang mereka, Kiba menunjukkan ekspresi heran.

“Sangat mirip dengan teknik pedang milikku. Siapa sebenarnya mereka….”

Yah, itu sudah pasti. Lagi pula mereka diajari oleh Kiba dari masa depan.

Ise yang hampir kena terjang serigala Fenrir, dibantu menahan hantaman itu secara langsung dari depan oleh—Airi yang mengenakan armor emas.

“Oto… bukan, Sekiryuutei-san! Maafkan aku karena telah memperlihatkan penampilan yang memalukan tadi!”

“Heh! Jangan berkata begitu! Bagi seorang gadis untuk mengenakan armor dan bertarung jarak dekat dari depan seperti aku atau Sairaorg-san, itu sungguh sangat diandalkan dan membuatku senang!”

“…Karena orang yang sangat kusembah dan kucintai adalah petarung dengan gaya yang sama!”

“Aku juga ingin mencoba menjadi sosok yang dihormati seperti itu!”

Sambil berkata demikian, Ise dan Airi melayangkan tinju secara bersamaan, memberikan hantaman keras tepat di hidung Fenrir.

…Ah, kau pasti bisa menjadi sosok itu, Ise. Tidak, jadilah sosok itu!

Kali ini Xenovia dan Zen menebas secara bersamaan! Serangan serentak dari Ex-Durandal dan Durandal IV.

“A-anu, Xenovia…san! Menyerang hanya dengan mengandalkan semangat tidak akan mendapatkan hasilnya! Mari kita cari celah dan mendaratkan satu tebasan demi satu tebasan dengan pasti!”

“Hal semacam itu memang bagus, tapi di saat seperti ini yang terpenting adalah penempatan orang yang tepat. Ada Kiba yang ahli dalam jenis serangan seperti itu, jadi aku akan maju dengan mengandalkan kekuatan!”

“Bukan, bukan! Justru di saat seperti inilah kita harus menyerang celahnya dengan teknik pedang!”

“Jangan bicara seperti Kiba!”

“Aah, orang ini di era saat ini ternyata…!”

Bagi Xenovia di era ini yang semangat menerjangnya masih membara, percakapan dengan Zen yang belajar pedang dari Kiba tidak akan pernah menyambung. Ini benar-benar pemandangan yang menarik.

“Sepertinya aku bisa cocok berbicara dengannya.”

Kiba pun terharu melihat sosok Zen. Tunggulah belasan tahun lagi, maka kau akan bertemu dengannya.

Di saat ada orangtua dan anak yang tidak cocok seperti itu—

“Ha!”

“Ei!”

““Amin!””

Ada pula sosok anak dan orangtua Shin dan Irina yang menebas secara bergantian lalu melepaskan pukulan kekuatan cahaya secara bersamaan!

Baik orangtua-anak Xenovia maupun orangtua-anak Irina memperlihatkan adegan yang sangat berharga, membuatku merasa hangat walau berada di tengah pertempuran sengit.

Aku dan Kiba pun ikut menerjang dengan mengincar celah Fenrir.

Meskipun serangan kami tidak mampu memberikan luka fatal pada Metal Fenrir, pertarungan ini tidak berjalan satu arah dalam posisi bertahan saja.

Namun, perubahan mulai menghampiri situasi ini. Aura hitam yang menyelimuti Loki mulai menunjukkan penyimpangan. Kemungkinan besar, bajingan Loki itu sedang melakukan pelepasan kutukan penghalang dari dalam, dan hal itu hampir berhasil.

Kami ingin melakukan sesuatu, tetapi karena sedang menghadapi Fenrir, kami tidak memiliki kelonggaran untuk mengalihkan perhatian. Pada akhirnya, dari dalam penghalang, satu tembakan sihir yang sangat besar dilepaskan!

Serangan itu melesat tajam dan cepat menargetkan—Asia yang berada di pantai!

[Bahaya!]

Suara semua orang bersahutan!

Yang melompat keluar paling cepat adalah—Ise, Airi, dan Ex, bertiga!

“Asiaaaaaaaaaaaaaaa!”

Sosok yang tiba paling cepat dengan kecepatan dewa melebihi siapa pun adalah Ise. Di saat-saat kritis seperti ini, kekuatan dahsyatnya dalam kondisi terdesak terpancar penuh, mendarat di depan Asia lebih cepat daripada sihir milik Loki!

Dengan posisi menjadi perisai bagi Asia, Ise menerima serangan sihir Loki tepat dari depan—namun, sihir itu bercabang tepat sebelum menghantam, berubah menjadi beberapa gulungan pita cahaya! Bajingan Loki itu telah menyusun formula sihir agar dapat mengubah sihir serangannya.

Sihir Loki ada yang mengenai Ise dan Fafnir, tetapi ada pula yang melewati mereka berdua dan mengincar Asia di belakangnya—.

Akan tetapi, sihir itu terhapus tepat sebelum mengenai Asia. Ex melompat di antara Ise dan Asia, lalu memotongnya hingga hancur dengan pedang crimsonnya.

“Terima kasih! Karena sudah menyelamatkan Asia, ter—”

Ise berusaha mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan Asia, tetapi Ex berteriak tak mampu menahannya lagi.

“…Kau selalu saja seperti itu. Di satu sisi terus menjadi pahlawan bagi masyarakat, tapi di sisi lain penuh dengan celah…! Karena itulah, aku ingin—”

Meski berteriak dengan penuh emosi, nada suara Ex perlahan menurun.

“…Aku ingin membantah ini… tapi tetap saja, kau pasti akan terus bertarung dengan mempertaruhkan nyawa….”

Ise yang tentu tidak memahami apa yang dikatakan oleh Ex yang tidak diketahuinya identitas aslinya itu, menggaruk pipinya.

“…Aku tak begitu mengerti, tapi sudah sewajarnya aku melindungi Asia dan yang lainnya.”

Ise mengatakannya tepat di hadapan Ex secara langsung.

“—Karena mereka adalah teman, dan keluarga. Kapan pun itu, apa pun yang terjadi, aku akan melindungi teman dan keluargaku dengan segenap tenaga, dan siapa pun yang melukai mereka akan kukejar sampai ke ujung dunia dan kuhajar sampai babak belur!”

“—!”

Ex sempat terkejut dengan ucapan Ise—ayahnya, tetapi wajahnya segera terpecah dalam senyuman.

“…Kau mengatakan hal yang sama persis, ya. …Begitu ya, kau terus melindunginya sejak saat ini…. Kalau begitu, Tou-san pasti juga—”

Ex hendak menuturkan perkataannya seolah telah menemukan jawaban di dalam dirinya sendiri, tetapi—.

“Fuhahahahahahaha!”

Gelak tawa Loki bergema di seluruh penjuru area. Menerobos benda penyegel aura hitam, sang dewa jahat kembali menampakkan diri. Fenrir pun beringsut mendekati masternya. Loki mengelus pipi Metal Fenrir.

“Benda penyegel yang bagus. Tak menyangka Valkyrie itu bisa memperoleh sihir yang sanggup menangkap sesosok dewa.”

Loki mengalihkan pandangannya ke arah kami.

“Pas sekali, di sini berkumpul begitu banyak sosok yang kubenci. Boleh dibilang ini saat yang tepat untuk menyapu bersih kalian semua.”

Bersamaan dengan ucapannya, kekuatan Loki membesar, memancarkan aura luar biasa besar yang anggun namun penuh kejahatan dari tubuhnya. Seakan menanggapi hal tersebut, Metal Fenrir turut memancarkan cahaya perak dari sekujur tubuhnya. Loki mengeluarkan tongkat dari balik jubahnya. Di ujung tongkat itu tertanam sebuah permata berwarna perak. Ia mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi ke angkasa lalu berteriak!

“Akan kuperlihatkan! Wujud evolusi kami, pasangan ayah dan anak ini!”

Jumlah cahaya yang luar biasa masif menyelimuti area ini! Kami pun sampai harus menyipitkan mata karena kesilauan yang amat sangat, lalu mengaitkan tangan di depan wajah demi menghalau cahayanya. Saat cahaya itu meredup, yang muncul di hadapan mata kami adalah—sebuah plate armor yang terus memancarkan kilau perak. Armor tersebut memiliki nuansa serigala yang kental, di mana bagian dadanya menonjol dengan bentuk menyerupai kepala serigala.

Sosok yang mengenakan armor tersebut—Loki, bersuara.

[Fufufu, setelah menyatu dengan Fenrir UL, tak ada lagi musuh yang sanggup menandingi Loki ini.]

…Si berengsek itu, dia meniru Sacred Gear dan mengubahnya menjadi armor! Padahal dia selalu meremehkan mitologi lain, tapi kalau ada yang berguna, langsung dia serap begitu saja! Tidak, jangan-jangan karena dia sempat dihajar habis-habisan oleh kami, pemikirannya jadi sedikit lebih fleksibel. Dalam arti tertentu, bisa jadi itu juga akibat ulah kami….

Tanpa membuang waktu sekejap pun, Xenovia, Zen, Irina, Shin, dan Kiba melesat menebas Loki, namun—.

[Hmph, krikil-krikil kecil.]

Hanya dengan mengibaskan lengan kanannya yang diselimuti daya sihir, pusaran sihir yang sangat dahsyat tercipta di udara dan dengan mudah mengempaskan mereka berlima! Seluruh rombongan pendekar pedang jatuh terlempar ke laut!

Padahal dia tidak mengerahkan kekuatan khusus dan hanya mengibaskan tangannya dengan ringan, tapi dampaknya sampai seperti ini. Kalau begini, aku harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Loki kembali mengarahkan pandangannya ke arah kami.

[Mari kita bereskan kelompok Sekiryuutei dan kau, sang pemimpin malaikat jatuh di sini.]

Mata Loki memancarkan tatapan tajam berisikan hasrat membunuh. …Niat membunuhnya benar-benar meluap-luap. Sepertinya dia menyimpan dendam yang amat sangat mendalam kepada kami dan anak-anak.

…Sialan! Bahaya dari bersatunya dewa dunia ini dengan dewa dari dunia lain sebenarnya sudah bisa kubayangkan. Tapi tak disangka dia sampai menirukan cara kerja Sacred Gear! Apakah tidak ada yang lebih menakutkan daripada dewa jahat yang sudah tersudut?

Mungkin karena merasakan bahaya dari situasi ini, Ex menyalakan gauntlet miliknya!

“—Balance Adjust!”

Dia mencoba meningkatkan auranya untuk memicu Counter Balance, tetapi… kilauan permata di gauntlet-nya redup dan tidak mau merespons keinginan Ex.

“…Tidak merespons? Tidak, sekali lagi! Balance Adjust!”

Dia mencoba meningkatkan auranya sekali lagi demi mencapainya… namun tetap saja, Longinus buatan itu bahkan sama sekali tidak memberikan respons.

Melihat fenomena ini, Airi berkata kepada adiknya, “…Jangan dipaksakan. Bukankah kau baru saja melakukan Counter Balance tadi? Pihak atasan juga sudah memperingatkanmu bahwa butuh latihan lebih lanjut sampai kau bisa menggunakannya secara berturut-turut tanpa jeda, 'kan?”

Mendengar teguran dari kakak perempuannya, Ex mengalihkan pandangan ke arah Asia, lalu merintih penuh penyesalan.

“…Sialan! Apakah itu berarti aku belum sepenuhnya bisa menguasai Counter Balance!? Di saat yang krusial seperti ini aku…! Padahal aku sudah memutuskan untuk menyelamatkan Tou-sa… semuanya…!”

Untuk menyelamatkan Asia dari masa depan, tak ada cara lain selain menangkap Loki. Namun, Loki yang sekarang telah mengenakan armor Fenrir dan menjelma menjadi sosok yang paling berbahaya. Ex pasti merasa kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh di saat-saat kritis seperti ini.

Loki tertawa terbahak-bahak.

[Fuhahahahahah! Bagaimanapun juga itu hanyalah barang tiruan. Ancaman yang dirasakan tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ayahnya! Sekiryuutei di era ini pun tidak perlu ditakuti! Kalian semua akan lebur menjadi debu di sini secara bersamaan!]

Loki mulai mengumpulkan daya sihir dalam jumlah yang sangat besar di lengan kanannya. Ia terus memampatkannya hingga menciptakan gumpalan aura jahat yang sangat pekat. Aura tersebut begitu dahsyat hingga sanggup membuat permukaan laut bergelombang hebat.

Bahkan aku sendiri tidak bisa menahan rasa merinding di sekujur tubuh saat merasakan betapa mengerikannya gumpalan aura tersebut. Jika hal semacam itu dilepaskan, seluruh area ini—tidak, peta wilayah ini bisa-bisa terhapus dan berganti.

Di tengah situasi menegangkan yang membuat tenggorokan kering ini, alat komunikasiku mendadak bergetar. Tanpa perlu mengambilnya, aku sudah bisa menebak dari siapa panggilan itu berasal. Terlebih lagi, sebuah lingkaran sihir terhampar di tanganku dan sesuatu baru saja ditransfer kepadaku.

—Akhirnya datang juga, ya…!

Aku memeriksa benda yang dikirimkan ke tanganku—sebilah belati. Sebilah belati berhias indah dengan permata terpasang di bagian gagangnya—. Tanpa sadar, aku tertawa terkekeh.

“……Kukuku.”

Melihat reaksiku, Loki menatap curiga.

“Oi, Loki. Kau pikir aku tidak menyiapkan apa-apa?”

Aku mengangkat belati itu tinggi-tinggi lalu merapalkan mantra.

“—Jawablah panggilanku, wahai putra Gaia sang Dewi Bumi sekaligus suami dari Echidna sang Ibu para Monster. Perlihatkanlah wujudmu yang megah sebagai Raja para Monster di hadapanku!”

Bersamaan dengan mantra pemanggilan itu, sebuah lingkaran sihir raksasa khusus muncul di sampingku, dan sesuatu yang amat sangat besar mulai menampakkan wujudnya dari sana!

Sesosok raksasa berkulit biru dengan panjang tubuh sekitar 30 meter—. Bersayap di punggungnya, tubuh bagian atasnya menyerupai manusia, tetapi tubuh bagian bawahnya adalah ular. Di tangannya, ia memegang sebuah tombak raksasa.

Raksasa itu tertawa terbahak-bahak.

[Gwahahahaha! Aku telah memenuhi panggilanmu, wahai Pemimpin Malaikat Jatuh!]

Bersama dengan gelak tawa yang megah itu, raksasa tersebut menyebarkan aura dengan bobot massa yang tak masuk akal ke sekelilingnya. Melihat sosok raksasa itu, Loki yang terkejut setengah mati pun tak bisa menahan suaranya yang gemetar.

[…T-tidak mungkin, mustahil…! —Typhon!?]

Ya, raksasa ini adalah monster legendaris yang muncul dalam mitologi Yunani—Typhon. Raja dari para monster yang merupakan ayah dari Cerberus, Orthros, Hydra, dan Naga Jahat Ladon—.

Aku memutar-mutar belati di tanganku sambil berkata, “Ya, benar sekali. Bersanding dengan Fenrir, dialah raja monster yang terdaftar sebagai salah satu makhluk terkuat di dunia ini, Typhon. Untuk monster legendaris, tentu harus dilawan dengan monster legendaris juga.”

Saat memberitahukan masalah ini kepada Zeus, sekalian saja aku menitipkan sebuah pesan padanya. Pesan itu adalah, “Tolong izinkan aku membuat kontrak dengan Typhon.” Typhon adalah monster legendaris yang sangat berbahaya hingga para dewa Olympus sendiri dibuat sangat kerepotan olehnya. Jika sembarangan membicarakan hal ini, tak ada yang tahu hal mengerikan apa yang bisa terjadi. Lagi pula, dia adalah monster yang menjadi asal-usul kata Typhoon—angin topan.

Namun, karena situasinya sangat darurat, Zeus menyetujuinya. Typhon sendiri mengajukan syarat yang sangat sulit kepadaku, tetapi aku menerimanya dan mengikat kontrak satu kali dengannya. Kemudian, setelah mengikat kontrak, aku memasukkannya ke dalam teknologiku sendiri.

Aku memasang kuda-kuda dengan belati itu, lalu berkata kepada murid-muridku beserta anak-anak mereka.

“Kalian semua, perhatikan baik-baik. Inilah Balance Breaker Semu—Counter Balance yang diperlihatkan olehku, sang pencipta sekaligus perintis pengembangan Sacred Gear buatan!”

Menanggapi teriakanku, Typhon memutar tombaknya dengan penuh tenaga.

[Yoooooossssshhhhh!! Mari kita mengamuk sepuasnya!! Melawan dewa dari mitologi lain bukanlah kesempatan yang bisa didapatkan setiap hari!]

Tubuh raksasa Typhon mulai memancarkan cahaya, merespons kilauan permata di belatiku! Cahaya itu turut menyelimuti seluruh tubuhku!

“—Balance Adjust!”

Setelah kalimat penuh kekuatan itu diucapkan, auraku meledak hebat! Seluruh tubuhku diselimuti armor mengerikan beraksen warna biru dan hitam, serta memegang tombak bermata tiga di tangan. Sayap hitam legam malaikat jatuh tumbuh dari bagian punggung zirah, pinggang, kaki, dan berbagai tempat lainnya.

Aku mengarahkan ujung tombakku ke arah Loki.

“Disaster Typhon Beast Another Armor (Zirah Raja para Monster Kehancuran)—. Berani-beraninya kau berbuat sekehendak hatimu, Loki dan para UL. Kau telah memaksa aku menyaksikan terlalu banyak hal yang tak ingin kulihat. Ketahuilah bahwa itu saja sudah merupakan langkah yang sangat salah. Maaf saja ya, aku bukan malaikat jatuh yang cukup baik untuk hanya berpangku tangan menjadi penonton dalam situasi seperti ini.”

Benar sekali, fenomena Counter Balance yang diperlihatkan Airi tempo hari. Aku langsung menerapkannya ke dalam teknologiku sendiri. Sebenarnya hal seperti ini baru memuaskan jika dicapai lewat usaha sendiri, tetapi jika membayangkan situasi darurat seperti kali ini terjadi, harga diriku bukan lagi hal yang perlu dipertimbangkan.

Daripada mati konyol karena hal seperti ini, aku lebih memilih bersiap untuk mengamuk sepuasnya. Berkat hal itu, meski menggunakan monster legendaris sebagai intinya, aku berhasil menciptakan Sacred Gear buatan yang bisa menggunakan Counter Balance untuk sekali pakai.

[Jangan remehkan aku, malaikat jatuh sialan!]

Loki melepaskan tembakan sihir yang telah dipadatkan dari tangannya ke arah sini! Bukannya menghindar, aku justru memasang kuda-kuda tombak dari depan dan mengarahkannya tepat ke gumpalan sihir Loki—lalu menebaskannya sekaligus!

Satu tebasan tombak itu membelah gumpalan sihir dahsyat milik Loki menjadi dua! Dampak susulan dari tebasan itu bahkan mencapai permukaan laut di bawah, membelah lautan secara masif. Tak berhenti di situ, daya tebas tombak tersebut meluas hingga ke garis pantai, mengeruk pasir pantai begitu dalam, dan merobohkan gunung yang berada di dekatnya.

Baru tebasan ringan saja dampak susulannya sudah seperti ini. Benar-benar terasa betapa mengerikannya kekuatan Typhon. Yah, untuk saat ini dia adalah sekutuku. Mari kita manfaatkan kekuatannya sepuasnya.

Bahu Loki gemetar karena amarah.

[Kuh…! Hanya selevel ini mana mungkin bisa—]

“‘Mana mungkin bisa—’ apa maksudmu? Mari kita selesaikan pertarungan sesama pakar teknologi antara mitologi Alkitab dan mitologi Norse ini.”

Aku menatap anak-anak Ise—Ex, Airi, Zen, dan Shin secara berurutan.

…Aku sudah memutuskannya. Sejak saat aku bertemu dengan anak-anak Ise ini. —Anak-anak ini pasti akan kukembalikan ke era asal mereka dengan selamat.

Lagi pula, mereka adalah anak-anak berharga dari murid-murid kesayanganku. Kalau aku tidak turun tangan membantu, rasanya kurang pas, bukan? Yah, lagi pula aku tahu seperti apa kalian, kalian pasti mengandalkan diriku di era ini juga karena mengharapkan hal itu, 'kan?

“Sekali-sekali biarkan aku berbuat ulah juga, ya? Lagi pula, aku ini 'kan pemimpin dari para malaikat jatuh bodoh yang telah terbuang?”

Pertempuran terakhir antara UL yang datang dari masa depan serta Dewa Jahat Loki melawan kami baru saja dimulai—.

Post a Comment

0 Comments